Claim Missing Document
Check
Articles

Found 44 Documents
Search
Journal : TEKNO

Analisis Penjadwalan Proyek Menggunakan Metode PDM Dengan Menggunakan Konsep Cadangan Waktu Pada Proyek Pembangunan Balai Kesehatan Ibu Dan Anak Kota Manado Sthefanus A. Lengkong; Tisano Tj. Arsjad; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan pada proyek konstruksi merupakan hal yang sangat penting karena bermanfaat untuk memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek agar proyek dapat berjalan dengan lancar dan selesai dengan waktu yang optimal sesuai dengan sasaran dan tujuan proyek. Pengendalian proyek sangat penting dalam proses pekerjaan proyek sehingga dibutuhkan metode pengendalian proyek salah satunya yaitu metode PDM (Precedence Diagram Method). Penelitian ini menggunakan metode Precedence Diagram Method (PDM) yang memberikan gambaran jaringan kerja yang lebih sederhana dan pekerjaan yang lain dapat dikerjakan tanpa menunggu pekerjaan pendahulunya selesai 100%. Penjadwalan proyek menggunakan perangkat lunak (Software) berupa Microsoft excel, Microsoft project dan lain sebagainya. Program Microsoft Project membantu mengolah dan mendapatkan jadwal proyek dengan metode Gantt Chart beserta lintasan kritisnya. Konsep cadangan waktu merupakan konsep yang mengatur kurun waktu proyek yang belum diperuntukkan (uncommitted) bagi kegiatan tertentu, sehingga dapat dipakai untuk memecahkan masalah proyek dalam aspek jadwal. Jadwal proyek memiliki rangkaian kegiatan yang tumpang tindih, sehingga penyusunan jadwal menggunakan diagram preseden pada Microsoft project akan lebih sederhana dan mudah dipahami. Analisis konsep cadangan waktu dilakukan pada situasi awal proyek, dapat berguna sebagai acuan dalam pengendalian jadwal proyek. Nilai CW pada jalur pada minggu terakhir (minggu ke-18) bernilai nol. Hasil penelitian menunjukkan nilai cadangan waktu pada situasi awal proyek adalah 0 hari, dan nilai cadangan waktu pada minggu terakhir pelaksanaan pekerjaan masih bernilai 0 hari karena tidak terjadi keterlambatan dalam proyek Pembangunan Balai Kesehatan Ibu Dan Anak Kota Manado ini. Kata kunci: Precedence Diagram Method, cadangan waktu, Microsoft Project
Metode Pelaksanaan Konstruksi Pondasi Bor Pile Pada Bangunan Hanggar Proyek Rehabilitasi Pasar Bersehati Manado Kornelia Pararuk; Grace Y. Malingkas; Jantje B. Mangare
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Bersehati Manado merupakan salah satu pasar tradisional yang telah berusia cukup lama dan membutuhkan rehabilitasi untuk memastikan keamanan, keberlanjutan, dan efisiensi operasional. Salah satu aspek penting dalam proses rehabilitasi adalah konstruksi pondasi bangunan hanggar yang kuat dan tahan lama. Metode pelaksanaan konstruksi bor pile menjadi fokus dalam skripsi ini untuk mengatasi tantangan dalam membangun pondasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode pelaksanaan konstruksi bor pile pada bangunan hanggar di Proyek Rehabilitasi Pasar Bersehati Manado. Penelitian dilakukan dengan melakukan studi pustaka dan pengamatan dilapangan untuk memahami prinsip-prinsip dasar konstruksi bor pile serta mengidentifikasi faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pelaksanaan konstruksi bor pile pada bangunan hanggar Proyek Rehabilitasi Pasar Bersehati Manado melibatkan beberapa tahapan. Tahap pertama adalah persiapan, di mana dilakukan pemetaan lokasi dan perencanaan konstruksi. Tahap kedua adalah pemboran, di mana dilakukan pengeboran lubang untuk memasukkan pile secara vertikal ke dalam tanah. Tahap ketiga adalah pemasangan pile, di mana pile dipasang ke dalam lubang bor dan diisi dengan material penyangga yang tepat. Tahap terakhir adalah pengujian dan pemadatan, di mana dilakukan pengujian beban dan pemadatan tanah di sekitar pile. Selain itu, beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan konstruksi bor pile adalah karakteristik tanah di lokasi proyek, pemilihan alat dan peralatan yang sesuai, pengendalian kualitas material, serta pengawasan yang ketat selama proses konstruksi. Dengan menerapkan metode pelaksanaan konstruksi bor pile yang tepat, diharapkan pondasi bangunan hanggar di Proyek Rehabilitasi Pasar Bersehati Manado dapat dibangun dengan baik dan dapat memberikan keamanan serta keberlanjutan yang dibutuhkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para profesional dan praktisi di bidang konstruksi untuk memahami dan mengimplementasikan metode pelaksanaan konstruksi bor pile secara efektif. Kata kunci: metode, konstruksi, pondasi bor pile
Perataan Sumber Daya (Cash Flow) Proyek Konstruksi Menggunakan Aplikasi Microsoft Project Pada Pembangunan Gedung Balai Kesehatan Ibu Dan Anak Kota Manado Prince A. Sepang; Tisano Tj. Arsjad; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari proyek konstruksi ialah untuk mencapai target penyelesaian proyek yang sesuai dengan waktu, anggaran dan mutu yang telah ditentukan. Realita di lapangan menunjukan bahwa pelaksanaan sebuah proyek tidak bisa dipastikan dapat terlaksana berdasarkan perencanaan yang telah disusun. Salah satu bagian yang merupakan pokok dalam hal ini adalah manajemen suber daya. Sumber daya yang digunakan dalam suatu proyek dan memiliki pengaruh yang besar adalah biaya, sehingga diperlukan manajemen terhadap biaya dalam rangka meminimalisir terjadinya over budget. Salah satu teknik pengolahan sumber daya dalam suatu proyek adalah dengan metode peretaan sumber daya. Pemerataan sumber daya mampu menghindari kemungkinan buruk yang berkemungkinan untuk terjadi pada aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan fluktuasi yang tajam pada cash flow proyek. Perencanaan cash flow yang baiktentunya akan berujung pada capaian keuntungan optimal bagi kontraktor. Prinsip penyesuaian sumber daya yang tepat adalah dengan tidak menggangu pekerjaan yang berada pada jalur kritis. Penundaan pekerjaan yang berada pada jalur kritis ini akan mengakibtkan bertambahnya waktu pelaksaan proyek sehungga proyek tidak dapat terselesaikan tepat waktu. Microsoft Project memiliki keterkaitan dengan siklus hidup proyek. Microsoft Project berperan dalam fase perencanaan, fase pikiran, fase penjadwalan, fase perorganisasian, serta fase pengontrolan. Dengan Microsoft Project maka kontraktor dapat melakukan perataan biaya pada proyek sehingga dapat memprediksi dan mengontrol cash flow proyek. Kata kunci: perataan sumber daya, cash flow proyek, Microsoft Project
Perbandingan Rencana Anggaran Biaya Pada Pekerjaan Rehabilitasi Gedung Kantor Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu Dengan Menggunakan Metode BOW, SNI, Dan Perhitungan Kontraktor Eurene M. Rawis; Jermias Tjakra; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v21i86.52408

Abstract

Untuk merencanakan suatu anggaran proyek, estimator harus mempunyai pedoman metode yang ekonomis dan jelas berlaku di Indonesia. Keuntungan yang diperoleh seorang estimator tergantung pada kecakapannya membuat perkiraan biaya. Bila penawaran harga yang diajukan di dalam proses lelang terlalu tinggi, kemungkinan besar estimator akan mengalami kekalahan. Sebaliknya bila memenangkan lelang dengan harga terlalu rendah, akan mengalami kesulitan dibelakang hari oleh karena itu perkiraan biaya memegang peranan penting dalam penyelengaraan proyek untuk merencanakan dan mengendalikan sumber daya seperti material, tenaga kerja, pelayanan maupun waktu. Di Indonesia terdapat metode untuk merencanakan harga satuan biaya anggaran proyek yaitu BOW (Burgelijke Openbare Werken), SNI dan Perhitungan Kontraktor. Kontraktor umumnya membuat harga penawaran berdasarkan analisis yang tidak seluruhnya berpedoman pada analisis BOW (Burgelijke Openbare Werken), SNI, bahkan para kontraktor lebih cenderung menghitung harga satuan pekerjaan berdasarkan dengan analisis mereka sendiri yang didasarkan atas pengalaman terdahulu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode apa yang paling ekonomis dan untuk menjadi acuan para estimator merencenakan biaya konstruksi dengan ke 3 (tiga) metode tersebut diatas yang berlaku di Indonesia tidak dengan metode yang di analisis sendiri. Dalam perhitungan rencana anggaran biaya Rehab pembangunan Gedung BPBAT Tatelu tahun 2021 dengan menggunakan 3 metode maka diperoleh metode Perhitungan Kontraktor merupakan yang paling ekonomis yaitu sebesar Rp. 2.363.414.720 lalu metode SNI 2016 sebesar Rp. 2.433.257.183 dan yang paling mahal metode BOW sebesar Rp. 4.570.689.327. Kata kunci: Rencana Anggaran Biaya, BOW, SNI, perhitungan kontraktor
Penerapan Metode Lean Project Management Dalam Perencanaan Proyek Konstruksi Pembangunan Sarana/Prasarana Air Baku Bendungan Lolak Lanjutan Charen N. P. Montolalu; Ariestides K. T. Dundu; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53767

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek seringkali ditemukan kendala bahkan dapat juga mengalami kegagalan, hal tersebut terjadi karena perencanaan dari proyek yang kurang matang. Sesuatu hal yang tidak menambah nilai dan terjadi sebaliknya yakni menambah biaya disebut dengan waste (pemborosan). Tidak efektifnya faktor yang beperan dalam pelaksanaan proyek (man, method, material, machine, environment) dapat menjadi pemicu keterlambatan dalam penyelesaian proyek. Maka dari itu diperlukan suatu perencanaan proyek dengan metode Lean Project Management merupakan metode yang diterapkan secara berkelanjutan untuk meminimalisir dan mencegah adanya waste (pemborosan) bersamaan dengan mengefisiensi proses untuk meningkatkan value (nilai). Berdasarkan 8 jenis waste dalam proyek konstruksi, didapatkan hasil waste yang dapat terjadi antara lain waiting, defect, dan excessive transportation. Akar penyebab terjadinya waste tersebut antara lain pipa HDPE terlambat datang, cuaca yang buruk, mesin tidak terawat, penyimpanan material jauh, dan terkendala pembebasan lahan. Selanjutnya untuk hasil estimasi waktu dengan metode Critical Chain Project Management (CCPM) didapat pecepatan selama 15 hari. Kata kunci: perencanaan proyek, Lean Project Management, waste, Critical Chain Project Management
Penerapan Metode Lean Project Management Dalam Perencanaan Proyek Konstruksi Pada Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Kosinggolan Tahap II Paket 2 Adikavara E. T. Rapar; Ariestides K. T. Dundu; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53819

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek tidak pernah lepas dari berbagai keterlambatan dan kendala, yang diakibatkan oleh perencanaan proyek yang kurang maksimal. Waste yang disebabkan oleh beberapa faktor yang tidak efektif dalam pelaksanaan proyek (man, method, machine, material, environment), sehingga factor tersebut dapat memperlambat penyelesaian proyek. Untuk mengatasi hal diatas maka digunakan metode Lean Project Management (LPM) yang dimana ini merupakan pendekatan dalam perencanaan proyek, dengan focus untuk meminimasi waste, serta mengestimasi segala kebutuhan (waktu, sumber daya, biaya) yang berkaitan dengan proyek. Berdasarkan hasil analisa terhadap waste dalam proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Kosinggolan Tahap II Paket 2 maka waste yang terjadi yaitu waiting. Dimana penyebab timbulnya waiting dalam pelaksanaan proyek ini yaitu material belum datang, cuaca buruk, kurangnya tenaga kerja yang ada dan adanya peralatan yang rusak saat proyek di laksanakan. Untuk hasil estimasi penjadwalan yang dilakukan dengan metode Critical Chain Project Management (CCPM) di dapatkan hasil percepatan pekerjaan yaitu untuk pekerjaan rehabilitasi daerah irigasi kosinggolan tahap II paket 2 mengalami percepatan waktu selama 7 hari maka dengan adanya percepatan selama 7 hari maka pihak pelaksana proyek bisa menghemat biaya sumber daya atau tenaga kerja sebesar Rp. 6.300.000,00. Kata kunci: Proyek, Lean Project Management, kosinggolan, CCPM
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Kaiya - Kotamobagu Regina Lombogia; Ariestides K. T. Dundu; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53822

Abstract

Jalan mempunyai peranan penting terutama yang menyangkut perwujudan perkembangan antar wilayah yang seimbang, pemerataan hasil pembangunan serta pemantapan pertahanan dan keamanan nasional dalam rangka mewujudkan pembangunan nasional. Dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan melihat Metode pelaksanaan, perlu mengetahui tahapan kegiatan penanganan jalan, berupa pencegahan, perawatan, dan perbaikan di perlukan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal melayani lalu- lintas sehinggah umur rencana yang di tetapkan dapat tercapai. Lokasi penelitian di Kabupaten Bolaang Mongondow - Kota Kotamobagu Pekerjaan Rehabilitasi Minor. Aspal overlay merupakan lapisan aspal baru yang pengaplikasiannya berada tepat di atas dasar yang ada (aspal lama) pada jalan atau tempat parkir. Lapisan baru ini memiliki ketebalan sekitar 4 cm. Lapisan aspal tidak boleh serta merta sebagai alternatif yang memadai untuk perkerasan. Tetapi ini merupakan langkah alternatif memperpanjang masa manfaat permukaan beraspal jika dasar perkerasan masih dalam kondisi yang baik. Berdasarkan penelitian yang di lakukan dengan pengamatan langsung di lapangan, bahwa pelaksanaan pada proyek Preservasi Ruas jalan Kaiya – Kotamobgu pekerjaan Rehabilitas Minor item Overlay Penghamparan Latson Lapis AC-WC dihamparakan pada suhu 135ᵒ - 150ᵒC menggunakan alat asphalt finisher, sementara pemadatanya dilakukan sebanyak tiga fase pemadatan. Kata kunci: metode pelaksanaan, rehabilitasi minor, Laston AC-WC
Analisis Perbandingan Volume Rencana Dengan Volume Rill Pekerjaan Pada Pelaksanaan Rehabilitasi Minor Di Proyek Preservasi Jalan Sinisir Batas Kotamobagu – Simpang 4 Siliwangi, Dalam Kotamobagu, Kotamobagu – Doloduo, Kaiya – Kotamobagu Irene G. Tumbel; Tisano Tj. Arsjad; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54117

Abstract

Dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi, biasanya terdapat beberapa hal konstruksi yang tidak sesuai dengan perencanaan awal. Berdasarkan hasil mutual check awal di proyek ini, volume rencana pekerjaan yang didapat dari gambar rencana terdapat beberapa perbedaan dengan volume rill. Dengan adanya perbedaan volume yang ada tentunya akan juga akan mempengaruhi jalannya pekerjaan pada rehabilitasi minor ini,karena sudah tidak sesuai dengan yang ada di perencanaan awal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan antara volume rencana pekerjaan sesuai gambar rencana dengan volume rill pekerjaan sesuai hasil mutual check awal pada pelaksaanaan rehabilitasi minor di proyek preservasi jalan Sinisir batas Kotamobagu – Simpang 4 Siliwangi, Dalam Kotamobagu, Kotamobagu – Doloduo, Kaiya Kotamobagu. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, didapat bahwa perbandingan volume rencana dengan volume rill pada pekerjaaan rehabilitasi minor di proyek preservasi jalan Sinisir batas Kotamobagu – Simpang 4 Siliwangi, Dalam Kotamobagu, Kotamobagu – Doloduo, Kaiya Kotamobagu adalah volume rill lebih besar dibandingkan dengan volume rencana. Kata kunci: proyek konstruksi, rehabilitasi minor, perbandingan volume
Identifkasi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Pada Proyek Pembagunan Usaha Tempat Kos Di Perumahan PLN Bahu Blok B Manado Livia L. Luntungan; Tisano T. Arsjad; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54187

Abstract

Dalam upaya buat mengendalikan ataupun memanajemen penggunaan sumber daya manusia supaya realistis, maka kontraktor harus mengetahui tingkatan produktivitas masing masing tenaga kerja,sehingga terjalin kesesuaian antara waktu yang sudah direncanakan dengan keahlian tenaga kerja yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja dan bagaimana tingkat produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan pemasangan batako berdasarkan presentase faktor utilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode productivity rating yaitu metode penelitian deskriptif analisis dengan jenis job analysis, yaitu penelitian yang bukan bersifat eksperimen dan dimasksudkan untuk mengumpulkan informasi berupa data primer mengenai status gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Studi ini dilakukan dengan mengumpulkan lirature dan data yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan, kemudian menentukan teknik survey yang digunakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor – faktor yang sangat berpengaruh terhadap pekerjaan adalah terlalu banyaknya waktu tidak efektif tenaga kerja sehingga mempengaruhi hasil suatu pekerjaan. Waktu penelitian ini selama 6 (enam) hari menghasilkan waktu efektif sebesar 82 jam 34 menit, waktu tidak efektif sebesar 31 jam 46 menit dan waktu kontribusi sebesar 8 jam 30 menit. Kata kunci: proyek konstruksi, produktivitas, tenaga kerja, productivity rating
Analisis Produktivitas Tenga Kerja Pada Pekerjaan Balok Dan Plat Lantai Dengan Menggunakan Metode Work Sampling Pada Proyek Pembangunan Rumah Tipe 60/105 Cluster Beryl Kawanua Emerald City Manado Ceisya G. Keintjem; Deane R. O. Walangitan; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54478

Abstract

Produktivitas yang tinggi sangat penting untuk keberhasilan proyek konstruksi. Produktivitas tenaga kerja juga mempunyai dampak yang signifikan terhadap tingkat keuntungan dan kerugian suatu proyek. Ketika diterapkan di tempat, kesalahan ini dapat terjadi karena karyawan tidak melakukan tugas secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar produktivitas pada pekerjaan pembesian dan bekisting menggunakan metode Work Sampling pada proyek pembangunan rumah tipe 60/105 cluster beryl kawanua emerald city manado. Dari hasil analisis work sampling produktivitas tenaga kerja dalam pengerjaan pekerjaan pemebesian dan bekisting balok dan plat lantai di lantai 2 setiap pekerjaan mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Pada metode work sampling waktu baku adalah yang menujukan besaran produktivitas tenaga kerja. Dari hasil analisis work sampling, produktivitas tenaga kerja dalam pengerjaan pekerjaan pembesian dan bekisting balok dan plat lantai di lantai 2 setiap pekerjaan mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Dari hasil perhitungan didapatkan koefisien produktivitas lapangan tenaga kerja untuk pekerjaan pembesian balok 0.040, pekerjaan bekisting balok 0.230, pekerjaan pembesian plat lantai 0.028 dan terakhir untuk pekerjaan bekisting plat lantai 0.239. Untuk nilai produktivitas tenaga kerja yang didapat pada pekerjaan pembesian balok adalah 82.191 kg/hari, pekerjaan bekisting balok 12.34 m2/hari, pekerjaan pembesian plat lantai 166.66 kg/hari, dan terakhir untuk pekerjaan bekisting plat lantai 19.97 m2/hari. Kata kunci: produktivitas, work sampling
Co-Authors . Junaidi Abd. Rajab R. Dasinangon Adikavara E. T. Rapar Agryanto P. Parinding Ariestides K. T. Dundu Ariestides K. T. Dundu Asrini Novita Rompas Audie L. E. Rumayar Bachdar, Reza Rizki Kurnia Bartje F. Tombokan Bobby Rocky Kani Bonny F. Sompie Buyung, Rudy. A. H. F. Ceisya G. Keintjem Cendy Merry Tumbelaka Charen N. P. Montolalu Christina A. J. Pangkey Christy A. Labolaang D. R. O. Walangitan David H. Mewengkang David M. Walean Deane R. O. Walangitan Eris Rosita Eurene M. Rawis Fabian J. Manoppo Failen Pratasik Febrina P. Y. Sumanti Febyana Pangkey Felicia, Zefanya P. Fharel Novel Lantang Fransisko Noktavian Wowor Frendi D. Lumintang Frendy, Vania T. Grace Priscillia Kamagi Grasheila B. Tambayong Hairunisa Mokodompis Huibert Tarore Inkiriwang, Revo L. Irene G. Tumbel Jantje B. Mangare Jantje B. Mangare Jasmin Christy Natalia Mandey Jermias Tjakra Jermias Tjakra Johan p Rantung Johan P. Rantung Jolan Juliana Sumajow Juno E. Ch. Langi Kevin Imanuel Kambey Kornelia Pararuk Kristi Elsina Leatemia Langgeroni, Reni Lestiani Nova Pontoh Livia L. Luntungan Lucia I. R. Lefrandt Lucia I.R. Lefrandt Lumentah, Christin Natalia Magdalena Monica Pontoh Malifa, Yusuf Mantiri, Deisy H. M. Meylisa E. Balirante Mochtar Sibi Mokolensang, Virginia Marcelin Muh. F. Sumantri Nono, Yousantho Pingkan A. K. Pratasis Pingkan A. K. Pratasis Pondaag, Nathalia Elizabeth Pontoh, Miyabi R. Porajow, Tania G. Praesillia Christien Ator, Praesillia Christien Prince A. Sepang Rando R. V. Kare Ratag, Kezia Aprilia Rayhan Aslah Rebecca Glory Ropa Regina Lombogia Rivi K. Lantang Robert J. M. Mandagi Rolangon, Aprilia A. Rori, Widya Fanheyvel Rumboisano, Arnol Sokop, Ronald Martin Sompie, Cecilia T. Stefi Priescha Tauro Stevano Krista Kambey Sthefanus A. Lengkong Sumanti, Febrina P. Y. The, Londy Herianto Tilaar, Melisa F. Tisano Arsjad Tisano T. Arsjad Tisano Tj. Arsjad Tisano Tj. Arsjad Umboh, Alfian H. Vania Y. Moningkey Victor Michael Tyson Lempoy Victoria Mintje Vivian G. Iroth Wanta, Isty M. Wilar, Wingky P. R. Wongkar, Deny Wuisan, Felleps Yeremia B. Mokalu