Thamrin Kamaruddin
Unknown Affiliation

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENERAPAN METODE MIND MAPPING BERBANTUAN GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 BANDA ACEH Muhammad Rizki; Thamrin Kamaruddin; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.644 KB)

Abstract

Model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar aktif dan menyenangkan adalah metode mind mapping berbantuan gambar. Saat pembelajaran berlangsung siswa melakukan serangkaian kegiatan mencatat atau menginventaris alternatif jawaban hasil diskusi pada tiap kelompok, tiap kelompok akan membacakan hasil diskusinya dan guru mencatat di papan tulis, selanjutnya siswa membuat kesimpulan dan guru memberikan bandingan sesuai dengan konsep yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan metode mind mapping berbantuan  gambar  IPS  Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 7 Banda Aceh, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dan respon siswa dalam penerapan metode mind mapping  berbantuan gambar  untuk meningkatkan hasil belajar IPS terpadu siswa  kelas VII SMP Negeri 7 Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-6 SMPN 7 Banda Aceh yang berjumlah 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan klasikal siklus I 78.12%, siswa yang tuntas sebanyak 25 orang dan yang tidak tuntas 7 orang. Siklus II ketuntasan klasikal 96.9% siswa yang tuntas naik menjadi 31 orang dan yang tidak tuntas hanya 1 orang. Aktivitas guru yang dominan adalah saat guru menunjukkan/memanggil salah satu siswa secara bergantian memasang atau mengurutkan gambar menjadi urutan yang logis dan menanyakan dasar alasan dasar mengurutkan tersebut. Keterampilan guru dalam menerapkan metode mind mapping berbantuan gambar selama siklus pertama dan kedua mengalami peningkatan yaitu dapat dikategori baik dengan perolehan skor 2.62, dan siklus II mendapat skor 2.87. Respon siswa terhadap metode mind mapping berbantuan gambar dapat dikatakan baik, siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui metode mind mapping berbantuan gambar dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM QUIZ BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 12 BANDA ACEH Zamalun Afzal; Amsal Amri; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.996 KB)

Abstract

Penerapan Tipe Team Quiz atau kuis berkelompok dalam pembelajaran merupakan model pembelajaran aktif yang mana siswa dibagi kedalam tiga kelompok besar dan semua anggota bersama-sama mempelajari materi tersebut, mendiskusikan materi, saling memberi arahan, saling memberikan pertanyaan dan jawaban, setelah materi selesai disampaikan dengan menggunakan media gambar. Penelitian ini untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa, aktiviitas guru dan siswa, keterampilan guru dan respon siswa. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Banda Aceh berjumlah 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar pre-test dan post-test, lembar aktivitas guru dan siswa, lembar keterampilan guru dan angket respon siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan ketuntasan individual meningkat dari 35% siklus I menjadi 70% siklus II dan 90% siklus III. Ketuntasan klasikal meningkat dari 40% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 100% pada siklus III. Jumlah aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas pada siklus I menjadi 8 aktivitas pada siklus II dan 9 aktivitas pada siklus III. Keterampilan guru dengan skor 2,3 (sedang) pada siklus I menjadi 3 (baik) pada siklus II dan 3,5 (baik) pada siklus III. Sebanyak 90% siswa sangat menyenangkan dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran menggunakan media gambar. Berdasarkan hasil belajar siklus I, II, dan III maka dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran Tipe Team Quiz menggunakan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Penerapan, Tipe Team Quiz, Hasil Belajar, IPS
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMPN 7 BANDA ACEH Winda Fahrunnisa; Syamsul Bardi; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.535 KB)

Abstract

Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yaitu suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa tindakan, yang sengaja dimunculkan dan dalam kelas. Model pembelajaran Card Sort adalah suatu cara teknik mengajar yang diterapkan secara kolaboratif untuk membelajarkan salah  satu konsep,karakteristik,klasifikasi,fakta tentang obyek atau mencari informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Peningkatan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VII-4 SMP Negeri 7 Banda Aceh, aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran mencerminkan keterlaksanaan model pembelajaran Card Sort, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan model pembelajaran Card Sort dan respon siswa kelas VII-4 SMP Negeri 7 Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-4 SMP Negeri 7 Banda Aceh yang berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan: Tes hasil belajar siswa, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru mengelola pembelajaran dan angket respon siswa menggunakan model pembelajaran Card Sort. Analisis data menggunakan statistik sederhana yaitu persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 75% menjadi 93,7% siswa yang tuntas belajar, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% menjadi 90%. Aktivitas guru dan siswa antara siklus I sampai siklus III telah mencerminkan penerapan model pembelajaran Card Sort. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Card Sort meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,09 dengan katagori sedang menjadi 3,1 dengan katagori baik dan respon siswa terhadap model pembelajaran Card Sort dapat dikatakan baik. 94 persen dari 32 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran Card Sort dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi potensi sumber daya alam.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT DENGAN KONVENSIONAL DALAM MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI KELAS VIII SMP NEGERI 9 BANDA ACEH . Muzkan; . Hasmunir; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.371 KB)

Abstract

 Alternatif dalam meningkatkan motivasi yang nantinya akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar adalah merubah media pembelajaran yang menitikberatkan pada aktivitas siswa sebagai subyek belajar, salah satu pemecahan permasalahan adalah penerapan media pembelajaran powerpoint dan konvensional sehingga membuat materi yang disampaikan mudah dipahami oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa melalui penerapan media pembelajaran powerpoint dan metode pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS Terpadu kelasVIII SMP Negeri 9 Banda Aceh. Dalam penelitian ini, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 121 orang. Pemilihan kelas sampel siswa dilakukan secara purposive. Dengan cara ini yang menjadi sampel adalah kelas VIII-2 dengan jumlah 30 orang siswa. Kelas ini menggunakan media pembelajaran powerpoint sebagai kelas eksperiment I dan kelas VIII-3 dengan jumlah 29 orang siswa sebagai kelas dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional sebagai kelas eksperiment II. Teknik pengumpulan data digunakan tes, yaitu pre-test dan post-test. Hasil pre-test digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Dari hasil analisis pre-test kedua kelas, yaitu diperoleh nilai Fhitung = 0,693 dan Ftabel = 4,02 dengan dk pembilang 2 - 1 = 1 dan dk penyebut 59 – 2 = 57. Dengan demikian, kemampuan kedua kelas adalah sama. Selanjutnya H0 diterima, dikarenakan nilai Fhitung = 0,693 Ftabel = 4,02. Pada data post-test diperoleh nilai thitung = 1,84 dan nilai ttabel pada taraf signifikan α = 0,05 (uji satu pihak) dengan dk = n1 + n2 – 2 = 30 + 29 – 2 = 57 adalah 1,67, karena thitung lebih besar dari ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Yang berarti hasil belajar IPS Terpadu siswa dengan menggunakan media pembelajaran powerpoint lebih baik dibandingkan hasil belajar menggunakan metode pembelajaran konvensioanal di SMP Negeri 9 Banda Aceh. 
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL CONCEPT SENTENCE DAN MODEL COMPLETE SENTENCE PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP NEGERI 1 DARUSSALAM ACEH BESAR Muhammad Sarif; Syamsul Bardi; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.385 KB)

Abstract

Hasil belajar adalah hasil yang didapatkan setelah adanya peroses pembelajaran melalui evaluasi dalam membentuk perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik. Untuk melihat hasil belajar dari kedua kelas dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan. Sehingga penelitian ini berjudul “Perbandingan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Concept Sentence dan Model Complete Sentence pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar” penelitian  ini mengangkat masalah yakni  apakah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Concept Sentence lebih baik dibandingkan dengan model Complete Sentence pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar. Tujuan Penelitian untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajarkan  dengan model Concept Senntence lebih baik dibandingkan dengan model Complete Sentence pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar yang berjumlah 85 orang siswa. Sampel penelitiannya adalah siswa kelas VIII1berjumlah 21 siswa, dan kelas VIII2berjumlah 21 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan  memberikan pre-test dan post-test. Hipotesis diuji dengan statistik Uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai thitung = 2,85. Nilai ini selanjutnya dibandingkan dengan nilai ttabel  pada taraf signifikan 5% dengan (dk) = n1 + n2 – 2, maka diperoleh nilai ttabel=1,68. Berdasakan hasil tersebut terbukti bahwa nilai thitung ttabel. Sesuai kriteria uji jika thitung ttabel maka Ha diterima, dengan demikian disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Concept Sentence lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang disajikan dengan model  pembelajaran Complete Sentence.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Winda Maulina; Thamrin Kamaruddin; M. Yusuf Harun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.884 KB)

Abstract

Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yaitu suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa tindakan, yang sengaja dimunculkan dan dalam kelas. Model pembelajaran ASSURE adalah model desain sistem pembelajaran yang bersifat praktis dan mudah diimplementasikan untuk mendesain aktivitas pembelajaran, baik yang bersifat individual maupun klasikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Peningkatan hasil belajar Geografi siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 12 Banda Aceh, aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran mencerminkan keterlaksanaan model pembelajaran ASSURE, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan model pembelajaran ASSURE dan respon siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 12 Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 12 Banda Aceh yang berjumlah 25 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan: Tes hasil belajar siswa, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru mengelola pembelajaran dan angket respon siswa menggunakan model pembelajaran ASSURE. Analisis data menggunakan statistik sederhana yaitu persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 76% menjadi 96% siswa yang tuntas belajar, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% menjadi 90%. Aktivitas guru dan siswa antara siklus I sampai siklus II telah mencerminkan penerapan model pembelajaran ASSURE. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran ASSURE meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,73 dengan katagori baik menjadi 3,50 dengan katagori baik dan respon siswa terhadap model pembelajaran ASSURE dapat dikatakan baik. 96 persen dari 25 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran ASSURE dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE MENGGUNAKAN MEDIA KOMIK-STRIP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS-TERPADU SISWA KELAS VIII-4 SMP NEGERI 16 BANDA ACEH Muhammad Mirza; Thamrin Kamaruddin; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.031 KB)

Abstract

Penerapan model pembelajaran picture and picture lebih inovatif karena dalam pelaksanaannya ditambahkan penggunaan media pembelajaran komik-strip. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Ketrampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran picture and picture menggunakan media komik-strip. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-4 SMP Negeri 16 Banda Aceh yang berjumlah 24 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pree-test post_test; (2) Kesesuaian aktivitas guru siswa; (3) Lembar pengamatan ketrampilan guru; dan (4) angket respon sisw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Presentase ketuntasan secara individual meningkat dari 13 siswa menjadi 22 siswa yang tuntas belajar, presentase ketuntasan clasikal pun meningkat dari 50% menjadi 90%. (2) Jumlah Keseuaian aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas yang sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas pada siklus II, lalu pada siklus III meningkat menjadi 10 aktivitas yang sesuai dari 10 aktivitas yang direncanakan. (3) Ketrampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture menggunakan media komik-strip meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,57 dengan kategori sedang menjadi 3,29 dengan kategori baik, dan terakhir meningkat kembali menjadi 3,77 dengan kategori sangat baik dan (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran picture and picture menggunakan media komik-strip dapat dikatakan baik. 85 persen dari 24 siswa atau pada umunya berpendapat bahwa dengan belajar melalui pembelajaran picture and picture menggunakan media komik-strip siswa dapat lebih mudah memahami materi pelajaran yang telah mereka ikuti.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING CHIPS BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII-2 SMPN 8 BANDA ACEH Risda Dian Febrian; Thamrin Kamaruddin; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.943 KB)

Abstract

Pembelajaran model Talking Chips adalah salah satu model pembelajaran kooperatif dan menuntut para siswa untuk bisa bekerja sama dalam satu kelompok. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa, (2) Kesesuaian aktivitas guru dan siswa, (3) Keterampilan guru ketika mengelola pembelajaran, dan  (4) Respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model Talking Chips berbantuan media gambar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan  dalam bentuk penelitian tindakan kelas (Classroom process research). Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII-2 SMP Negeri 8 banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan (1) persentase ketuntasan individual  meningkat dari 7 siswa yang tuntas pada siklus I, 16 siswa yang tuntas pada siklus II, dan 19 siswa yang tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 27% pada siklus I, 67% pada siklus II, dan 87% pada siklus III; (2) Jumlah kesesuaian aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 9 aktivitas sesuai pada siklus III; (3) keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 1,76 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 2,9 pada siklus II dengan kategori baik,dan skor 3,4 pada siklus III dengan kategori baik; (4) sebanyak 100% siswa menyatakan bahwa model pembelajaran Talking Chips adalah baru diterapkan dan membantu siswa dalam memhami materi pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa, terdapat peningkatan hasil belajar mulai dari siklus I sampai siklus III dengan menerapkan model Talking Chips berbantuan media gambar di kelas VIII-2 SMP Negeri 8 Banda Aceh.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DALAM MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 10 BANDA ACEH Rahmat Ridha; . Hasmunir; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.232 KB)

Abstract

Hasil belajar adalah prestasi belajar yang dicapai siswa dalam proses pembelajaran dengan membawa suatu pembentukan tingkah laku seseorang. Untuk melihat hasil belajar dari kedua kelas dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan. Sehingga penelitian ini berjudul “Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together dan pembelajaran Konvensional Dalam Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 10Banda Aceh” ini mengangkat masalah yakni apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan model Numbered Heads Together dan pembelajaran konvensional dalam mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 10Banda Aceh? Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan model Numbered Heads Together dan pembelajaran konvensional dalam mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 10Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 10Banda Aceh yang berjumlah 407 siswa. Sampel yang diambil  hanya dua kelas, yakni kelas VIIICsebanyak 21 siswa dan kelas VIIID sebanyak 20 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data berupa pemberian tes kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t.  Hasil pengolahan data post test yang diperoleh  adalah  thitung = 4,43 dan nilai ttabel pada taraf signifikan α = 0,05 (uji satu pihak) dengan dk =  + – 2= 21 + 20 – 2 = 39 adalah 1,68. Oleh karena itu terima Ha jika thitung ≥ ttabel dengan  thitung = 4,43 dan ttabel = 1,68 atau 4,431,68, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan hasil belajar siswa yang mendapat pembelajaran dengan model Numbered Heads Together lebih baik dari pada siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 10 Banda Aceh dapat diterima kebenarannya