Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Dimensi Locus Of Control terhadap Prestasi Kerja Remaja yang Bekerja di Multi-Level Marketing (MLM) di Bali Ni Made Puspitasari; Komang Rahayu Indrawati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p18

Abstract

Perusahaan multi-level marketing dewasa ini berkembang sangat pesat. Perusahaan MLM kini tidak hanya menjaring orang dewasa sebagai anggotanya, tetapi juga menjaring remaja yang ingin mulai mengenal dunia kerja. Salah satu hal yang memengaruhi prestasi kerja di perusahaan MLM adalah locus of control. Locus of control merupakan keyaninan seseorang terhadap penyebab peristiwa-peristiwa yang terjadi di hidupnya. Locus of control berperan dalam menentukan prestasi kerja anggota MLM. Salah satu cara untuk meningkatkan prestasi kerja anggota MLM adalah dengan meningkatkan locus of control dalam diri remaja yang bekerja di perusahaan MLM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara locus of control dengan prestasi kerja remaja yang bekerja di perusahaan MLM. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis regresi sederhana. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 78 orang. Teknik pengambilan sample dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukan koefisien regresi internal sebesar 11,619, powerfull other sebesar -14,210 dan chance sebesar -12,316. Hasil tersebut menunjukan adanya hubungan antara dimensi locus of control terhadap prestasi kerja. Kata kunci: locus of control, prestasi kerja, remaja, bekerja, perusahaan multi-level marketing (MLM)
Perbedaan Keterikatan Kerja berdasarkan Generasi Kerja Karyawan pada Perusahaan Berkonsep THK ditinjau dari Etos Kerja Putu Ratih Puspita Adi; Komang Rahayu Indrawati
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Perubahan yang paling hangat diperbincangkan di dunia kerja adalah adanya percampuran dan pengelolaan dari tiga generasi kerja karyawan yaitu, generasi Boomers, generasi X, dan generasi Y. Fenomena banyak generasi di dunia kerja tersebut menimbulkan perdebatan mengenai perbedaan etos kerja dan keterikatan kerja diantara generasi kerja karyawan. Adapun peraturan di Bali yang mewajibkan perusahaan yang bergerak pada industri pariwisata untuk menerapkan konsep Tri Hita Karana (THK). Konsep THK merupakan dimensi hidup orang Bali yang menyelaraskan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterikatan kerja berdasarkan generasi kerja karyawan pada perusahaan berkonsep THK ditinjau dari etos kerja. Sampel penelitian diambil secara acak dengan metode two-stage cluster sampling hingga mendapatkan 120 sampel dari 10 perusahaan berkonsep THK di Denpasar. Subjek penelitian terdiri dari 34 karyawan dari generasi Boomers (kelahiran tahun 1946-1964), 43 karyawan dari generasi X (kelahiran tahun 1965-1980), dan 43 karyawan dari generasi Y (kelahiran tahun 1981-2000). Instrumen dalam penelitian ini adalah skala keterikatan kerja dan skala etos kerja. Hasil analisis ancova menunjukkan ada perbedaan keterikatan kerja berdasarkan generasi kerja karyawan ditinjau dari etos kerja. Perbedaan keterikatan kerja dan etos kerja ditinjau dari generasi kerja karyawan menggunakan analisis uji komparasi anova, yang menunjukkan tidak ada perbedaan keterikatan kerja berdasarkan generasi kerja karyawan di perusahaan berkonsep THK, dan ada perbedaan etos kerja berdasarkan generasi kerja karyawan diperusahaan berkonsep THK. Hasil analisis regresi menunjukkan adanya hubungan fungsional antara keterikatan kerja dan etos kerja. Kata kunci: Keterikatan Kerja, Etos Kerja, Generasi Kerja Karyawan, Perusahaan Berkonsep Tri Hita Karana
Hubungan Antara Work-Life Balance dengan Komitmen Organisasi Perempuan Bali yang Bekerja pada Sektor Formal Kadek Githa Garsani Pandan Rini; Komang Rahayu Indrawati
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Perkembangan dunia usaha yang sangat pesat membuat organisasi membutuhkan sumber daya manusia yang dapat menampilkan performa kerja yang baik dan berkomitmen terhadap organisasi. Di sisi lain, perempuan Bali di dalam kehidupannya memiliki beberapa peran dan kedudukan, yaitu peran reproduktif, peran sosial, dan peran produktif. Dengan demikian, perempuan Bali yang bekerja membutuhkan adanya work-life balance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-life balance dengan komitmen organisasi perempuan Bali yang bekerja pada sektor formal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah multistage random sampling. Responden dalam penelitian ini adalah perempuan Bali yang telah berkeluarga yang bekerja pada sektor formal di Kotamadya Denpasar sebanyak 115 orang. Alat ukur dalam penelitian ini yaitu skala work-life balance dan skala komitmen organisasi. Hasil analisis menggunakan regresi linier sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah hubungan yang positif antara work-life balance dengan komitmen organisasi perempuan Bali yang bekerja pada sektor formal. Kata kunci: work-life balance, komitmen organisasi, perempuan Bali, sektor formal
Peran kecerdasan sosial dan orientasi masa depan terhadap kesiapan kerja siswa SMK di Bali Ni Putu Angelina Nanda Devi Pertiwi; Komang Rahayu Indrawati
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Pendidikan (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Kesiapan kerja merupakan keinginan dan kemampuan individu untuk melakukan suatu pekerjaan yang didasari oleh keserasian antara keterampilan dan pengetahuan untuk mendapatkan serta mempertahankan pekerjaan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh data dari Badan Pusat Statistik (2018) yang menyebutkan angka pengangguran SMK merupakan yang tertinggi yaitu sebesar 8,92%. Angka ini menandakan terdapat ketidaksesuaian kompetensi lulusan siswa SMK padahal lulusan SMK merupakan lulusan yang dirancang untuk siap kerja. Hal ini membuat penelitian terkait kesiapan kerja perlu untuk dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran kecerdasan sosial dan orientasi masa depan terhadap kesiapan kerja. Subjek dalam penelitian ini adalah 463 siswa SMK di Bali yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kesiapan kerja, skala kecerdasan sosial, dan skala orientasi masa depan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,605, nilai koefisien determinasi sebesar 0,366 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel kecerdasan sosial sebesar 0,448 dan orientasi masa depan sebesar 0,232. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan sosial dan orientasi masa depan secara bersama-sama berperan meningkatkan taraf kesiapan kerja siswa SMK di Bali. Kata Kunci: kecerdasan sosial, kesiapan kerja, orientasi masa depan, siswa SMK
Gambaran celebrity worship pada penggemar K-Pop usia dewasa awal di Bali Dyana Putri Kristina Sintya Dewi; Komang Rahayu Indrawati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p08

Abstract

Celebrity worship merupakan suatu kecenderungan untuk memformulasikan kedekatan dengan seorang idola, yang mengarah kepada perilaku disfungsional (Rojek, 2012). Berdasarkan fakta di lapangan, diketahui bahwa pada penggemar K-Pop usia dewasa awal masih terlibat dalam celebrity worship. Hal tersebut terlihat dari berbagai aktivitas yang dilakukan penggemar K-Pop usia dewasa awal untuk menunjukkan ekspresi cinta kepada idola K-Pop yang terkadang dianggap terlalu berlebihan, obsesif, delusif, dan posesif. Celebrity worship berpotensi menghambat perkembangan usia dewasa awal untuk membangun hubungan intim dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran celebrity worship pada penggemar K-Pop Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendektan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan pengumpulan bahan visual pada empat penggemar K-Pop Bali. Seluruh responden berjenis kelamin perempuan dan berusia antara 21-22 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa celebrity worship mencakup alasan menyukai idola, motivasi pengidolaan, dan aktivitas pengidolaan. Hasil penelitian juga menemukan bentuk baru dari celebrity worship, yaitu supportive idolization pada penggemar K-Pop usia dewasa awal di Bali. Kata kunci: Celebrity worship, dewasa awal, k-pop.
Pengaruh trait kepribadian dan kualitas kehidupan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bali Ratna Dewi Santosa; Komang Rahayu Indrawati
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan salah satu sumber daya manusia yang memegang peranan penting dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, namun pada kenyataannya PNS masih saja melakukan pelanggaran dalam menjalankan tugas. PNS yang memiliki Organizational Citizenship Behavior (OCB) saat ini sangat diperlukan dalam setiap instansi pemerintah guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Adapun faktor-faktor yang dipertimbangkan dapat memberikan pengaruh terhadap OCB dan menjadi fokus dalam penelitian ini adalahtrait kepribadian dan kualitas kehidupan kerja.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahuipengaruh trait kepribadian dan kualitas kehidupan kerja terhadap OCB pada PNS di Bali. Sampel penelitian ini diambil secara acak dengan metode cluster sampling dengan jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 133 PNS dari instansi pemerintah pada kota Denpasar, kabupaten Badung, dan kabupaten Gianyar. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala trait big five personality, skala OCB, dan skala kualitas kehidupan kerja. Hasil analisis ANCOVA menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh trait kepribadian dan kualitas kehidupan kerja terhadap OCB pada PNS di Bali. Perbedaan ­trait kepribadianterhadap OCB dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa ada perbedaan OCB yang dimunculkan ditinjau dari trait kepribadian, namun perbedaan hanya pada trait conscientiousness dan emotional stability. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja memberikan pengaruh yang signifikan terhadap OCB.
Peran konsep diri dan konformitas terhadap keputusan pembelian make up pada mahasiswa perempuan Sagung Agung Diah Pradnya Handayani; Komang Rahayu Indrawati
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Data kementrian perindustrian (2016) menyatakan bahwa pertumbuhan pasar kosmetik meningkat rata-rata mencapai 9,67% per tahun dalam enam tahun terakhir (2009-2015). Hal tersebut berarti minat masyarakat untuk memenuhi kebutuhan kosmetik meningkat. Salah satu yang bagian dari kosmetik adalah make up. Penggunaan make up identik dengan kaum perempuan. Kini make up yang tersedia dijual dalam berbagai macam bentuk dan fungsi. Setiap orang sebelum membeli produk pasti melewati tahap keputusan pembelian. Keputusan pembelian penting dilakukan agar mendapatkan produk yang sesuai dengan keinginan. Usia 18 tahun dianggap sebagai usia yang tepat dalam menggunakan produk make up. Pada penelitian ini mahasiswa perempuan berusia 18-21 tahun berada pada tahap perkembangan remaja. Remaja saat melakukan pembelian produk biasanya memperhatikan gambaran diri yang berkaitan dengan konsep diri dan mengikuti teman kelompoknya berkaitan dengan konformitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran antara konsep diri dan konformitas terhadap keputusan pembelian make up pada mahasiswa perempuan. Subjek penelitian ini sebanyak 110 orang mahasiswa perempuan. Teknik sampling dalam penelitian ini yaitu cluster random sampling. Metode analisis regresi berganda menunjukkan R square = 0,094 dan adjusted R square sebesar 0,075. Hal ini menunjukkan bahwa variabel konsep diri dan konformitas memberikan peran sebesar 9,4% terhadap keputusan pembelian. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan konsep diri dan konformitas, secara bersama-sama berperan terhadap keputusan pembelian.
Pengaruh kecerdasan emosional dan stres kerja terhadap motivasi kerja pada perempuan bekerja di Bali Desta Natalia Christy Pardede; Komang Rahayu Indrawati
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Motivasi kerja merupakan daya dorong yang memunculkan dan mengarahkan perilaku pada suatu perbuatan atau pekerjaan pada upaya nyata untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah perempuan yang terdorong untuk bekerja. Motivasi kerja dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Faktor ekternal yang memengaruhi motivasi kerja salah satunya adalah stres kerja. Stres kerja merupakan beban akibat pekerjaan dan lingkungan kerja. Stres kerja dapat mempengaruhi kondisi mental, fisik dan proses berfikir. Faktor internal yang memiliki pengaruh terhadap motivasi kerja adalah kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk mengenali emosi diri dan orang lain, dan menggunakan kemampuan ini untuk memotivasi diri dan berhubungan dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional dan stres kerja terhadap motivasi kerja pada perempuan bekerja di Bali. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuisioner skala kecerdasan emosional, skala stres kerja dan skala motivasi kerja. Hasil dari uji analisis regresi ganda menunjukkan nilai R=0,853 (p<0,05) dan nilai R square=0,728, yang berarti kecerdasan emosional dan stres kerja berkontribusi efektif sebesar 72,8% terhadap motivasi kerja pada perempuan bekerja di Bali. Koefisien beta terstandarisasi dari kecerdasan emosional menunjukkan nilai sebesar 0,142 (p>0,05) yang berarti bahwa kecerdasan emosional tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja. Koefisien beta terstandarisasi dari stres kerja menunjukkan nilai sebesar -0,789 (p<0,05) yang berarti bahwa stres kerja berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi kerja.
Peran work-life balance dan dukungan sosial terhadap stres kerja pada perempuan Bali yang bekerja di hotel bintang 4 di Kabupaten Badung Made Anandari Ayu Putri Pucangan; Komang Rahayu Indrawati
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Badan Pusat Statistik (2017) menyebutkan angka tertinggi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Badung menurut lapangan usaha berada pada bidang akomodasi (perhotelan) serta makan dan minum. Data tersebut didukung oleh data Badan Pusat Statistik (2018) dimana angka jumlah hotel dan tingkat okupansi tertinggi berada pada hotel bintang 4 di Kabupaten Badung yang memperlihatkan tingginya angka penyerapan tenaga kerja, termasuk para perempuan Bali. Perempuan Bali yang telah menikah akan menjalankan peran reproduktif, peran produktif, dan peran sosial sehingga dituntut untuk menyeimbangkan perannya agar tercapai work-life balance dan membutuhkan dukungan sosial dari sekitarnya dalam menghadapi stres kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran work-life balance dan dukungan sosial terhadap stres kerja perempuan Bali yang bekerja di hotel bintang 4 di kabupaten Badung. Subjek dalam penelitian ini adalah 120 orang perempuan Bali yang bekerja di hotel bintang 4 di kabupaten Badung, dipilih dengan teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala stres kerja, skala work-life balance, dan skala dukungan sosial. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,745, nilai koefisien determinasi sebesar 0,554 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel work-life balance sebesar -0,335 dan variabel dukungan sosial sebesar -0,423. Hasil tersebut menunjukkan bahwa work-life balance dan dukungan sosial secara bersama-sama berperan menurunkan tingkat stres kerja perempuan Bali yang bekerja di hotel bintang 4 di Kabupaten Badung.
Peranan kualitas persahabatan dan kecerdasan emosional pada kebahagiaan remaja Cherista Dinda Lana; Komang Rahayu Indrawati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2021.v08.i01.p10

Abstract

Remaja mengalami berbagai tantangan dalam menjalani fase perkembangannya sebagai seorang remaja, dengan adanya perubahan pada aspek biologis, kognitif, dan sosio-emosionalnya. Remaja yang memiliki kesehatan mental yang baik dapat menghadapi masa remaja dengan adaptif, dimana kesehatan mental merupakan anteseden dari kebahagiaan. Kebahagiaan yang dimiliki remaja dapat membantu remaja dalam melewati masa transisinya ini. Studi pendahuluan yang dilaksanakan oleh peneliti menemukan bahwa kebahagiaan remaja dapat berasal dari hubungan dengan orang terdekat seperti sahabat, keluarga, dan pacar serta remaja membutuhkan regulasi emosi yang baik untuk menstimulasi munculnya emosi positif. Penelitian ini ialah penelitian kuantitatif guna melihat peran kualitas persahabatan dan kecerdasan emosional terhadap kebahagiaan remaja di Indonesia. Subjek penelitian sebanyak 265 remaja berusia 12-30 tahun yang dipilih secara acak melalui media online (google form). Alat ukur penelitian ini meliputi skala kualitas persahabatan dengan reliabilitas 0,918, skala kecerdasan emosional dengan reliabilitas 0,859 dan skala kebahagiaan dengan reliabilitas 0,925. Hasil uji regresi berganda menunjukkan bahwa kualitas persahabatan dan kecerdasan emosional secara bersamaan memiliki peranan sebesar 50,9% terhadap kebahagiaan remaja. Penelitian ini juga mngindikasikan remaja pada usia 18-20 tahun memiliki tingkat kualitas persahabatan yang lebih tinggi daripada remaja pada usia 12-15 tahun.