Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Daerah Irigasi Selli Coppobulu Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan Menggunakan Aplikasi Software PDSDA PAI Versi 1.0 Supardi, Supardi; Habibudin, Amril; Maricar, Farouk; Agusalim, Agusalim
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i3.10300

Abstract

ABSTRAK: Dalam rangka peningkatan kinerja pelayanan irigasi, pengembangan dan pengelolaan irigasi dengan melakukan kegiatan kinerja irigasi untuk mendata dan menilai fungsi aset daerah irigasi. Agar aset jaringan irigasi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, maka perlu terus didayagunakan melalui penyelenggaraan Operasi dan Pemeliharaan (O&P) secara baik dan benar, sehingga dapat memberikan pelayanan irigasi sebaik mungkin kepada para petani dalam mendukung program ketahanan pangan. Dalam hal ini dilakukan penilaian indeks kinerja irigasi menggunakan software PDSDA-PAI Versi 1.0 yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi fisik indeks kinerja jaringan irigasi pada Daerah Irigasi Selli Coppobulu Kabupaten Bone, (Kondisi Exsisting saat ini), dan juga untuk mengetahui besar indeks jaringan pada Daerah Irigasi Selli Coppobulu Kabupaten Bone. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode survey langsung di lapangan. Berdasarkan dari hasil survei dan pengambilan data dilapangan, seluruh daerah irigasi yang berada di Kab. Bone masih berfungsi semuanya. Salah satunya adalah D.I Selli Coppobulu yang memiliki luas baku 1238 Ha dan panjang saluran induk ± 9.200 m, saluran sekunder ± 2.900m. Berdasarkan hasil survei jumlah aset (PAI) berupa 383 bangunan. Berdasarkan hasil analisa software PDSDA-PAI Versi 1.0 hasil penilaian indeks kinerja Prasarana Daerah Irigasi Selli Coppobulu Kabupaten Bone didapatkan nilai sebesar 33,44%, dimana menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 32/PRT/M/2007 hasil indeks kinerja tersebut masuk pada kondisi daerah irigasi kurang dan perlu perhatian. Oleh karena itu daerah irigasi Selli Coppobulu memerlukan penanganan dengan cara melakukan rehabilitasi prasarana jaringan irigasi terutama pada saluran dan bangunan yang kondisi rusak sedang dan rusak berat, dan melaksanakan pemeliharaan rutin dan berkala. 
Struktur Hybrid Engineering sebagai Permeable Breakwater untuk Mereduksi Energi Gelombang pada Pantai Berpasir Hafid, Hendra; Thaha, Muhammad Arsyad; Maricar, Farouk; Bakri, Bambang
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2022: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.981 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh porositas pada struktur Hybrid Engineering sebagai permeable breakwater sebagai salah satu alaternatif untuk meredam energi gelombang yang menyebabkan abrasi pantai. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan permodelan fisik membuat prototype dan mengadakan pengujian pada kolam uji (wave flume) untuk mengetahui deformasi gelombang terhadap adanya struktur hybrid engineering dengan beberapa skenario model dengan merubah porositas atau kerapatan dari brushwood terhadap ketinggian muka air, panjang dan periode gelombang. Energi gelombang dihitung pada lokasi di depan struktur dan di belakang struktur. Perhitungan dilakukan dengan membandingkan energi gelombang pada kedua lokasi tersebut sehingga dapat diketahui pengaruh struktur hybrid engineering terhadap efisiensi peredaman energi. Pengaruh dimensi struktur terhadap peredaman energi gelombang tertinggi diperoleh dengan nilai peredaman enenergi tertinggi adalah pada saat kondisi h/d = 0.75 dimana kondisi tersebut ketinggian struktur lebih tinggi dari permukaan air. Pada kondisi peredaman energi gelombang jika dibandingkan dengan kedalaman perairan (d) nilai peredaman energi terbesar adalah pada saat d = 15 cm, sehingga dalam pemanfaatanya sebagai peredam energi gelombang ketinggian struktur harus lebih tinggi dari ketinggian Mean sea level (MSL) diperarian yang akan ditempatkan struktur permeable breakwater.
Pengaruh Tinggi Bukaan Pintu Air terhadap Bilangan Froude dengan Dasar Tanah Lempung pada Saluran Terbuka Latif, A. Amin; Pallu, Muhammad Saleh; Maricar, Farouk; Hatta, Mukhsan Putra
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.175 KB)

Abstract

Pintu sorong (sluice gate) merupakan salah satu konstruksi bangunan air yang dikenal dengan bangunan ukur yang berfungsi untuk membagi air sesuai debit yang direncanakan dengan cara mengatur tinggi muka air. Dalam mengoptimalisasikan peranan bangunan pintu air sebagai pengatur debit dan pengatur tinggi muka air dihulu bangunan pintu air, sering dihadapkan pada masalah gerusan lokal (local scouring) di sebelah hilir bangunan pintu air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tinggi bukaan pintu air terhadap bilangan Froude (Fr) dengan dasar tanah lempung pada saluran terbuka. Penelitian ini berbentuk eksperimental di laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Hidrolika Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Penelitian ini dilakukan dengan 3 tinggi bukaan pintu sorong terhadap dasar saluran (Yg) yaitu 0,5 cm, 1,0 cm dan 1,5 cm sedangkan debit pada 1382,837 cm3/detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yg = 0,5 cm; Y1 = 0,35 cm; Fr = 6,99; Ds = 4,2 cm, Yg = 1,0; Y1 = 1,5 cm; Fr = 0,79; Ds = 1,95 cm dan Yg = 1,5; Y1 = 1,65 cm; Fr = 0,68; Ds = 1,6 cm. Dengan demikian, semakin tinggi bukaan pintu air maka semakin kecil bilangan Froude yang dihasilkan dan semakin kecil bilangan Froude maka semakin kecil kedalaman gerusan yang timbul.
Studi Kecepatan Aliran pada Saluran Terbuka dengan Dinding Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) Hasyim, Suryadarma; Salam, Nasaruddin; Pallu, Muhammad Saleh; Maricar, Farouk
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menjelaskan inovasi dalam mengurangi eksploitasi material Galian C dan memberikan solusi permasalahan pelaksanaan konstruksi seperti sulitnya mendapatkan sumber material galian C, akses yang sulit ke lokasi pekerjaan, kurangnya air tawar untuk campuran material, kendala cuaca, dan sulitnya menjaga mutu konstruksi. Material Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) diajukan sebagai alternatif untuk pengganti pasangan (lining) di saluran irigasi. Pengujian eksperimental dilakukan di laboratorium dengan menganalisis karakteristik kecepatan aliran akibat perubahan lima kemiringan berbeda. Pengambilan data menggunakan point gauge dan currentmeter. Verifikasi dan validasi data dengan membandingkan antara debit takar dan debit teoritis. Kecepatan rata-rata pada kondisi aliran Q1S0 adalah 46,74 cm/s, Q1S1 sebesar 58,93 cm/s, Q1S2 sebesar 69,52 cm/s, Q1S3 sebesar 81,72 cm/s, dan pada kondisi Q1S4 sebesar 92,60 cm/s. Distribusi kecepatan aliran pada setiap kemiringan memiliki hasil yang berbeda. Distribusi kecepatan di bagian tengah lebih cepat dibandingkan pada bagian tepi saluran flum Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP). Bilangan Froude pada setiap jarak horizontal flum berbanding lurus dengan besarnya nilai kecepatan. Kondisi aliran pada Q1S0 menunjukkan aliran subkritis, kondisi aliran pada Q1S1 menunjukkan peralihan aliran dari subkritis menjadi superkritis. Kondisi aliran pada Q1S2, Q1S3, dan Q1S4 menunjukan kondisi aliran superkritis.
Climate Change Impacts on Rainfall Variability and Adaptive Reservoir Operation in a Multi-Reservoir System Leda, Alexander; Tahir Lopa, Rita; Maricar, Farouk; Karamma, Riswal
Civil Engineering Journal Vol. 11 No. 10 (2025): October
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2025-011-10-08

Abstract

Changes in rainfall patterns driven by climate change have altered the hydrological regime of river basins, creating substantial challenges for water resources management, particularly in the operation of the Batutegi cascade system comprising the Batutegi Dam, Way Sekampung Dam, Argoguroh Weir, Margatiga Dam and Jabung Weir. This study assesses the impacts of climate change on rainfall intensity, dependable flow, and water allocation modeling within the Sekampung River Basin. The analysis employed five rainfall datasets downscaled from the NASA Earth Exchange Downscaled Climate Projections at 30 arc-seconds (NEX-DCP30) and simulated using five CMIP6 models for both the historical period (1980–2014) and future projections (2024–2100). Results indicate that CMIP6 projections reproduce rainfall patterns reasonably well during January–February and May–July, but perform less consistently in March–April and October–November. Most models tend to overestimate the mean annual rainfall. Rainfall variability contributes to pronounced fluctuations in river discharge, particularly during the dry season. Dependable flows show marked changes, especially within the exceedance probability range of Q10% to Q100%. Although an overall increasing rainfall trend is observed, the system is still able to satisfy water demand under the 2023 operating rules, with potential deficits persisting during critical periods. Optimization modeling further demonstrates the necessity of adaptive reservoir operation rules under climate change, which could improve the reliability of meeting multisectoral demands to approximately 80%. These findings underscore the importance of incorporating climate model projections into watershed-based water resources management to strengthen resilience against extreme hydroclimatic variability.