Claim Missing Document
Check
Articles

Found 45 Documents
Search
Journal : e-GIGI

Efektivitas Dental Health Education Metode Simulasi dan Metode Pemutaran Video terhadap Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Siswa Sekolah Dasar Siwi, Jordan A. C.; Mariati, Ni Wayan; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.60185

Abstract

Abstract: Oral and dental health issues remain a predominant global concern, and Indonesia itself still faces a relatively high prevalence of caries among children aged 10-14 years. Poor oral health habits can be a contributing factor to the development of tooth decay in children. Behavioral changes in children can be achieved through increased knowledge. Interventions through Dental Health Education (DHE) using appropriate methods and media can be conducted to enhance children's knowledge of oral and dental health, expecting of subsequently influencing on their behaviors. This study aimed to compare the effectiveness of DHE using simulation and video playback methods in improving the knowledge of oral and dental health among elementary school students. This was a quasi-experimental study with a non-equivalent control group, employing pre-tests and post-tests. The study samples consisted of 60 students of SD Negeri Kalasey (elementary school) Manado as respondents, selected through total sampling. The Wilcoxon test conducted on the simulation and video playback education groups obtained a p-value of 0.00 (p<0.05), indicating an improvement of knowledge for both methods. The Mann-Whitney test showed a p-value of 0.689 (p>0.05), indicating there was no significant difference between the two methods. In conclusion, there is no difference in effectiveness between Dental Health Education using simulation and video playback methods. Keywords: dental health education; simulation; video playback; knowledge    Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut masih merupakan masalah global. Indonesia masih memiliki prevalensi karies yang cukup tinggi pada anak usia 10-14 tahun. Perilaku yang buruk dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat menjadi faktor yang berpengaruh terhadap timbulnya karies gigi pada anak. Perubahan perilaku pada anak dapat diperoleh melalui peningkatan pengetahuan. Intervensi melalui pemberian Dental Health Education (DHE) dengan penggunaan metode dan media yang tepat dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak, yang diharapkan dapat mengubah perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas antara DHE metode simulasi dan metode pemutaran video terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada siswa sekolah dasar (SD). Jenis penelitian ialah quasi experimental dengan non-equivalent control group design dan digunakan pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 60 murid SD Negeri Kalasey Manado sebagai responden dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil uji Wilcoxon terhadap kelompok penyuluhan metode simulasi dan metode pemutaran video menunjukkan nilai p=0,00 (p<0,05) yang berarti pada kedua metode terdapat perbedaan bermakna sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p=0,689 (p>0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua metode. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat perbedaan bermakna pada efektivitas antara Dental Health Education metode simulasi dan metode pemutaran video. Kata kunci: dental health education; simulasi; pemutaran video; pengetahuan
Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Pasca Prosedur Bedah Mulut di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Sumajouw, Valentino C. J.; Pamolango, Victor T.; Mariati, Ni Wayan
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.60186

Abstract

Abstract: Dental and oral health services are essential to achieve better health. Key considerations in providing patient care include satisfaction and safety. Patient satisfaction towards service quality is assessed through five dimensions: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. This study aimed to obtain the level of patients’ satisfaction after oral surgery towards the services at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive and survey study, involving 53 respondents undergoing oral surgery procedures at the hospital. The results showed that the majority of patients were highly satisfied towards the healthcare provided by the medical staff at Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Hospital, with the percentages of 81% for tangibles, 82% for reliability, 89% for responsiveness, 87% for assurance, and 86% for empathy. In conclusion, the majority of patients at Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Hospital express high satisfaction with the services provided by the medical staff. Keywords: healthcare services; patient satisfaction level; service quality    Abstrak: Pelayanan kesehatan gigi dan mulut sangat dibutuhkan masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang lebih baik. Hal yang harus diperhatikan dalam pelayanan kepada pasien yaitu kepuasan dan keamanan pasien. Kepuasan pasien terhadap suatu kualitas pelayanan dapat dinilai dengan lima dimensi yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien yang menjalani prosedur bedah mulut terhadap pelayanan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah survei deskriptif dengan melibatkan 53 responden yang melakukan prosedur bedah mulut di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar pasien merasa sangat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dengan persentase 81% tangible, 82% reliability, 89% responsiveness, 87% assurance, dan 86% empathy. Simpulan penelitian ini ialah sebagian besar pasien yang menjalani prosedur bedah mulut di RSUP Prof. Dr. R. D Kandou Manado merasa sangat puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis. Kata kunci: pelayanan kesehatan; tingkat kepuasan pasien; service quality
Efektivitas Ekstrak Kulit Pisang Sepatu (Musa paradisiaca L.) terhadap Perubahan Warna Gigi yang Terdiskolorasi Wicaksono, Dinar A.; Mariati, Ni Wayan; Rawung, Regita M.
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.60188

Abstract

Abstract: Tooth discoloration is a dental health problem that can affect dental aesthetics. Discoloration can be caused by various factors, one of which is the habit of consuming black tea. Use of chemicals in the process bleaching has a negative effect on teeth. An alternative natural ingredient that has the potential to be utilized is banana peel extract (Musa paradisiaca L.). This study aimed to determine the effectiveness of banana peel extract (Musa paradisiaca L.) in improving the color of discolored teeth. This was a laboratory and experimental study with a pretest-posttest group design. Samples consisted of 30 permanent premolar teeth, divided into three treatment groups, namely the group soaking in banana peel extract for one hour, three hours and five hours. Color measurements were carried out using shade guide (VITAPAN classical). The results of t-paired test showed that were significant changes in tooth color in all groups with p-values ˂0.05 (p=0.002, p=0.000, and p=0.000, consecutively). The largest color change occurred in the group 3 with five hours of soaking. In conclusion, banana peel extract is effective in improving tooth discoloration. Keywords: banana peel extract (Musa paradisiaca L.); change of tooth color; tooth discoloration    Abstrak: Diskolorasi gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang dapat memengaruhi estetika gigi. Diskolorasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya kebiasaan mengonsumsi teh hitam. Bleaching merupakan cara paling umum yang digunakan untuk menangani masalah diskolorasi gigi. Penggunaan bahan kimia pada proses bleaching memiliki efek negatif terhadap gigi. Alternatif bahan alami yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan yaitu ekstrak kulit pisang sepatu (Musa paradisiaca L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak kulit pisang sepatu (Musa paradisiaca L.) terhadap perubahan warna gigi setelah diskolorasi teh hitam. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratoris dengan pretest-posttest group design. Sampel berjumlah 30 gigi permanen premolar, yang dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan yaitu kelompok perendaman dalam ekstrak kulit pisang sepatu selama 1 jam, 3 jam, dan 5 jam. Pengukuran warna dilakukan secara visual menggunakan shade guide (VITAPAN classical). Hasil uji t-paired menunjukkan terjadi perubahan warna gigi yang bermakna pada setiap kelompok perendaman dengan nilai p˂0,05, yaitu kelompok 1 dengan nilai p= 0,002; kelompok 2 dengan nilai p=0,000; dan kelompok 3 dengan nilai p=0,000. Perubahan warna terbesar terjadi pada kelompok perendaman selama 5 jam. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak kulit pisang sepatu efektif mencerahkan warna gigi yang terdiskolorasi. Kata kunci: ekstrak kulit pisang sepatu (Musa paradisiaca L); perubahan warna gigi; diskolorasi gigi
Uji Daya Hambat Ekstrak Landak Laut (Diadema setosum) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus pada Plat Gigi Tiruan Putra, Made Wisnu D.; Mariati, Ni Wayan; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol. 14 No. 1 (2026): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v14i1.64955

Abstract

Abstract: Denture stomatitis is caused by food debris sticking to the surface of the denture plate becoming a habitat for the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The increase in the number of Staphylococcus aureus in the oral cavity can be overcome by maintaining the cleanliness of the denture plate. Denture cleaning can use natural materials such as sea urchin extract which is known of its antibacterial potential due to its active compounds such as flavonoids, saponins, steroids, alkaloids, phenols, and tannins. This study aimed to test the inhibition of Diadema setosum sea urchin extract against the growth of Staphylococcus aureus bacteria on artificial tooth plates. This was a laboratory experimental study with a post-test control group design using the disc diffusion method. Samples were divided into six groups: sea urchin Diadema setosum extract 10%, 30%, 50%, and 70%, positive control (manufactured denture cleaner), and negative control (distilled water). The test was conducted at the Microbiology Laboratory of Pharmacy FMIPA Sam Ratulangi University. The results showed that Diadema setosum sea urchin extract was able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria at all test concentrations, with the largest inhibition zone found at 70% concentration (medium category). In conclusion, Diadema setosum sea urchin extract can inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria on denture plates Keywords: Diadema setosum; sea urchin; Staphylococcus aureus   Abstrak: Denture stomatitis disebabkan oleh sisa makanan menempel pada permukaan plat gigi tiruan dan menjadi habitat untuk berkembang biaknya bakteri Staphylococcus aureus. Peningkatan jumlah Staphylococcus aureus dalam rongga mulut dapat diatasi dengan menjaga kebersihan plat gigi tiruan. Pembersih gigi tiruan dapat menggunakan bahan dari alam seperti ekstrak landak laut Diadema setosum yang memiliki potensi antibakteri karena kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, steroid, alkaloid, fenol, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat ekstrak landak laut Diadema setosum terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada plat gigi tiruan. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan post-test control group design menggunakan metode difusi cakram. Sampel dibagi menjadi enam kelompok: ekstrak landak laut Diadema setosum 10%, 30%, 50%, dan 70%, kontrol positif (pembersih gigi tiruan pabrikan), serta kontrol negatif (akuades). Pengujian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak landak laut Diadema setosum mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada seluruh konsentrasi uji, dengan zona hambat terbesar ditemukan pada konsentrasi 70% (kategori sedang). Simpulan penelitian ini ialah ekstrak landak laut Diadema setosum mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada plat gigi tiruan. Kata kunci: landak laut; Diadema setosum; Staphylococcus aureus
Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Status Kebersihan Gigi dan Mulut Masyarakat Pesisir Utomo, Hestia E.; Mariati, Ni Wayan; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol. 14 No. 2 (2026): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v14i2.65759

Abstract

Abstract: Low knowledge, awareness, and behavior in maintaining dental and oral hygiene are influenced by various things such as environmental condition, education level, knowledge, economic condition, prevailing habits or culture, and access to health services. This study aimed to determine whether there was an influence of education level on dental and oral hygiene status of the coastal community of Maen Village, East Likupang. This was an observational and analytical study with a cross-sectional design. Data were analyzed using univariate analysis with percentages and bivariate analysis with ordinal regression. The results obtained 56 people of coastal communities of Maen Village as respondents. The majority had a high level of education (n=25; 44.6%), and moderate dental and oral hygiene status (OHI-S) (n​​=27; 48,2%). The subjects were dominated by those who had high level of education with moderate dental and oral hygiene status (n=17; 68.0%). Bivariate analysis using the ordinal regression test obtained a significant effect. In conclusion, level of education has a significant effect on dental and oral hygiene status of the coastal community of Maen Village, East Likupang District. Keywords: education level; dental and oral hygiene status; coastal community    Abstrak: Rendahnya pengetahuan, kesadaran, dan perilaku dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut dipengaruhi berbagai hal seperti kondisi lingkungan, tingkat pendidikan, pengetahuan, kondisi ekonomi, kebiasaan atau budaya yang berlaku, serta akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh tingkat pendidikan terhadap status kebersihan gigi dan mulut masyarakat pesisir Desa Maen, Kecamatan Likupang Timur. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Data dianalisis menggunakan secara univariat untuk melihat distribusi data berdasarkan persentase serta analisis bivariat untuk melihat pengaruh menggunakan regresi ordinal. Hasil pnelitian mendapatkan 56 orang masyarakat pesisir Desa Maen sebagai responden penelitian. Mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan terakhir menengah (n=25; 44,6%), dan status kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) kondisi sedang (n=27; 48,2%). Responden penelitian didominasi memiliki tingkat pendidikan terakhir menengah dengan status kebersihan gigi dan mulut sedang (n=17; 68,0%). Analisis bivariat menggunakan uji regresi ordinal menunjukkan pengaruh bermakna. Simpulan penelitian ini ialah tingkat pendidikan berpengaruh bermakna terhadap status kebersihan gigi dan mulut masyarakat pesisir Desa Maen Kecamatan Likupang Timur. Kata kunci: tingkat pendidikan; status kebersihan gigi dan mulut; masyarakat pesisir
Co-Authors A. J. M Rattu A. J. M. Rattu A.A. Ketut Agung Cahyawan W Anna M. Maruanaya, Anna M. Ayu S. Gugule B. S. Lampus Bangun, Liasma K. Bawenti, Suryani Beatrix I. Pontoh Benedictus S. Lampus Bernat Hutagalung Billy O. S. Mayusip, Billy O. S. Catra H. E. Lengkey, Catra H. E. Christina Putri Amin Sinaga Christy Hansu Christy Mintjelungan Christy N. Mintjelungan D. H. C. Pangemanan Depthios, Richard F. Dewi A. Hamadi Dewi Y. Anang, Dewi Y. Dinar A. Wicaksono Dwi Nur Rakhman Eilen F. Sinaga, Eilen F. Ellys D Siagian Galong, Junistika Priskila Galongi, Junistika P. Gisela Harlindong Gonie, Lovely T. A. Gracecylia R. Salampessy I Made A. Yogasedana, I Made A. Indra Setiawan Inka J. Fenanlampir Jeiska Triska Tulangow Jimmy Maryono, Jimmy Jimmy Posangi Joandri P. Dandel, Joandri P. Johanna A Khoman Johanna A. Khoman Juliatri . Juliatri Juliatri Karel Pandelaki Liefany Anastasia Wilar Meilany F. Durry Michael A. Leman Mintjelungan, Christy N Ni Putu Karuni M. Sari, Ni Putu Karuni M. P. S. Anindita Pangemanan, Damajanty H. C. Pangemanan Paulina N. Gunawan Pingkan E.O. Lengkong Priska M. Poana, Priska M. Putra, Made Wisnu D. Putri R. Dengah, Putri R. Radiah . Randy Gopdianto Rantetondok, Angelin L. Rawung, Regita M. Rizka Wahyuni Rompas, Sefti Selfijani Jehermia Shinta Sartika L., Shinta Sartika Shirley E. S. Kawengian Simanjuntak, Bintang Siwi, Jordan A. C. Stefani M. Karamoy, Stefani M. Sumajouw, Valentino C. J. Tasya, Maria Utomo, Hestia E. Vania, Marella T. Victor T. Pamolango, Victor T. Vlorenzy O. Muluwere Vonny N. S. Wowor Vonny N.S Wowor, Vonny N.S Wulan Parengkuan, Wulan Yohanes I Gede K.K