Claim Missing Document
Check
Articles

Pengalaman Work-life Balance Perempuan Bali yang Bekerja di Masa Pandemi Covid-19 Ida Bagus Made Pradnyapradipa; Komang Rahayu Indrawati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i02.p05

Abstract

Perempuan Bali bekerja di sektor formal memiliki tantangan akibat dari beragam peran dan tuntutan yang harus dipenuhi. Memiliki peran pekerjaan, adat, dan keluarga pada perempuan Bali membuatnya rentan mengalami konflik peran terlebih di masa pandemi covid-19 yang memberikan berbagai perubahan. Adanya konflik peran menjauhkan perempuan Bali dari work-life balance. Work-life balance merupakan kondisi yang berkaitan dengan keseimbangan keterlibatan dan kepuasan pada ranah pekerjaan dan urusan diluar pekerjaan. Kegagalan mencapai work-life balance pada perempuan Bali memicu stres dan mempengaruhi kepuasan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengalaman work-life balance perempuan Bali yang telah berkeluarga dan bekerja pada sektor formal di masa pandemi covid-19. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling sehingga didapatkan empat perempuan Bali yang bekerja pada sektor formal di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan wawancara semi terstruktur. Teknik analisis yang digunakan adalah interpretative phenomenological analysis/IPA yang bertujuan menginterpretasi bagaimana responden memberi arti pada pengalamannya, sehingga peneliti berfokus pada pengalaman unik masing-masing responden dan bagaimana keunikan saling terhubung. Hasil penelitian ini terdiri dari tiga tema induk yaitu interaksi ancaman dan peluang di masa pandemi covid-19, Balinese Women’s Agility Roles, dan kepuasan diri. Balinese Women’s Agility Roles adalah temuan utama yang paling banyak berkontribusi pada pengalaman work-life balance melalui pengalaman konflik peran, harapan keseimbangan, dampak konflik peran, dan faktor pendukung mengatasi konflik.
Penyesuaian Diri Orangtua dalam Mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Belajar dari Rumah selama Pandemi Covid-19 Anita Agustina; Komang Rahayu Indrawati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i02.p06

Abstract

Pandemi COVID-19 memberikan dampak besar bagi bidang pendidikan. Pemerintah melakukan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dengan menerbitkan kebijakan belajar dari rumah. Belajar dari rumah memberikan tuntutan bagi semua orangtua terlebih orangtua ABK untuk meluangkan waktu dan tenaga ekstra mendampingi anak belajar di rumah. Orangtua perlu melakukan penyesuaian diri untuk menghadapi kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyesuaian diri yang dilakukan orangtua selama mendampingi ABK belajar dari rumah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Responden penelitian ini adalah orangtua dari anak dengan ADHD dan Asperger’s Disorder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian diri yang dilakukan orangtua meliputi aspek koping, self-knowledge, dan komunikasi interpersonal. Orangtua dari anak ADHD cenderung menggunakan emotional focused coping yang kurang efektif dilihat dari perilaku yang muncul yaitu membentak, menangis, memukul, dan memilin telinga ABK. Orangtua dari anak dengan Asperger’s Disorder mampu mengendalikan diri dan menggunakan strategi koping yang efektif. Self-knowledge yang dimiliki tentang dirinya dan ABK membantu orangtua dari anak Asperger’s Disorder melakukan penyesuaian. Kedua orangtua mampu menjalin komunikasi interpersonal yang baik dengan semua pihak yang terlibat dalam proses belajar dari rumah. Faktor-faktor yang memengaruhi penyesuaian diri orangtua yaitu kondisi fisik orangtua, dukungan sosial, dan pengalaman masa lalu.
PENGARUH DIMENSI LOCUS OF CONTROL TERHADAP STRES KERJA PADA KARYAWAN PERANTAU I Gusti Ayu Mirah Eka Putri; Komang Rahayu Indrawati
JEBIMAN : Jurnal Ekonomi, Bisnis, Managemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 5 (2025)
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The limited availability of employment opportunities has led to intense competition within society, prompting individuals to seek solutions through migration to other cities. One of the main challenges faced by migrant workers is work stress, which can be caused by excessive workloads that individuals are unable to manage effectively. This study aims to examine the effect of locus of control on the level of work stress among migrant employees. The research employed a quantitative approach with a survey design, in which data were collected through an online questionnaire that had been tested for validity and reliability. A simple linear regression analysis revealed a very strong and significant relationship between locus of control and work stress (R = 0.760; R² = 0.578), with the regression equation Y = 26.682 + 0.327X. These results indicate that each one-unit increase in locus of control contributes to a 0.327-unit increase in work stress. This finding supports the theory that individuals’ perceptions of control over their lives influence their psychological burden in adapting to new work environments.