Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Tumou Tou

QUALITY ASSURANCE AND ACREDITATION IN RELIGIOUS HIGHER EDUCATION: INDONESIAN CASES Achmad Syahid; Jeane Marie Tulung
Tumou Tou Volume III, Nomor 1, Januari 2016
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.559 KB)

Abstract

Artikel ini bermaksud untuk menguji apakah Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) sebagai sub sistem pendidikan di Indonesia telah menerapkan sistem penjaminan mutu. Sistem kendali mutu pada PTK, menggambarkan bahwa unit-unit pada PTK telah bekerja dengan sinergis dan sistematis, mereka telah bekerja berdasarkan standar yang disepakati, dan indikator mutu telah dijalankan dan dievaluasi terus-menerus, dan hasil evaluasi pelaksanaan standar mutu dijadikan bahan pengambilan kebijakan. Manajemen PTK telah bekerja berdasarkan manajemen mutu yang sehat, dan mutu dijalankan tidak lagi karena aturan mengharuskan demikian, tetapi telah menjadi budaya pada PTK. Berdasarkan studi dokumen, data akreditasi, dan PDDikti, diperoleh kesimpulan bahwa sebagian PTK telah memiliki sistem penjaminan mutu yang baik, menunjukkan budaya mutu, menyadari bahwa akreditasi penting bagi reputasi PT dan program studi mereka. Lebih dari itu muncul kesadaran bahwa akreditasi sebagai cara mereka memberi garansi terhadap layanan mereka di bidang pendidikan tinggi kepada mahasiswa dan masyarakat. Mulai meningkatnya kesadaran mutu pada PT, dan PTK di Indonesia, seluruh PT di Indonesia, di samping mulai berusaha mencapai standar nasional pendidikan tinggi, juga mulai mengadopsi standar internasional, karena negara memberi peluang untuk itu.
MINAHASA DAN NUSA UTARA: Sebuah Episentrum Eksplorasi Studi Sosio-Religio-Etno-Grafis pada Tingkat Lanjut Achmad Syahid; Jeane Marie Tulung
Tumou Tou Volume III, Nomor 2, Juli 2016
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.69 KB)

Abstract

Artikel ini hendak membahas tentang potensi Minahasa dan Nusa Utara, di Propinsi Sulawesi Utara yang secara geografis belum dieksplorasi pada tahap lanjut dan hasil kajiannya diekspos dalam berbagai forum nasional dan internasional. Minahasa dan Nusa Utara bukan sebagai ruang lingkup dan arah tuju, tetapi justru titik anjak pengkajian. Apa saja potensinya dan peran apa yang dapat dimainkan oleh program pascasarjana STAKN Manado – Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK) di Manado. Penelitian ini merupakan kajian wilayah dengan menggunakan metode fieldtrip, wawancara, dan kajian pustaka. Data dianalisis dengan menggunakan prosedur bahwa data-data yang terkumpul pertama-tama dicatat, diklasifikasi, kemudian dianalisis dengan cara dihubungkan antar data dari metode-metode penelitian yang berbeda tersebut, untuk kemudian digeneralisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengkajian dan penulisan telah tumbuh, disadari oleh keinginan untuk menyebarluaskan hasil eksplorasi mereka terhadap Minahasa dan Nusa Utara sebagai etno-religio-grafis. Dinamika kajian interdisipliner dan transdisipliner kajian tingkat lanjut tersebut dapat dideteksi pada proposal penelitian yang mereka susun dan artikel telah ditulis. Variabel pada tema penelitian dan pilihan publikasi bagi artikel yang mereka tulis mencerminkan bobot mutu, akses mereka pada literatur yang baik dan relevansi tinggi. Minahasa dan Nusa Utara sebagai sosio-religio-etno-grafis bukan sebagai titik tuju, tetapi justru sebagai episentrum di mana titik anjak pengkajian diletakkan padanya.
EVALUASI PROGRAM PENYELENGGARAAN SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN (SMTK) LANGOWAN Jeane Marie Tulung
Tumou Tou Volume I, Nomor 1, Januari 2014
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.014 KB)

Abstract

Evaluasi program ini bertujuan untuk mengetahui dengan pasti pencapaian hasil, kemajuan, dan kendala dalam penyelenggaraan pendidikan Agama dan Keagamaan. Secara khusus tujuan evaluasi dalam penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penyelenggaraan Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Langowan. Selain itu evaluasi program memberikan informasi terhadap penyelenggaraan pendidikan Agama dan Keagamaan agar dapat memperbaiki kesalahan dalam penyelenggaraannya pada tahun-tahun ke depan dan menjadi acuan dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan Kristen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan dengan pendekatan penelitian evaluasi program. Hasil penelitian dideskripsikan secara sistematis sesuai dengan fokus penelitian disertai dengan interpretasi peneliti yang merupakan refleksi atas temuan langsung di lapangan dengan mengacu pada kajian ilmiah dan akademis. Model CIPPO (Contex, Input,Process, Product,Output) digunakan untuk mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan yang dapat mengukur berbagai komponen efektifitas kesesuaian penyelenggaraan SMTK terhadap kebutuhan peserta didik, karakteristik peserta, kompetensi tenaga pendidik, sarana dan prasarana, kegiatan pembelajaran serta prestasi belajar siswa. Dengan menggunakan model CIPPO, obyek evaluasi tidak hanya pada hasil semata tetapi bersifat komprehensif yang mencakup konteks, masukan, proses dan hasil.
PEMIKIRAN TEOLOGIS EDUKATIF YOHANES CALVIN SERTA RELEVANSINYA BAGI PENDIDIKAN BERGEREJA MASA KINI Jeane Marie Tulung; Yornan Masinamboue
Tumou Tou Vol. 7 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.559 KB) | DOI: 10.51667/tt.v7i1.154

Abstract

The purpose of this paper is to describe and understand how the thought of John Calvin who was a famous reformer figure from time to time. Calvin paid great attention to Christian education especially in the church. He arranged systematically the way, the content of the teaching, as well as the qualifications, self-image of the teachers both pastors and religious teachers who were all based on the Bible and to glorify God. The method used in this paper is a qualitative research method with a literature study study in which the researcher reviews, compares, formulates and analyzes Calvin's thoughts both in his life context, his thoughts through books, documents, journals and other relevant literature studies. From the findings it can be said that Calvin's educative theological thought is purely based on the Bible. For Calvin, the teaching of the Christian faith is determined by the Bible and interpretations that are right and right and can have a good influence on the church and society. Calvin is always thinking of the right way so that the quality of the faith of the congregation continues to develop well and can be implemented in a variety of social life. In the midst of challenges today the church is required not to be carried away by various kinds of ideas that do not emphasize the Bible as the basis of human life. As it was done, Calvin the priests, teachers of religion today are required with full responsibility to think deeply about ways to continue to nourish the true Christian faith based on the Scriptures so that the quality of their faith is well preserved and lives glorifying God.
Pemanfaatan Nilai Budaya Ra’ian dalam Strategi Pendidikan Agama Kristen bagi Pembentukan Karakter Pemuda di Desa Sawang Utara Kecamatan Melonguane Jane Lestari Darinding; Ester Heydemans; Cyrus Lalompoh; Jeane Marie Tulung
Tumou Tou Vol. 8 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.769 KB) | DOI: 10.51667/tt.v8i1.471

Abstract

The purpose of this research is to describe and analyze the characteristics and realities of the Ra'ian culture, the christian education strategy for the Ra'ian culture, the supporting and inhibiting factors and the efforts to implement the Rai'an cultural values ​in building the youth character. This research method is the descriptive qualitative research conducted in the North Sawang Village, Melonguane District in 2020. The data were collected through observation, interviews and documentary study. From the outcomes of the data analysis and interpretation, it is found that; (1). In reality, this Rai’an culture contains positive meaning in accordance with Christian teachings and has cultural values ​​that can be used as substance for the character building. The Rai’an culture has undergone a shift due to a lack of knowledge from the youth about the Rai’an culture. (2). Advice and sermons as the ways to build the character as they contain teachings based on the gospel, as well as the applicaton or approach of the five movements of the Groome as a way of instilling rai’an cultural values, 3). The supporting factors, namely parents at home who also collaborate with traditional elders, village leaders and religious figures, make customary activity programs. The inhibiting factors of social and Technology Advancements are uncontrollable use of collphones (online games) but also the social environment that drivers them to carry out deviant behavior. (4). The effort that can be made is to involve the youth in organizational activities in the village and in the church as well as seminars containing the cultural wealth that exists in the Talaud Island Regency, especially those in the village of North Sawang. As a conclusion of these findings, this Rai’an culture must be introduced to the youth properly in the way of utilizing the cultural values ​​as the teaching materials by Christian educators. The parents and the leaders of the village, custom and church work together to formulate programs in building the youth character.