Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : KREASI

PERANCANGAN PROYEK KANTOR FIRST WAP OLEH KONSULTAN C&I INTERIOR ARCHITECTURE Cindy Natasha; Dyah Kusuma Wardhani; Gervasius Herry Purwoko
KREASI Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v5i1.1218

Abstract

C&I Interior Architecture adalah konsultan arsitektur interior yang terletak di Surabaya. C&I Interior Architecture melayani proyek komersial dan perkantoran corporate dengan keunggulan analisa bisnis dalam interior architecture branding. Kantor First Wap merupakan tempat bekerja sebuah perusahaan IT yang didesain dengan interior branding dengan pertimbangan fengshui dan kenyamanan pengguna. Konsep zoning, organisasi ruang, dan pola sirkulasi yang diterapkan berdasarkan fengshui yang dipercaya dapat memberikan keberuntungan bagi bisnis mereka. Konsep desain utama adalah flip flop yaitu adanya pembagian dua area general antara area formal dan area staff seperti dua sisi koin yang berbeda. C&I interior Architecture menggunakan teori dari Kim Kuhteubl sebagai landasan dimana beliau mengatakan bahwa interior branding memiliki 3 aspek utama yaitu aspek clear vision, unique story, dan energy yang di terapkan pada setiap aspek desain kantor First Wap. Aspek clear vision di aplikasikan pada peletakkan logo, warna furnitur yang sesuai logo First Wap yaitu warna khas dari mereka, motivasi pekerja dan memberikan visi dan tujuan pendirian perusahaan. Aspek unique story yaitu bentukan dan ambiance kuning yang berada di beberapa spot sehingga pengunjung lebih mengarah pada area tersebut. Yang terakhir adalah energy, dimana energy terbesar dari First Wap adalah dari pemandangan dan cahaya alami dari luar.Kata Kunci: Interior, Branding, Kantor, Formal, Motivasi
PERANCANGAN PROYEK 99 FAMILY REFLEXOLOGY OLEH KONSULTAN TIRTO STUDIO DENGAN PENDEKATAN GREEN DESIGN Ongky Tirtorahardjo Susanto; Gervasius Herry Purwoko; Dyah Kusuma Wardhani
KREASI Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v5i1.1231

Abstract

Kesibukan masyarakat perkotaan akan memicu timbulnya rasa bosan, stress, dan gangguan emosional lainnya. Gangguan emosional tersebut, jika tidak ditangani nantinya akan berpengaruh pada kesehatan dan membuat tubuh rentan terhadap penyakit. Hal tersebut yang menjadi pertimbangan untuk mendesain tempat perawatan refleksologi yang dapat merelaksasikan tubuh yang capek. Teknik refleksi sendiri merupakan teknik perawatan tubuh yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan tubuh manusia. Selain untuk menghilangkan rasa capek yang dialami oleh tubuh, diperlukan juga metode untuk merilekskan pikiran yang stress. Oleh karena itu, dipilihlah konsep green design yang ramah lingkungan. Desain yang ramah lingkungan sendiri tidak hanya merajuk kepada pengurangan dampak kepada lingkungan dengan menggunakan material sintetis/bekas dan menghemat penggunaan energi, tetapi juga memaksimalkan energi alam yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam desain interior. Selain untuk memperbaiki relasi antara manusia dan alam sekitar, konsep green design ini juga memiliki pengaruh terhadap kesehatan manusia sebagai pengguna ruangan. Tempat refleksi 99 Family Reflexology yang dirancang oleh Tirto Studio sebagai tugas akhir menggunakan desain yang ramah lingkungan dan juga menyehatkan pengguna ruang demi memenuhi kebutuhan konsumen yang menggunakan jasa refleksi tersebut.Kata Kunci: Green, Lingkungan, Interior, 99 Family Reflexology, Kesehatan
PERANCANGAN PROYEK KIDS & FAMILY CAFÉ DENGAN PENDEKATAN DESAIN RAMAH ANAK Cythia Abigail Yulianto; Dyah Kusuma Wardhani
KREASI Vol. 8 No. 1 (2022): KREASI
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v8i1.4279

Abstract

Meningkatnya jumlah orang yang mengunjungi sebuah public space adalah dampak dari semakin banyaknya tempat umum yang ada. Pengunjung yang dimaksud bukan hanya orang dewasa, namun juga anakanak. Sayangnya, masih banyak tempat umum, termasuk café, yang kurang ramah anak. Hal inilah yang memunculkan konsep desain ramah anak sebagai salah satu dari sekian banyak solusi untuk permasalahan yang ada di masyarakat, dimana jumlah penduduk usia anak-anak yang semakin meningkat namun belum diikuti dengan banyaknya ruang dan lingkungan yang ramah anak. Konsep desain ramah anak ini berperan penting dalam proses desain dan menjadi konsep utama dari desain Kids & Family Café. Proses perancangan akan dimulai dari tahap pengumpulan data, dilanjutkan dengan studi literatur dan studi komparasi, lalu tahap mendesain. Konsep desain ramah anak ini pada dasarnya berfokus pada tiga hal yaitu desain yang aman, nyaman, dan sehat. Melalui pemilihan material, warna, dan furnitur yang digunakan, desain ini akan membuat suasana nyaman dan aman, khususnya untuk anak-anak. Selain itu, konsep yang diambil juga dapat mendukung terpenuhinya hak anak dan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam membentuk sebuah lingkungan yang ramah anak. Penerapan konsep desain ramah anak ini dapat membantu usaha Kids & Family Café yang target pasarnya adalah anak-anak dan keluarganya serta pada waktu yang sama menjawab kebutuhan dan keinginan pemilik proyek.
PERANCANGAN PROYEK RUMAH MAKAN DAN REST AREA TONGAS ASRI DENGAN PENDALAMAN HEALING ARCHITECTURE OLEH KONSULTAN ARSITEKTUR INTERIOR KUMO LIVING Feline Victoria; Dyah Kusuma Wardhani
KREASI Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v9i1.4780

Abstract

The tourism industry in Indonesia, especially domestic tourism, has experienced an increase after previously slumping during the COVID-19 pandemic. Mount Bromo, which is situated in the Probolinggo region, is one of the outdoor tourism destinations in Indonesia that has seen a rise in tourists. One of the access points to Mount Bromo is Raya Tongas Street, which is where the Tongas Asri Restaurant and Rest Area project is located and will be designed. The visitors who stop by Tongas Asri Restaurant are generally tired from the long road trip. By indulging guests’ five senses, the approach healing architecture used in this design project is anticipated to enhance the resting experience for guests. A location created with healing architecture aims to provide its occupants with a therapeutic and nurturing environment. It is intended that Kumo Living’s healing architecture will offer a way to positively stimulate each of the five human senses, namely sight, touch, smell, hearing, and taste, thereby producing a refreshing environment that helps visitors feel calm and happy again. Deepening healing architecture was selected for this project, with a stimulating environment as the final result of achieving a therapeutic environment in this project, such as nature connectedness, use of natural materials, use of restorative gardens, and designs that pamper visitors’ senses, thus, when stopping at the Restaurant and Rest Area, guests can rest and recuperate their physical and mental state.
PERANCANGAN PROYEK HOTEL DENGAN PENDALAMAN SENSE OF PLACE OLEH KONSULTAN ARSITEKTUR INTERIOR NOOK STUDIO Adeline Nadya Kwandy; Dyah Kusuma Wardhani
KREASI Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v9i1.4786

Abstract

Final Assignment Report titled Hotel Project Design with In-Depth Sense of Place by Interior Architecture ConsultantNook Studio contains the design plans for a hotel project located in Canggu, Bali, precisely on Bumbak Dauh Street number 20, Kerobokan, North Kuta, Badung Regency, Bali 80361. The Oasis hotel design concept refers to the local community’s philosophy of life, namely Tri Hita Karana which is implemented in harmony with nature and the environment. One way to achieve the intended balance is to design using materials with a strong natural feel. The use of natural elements includes wood, natural stones, and greenery. The primary objective of this project is to create a sense of place by incorporating Balinese locale throughout the hotel design. The concept applied in this design project is also based on local cultural and local values and is modernized and adapted to current developments. To create a cohesive design that harmoniously blends the past. The research method used in this research process is qualitative by observing the physical elements of the potential site. It is hoped that the results of this research will be a descriptive sense of place through the application of physical and social elements in the hotel project design and can provide attachment and impression for visitors so that visitors want to come back.