Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS NILAI RESISTANSI INTERNAL SEBAGAI INDIKATOR STATE OF HEALTH (SOH) PADA BATERAI LITHIUM POLYMER (LI-PO) MENGGUNAKAN RESISTOR SAHADA; Paris Ali Topan; Muhammad Hidayatullah; Desi Maulidyawati
Jurnal Altron Jurnal Elektronika, Sains & Sistem energi
Publisher : Program Studi Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/altron.v2i02.3285

Abstract

Penyimpanan energi listrik yang banyak dikembangkan dan digunakan pada zaman modern ini ialah baterai. Dunia elektronik kini banyak memanfaatkan baterai sebagai penyimpan sumber energinya termasuk jenis baterai sekunder dalam hal ini yaitu jenis Lithium Polymer (Li-Po). Penggunaan baterai jenis Li-Po juga perlu diperhatikan kesehatannya yang ditunjukkan oleh perubahan nilai resistansi internal pada baterainya. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan State Of Health (SOH) pada baterai Li-Po dengan nomor model HQ802540 yang memiliki spesifikasi tegangan 3.7V dan kapasitas sebesar 650mAh. Metode eksperimen digunakan dalam proses pengujian charging-discharging sebanyak 100 kali. Proses charging baterai menggunakan TP4056 yang bekerja dengan metode pengisian CC-CV. Sedangkan proses discharging menggunakan metode pulse test dengan resistor kapur 20W20RJ sebagai beban, relay 5V sebagai switching, Arduino Uno sebagai pengontrol dan INA219 untuk membaca arus dan tegangan baterai. Hasil penelitian ini diperoleh data arus sebesar 0.18A sampai 0.02A, data tegangan sebesar 4.19V sampai 3.20V, data resistansi internal sebesar 1.2? sampai 8.8 ?. Untuk nilai SOH baterai yaitu ketika resistansi internal baterai bernilai ?1.4? dengan nilai SOH ?80% maka status baterai tersebut masih aman digunakan. Namun, ketika resistansi internal baterai bernilai ?1.5? dengan nilai SOH ?80% maka status baterai dalam keadaan rusak. Selanjutnya, ketika resistansi internal baterai bernilai ?2.1? dengan nilai SOH ?58% maka baterai dalam keadaan waspada untuk digunakan.
ANALYSIS OF THE EFFECTIVENESS OF 40 OHM NEUTRAL GROUNDING RESISTOR SYSTEM FOR FEEDER PROTECTION AT PT PLN UNIT PEKAT USING ETAP 16.0: ANALISIS EFEKTIFITAS SISTEM PENTANAHAN NEUTRAL GROUNDING RESISTOR 40 OHM TERHADAP PROTEKSI FEEDER DI PT PLN UNIT PEKAT MENGGUNAKAN ETAP 16.0 Muhammad Hidayatullah; Desi Maulidyawati; Jaya; Lukluil Lukluil
Hexagon Vol 4 No 2 (2023): HEXAGON - Edisi 8
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v4i2.3128

Abstract

Nilai resistansi jenis tanah dipengaruhi beberapa faktor yaitu jenis tanah (liat,berpasir dan berbatuan), lapisan tanah, kelembaban tanah, temperatur. Penggunaan NGR (Neutral Grounding Resistor) sebagai tahanan titik netral sekunder trafo merupakan bagian dari koordinasi proteksi dalam sistem kelistrikan karena tanpa pentanahan yang baik dapat membahayakan makhluk hidup yang ada di sekitar trafo bahkan dapat merusak trafo tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai tahanan pentanahan serta pengaruhnya terhadap sistem pentanahan NGR 40 ohm dan efektifitasnya terhadap proteksi feeder. Metode penelitian kuantitatif dengan melakukan pengukuran nilai tahanan pentanahan dan NGR yang dilanjutkan dengan melakukan simulasi menggunakan aplikasi program komputer ETAP 16.0. Data-data sistem diperoleh dari PT. PLN Pekat dan direpresentasikan kedalam SLD pada ETAP 16.0. Hasil perhitungan diperoleh arus gangguan satu fasa ke tanah tergantung nilai tahanan sistem pentanahan dan lokasi gangguan. Dari pengukuran bahwa besar nilai sistem pentanahan di sistem kelistrikan Pekat sebesar 157.8 ohm. Simulasi gangguan pada feeder dengan nilai sistem pentanahan sebesar 40 ohm diperoleh arus maksimal gangguan satu fasa ke tanah sebesar 269 Ampere, sedangkan pada sistem pentanahan 157.8 ohm diperoleh arus maksimal gangguan satu fasa ke tanah sebesar 75 Ampere.
APLIKASI SOFTWARE LEAP PADA PERKIRAAN KEBUTUHAN BEBAN LISTRIK DI WILAYAH LOMBOK TIMUR: APLIKASI SOFTWARE LEAP PADA PERKIRAAN KEBUTUHAN BEBAN LISTRIK DI WILAYAH LOMBOK TIMUR Muhammad Hidayatullah; Yogi Wardana; Ahmad Jaya; Indra Darmawan
Hexagon Vol 7 No 1 (2026): EDISI 11
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v7i1.4184

Abstract

Penyediaan energi listrik yang memadai dan tepat sasaran menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan pembangunan daerah, baik sektor industri, pelayanan publik, bisnis, maupun peningkatan kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan kebutuhan beban energi listrik di Kabupaten Lombok Timur menggunakan perangkat lunak LEAP (Long-range Energy Alternatives Planning System) dengan pendekatan permodelan end-use. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan pemodelan pada aplikasi LEAP dengan mempertimbangkan dua skenario, yaitu skenario baseline dan skenario 1. Skenario baseline merupakan kondisi masa depan berdasarkan kecenderungan yang sudah terjadi, sedangkan skenario 1 merupakan skenario alternatif dengan menon-aktifkan PLTD Paokmotong. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa permintaan energi listrik Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2035 untuk skenario baseline sebesar 98.109.736.388 MWh dan skenario 1 sebesar 93.609.274.785 MWh. Sektor rumah tangga menjadi sektor permintaan energi listrik yang dominan di setiap skenario. Pada skenario baseline, PLTD Paokmotong memiliki total pengeluaran bahan bakar tertinggi selama 13 tahun sebesar 212.868 MWh, sedangkan pada skenario 1, setelah menon-aktifkan PLTD Paokmotong, pengeluaran bahan bakar pembangkit terbanyak dihasilkan dari PLTS. Penelitian ini memberikan gambaran tentang proyeksi kebutuhan energi listrik di Kabupaten Lombok Timur dan membandingkan dampak dari skenario baseline dengan skenario alternatif yang menon-aktifkan PLTD Paokmotong terhadap permintaan energi listrik dan pengeluaran bahan bakar pembangkit.
RANCANG BANGUN SISTEM KEAMANAN PINTU RUMAH MENGGUNAKAN INTERNET OF THINGS DAN BERBASIS ESP32-CAM: RANCANG BANGUN SISTEM KEAMANAN PINTU RUMAH MENGGUNAKAN INTERNET OF THINGS DAN BERBASIS ESP32-CAM Muhamad Taufan; Muhammad Hidayatullah; Ahmad Jaya; Nova Aryanto
Hexagon Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6 No. 2 (2025): HEXAGON - Edisi 12
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v6i2.4355

Abstract

Perumahan yang ada di Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara barat (NTB) semakin bertambah terutama untuk jenis/tipe Subsidi dan Komersil. Dari tipe perumahan ini, kualitas bahan dan kemanan akses pintu tentu menjadi hal yang sangat sensitive dan rawan bagi pencurian maupun penjarahan. Apalagi lokasi perumahan yang berada dipinggiran kota sering ditinggal oleh pemilik yang berkegiatan diluar rumah atau bahkan luar kota untuk kebutuhan bekerja atau liburan mengakibatkan tingkat keamanan rumah menjadi rentan. Ditambah lagi oleh kondisi keamanan komplek perumahan yang tidak disertai security 24 jam, sehingga akan meningkatkan aksi pencurian/penjarahan rumah dan akibatnya pemilik mengalami kerugian atas kehilangan barang-barang berharga dalam rumah. Untuk mencegah kasus kejahatan pencurian ini perlu dilakukan peningkatan sistem keamanan terutama pada bagian pintu rumah. Sehingga untuk mengatasi permasalahan perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang Rancang Bangun Sistem Keamanan Pintu Rumah Menggunakan Internet of Things dan Berbasis Esp32-Cam yang bertujuan dapat meningkatkan keamanan pada rumah. ESP32 CAM akan memotret orang/objek melalui perintah deteksi sensor Passive Infra Red (PIR) dan dikirim berupa gambar, secara otomatis pada telegram sebagai notifikasi. Arduino uno sebagai pengendali solenoid kunci pintu melalui telegram bot dan pengendali akses manual menggunakan keypad 4x4. Diharapkan dari perancangan alat ini dapat meningkatkan keamanan pada pintu perumahan disekitar kabupaten Sumbawa.
Comparison of Random Forest and XGBoost Methods Based on Hyperparameter Tuning for Classification of Customer Churn Rate of Telecommunication Providers Abdul Karim; Muhammad Hidayatullah; Nora Dery Sofya; Erwin Mardinata; Shinta Esabella
Building of Informatics, Technology and Science (BITS) Vol 8 No 1 (2026): June 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/bits.v8i1.9918

Abstract

Customer churn represents one of the most critical challenges in the telecommunications industry, as the cost of acquiring new customers significantly outweighs the expense of retaining existing ones. High churn rates directly impact corporate revenue stability and market competitiveness, necessitating the development of precise predictive systems. This study presents a comprehensive comparative analysis of two prominent ensemble learning algorithms, Random Forest (RF) and Extreme Gradient Boosting (XGBoost), to establish a robust predictive framework for identifying potential churners using a large-scale Telco subscriber dataset. To ensure the reliability and scientific validity of the comparison, the research methodology incorporates the Synthetic Minority Over-sampling Technique (SMOTE) to rigorously address the inherent class imbalance within the dataset, ensuring that the minority churn class is adequately represented during the training phase to avoid model bias. Furthermore, a systematic hyperparameter tuning process was executed via GridSearchCV, exploring multiple combinations of estimators, depth, and learning rates to identify the optimal configurations for both algorithms. The experimental results reveal that while both models are highly effective, Random Forest slightly outperformed XGBoost, achieving an overall accuracy of 77.54% and a balanced F1-score of 0.616, compared to XGBoost’s accuracy of 76.54% and F1-score of 0.605. Notably, although both models demonstrated an identical recall rate of 67.64%, Random Forest exhibited superior precision (56.47% vs. 54.76%), which is vital for minimizing false positives and ensuring cost-effective retention campaigns. Feature importance analysis, conducted through Gini impurity and gain metrics, further identified tenure, total charges, and month-to-month contract types as the primary drivers of customer attrition. This study concludes that an optimized Random Forest model provides a more stable and accurate framework for telecommunication providers to proactively mitigate customer turnover. The findings offer valuable business intelligence, allowing stakeholders to transition from reactive measures to proactive, data-driven loyalty programs that enhance long-term business sustainability.
STUDI KELAYAKAN INSTALASI LISTRIK PADA GEDUNG GELANGGANG OLAHRAGA MAMPIS RUNGAN KABUPATEN SUMBAWA SESUAI PERSYARATAN UMUM INSTALASI LISTRIK 2011 Andhika Diva Dwi Sandi; Muhammad Hidayatullah; Indra Darmawan; Ahmad Jaya
Jurnal Altron Jurnal Elektronika, Sains & Sistem energi
Publisher : Program Studi Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses Electrical installations are systems that provide electrical power to meet human needs in everyday life. This involves distributing electric power from the distribution substations of electricity service providers to load points. In the distribution of electrical energy, general requirements for electrical installations are enforced to ensure safety because they ensure human safety and protect property from electrical hazards. Failure to comply with electrical installation regulations and standards can cause the risk of accidents, fires and other serious dangers for building occupants. These problems need to be addressed. carry out feasibility tests on electrical installations that comply with the general requirements for electrical installations in 2011 to ensure safety, reliability and quality of electrical installations. This research aims to determine the feasibility of electrical installations for the Mampis Rungan sports arena building in Sumbawa Regency. This research uses a qualitative method of observation which includes testing, Observations and interviews This research does not involve statistical analysis but focuses more on data collection, analysis and interpretation. Based on the results of inspection and testing data which have been in accordance with PUIL 2011, the Mamp?s Rungan Sports Arena Electrical Installation can be declared unfit. The unfitness factor is caused by The electrical installation system from the panel to the load point does not meet PUIL 2011 standards which include the color of the cables on the panel, and the cables that go to the load point as well as installation safety measures such as the absence of lasdops