Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA BERKATEGORI TINGGI MENGGUNAKAN WATSON-GLASER CRITICAL THINKING APPRAISAL DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Putri Andini Gunawan; Hidayah Ansori; Indah Budiarti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.16133

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan kemampuan yang mengarahkan seseorang untuk mengambil keputusan terhadap kesimpulan yang tepat. Jenis kelamin merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kemampuan seseorang. Pengukuran tingkat kemampuan berpikir kritis matematis dapat dilakukan menggunakan instrumen tes Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA). Materi yang digunakan dalam mengukur kemampuan ini adalah persamaan dan fungsi kuadrat. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas IX berkategori tinggi menggunakan Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA) ditinjau dari jenis kelamin. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari siswa laki-laki dan siswa perempuan yang memenuhi kategori tinggi pada nilai akademik matematika. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kemampuan berpikir kritis matematis siswa laki-laki berkategori tinggi mencapai kategori TBK 0 atau tidak kritis, (2) kemampuan berpikir kritis matematis siswa perempuan berkategori tinggi mencapai kategori TBK 1 atau kurang kritis, dan (3) kemampuan berpikir kritis matematis siswa laki-laki berkategori tinggi sedikit lebih rendah dibandingkan dengan siswa perempuan berkategori tinggi. Kata kunci: Berpikir kritis, persamaan dan fungsi kuadrat, WGCTA, jenis kelamin Abstract: Mathematical critical thinking skills is skills that directs someone make decisions to the right conclusions. Gender is one of the factors that can distinguish someone's level skills. Measuring the level of mathematical critical thinking skills can be done by using the Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA) test instrument. One of the lessons that can be used to measure these skills is quadratic equations and functions. The purpose of this research is to describe the mathematical critical thinking skills of IX-grade students by using Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA) in terms of gender. This research used a qualitative approach with the descriptive type of research. The subjects of this research consisted of male and female students who met the high category in mathematics academic scores. The data collecting techniques used were tests, interviews, and documentation. The data analysis techniques carried out were data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the research show that: (1) the critical thinking skills of male students reach TBK category of 0 or not critical, (2) the critical thinking skills of female students reach TBK category 1 or less critical, and (3) the critical thinking skills of male students are slightly lower than female students. Keywords: Critical thinking, quadratic equations and functions, WGCTA, gender
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BERBASIS WEBSITE PADA MATERI BILANGAN BULAT DENGAN KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH Annisa Hidayah; Hidayah Ansori; Juhairiah Juhairiah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.22419

Abstract

Instrumen tes merupakan alat ukur yang banyak dipergunakan dalam dunia pendidikan atau pelatihan. Namun, instrumen teskonvensional berbasis kertas memiliki sejumlah keterbatasan, seperti konsumsi waktu, biaya, dan kurangnya interaktivitas. Oleh karena itu, perlunya instrumen tes matematika yang memanfaatkan kecanggihan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes matematika berbasis website pada materi bilangan bulat dengan konteks lingkungan lahan basah untuk siswa SMP kelas VII yang valid, praktis, dan reliabel. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development(R&D) dengan model pengembangan 4D, yang mencakup tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Instrumen yang dimanfaatkan dalam penelitian meliputi soal tes, lembar validasi, serta angket untuk mengukur respon guru dan siswa. Kegiatan penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 7 Banjarmasin, dengan partisipasi 6 siswa pada tahap uji coba kelompok kecil dan 34 siswa pada tahap uji coba lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen tes yang dikembangkan diperoleh 11 dari 15 butir soal dinyatakan valid, praktis dan reliabel.  Kata kunci: Istrumen Tes Berbasis Website, Bilangan Bulat, Lingkungan Lahan Basah Abstract: Test instruments are measuring tools widely used in the field of education or training. However, conventional paper-based test instruments have several limitations, such as time consumption, cost, and lack of interactivity. Therefore, there is a need for mathematics test instruments that utilize advanced technology. This study aims to develop a web-based mathematics test instrument on the topic of integers with the context of wetland environments for 7th-grade junior high school students that is valid, practical, and reliable. This research uses a Research and Development (R&D) approach with a 4D development model, which includes the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The instruments used in the study included test questions, validation sheets, and questionnaires to measure teacher and student responses. The research activity was carried out at SMP Negeri 7 Banjarmasin, with the participation of 6 students in the small group trial stage and 34 students in the field trial stage. The results of the study showed that the assessment developed obtained 11 out of 15 questions was declared valid, practical and reliable. Keywords: Website Based Test Instrument, Integer, Wetland Environment
PENGEMBANGAN LKPD BANGUN RUANG BERBASIS HOTS DENGAN KONTEKS INDUSTRI KAYU PINGGIRAN SUNGAI BARITO Munawarah Munawarah; Hidayah Ansori; Rizki Amalia
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.15956

Abstract

Tuntutan pendidikan abad 21 mendorong peserta didik untuk berpikir kritis. Guru dituntut menggunakan model, metode, dan bahan ajar yang inovatif agar dapat membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir HOTS mereka. Lembar kerja peserta didik (LKPD) merupakan salah satu bahan ajar yang dapat digunakan dengan masalah berbasis HOTS. Agar pembelajaran  menjadi lebih bermakna maka dikaitkan dengan konteks lingkungan lahan basah, seperti industri kayu pinggiran sungai Barito. Penelitian ini bertujuan menghasilkan LKPD bangun ruang berbasis HOTS dengan konteks industri kayu pinggiran sungai Barito yang valid, praktis, dan efektif yang menggunakan metode penelitian pengembangan dengan model 4D. Kriteria kevalidan LKPD dievaluasi berdasarkan validitas ahli oleh dua orang validator. Analisis deskriptif  merupakan teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini. Hasil uji validitas LKPD yang dikembangkan sebesar 3,32 dengan kategori valid. Hasil uji kepraktisan LKPD sebesar 85,90% dengan kategori sangat praktis dan hasil uji keefektifan LKPD sebesar 87,50% dengan kategori sangat efektif. Jadi, dihasilkan LKPD berbasis HOTS materi bangun ruang dengan konteks industri kayu pinggiran sungai Barito yang valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran matematika. Kata Kunci: LKPD, Bangun Ruang, HOTS, Lahan Basah, Industri Kayu Abstract: The demands of 21st century education which direct students to think critically. Teachers are required to be creative in the use of models, methods, and teaching materials that can grow students' HOTS. One of the teaching materials that can be combined with HOTS-based problems is the student worksheet. In order for learning to be more meaningful, it is related to the environmental context of wetland, such as the timber industry on the banks of the Barito river. This study aims to produce HOTS-based spatial student worksheet in the context of the Barito riverside timber industry that are valid, practical, and effective using development research methods with the 4D model. The student worksheet validity criteria were evaluated based on expert validity by two validators. In this study, a data analysis method called descriptive analysis was employed. The created student worksheet validity test yielded a score of 3.32 with valid categories. Student worksheet practicality test results of 85.90% in the very practical category and student worksheet effectiveness test results of 87.50% in the very effective category. Thus, the resulting HOTS-based spatial student worksheet with the context of the Barito riverside timber industry that is valid, practical, and effective for use in learning mathematics. Keywords: student worksheet, Building Space, HOTS, Wetland, Wood industry
PENGEMBANGAN SOAL PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERBASIS COMPUTATIONAL THINKING DENGAN KONTEKS ETNOMATEMATIKA Nazhira Yuliana; Hidayah Ansori; Juhairiah Juhairiah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i1.20250

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini menghasilkan soal pemecahan masalah matematika berbasis Computational Thinking dengan konteks etnomatematika yang valid, reliabel dan praktis. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan, dengan model Tessmer tipe formative research yang terdiri atas preliminary dan formative evaluation. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX C SMP Negeri 14 Banjarmasin. Instrumen yang digunakan yaitu lembar validasi, angket dan lembar soal tes. Analisis data menggunakan teknik uji validitas, uji reliabilitas, serta analisis kepraktisan soal. Tahap Preliminary, peneliti peneliti melakukan pengkajian mengenai soal pemecahan masalah berbasis computional thinking, pembuatan kisi-kisi soal berdasarkan karakteristik siswa sebagai subjek penelitian, dan pendesainan produk sebanyak 5 buah soal. Kemudian, pada tahap formative evaluation, dilakukan tahapan Self-evaluation yaitu penilaian produk oleh peneliti dengan bantuan pembimbing, kemudian dilanjutkan dengan tahapan expert review yaitu validasi soal oleh 3 orang ahli, kemudian dilakukan uji coba soal kepada 6 orang siswa, dilanjutkan dengan uji coba ke siswa pada satu kelas. Hasil Validasi oleh validator diperoleh bahwa produk yang dikembangkan memperoleh skor validitas logis 3,47 yang masuk dalam kategori valid. Adapun berdasarkan uji coba soal ke siswa diperoleh bahwa soal juga terkategori valid secara empiris. Soal yang dikembangkan memiliki nilai reliabel 0,722 yang terkategori tinggi. Hasil angket respon siswa menunjukkan nilai kepraktisan 4,50 yang masuk dalam kategori praktis. Penelitian ini menghasilkan 5 soal pemecahan masalah matematika berbasis Computational Thinking dengan konteks etnomatematika berbentuk uraian yang valid, reliabel dan praktis. Kata kunci: Pemecahan masalah, Computational Thinking, etnomatematika Abstract: This study aimed to develop valid, reliable, and practical mathematics problem-solving questions based on Computational Thinking within the context of ethnomathematics. The method employed is research and development, utilizing the Tessmer model of formative research, which consists of the preliminary and formative evaluation stages. The research subjects were students of Class IX C at SMP Negeri 14 Banjarmasin. The instruments used included validation sheets, questionnaires, and test question sheets. Data analysis involved validity testing, reliability testing, and practical questions analysis. In the preliminary stage, the researcher reviewed problem-solving questions based on Computational Thinking, developed a question grid based on the characteristics of the research subjects, and designed five test items. During the formative evaluation stage, the researcher first conducted a self-evaluation with assistance from a supervisor. This was followed by an expert review involving validation by three experts. Subsequently, a limited trial was conducted with six students, followed by a class-wide trial. Validation results showed that the developed product achieved a logical validity score of 3.47, which is categorized as valid. Based on empirical testing with students, the questions were also found to be empirically valid. The reliability coefficient of the developed questions was 0.722, which falls into the high category. Student response questionnaires indicated a practicality score of 4.50, which is categorized as practical. This study produced five essay-type mathematics problem-solving questions based on Computational Thinking and situated in an ethnomathematics context that are valid, reliable, and practical. Keywords: Problem-solving, Computational Thinking, Ethnomathematics
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BARISAN DAN DERET BERDASARKAN ASPEK INFERENCE Farah Aprila Kautsar; Hidayah Ansori; Yuni Suryaningsih
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i1.17230

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang membantu seseorang untuk menentukan suatu kesimpulan. Salah satu aspek dari berpikir kritis adalah aspek inference dengan indikator mempertanyakan fakta, membuat alternatif, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menyelesaikan masalah barisan dan deret berdasarkan aspek inference. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari dua peserta didik yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Instrumen penelitian terdiri dari dua soal tes tertulis dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan kemampuan matematika tinggi memenuhi ketiga indikator pada dua soal yang diberikan. Peserta didik dengan kemampuan matematika rendah memenuhi indikator mempertanyakan fakta pada dua soal yang diberikan; dan memenuhi indikator membuat alternatif dan indikator menarik kesimpulan hanya pada satu dari dua soal yang diberikan. Kata kunci: berpikir kritis, barisan dan deret, aspek inference Abstract: Critical thinking is one of the skills that helps someone come to a conclusion. One aspect of critical thinking is inference, with indicators of querying evidence, conjecturing alternatives, and drawing conclusions. This study aims to describe students’ critical thinking skills in solving sequence and series problems based on inference. This study used a descriptive-qualitative approach and involved two students as subjects selected using purposive techniques. The instruments were two written test problems and interview guidelines. The results found that students with high mathematical abilities fulfilled indicator abilities fulfilled the indicators of querying evidence, conjecturing alternatives, and drawing conclusions for the two problems that were given. Students with low mathematical abilities fulfilled the indicators of querying evidence for two problems that were given; meanwhile for conjecturing alternatives and concluding, one problem were not fulfilled. Keywords: critical thinking, series and sequences, inference aspect
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS SCRATCH PADA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL KELAS X Mylida Mylida; Hidayah Ansori; Rahmita Noorbaiti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i2.18860

Abstract

Matematika "adalah salah satu mata pelajaran yang tidak begitu diminati oleh sebagian besar siswa. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan media pembelajaran yang mampu menggugah minat belajar siswa dalam menguasai materi matematika. Salah satu upaya inovatif adalah melanjutkan pengembangan media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah menciptakan media pembelajaran interaktif berbasis Scratch untuk topik SPLDV yang valid, praktis, dan efektif. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Instrumen penelitian terdiri dari lembar validasi media, angket kepraktisan, dan tes pemahaman. Subjek penelitian ini adalah dosen ahli materi dan media, pendidik matematika, dan 29 peserta didik kelas X. Teknik analisis data dilakukan dengan menghitung skor penilaian lalu dikonversikan dengan kategori yang telah ditetapkan. Dari hasil penelitian, media pembelajaran ini mendapatkan kategori valid dari ahli materi dan cukup valid dari ahli media. Uji kepraktisan pendidik dan peserta didik mendapatkan kategori sangat praktis. Uji keefektifan mendapatkan kategori efektif yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan signifikan antara nilai pretest dan post test peserta didik. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif berbasis Scratch dinyatakan valid, praktis dan efektif dan dapat digunakan dalam pembelajaran matematika." Kata kunci: Media pembelajaran interaktif, Scratch, sistem persamaan linear dua variabel. Abstract: The majority of students find mathematics to be uninteresting, hence educational materials that might spark students curiosity are required. The availability of entertaining learning materials for pupils is one of the changes that can be used. This research aimed to create Scratch-based interactive learning media for the system of linear equations in two variables topics that are valid, practical and effective. The development method used in this research is the ADDIE model. The research instrument consists of a media validation sheet, practicality questionnaire, and comprehension test. The subjects of this research were material and media expert lecturers, mathematics educators, and 29 tenth grade students. The data analysis technique was carried out by calculating assessment scores and then converting them to predetermined categories. According to the research findings, media experts classified this learning medium as quite valid, while material experts classified it as valid. Teachers and students who took the practicality test scored highly in this category. A considerable improvement in students' pretest and posttest scores suggested that the effectiveness test had placed them in an effective category. Thus, Scratch-based interactive learning media was declared valid, practical and effective and can be used in mathematics learning.Keywords: Interactive learning media, Scratch, system of linear equations in two variables.