Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal on Education

Implementasi Kebijakan Gerakan Literasi di Sekolah Irfan Febriyana; Mas’amah Mas’amah; Jaja Jaja
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6849

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan implementasi kebijakan bahasa dalam meningkatkan literasi di sekolah, dengan fokus pada implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP Negeri 1 Babakan. Melalui metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis fenomena di lapangan dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GLS berhasil meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi siswa melalui kegiatan membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai dan pengadaan pojok literasi. Keberhasilan program ini didukung oleh partisipasi aktif dari guru, orang tua, dan siswa, meskipun masih menghadapi beberapa hambatan seperti keterbatasan koleksi buku dan keterlambatan siswa. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan dukungan dan strategi inovatif untuk mengoptimalkan pelaksanaan program literasi di masa depan.
Pelaksanaan Kebijakan Gerakan Literasi Sekolah di SMPN 15 Kota Cirebon dan Dampaknya Terhadap Minat Membaca Siswa Safrina Rati; Tuti Budiarti; Jaja Jaja
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6850

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi fasilitas, praktik dan pengaruh terhadap Gerakan literasi sekolah terhadap minat membaca siswa SMPN 15 kota Cirebon, penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk menyelidiki fasilitas, praktik, dan dampak Gerakan Literasi Sekolah terhadap minat membaca siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Cirebon. Studi ini melibatkan guru, siswa, dan kepala sekolah dari SMPN 15 kota Cirebon. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Gerakan Literasi Sekolah telah berlangsung sejak tahun 2022. Sekolah memiliki berbagai fasilitas, termasuk perpustakaan, majalah dinding, buku, dan kursi dan meja untuk sudut baca.
Peran Kebijakan Bahasa dalam Pengembangan Literasi melalui Karya Penulisan Kreatif Siswa Uhe Suhaeti; Aden Eka Pradana; Jaja Jaja
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6851

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran kebijakan bahasa dalam pengembangan literasi melalui karya penulisan kreatif siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dengan latar belakang pentingnya literasi sebagai fondasi kemajuan akademik dan perkembangan pribadi siswa, penelitian ini menekankan urgensi peningkatan literasi di Indonesia. Kebijakan bahasa yang efektif mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pendidikan, integrasi keterampilan berbahasa dalam semua mata pelajaran, pelatihan guru, penyediaan sumber daya literasi, penciptaan lingkungan kaya literasi, evaluasi berkelanjutan, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat. Metode penelitian menggunakan triangulasi data yang melibatkan wawancara, observasi, survei, tes literasi, dan analisis dokumentasi kebijakan bahasa. Penelitian ini berfokus pada analisis konten karya penulisan kreatif siswa, evaluasi implementasi kebijakan bahasa, dan dampaknya terhadap literasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan bahasa yang baik dapat meningkatkan keterampilan literasi siswa melalui penggunaan bahasa yang tepat dalam proses pembelajaran, pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kreatif, serta akses terhadap sumber daya literasi berkualitas. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan baru mengenai hubungan antara kebijakan bahasa dan literasi, serta menawarkan rekomendasi praktis bagi pengambil kebijakan dan pendidik dalam merancang dan mengimplementasikan kebijakan yang mendukung pengembangan literasi siswa secara holistik.
Tantangan dan Strategi Penerapan Kebijakan Multibahasa di Sekolah (Studi kasus Kebijakan Multibahasa di Boarding School) Nelly Fawzia Rahmayani; Evie Sofiyah; Jaja Wilsa
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6858

Abstract

Penggunaan dua bahasa dalam lingkungan belajar dapat menimbulkan tantangan bagi siswa dan guru, termasuk ketidakpercayaan diri dalam menggunakan bahasa asing yang dapat menghambat partisipasi aktif. Beberapa masalah yang muncul meliputi keterbatasan guru yang kompeten dalam kedua bahasa, kurangnya materi pembelajaran berkualitas, serta fasilitas dan teknologi pendukung yang belum memadai. Selain itu, perbedaan kemampuan bahasa siswa menyulitkan penciptaan pembelajaran yang efektif, dan alokasi waktu yang terbatas memperumit penyeimbangan kurikulum dengan penekanan pada kedua bahasa. Meskipun penerapan kebijakan multibahasa di sekolah berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan siswa untuk masa depan, keberhasilannya sangat bergantung pada perencanaan yang matang, dukungan sumber daya yang memadai, dan komitmen dari semua pihak terkait. Guru memainkan peran sentral dalam keberhasilan program ini, sehingga pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi bahasa dan pedagogik guru sangat diperlukan. Orang tua juga harus dilibatkan secara aktif dalam mendukung pembelajaran bahasa di rumah, dan kerjasama dengan lembaga terkait penting untuk memperoleh dukungan sumber daya dan keahlian. Evaluasi komprehensif secara berkala perlu dilakukan untuk mengukur dampak program terhadap siswa dan sekolah.
Dampak Kebijakan Bahasa Terhadap Pengembangan Literasi Dedi Hernadi; Wildan Rizky Mulia; Riyanto Riyanto; Jaja Jaja
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6861

Abstract

Kebijakan bahasa memainkan peran penting dalam pengembangan literasi. Literasi memainkan peran penting dalam mendukung implementasi kebijakan bahasa. Membangun budaya literasi di Indonesia membutuhkan upaya bersama dari berbagai pihak, baik pemerintah, sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis tentang berbagai dampak kebijakan bahasa terhadap pengembangan literasi. Dampak positif dan negatif dari kebijakan bahasa akan dianalisis dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari implementasi dalam bidang pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka untuk untuk mengkaji dan menganalisis dampak kebijakan bahasa terhadap pengembangan literasi di Indonesia. Kebijakan bahasa di Indonesia dapat menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan literasi dan memberdayakan masyarakat. Literasi yang inklusif dan memberdayakan akan membuka peluang baru bagi individu dan bangsa untuk mencapai kemajuan di berbagai bidang. Kebijakan bahasa memiliki dampak yang signifikan terhadap pengembangan literasi. Dampak ini dapat bersifat positif maupun negatif, tergantung pada konteks dan cara kebijakan bahasa tersebut diimplementasikan. Untuk memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif, diperlukan kebijakan bahasa yang komprehensif, inklusif, dan berpihak pada pengembangan literasi bagi seluruh masyarakat.