Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Evaluasi Penerapan Budaya Kerja Core Values Aparatur Sipil Negara Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (BerAKHLAK) Di Kota Surabaya Nur Fadillah Sebti; Suci Megawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1971

Abstract

Dalam rangka membangun budaya kerja ASN yang profesional, nilai-nilai BerAKHLAK telah ditetapkan sebagai core values yang wajib diinternalisasi dan dilaksanakan oleh setiap aparatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan budaya kerja Core Values Aparatur Sipil Negara (ASN) BerAKHLAK di lingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan bagian dari evaluasi proses, karena menitikberatkan pada bagaimana nilai-nilai tersebut dijalankan dan diinternalisasi dalam praktik birokrasi, bukan hanya melihat hasil atau dampak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kaulitatif (campuran) untuk mengetahui tingkat penerapan tujuh nilai dasar ASN, yaitu: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Desain penelitian ini berbentuk survei dengan lokasi penelitian di kantor Dispendukcapil Kota Surabaya. Subjek penelitian adalah 74 ASN yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian utama berupa angket dengan skala Likert empat poin, serta pedoman wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan konversi nilai rata-rata ke dalam skala interpretatif 1,00–4,00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh nilai BerAKHLAK berada pada kategori sangat baik, dengan skor rata-rata tertinggi pada nilai Berorientasi Pelayanan (3,46) dan terendah pada nilai Kolaboratif (3,37). Penerapan nilai-nilai tersebut didukung oleh inovasi layanan, sistem evaluasi perilaku, serta kegiatan pembinaan internal. Namun demikian, masih ditemukan tantangan dalam hal kedisiplinan waktu, kesenjangan adaptasi digital, dan pemerataan beban kerja. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja ASN di Dispendukcapil telah dibangun secara sistematis dan progresif. Disarankan adanya penguatan pembinaan personal, pengawasan berkelanjutan, dan pelatihan lanjutan guna menjaga keberlanjutan implementasi nilai BerAKHLAK secara merata.
Implementasi Program Prioritas Lamongan Sehat dan Sejahtera dengan Kunjungan Rumah (Laserku) Dalam Peningkatan Derajat Kesehatan di Desa Karangsambigalih Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan Putri Sholikhah; Suci Megawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2194

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu indikator derajat kesehatan pada angka harapan hidup suatu daerah. Tinggi atau rendahnya derajat kesehatan suatu daerah dipengaruhi oleh keadaan sosial, ekonomi, maupun kesehatan masayrakat pada daerah sehingga dengan cakupan wilayah yang luas diperlukan sebuah kebijakan untuk memantau secara langsung kondisi masyarakat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program Laserku di Desa Karangsambigalih, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi penanggungjawab program, petugas kesehatan, perangkat desa, kader sukarelawan di tiap dusun, serta masyarakat penerima layanan Program Laserku. Landasan teori pada penelitian ini adalah teori implementasi kebijakan oleh George Edward III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Laserku di Desa Karangsambigalih berjalan cukup efektif sesuai dengan pedoman standar operasional prosedur, meliputi kegiatan kunjungan rumah oleh petugas kesehatan untuk memantau kondisi lansia yang hidup sebatang kara, masyarakat kurang mampu yang mengidap penyakit kronis, masyarakat kelas sosial ekonomi rendah yang belum terdata JKN, dan masyarakat yang tinggal di rumah tidak sehat. Dalam pelaksanannya , ditemukan beberapa hambatan, yaitu : pemerintah daerah meningkatkan jumlah tenaga kesehatan di desa, menambah jadwal rutin pemeriksaan masyarakat sasaran, melakukan sosialisasi berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan, serta melakukan sosialisasi berkelanjutan guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak mengikuti program Laserku. Dan untuk masyarakat sasaran dihimbau untuk selalu menjaga kesehatan dimulai dengan menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan.
Implementasi Program Percepatan Penurunan Stunting Di Desa Ngunggahan Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung Berliana Rizky Saputri; Suci Megawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2209

Abstract

Stunting menjadi salah satu program prioritas nasional yang perlu ditindak lanjuti di Indonesia. Didasarkan pada Peraturan Bupati Tulungagung Nomor 52 Tahun 2019 tentang Percepatan Pencegahan Stunting Terintegrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan implementasi program percepatan penurunan stunting di Desa Ngunggahan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif menggunakan teori model implementasi kebijakan menurut Thomas B. Smith terdapat empat komponen penting dalam proses implementasi kebijakan diantaranya 1) Kebijakan yang Diidealkan; 2) Kelompok Sasaran; 3) Organisasi Pelaksana; 4) Faktor Lingkungan. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program sudah terstruktur dan jelas, tetapi masih terdapat tantangan seperti lonjakan kasus stunting yang menyebabkan masuk fokus lokasi penanganan stunting tinggi, sasaran masyarakat belum terjangkau, koordinasi lintas sektor tidak optimal, kesadaran masyarakat masih minim, kegiatan sosialisasi spesifik terfokus kasus stunting ditingkat desa belum ada, serta informasi berbasis media publikasi. Pada program pendataan di aplikasi terkendala oleh sistem error, kemudian kondisi sanitasi air berdekatan kandang ternak sehingga tidak layak konsumsi. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan pengawasan secara berkelanjutan disetiap program, mengadakan sosialisasi spesifik dan intens ditingkat desa yang terfokus jumlah kasus stunting, meningkatkan strategi komunikasi antar intansi dan lintas sektor, serta melakukan inovasi penyampaian informasi melalui sarana media publikasi secara online dan offline.
Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Di Kota Surabaya (Studi Pada BPJS Kesehatan Cabang Surabaya Dan Unit Rawat Inap RS Islam Surabaya A. Yani) Husnul Hosida; Suci Megawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di BPJS Kesehatan Cabang Surabaya dan RS Islam Surabaya A. Yani dengan menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edwards III, (1980) yang mencakup empat variabel: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive, yang terdiri atas pihak BPJS Kesehatan, manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, serta peserta JKN. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program JKN di Surabaya masih menghadapi sejumlah kendala. Pada aspek komunikasi, peserta masih banyak yang tidak memahami prosedur pelayanan dan sistem rujukan. Dari sisi sumber daya, terdapat kekurangan tenaga medis dan keterbatasan fasilitas, terutama saat jam pelayanan padat. Pada aspek disposisi, belum seluruh pelaksana memahami kebijakan secara menyeluruh, yang berdampak pada kualitas pelayanan. Sementara itu, pada aspek struktur birokrasi, proses klaim yang lambat dan ketidaksinkronan data antarunit menjadi hambatan utama