Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : vox populi

Peran Pemerintah dalam Pengembangan Kopi Arabika di Kabupaten Gowa Abd. Rahman Rahman; Anggriani Alamsyah; Achmad Abdi Amsir
Vox Populi Vol 5 No 1 (2022): VOX POPULI
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/vp.v5i1.29186

Abstract

Studi ini mengkaji tentang peran pemerintah dalam pengembangan kopi arabika. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Bontolerung yang merupa-kan salah satu sentra perkebunan kopi arabika yang ada di dataran tinggi Kabupaten Gowa. Penelitian ini tergolong jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi. Penelitian ini menggunakan teori peran pemerintah dan teori pemberda-yaan masyarakat. Temuan penelitian, pertama; Peran regulator di mana pemerintah kelurahan membangun jejaring kemitraan dengan dinas-dinas terkait sebagai upaya dalam menjembatani dan membantu masyarakat dalam mengatasi permasalahan. Kedua, peran fasilitator dalam hal pembinaan kelompok tani serta fasilitasi proposal bantuan dana. Ketiga, peran dinamisator melalui penyuluhan, pengarahan serta pendampingan terkait upaya-upaya pengembangan kopi arabika.
Politik Birokrasi Hatta Rahman Pada Pilkada Serentak 2015 Di Kabupaten Maros Muh. Irfan; Anggriani Alamsyah; Fajar .
Vox Populi Vol 2 No 1 (2019): POTRET PILKADA SERENTAK DI SULAWESI SELATAN
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.848 KB) | DOI: 10.24252/vp.v2i1.9374

Abstract

Paper ini mendiskusikan tentang bentuk kekuatan politik birokrasi atas kemenangan incumbent Hatta Rahman pada Pilkada Serentak 2015 di Kabupaten Maros. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan teori strategi politik dan teori birokrasi untuk memahami bagaimana kekuatan politik birokrasi bekerja di Maros. Hasil penelitian menunjukan bahwa salah satu strategi politik yang dilakukan incumbent untuk memenangkan kontestasi pemilu adalah dengan memanfaatkan kekuatan birokrasi. Posisi Hatta Rahman selaku calon incumbent dapat dengan mudah mempengaruhi dan memobilisasi dukungan politik dari kalangan birokrat. Selain itu, birokrasi menjadi media komunikasi yang efektif bagi incumbent untuk berkomunikasi dan memperoleh simpati dan dukungan politik dari masyarakat.
Perempuan dan Moderasi Beragama di Tengah Pandemi Covid-19 Astri Nugrayanti; Anggriani Alamsyah
Vox Populi Vol 4 No 2 (2021): POLITIK DAN HUKUM
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/vp.v4i2.27006

Abstract

Tulisan ini memaparkan tentang potensi perempuan dalam mewujudkan moderasi beragama di masa pandemi Covid-19 di Indonesia. Peneliti menggunakan berbagai macam literatur sebagai sumber data, dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif untuk menggambarkan penelitian. Tulisan ini berkesimpulan bahwa seorang perempuan memiliki sebuah potensi untuk menyebarkan pengetahuan mengenai moderasi beragama ketika dilihat dari sisi psikologisnya. Begitupun kemampuan seorang perempuan merangkul lingkungan sekitarnya sehingga dapat memudahkan menyebarkan paham moderasi beragama.
Politik Pembangunan Agraria: Studi Analisis Perencanaan Program Agro Ekonomi Enrekang dalam RPJMD Sulawesi Selatan Muh Burse Diharjo Azis; Anggriani Alamsyah; Febrianto Syam
Vox Populi Vol 5 No 2 (2022): VOX POPULI
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/vp.v5i2.34307

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang perencanaan program agro ekonomi Kabupaten Enrekang dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan yaitu konsep agro ekonomi. Secara umum pengembangan konsep agro ekonomi dalam mendukung usaha di sektor pertanian masih tergolong rendah karena keterbatasan sumberdaya, pengembangan diversifikasi produk yang belum optimal, serta pemantapan dalam mengoptimalkan pengembangan sektor pertanian dengan sasaran perolehan nilai tambah serta pertumbuhan bagi kepentingan kawasan agro ekonomi khususnya di wilayah pedesaan di Kabupaten Enrekang.
Implikasi Politik Dualisme Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Bulukumba Rahmi; Anggriani Alamsyah; Awal Muqsith; A. Muh. Rifky Nugraha
Vox Populi Vol 7 No 1 (2024): VOX POPULI
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/vp.v7i1.50454

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dampak politik dualisme Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Bulukumba dan bagaimana konfigurasi kekuatan politik DPD KNPI Bulukumba pasca dualisme. Artikel ini diuraikan secara kualitatif dengan menggunakan teori organisasi dan kelompok kepentingan. Kesimpulan umum artikel ini adalah bahwa dualisme DPD KNPI Bulukumba berdampak pada lemahnya komitmen kader dalam menjalankan kepengurusan organisasi secara tunggal yang berakibat pada melemahnya kinerja organisasi, problem legalitas dan program kerja yang sarat kepentingan. Hal ini disebabkan oleh ragam kepentingan dari sejumlah kelompok yang berlatar belakang birokrat, tokoh organisasi formal dan kader partai politik yang bergabung ke dalam kepengurusan DPD KNPI Bulukumba.
Sosialisasi Politik Pada Perempuan Disabilitas: Suatu Perspektif Collaborative Governance Ruslin, Ismah Tita; Anggriani Alamsyah; Niken Wulandari
Vox Populi Vol 7 No 2 (2024): VOX POPULI
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/vp.v7i2.52502

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menjelaskan tentang sosialisasi politik sebagai proses inklusif dalam menghadirkan demokrasi substansial, bukan sekadar praktek elitis yang sarat dengan instrumen formalistik. Keberadaan demos (rakyat) sebagai subjek demokrasi dan pemegang kuasa sesungguhnya cenderung terabaikan, khususnya mereka yang selama ini tergolong minoritas atau kelompok rentan, bahkan kerapkali hanya jadi objek dalam hiruk pikuk kontestasi demokrasi (pemilu). Studi ini menyorot pada penyandang disabilitas, khususnya pada kaum perempuan disabilitas yang cenderung mengalami kerentanan atau diskriminasi ganda. Sosialisasi politik berperan penting dalam berfungsinya sistem politik yang demokratis, melalui sosialisasi politik yang efektif, diharapkan seseorang atau suatu kelompok akan terlibat lebih dalam serta mengetahui, memahami serta memiliki kesadaran politik. Studi ini mengelaborasi sosialisasi politik melalui kolaborasi peran aktor pemerintah dan non-pemerintah di Kota Makassar dalam menghadirkan demokrasi yang inklusif-partisipatif. Dengan menggunakan metode kualitatif dan dianalisis dengan kerangka collaborative governance, studi ini merefleksikan pola kolaboratif sebagai jalan tengah dari pola pendekatan aktor yang berbeda dalam melakukan sosialisasi politik, yakni pemerintah dengan karakter pola top-down dalam pemenuhan hak-hak politik disabilitas dan NGO dengan pola bottom-up berbasis komunitas. Disamping itu, studi-studi sosialisasi politik sebelumnya lebih cenderung menghadirkan fokus kajian dimana peran kedua pola aktor tersebut kerap tersaji kontradiktif. Studi ini diharapkan dapat berkontribusi memperkuat kajian sosialisasi politik dengan mendudukkan ‘demos’ sebagai subjek politik.
Modal Kultural Perempuan Mandar sebagai Silent Bargain dalam Jalur Teripang: Suatu Perspektif Historis Ruslin, Ismah Tita; Alamsyah, Anggriani; Utaminingsih, Nur
Vox Populi Vol 8 No 1 (2025): VOX POPULI
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/vp.v8i1.57254

Abstract

This study examines the authority of women in maritime culture through a historical analysis that underscores cultural dimensions as manifestations of gender. The historical pursuit of trepang (sea cucumbers) by seekers from the port of Makassar to Australia’s northern coast has continued from the 16th century to the early 20th century, commonly referred to as the trepang route. This study addresses women’s cultural capital, emphasising power dynamics that have been underrepresented in maritime cultural studies, particularly as shipping and commercial activities have predominantly been associated with male authority. This research employs Bourdieu’s concept of cultural capital to illustrate the expertise of Mandar women in weaving Karoroq (sail) for Padewakkang boats utilised in the trepang trade. The Karoroq sail plays a vital role in the Padewakkang voyage to Arnhem Land, Australia, where trepang were harvested. The Padewakkang vessel, which lacks an engine, is entirely propelled by its sails. This study not only highlights the technical involvement of women in preserving maritime cultural heritage but also explores how Mandar women have historically demonstrated their power through traditional knowledge and the reinforcement of cultural identity. Furthermore, this study illustrates the status of women as equals to men within the maritime culture of Sulawesi for several decades. The authors perceive women's efforts to leverage cultural capital in the trepang route as a silent negotiation.