Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

“MOONG MILIH” MONGGANG SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KOMPOSISI KARAWITAN Reinardus Banyu Tegar; Setya Rahdiyatmi Kurnia Jatilinuar; Marsudi Marsudi
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 1 (2023): Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monggang merupakan salah satu gending pakurmatan yang disajikan dalam upacara atau ritual tertentu. Salah satu kegunaan pada sajian gending monggang digunakan untuk penobatan raja, kematian raja, kedatangan tamu penting dan masih banyak lainya. Pada penyajiannya, gending monggang disajikan dengan irama lancar dan irama dadi. Nada yang dimiliki gamelan monggang berjumlah tida dengan laras slendro kagok.Konsep penciptaan karya komposisi karawitan MOONG MILIH  terinspirasi dari salah satu gending pakurmatan yaitu gending monggang. Gending monggang memiliki ciri khas atau keunikan yaitu hanya menggunakan tiga nada dalam sajian komposisinya. Karakter yang keras dan monoton pada gending monggang menjadi daya tarik tersendiri bagi penulis untuk mengembangkan dan mengeksplor pada proses penciptaan karya komposisi monggang. Karakter musikal gamelan monggang yang sora atau keras kemudian dipresentasikan ke dalam sebuah komposisi karawitan.Penciptaan terdiri dari tiga tahapan, yaitu pra garap yang terdiri dari studi pustaka, wawancara, dan diskografi. Tahap kedua yaitu garap yang terdiri dari rangsangan awal, pemunculan ide, tafsir garap, instrumensasi, eksplorasi, dan presentasi musikal. Tahapan yang ketiga yaitu pasca garap. Hasil dari penciptaan ini  yaitu mewujudkan komposisi karawitan yang terinspirasi dari unsur musikal monggang khususnya pada upacara kematian. “MOONG MILIH” MONGGANG AS A COMPOSITION CREATING IDEAS KARAWITANMonggang is one of the pekarmatan pieces which is presented in certain ceremonies or rituals. One of the uses of the gending monggang dish is used for the coronation of kings, the death of kings, the arrival of important guests and many others. At the presentation, gending monggang is presented with smooth rhythms and dadi rhythms. The tone of the gamelan monggang is different from the slendro cagok tunings.The concept of creating the MOONG MILIH karawitan composition was inspired by one of the Pakurmatan pieces, namely the Monggang piece. Gending monggang has a characteristic or uniqueness, namely that it only uses three tones in its composition. The harsh and monotonous character of the Monggang gending is the main attraction for the writer to develop and explore the process of creating monggang compositions. The musical character of the loud or sora monggang gamelan is then presented in a karawitan composition.Creation consists of three stages, namely pre-work which consists of literature study, interviews, and discography. The second stage is working on which consists of initial stimulation, idea generation, interpretation of work on, instrumentation, exploration, and musical presentation. The third stage is post-cultivation. The result of this creation is to create karawitan compositions that are inspired by the musical elements of monggang, especially at funerals.
Pembuatan Kosmetik Berbahan Dasar Kefir sebagai Potensi Usaha di Kelurahan Lembang Kabupaten Majene Sulawesi Barat Taufik Dunialam Khaliq; Nur Saidah Said; Adli Putra Ermanda; Marsudi Marsudi; Deka Uli Fahrodi; Andi Sukma Indah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i2.688

Abstract

Kefir merupakan suatu teknologi pengolahan hasil ternak yaitu susu yang diolah secara fermentasi dengan bantuan Bakteri Asam Laktat (BAL) dan yeast yang dapat diolah menjadi produk kecantikan seperti masker wajah, sabun, yang dapat dijual sehingga menambah penghasilan keluarga. Permasalahan yang dihadapi mitra ibu PKK Kelurahan Lembang yaitu Pertama: Permasalahan SDM; Terbatasnya pengetahuan dan keterampilan ibu PKK karena tidak maksimalnya kegiatan yang meningkatkan kreatifitas; Kedua: Permasalahan Ekonomi; Penurunan penghasilan yang signifikan akibat dampak dari pandemi. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan pengolahan kefir menjadi masker wajah kefir dan sabun kefir serta pelatihan membuat laporan keuangan dan business plan yang sederhana, manajemen kewirausahaan, manajemen keuangan dan manajemen pemasaran. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu penyuluhan partisipatif, pelatihan, pembimbingan dan pendampingan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu meningkatnya persentase pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pembuatan kosmetik berbahan dasar kefir sebanyak 84-92%, persentase pengetahuan mengenai strategi pemasaran meningkat menjadi 89%. Secara umum pelaksanaan kegiatan ini memberikan informasi kepada anggota kelompok PKK bahwa produk hasil ternak khususnya susu bukan saja dapat diolah menjadi bahan makanan namun juga dapat diolah menjadi produk kosmetik seperti masker dan sabun sehingga menjadi peluang usaha untuk menambah penghasilan keluarga.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di BPR Dana Prima Mandiri Kota Tanjungpinang Ananda Putri Sephiani; Eko Murti Saputra; Marsudi Marsudi; Yuritanto Yuritanto; Armansyah Armansyah
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 2: Januari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i2.7027

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dana Prima Mandiri Kota Tanjungpinang. penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yang mana seluruh populasi akan dijadikan sampel penelitian karena populasi dalam penelitian ini kurang dari 100 yaitu sebanyak 50 responden. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis uji kualitas data, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai dengan tingkat signifikansi (0,016 < 0,05), Motivasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai dengan tingkat signifikansi (0,003 < 0,05), Disiplin Kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai dengan tingkat signifikansi (0,002 < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Disiplin Kerja secara bersama-sama Terhadap kinerja Pegawai di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dana Prima Mandiri Kota Tanjungpinang dengan tingkat signifikansi (0,001 < 0,05).
Transformasi Digital dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kabupaten Tangerang Marsudi Marsudi; Agung Setiawan; Khikmawanto Khikmawanto
Majelis: Jurnal Hukum Indonesia Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus : Majelis : Jurnal Hukum Indonesia
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/majelis.v2i3.976

Abstract

Digital transformation is a shift from traditional (manual) working methods to more modern and efficient ways of utilizing technology. This study aims to describe the digital transformation process in population administration services and the supporting and inhibiting factors in Tangerang Regency. The research method uses a qualitative approach. There are three data collection types: observation, interviews, and documentation. While the data analysis used is interactive. The results of the study show that the implementation of digital transformation in population administration services in Tangerang Regency has had a positive impact, especially in accelerating and facilitating access to services. Despite facing challenges such as limited technology, digital literacy, and human resource readiness, the government has taken strategic steps to overcome them. Continued infrastructure support and education programs are the key to success.