Claim Missing Document
Check
Articles

Kebijakan Publik Indonesia dalam Menanggulangi Penyebaran Penyakit Zoonotic Muhammad Fauzan, Nanda; Marsingga, Prilla; Teguh Santoso, Made Panji
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10196

Abstract

Munculnya konsep Keamanan Manusia menggeser fokus studi keamanan internasional menjadi condong kepada manusia, khususnya Keamanan kesehatan dan penanggulangan penyakit menular sering kali dibahas dalam pertemuan internasional. Indonesia berada di wilayah yang rawan akan penyakit menular sehingga diperlukan kebijakan lebih dini dalam upaya penanggulangan penyakit menular, khususnya Zoonotic. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan studi literatur sebagai acuan untuk mendapatkan data yang sesuai melalui buku-buku, artikel ilmiah dan website yang berkaitan dengan masalah dan tujuan penelitian. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kebijakan publik indonesia dalam penanggulangan penyebaran penyakit Zoonotic ada 4, yaitu Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2019, Permenko PMK No. 7 Tahun 2022, Keanggotaan pada Zoonotic Disease Action Package, dan One Health. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Indonesia menjadi negara yang memiliki respon cepat dan tanggap terhadap penanggulangan penyebaran penyakit Zoonotic.
Peran Idol K-Pop dalam Diplomasi Budaya Indonesia Di Korea Selatan (Studi Kasus: Dita Karang “Secret Number”) Komalasari, Apriyani Nur; Rifa’i, Maulana; Marsingga, Prilla
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10538

Abstract

Diplomasi budaya memanfaatkan budaya untuk membangun image di dunia internasional dengan melibatkan tidak hanya aktor non-negara, tetapi aktor non-negara yang memanfaatkan beberapa sektor, diantaranya seni. Keberhasilan Dita Karang sebagai idol K-Pop “Secret Number” merupakan bentuk dari pengaruh penyebaran K-Pop di Indonesia. Namun, hal ini dapat dimanfaatkan. Sebagai idol K-Pop, Dita Karang memperkenalkan budaya Indonesia di Korea Selatan dalam berbagai kesempatan, termasuk seni. Hasil dari tulisan ini bahwa Dita Karang “Secret Number” berkontribusi sebagai aktor non-negara dalam diplomasi budaya Indonesia di Korea Selatan. Dengan memperkenalkan Indonesia melalui budaya tarian tradisional Indonesia meliputi Tari Legong Keraton dan Tari Pendet. Tentu hal ini dapat mendorong nama Indonesia serta budaya Indonesia supaya dikenal di Korea Selatan.
Diplomasi Kolaboratif Anggota Asean dalam Sengketa Maritim di Kawasan Laut Cina Selatan Putri, Dzikra Zhafira; Rifai, Maulana; Marsingga, Prilla
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12647

Abstract

Penelitian ini menggali dan menganalisis ketegangan yang berlangsung terus-menerus di Laut Cina Selatan serta kompleksitas konflik yang melibatkan negara-negara di kawasan tersebut. Fokus utamanya ditujukan pada peran ASEAN sebagai organisasi regional dalam menangani sengketa tersebut, dengan menekankan tanggung jawabnya sebagai mediator dan fasilitator dialog. Dampak regional dari ketegangan ini, khususnya bagi negara-negara Asia Tenggara, menjadi fokus utama artikel ini dengan penekanan pada upaya ASEAN dalam menangani situasi tersebut. Metodologi penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dari jurnal-jurnal dan artikel ilmiah yang relevan dengan sengketa maritim, klaim wilayah, dan peran ASEAN. Penelitian ini tidak melibatkan wawancara langsung, melainkan mengandalkan data yang diperoleh melalui analisis literatur yang komprehensif. Artikel juga menyoroti upaya diplomasi kolaboratif ASEAN dalam menyelesaikan konflik dengan menggunakan mekanisme seperti ASEAN Regional Forum (ARF), "ASEAN Way," dan " Treaty of Amity and Cooperation " (TAC).
Diplomasi Publik Arab Saudi melalui Sepak Bola Sebagai Upaya Diversifikasi Ekonomi Rahmadini, Fanika; Santoso, Made Panji Teguh; Marsingga, Prilla
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12682

Abstract

Diplomasi publik telah menjadi instrumen yang semakin penting bagi negara-negara di seluruh dunia untuk mempromosikan citra positif mereka di mata masyarakat internasional. Arab Saudi, negara yang dikenal dengan ketergantungannya pada sektor minyak, telah mengeksplorasi berbagai cara untuk diversifikasi ekonominya, dan sepak bola muncul sebagai salah satu alat yang potensial dalam upaya ini. Artikel ini membahas bagaimana Arab Saudi menggunakan sepak bola sebagai alat diplomasi publik untuk memperluas citra positifnya di tingkat internasional dan mendukung upaya diversifikasi ekonominya. Melalui studi literatur dan analisis data sekunder, artikel ini mengevaluasi strategi dan program-program yang diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi dalam mempromosikan sepak bola sebagai bagian dari diplomasi publiknya. Ditemukan bahwa Arab Saudi telah mengadopsi pendekatan yang komprehensif, termasuk investasi dalam klub-klub sepak bola, penyelenggaraan turnamen internasional, dan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur olahraga. Meskipun masih ada beberapa tantangan dan kritik terkait dengan dampak sosial dan politik dari inisiatif ini, namun langkah-langkah ini menunjukkan potensi yang signifikan dalam mendukung upaya diversifikasi ekonomi negara tersebut melalui promosi citra positif di kancah internasional. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang peran sepak bola dalam diplomasi publik dan diversifikasi ekonomi di Arab Saudi, serta implikasi kebijakan yang relevan untuk negara-negara lain yang mengadopsi strategi serupa.
Respon Negara Liga Arab dalam Isu Pelanggaran HAM pada Perang Israel - Palestina Sarah, Junia; Santoso, Made Panji Teguh; Marsingga, Prilla
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12686

Abstract

Palestina merupakan anggota dari pertubuhan Liga Arab yang merupakan organisasi antar bangsa Arab dari Timur Tengah dan Afrika Utara . Dalam Konflik Palestina - Israel , Israel berusaha penuh menduduki wilayah Palestina dengan sokongan negara-negara kuat seperti Amerika ,Inggris dan Prancis . Hal ini lah yang membuat respon Liga Arab mengecam keras atas segala tindakan-tindakan Israel yang selalu berusaha mendirikan pertubuhan bangsa Yahudi di Palestina . Konflik yang menyebabkan perang berkepanjangan ini telah mencuri perhatian dunia di karenakan selain perang ini mencetus sejarah perang terpanjang , perang Palestina - Israel juga banyak sekali menjatuhkan korban. Penulisan ini merujuk kepada metode Kualitatif yang menyimpulkan dengan berdasarkan analisa artikel serta data yang didapat . Liga Arab telah memberikan berbagai solusi jalan keluar perdamaian serta melakukan boikot segala bentuk transaksi terhadap Israel bertujuan agar Israel menyudahi segala bentuk pertubuhan di wilayah Palestina . Penduduk kedua belah pihak maupun Dunia sangat mengharapkan perdamaian tercapai dan perang ini segera berakhir. Namun , segala bentuk kesepakatan atau pun perjanjian hingga saat ini terus dilanggar.
Pengaruh Organisasi Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan (BRICS) dalam Kerja sama Ekonomi Global Nurifqi, Muhammad Wilda; Lubis, Flori Mardiani; Marsingga, Prilla
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12806

Abstract

Pada era globalisasi ekonomi, kelompok negara BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan) telah muncul sebagai kekuatan ekonomi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh BRICS dalam kerja sama ekonomi global melalui analisis keterlibatannya terhadap perdagangan internasional, sistem keuangan internasional, dan dinamika kebijakan global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis secara deskriptif pada data sekunder tentang perdagangan dan investasi dari periode waktu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BRICS memiliki dampak yang substansial dalam mengubah pola perdagangan internasional, dengan peningkatan signifikan dalam pangsa pasar global mereka. Dalam konteks kebijakan global, BRICS juga memainkan peran penting dalam reformasi lembaga-lembaga keuangan internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Negara-negara anggota BRICS telah memperjuangkan representasi yang lebih adil dan pengaruh yang lebih besar bagi negara-negara berkembang dalam lembaga-lembaga ini. Meskipun BRICS telah memberikan kontribusi positif dalam ekonomi global, tantangan dan ketidakpastian juga muncul, seperti perbedaan dalam kebijakan ekonomi dan geopolitik antara anggotanya. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau evolusi BRICS dan dampaknya terhadap dinamika ekonomi global, sehingga kebijakan yang tepat dapat dirumuskan untuk mengoptimalkan manfaat dan mengatasi potensi risiko yang mungkin timbul.
Diplomasi Ekonomi Indonesia-China: Studi Kasus Kerjasama Kereta Cepat Jakarta-Bandung Zubair, M. Ferry; Argenti, Gili; Marsingga, Prilla
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19949

Abstract

Pada tahun 2013, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengumumkan kebijakan ekonomi yang ambisius, salah satunya adalah One Belt One Road (OBOR) yang menarik perhatian beberapa negara, termasuk Indonesia. Diplomasi ekonomi Indonesia menjadi kunci dari perjanjian kerja sama kereta cepat Indonesia-Tiongkok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan diplomasi ekonomi Indonesia dan Tiongkok melalui kerja sama kereta cepat Jakarta-Bandung. Metode yang digunakan dalam penulisan jurnal ini adalah metode kualitatif deskriptif. Metode ini mengumpulkan data berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan jurnal ini adalah metode penelitian kepustakaan, yaitu mengumpulkan data dari buku-buku, jurnal ilmiah, dokumen, media massa, laporan dari lembaga pemerintah dan nonpemerintah, dan sumber lainnya. Kerja sama kereta cepat Jakarta-Bandung antara Indonesia dan Tiongkok merupakan salah satu proyek yang dilaksanakan dalam kerangka Belt and Road Initiative (BRI) yang digagas Presiden Xi Jinping. Indonesia juga melihat peluang dalam kerja sama ini untuk meningkatkan infrastruktur dan meningkatkan konektivitas di dalam negeri. Tiongkok dipilih sebagai mitra karena bersedia berinvestasi tanpa jaminan dari pemerintah. Diplomasi ekonomi dapat dilihat dari bagaimana upaya Indonesia dalam mendekatinya melalui dialog forum internasional untuk mendatangkan investor asing, seperti Perjanjian Kerja Sama Kereta Cepat Indonesia-Tiongkok. Melalui kerja sama ini, diharapkan akan terjadi pertumbuhan ekonomi, peningkatan konektivitas, serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara kedua negara.
Sumber Konflik Perang Sipil Myanmar Pasca Kudeta Militer Tahun 2021 Annisa Febrianti Putri Indrasari; Taufik Muhammad Ramadhan; Prilla Marsingga
Journal of Integrative International Relations Vol. 8 No. 2 (2023): November
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2023.8.2.98-114

Abstract

The research was intended to find out why the civil war in Myanmar was possible, by trying to identify the sources of the conflict of the post-military coup in 2021. Using a framework of human needs theories developed by John Burton as the chief analysis tool. The theory provides the framework for understanding conflict resolution and peace development by emphasizing the importance of governments to meet the basic needs of their individual citizens. When it comes to the theory of conflict resolution, research that uses a thorough approach to meeting aspects of human need remains rare. The study shows that the source of Myanmar's civil war conflict proved unable to be contained after a military campaign in 2021 caused by various factors, with the failure to meet the basic human need for continued peace and stability. Systematic violations of security, identity, recognition and participation by the military junta have intensified the cycle of conflict, suffering poverty and food among Myanmar's civilians. Meeting these basic human needs is essential to achieving continued peace and reconciliation in myanmar. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu mengapa perang sipil di Myanmar bisa terjadi, dengan berusaha mengidentifikasi sumber-sumber konflik nya pasca-kudeta militer di tahun 2021. Dengan menggunakan kerangka teori-teori Kebutuhan Dasar Manusia (Human Needs Theory) yang dikembangkan oleh John Burton sebagai alat analisis utama. Teori tersebut memberikan kerangka kerja untuk memahami resolusi konflik dan pembangunan perdamaian dengan menekankan pentingnya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar individu warga nya. Jika berbicara mengenai teori resolusi konflik, penelitian yang menggunakan pendekatan menyeluruh pada pemenuhan aspek kebutuhan dasar manusia masih jarang dilakukan. Penelitian ini menunjukkan, sumber konflik Perang sipil Myanmar terbukti tak lagi bisa dibendung pasca kudeta militer pada tahun 2021 yang disebabkan oleh berbagai faktor, dengan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yang mendasar untuk mencapai perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan. Pelanggaran sistematis terhadap keamanan, identitas, pengakuan, dan partisipasi oleh junta militer telah memperparah siklus konflik, penderitaan kemiskinan dan pangan di antara rakyat sipil Myanmar. Memenuhi kebutuhan dasar manusia ini merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai perdamaian dan rekonsiliasi yang berkelanjutan di Myanmar
PERAN PEREMPUAN DALAM PEACEBUILDING KONFLIK DI SURIAH: TANTANGAN DAN PELUANG DALAM RESOLUSI KONFLIK Mayza Ariella Nurandriyanti; Prilla Marsingga
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan dalam peacebuilding di Suriah, sebuah negara yang telah mengalami konflik berkepanjangan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap berbagai sumber sekunder, penelitian ini mengidentifikasi bahwa perempuan di Suriah menghadapi tantangan besar, termasuk kekerasan berbasis gender, kurangnya representasi, serta keterbatasan akses terhadap pendidikan dan sumber daya. Meskipun demikian, mereka tetap berperan aktif dalam berbagai inisiatif perdamaian, baik melalui komunitas akar rumput, jaringan solidaritas, maupun advokasi global.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran perempuan dalam peacebuilding di Suriah perlu diperkuat melalui kebijakan inklusif yang mendukung partisipasi mereka dalam proses resolusi konflik. Dengan meningkatkan akses terhadap pendidikan, kesempatan ekonomi, serta keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan, perempuan dapat berkontribusi lebih efektif dalam menciptakan perdamaian yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih komprehensif dan berbasis gender diperlukan dalam upaya rekonstruksi pascakonflik di Suriah.
Co-Authors Abda Abda Abdul Asha Syahdad Ade, Pinto Rahmat Akmal, Mochamad Aliyayahya, Fara Amelia, Givenchy Citra Amelia, Winda Anggoro, Catur Wisnu Annisa Febrianti Putri Indrasari Argenti, Gili Argenti, Gili Aulia, Chisty Aulia, Muhamad Dava Aulia, Yolanda Putri Azzahra, Naila Putri Cahyani, Agista Nur Chrishanum, Nadila Darel Farros Kurniawan Dhiaulhaq, Sultan Egy Ferdian Elvira Ramdayanti Eva Monica Eva Monica Eva Monica, Eva Monica Faridah, Silvia Nurhaliza Ferdian, Egy Firdaus, Muhammad Fadhil Fitriyanti, Andini Aulia Gili Argenti Gili Argenti Gilli Argenti Hanny Purnamasari Komalasari, Apriyani Nur Lisa Novita Hartanti Lubis, Flori Mardiani Made Panji Teguh Santoso Maharanie, Popy Maudina, Jeanita Seilia Maulana Rifai Maulana Rifai Mayza Ariella Nurandriyanti Muchamad Nauval N S Muhammad Fauzan, Nanda Muhammad Wilda Nurifqi Nadila Chrishanum Nafisah Ikbar Fadhilah Nanda Galih Saputra Nindya Ellise Nurifqi, Muhammad Wilda Nurul Hichmah Pramudya, Fathur Rizky Pratama, Dafa Wisuda Pratama, Tio Purnamasari, Hanny Putri, Dzikra Zhafira Putri, Fannissa Melya Puziah, Dini Septi Rachmania Dwi Septiana Rahmadini, Fanika Rahmat Hidayat Rifai, Maulana Rifa’i, Maulana Safiqri, Farhan Afif Sandra Mutiara Pratiwi Santosa, Annisa Ramadhani Santoso, Made Panji Teguh Sarah, Junia Serrafona, Bethany Setyani, Nindi Nurfahmi Setyowati, Kinanti Diah Ayu Sitorus, Lydia Angelica Solihah, Alfiyana Sopyani, Indah Taufik Muhammad Ramadhan Teguh Santoso, Made Panji Umul, Nazwatul Fathi Waldy, Bryan Alexander Wardah, Sofia Yasmin Alya Salsabila Yosia, Aldo Zahra, Nazhifah Zubair, M Ferry Zubair, M. Ferry