Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Anomali Bahasa dan Budaya di Era Pandemi Covid-19 Farida Maricar; Nurfani Nurfani
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 7 No 1 (2021): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.568 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguraikan dampak COVID-19 terhadap bahasa dan kebudayaan masyarakat, khususnya di Ternate. Pada aspek bahasa ada anomali-anomali yang muncul sebagai akibat dari masyarakat mempercakapkan sebab akibat dari deraan virus ini. Sementara pada aspek kebudayaan, ada kebiasaan baru yang menyimpang dari kebiasaan keseharian masyarakat. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menguraikan sejumlah anomali bahasa yang tejadi atau menyebar di masyarakat Kota Ternate. Pada anomali bahasa, maksim yang paling menonjol adalah maksim relevansi karena ketidakselarasan yang dibangun sebagai bentuk anomali pada dasarnya dipahami oleh penutur dan mitra tutur. Sementara tujuan anomali bahasa yang banyak dijumpai adalah imbauan, sindiran, ejekan, dan gurauan. Untuk anomali budaya, ditemukan banyak tindakan yang tidak selaras dengan kebiasaan dan adat-istiadat masyarakat sehari-hari. Fenomena jabat tangan, penggunaan masker, larangan bersilaturahmi, ketiadaan tahlilan pada saat orang meninggal, penolakan pemakaman, sekolah dengan metode virtual, dan lain-lainnya adalah bentuk-bentuk anomali kebudayan karena sikap dan tindakan itu tidak selaras dengan kebiasaan masyarakat umumnya. Untuk tujuan anomali kebudayaan, masyarakat terpaksa harus melakukan tindakan yang tidak sebanding dengan praktik kebudayaan sehari-hari karena masyarakat perlu mengadaptasi pandemi yang mengancam.
THE KINSHIP GREETING OF THE SUSUPU COMMUNITY IN WEST HALMAHERA REGENCY Rahma Djumati; Farida Maricar
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 15, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v15i1.27937

Abstract

This study aimed to describe many greetings forms found in Susupu community. The research method applied in this study was a descriptive qualitative method, because this study described data by words not numbers. This research was conducted in Susupu village, West Halmahera regency. The research informants were the greeting users, both in the nuclear family or in non-nuclear family. The data collection technique was consisted of a direct observation at the local community, interviews, and questionnaire filling (50 questions), recording, and taking notes in observing the form and usage of greetings. The result of the study indicated there are several forms of greeting used by Susupu community which included name abbreviation for addressing their biological mother and father; the foreign language influence in greeting forms; and abbreviation name for addressing the grandfather. These types of greetings were applied depending on the different generation according to the birth year. At present time, these greetings are still applied in the family also in the younger generation of the Susupu community. 
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT TERNATE DALAM KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA TERNATE HUDAN IRSYADI; FARIDA MARICAR
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i1.4940

Abstract

Studi ini akan mendiskusikan Kearifan Lokal Masyarakat Ternate dalam Kebijakan Pemerintah Kota Ternate. Fakus dalam studi ini adalah untuk melihat sejauah turunan dari sebuah kebijakan yang diimplementasikan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Walikota (Perwali). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan analisis deskripsi kental (thick description), yang bertujuan mengkaji nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Ternate yang terimplementasi dalam kebijakan pemerintah Kota Ternate.Temuan dalam penelitian ini menyebutkan terkait Peraturan-peratuan Daerah (Perda) Pemerintah Kota Ternate dan Peraturan Walikota (Perwali) Ternate. Kearifan lokal adalah ciri khas dan nilai budaya dalam suatu masyarakat lokal yang diturunkan dari generasi ke generasi dan dipercayai sebagai bagian dari identitas. Oelnya itu, masyarakat Ternate umumnya menyebut dengan kebudayaan daerah. Dalam sejarah, wilayah Ternate merupakan sebuah kerajaan Islam yang tentunya mempunyai nilai-nilai budaya yang berkembang luas di masyarakat. Semisal pepatah atau petitih yang termanifestasi dalam dolabololo, dalil tifa, dalil, moro, tamsil atau pun juga pada cerita rakyat masyarakat Ternate. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi terkait pentingnya fungsi kearifan lokal atau kebudayaan dalam suatu pembangunan daerah, yang selanjutnya dibijaki dalam sebuah peraturan daerah atau regulasi. Kata Kunci: kearifan lokal, masyarakat Ternate, kebijakan, pemerintah daerah
Bahasa Sampah di Tempat Bukan Sampah (Kajian Sosiolinguistik) Rudi Tawari; Nurfani Nurfani; Farida Maricar
Humanitatis : Journal of Language and Literature Vol 9 No 1 (2022): Humanitatis: Journal of Language and Literature
Publisher : LPPM Universitas Bumigora Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/humanitatis.v9i1.2413

Abstract

This article aims to describe the phenomenon of using language in making a ban on throwing garbage by the people of Ternate. The prohibitions on throwing garbage in the form of boards or announcements are scattered in various locations in Ternate City. Data on this prohibition is limited to the community, not offices. Data collection is done by observing directly at locations where there is a prohibition on throwing garbage. Meanwhile, the data related to the public's views on the board or banner for the prohibition of throwing garbage was carried out in two ways, namely direct interviews and indirect interviews. Direct interviews were conducted by going directly to the community around the place where the boards or banners were installed. Meanwhile, indirect interviews were conducted by asking questions using the google form. This research can be said that the variety of language used in the board or ban on the prohibition of waste is a combination of formal and semi-formal variety, semi-formal variety, and non-formal variety. Language that uses swearing is included in the informal variety. Based on reference to language use, all notice boards prohibiting the disposal of garbage using animal references. Meanwhile, the cause of the emergence of a ban on throwing garbage is a long process of population growth which has an impact on increasing waste production, the availability of trash cans, behavior in disposing of garbage, until the emergence of language for garbage that is conveyed in the form of a board or banner prohibition of throwing garbage. Keywords: Variety of Languages, reference to language use for garbage, garbage rohibition
Analysis of Students' Perceptions of Google Translate as a Translator Media Indra Purnawan Panjaitan; Farida Maricar
Humanitatis : Journal of Language and Literature Vol 9 No 1 (2022): Humanitatis: Journal of Language and Literature
Publisher : LPPM Universitas Bumigora Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/humanitatis.v9i1.2433

Abstract

Google Translate is a digital language translation service launched by a well-known digital company, Google. Its multilingual service has been widely used by internet users. Users use it to translate foreign languages or opposite. The research method used to examine student perceptions of the Google Translate as a translator medium is a qualitative method. Qualitative research approach is research to understand the phenomenon about what is assessed based on research subjects such as behavior, perception, motivation, action. Almost final semester students of Khairun University, English Literature Program use the Google Translate application as a medium for translating their final assignments on the grounds that Google Translate is easy to use. Although Google Translate has shortcomings in the selection of diction that must be corrected one by one word, but students' perceptions of this application remain positive, they assume that the translation results will remain accurate if they can match the context being discussed. They are very helpful with the application.
Semantic Relations of Papuan Indonesian Dialect Juvita, Juana; Maricar, Farida; Ode Mulae, Sunaedin
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 5 No. 3 (2022): September
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.411 KB) | DOI: 10.34050/elsjish.v5i3.22523

Abstract

This study aims to investigate semantic meanings which include lexical relations and meaning properties in Papuan Indonesian dialect. It used natural data obtained in conversations among 6 Papuan students who studied at Khairun University. These participants were selected purposively considering the variety of their ethnicities and their membership in Papuan students’ community. The data were collected in three steps: interview, observation, and documentation. The data were then analysed qualitatively to elicit the dominant semantic meanings in the utterances. There are two lexical relations identified: synonymy and polysemy. The synonyms in the Papuan Indonesian dialect are influenced by the intensity of use in society, taken from other language terms, and the description of the meaning of the word. For meaning properties, two types are found: ambiguity and redundancy. The Papuan Indonesian dialect contains a lot of redundancy, that is, the use of particle language in terms of semantics does not make a difference in meaning. This study also found that based on its semantic relations, Papuan Indonesian dialect is also influenced by several factors, namely: (1) administrative unity; (2) similarity in geographical area; (3) special community identity; and (4) historical experience.
Local Wisdom as a Social Security Instrument for the Poor in North Maluku, Indonesia Amin, Safrudin; Ahmad, Irfan; Maricar, Farida; Abdulrahman, Safrudin
Komunitas Vol 11, No 1 (2019): March 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v11i1.18241

Abstract

The studies of cultural revitalization, local wisdom, and social security are often separated and seems unconneted. This article aims at connecting these domains through ethnographic research and document analysis of the phenomena in revitalization of local wisdom called bari to strengthen the social security of the poor in North Maluku. Revitalization activies like raising funds from public not from government budget to build hundreds of decent housing for the poor is interesting issue to study. The three main concerns of this article are socio-cultural factors that encourage the birth of this movement, the activities and achievements of these revitalization movements, and the typical characteristics of local wisdom as a result of revitalization that distinguishes it from its original form. The findings presented in this article can contribute to academic discourse in the domains of local wisdom, cultural revitalization, and social security. The more important of this finding is to construct arguments about the existence of a bridge between local wisdom, revitalization, and social security.
The Maintenance of Tobaru Language in Tabanga Comunity at Sulamadaha Village Ternate City: A Sociolinguistic Study Sri Yulan Sari; Ismail Maulud; Ikmal Muhammad; Farida Maricar; Nurprihatina Hasan; Nurain Jalaludin
JPTK : JURNAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS Vol 1 No 2 (2022): November : IJOLEH
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.25 KB) | DOI: 10.56314/ijoleh.v1i2.81

Abstract

This study discusses the maintenance of the Tobaru language. The purpose of this study is to describe the maintenance of the Tobaru language in the Tabanga community and describe the factors that support the maintenance of the Tobaru language in the Tabanga community. The method used is qualitative-descriptive in a randomized technique. Data obtained through observation, interviews, and questionnaires. The data of this study were analyzed using the Fishman realm theory. The results of this study is Tobaru language by the speaking community, especially in the family domain by 70% for parents and 30% for children, in the neighboring domain at 70% for parents and 30% for children, and jobs by 70%. And the supporting factors for maintaining the Tobaru language are seen from the pride and loyalty factor of the Tobaru people by 80%, the regional concentration and migration factors can be seen from the isolated condition of the Tabanga area, family environmental factors that show family members who still use the Tobaru language by 80%, community environmental factors indicate that 80% of the community is still actively using the Tobaru language, and religious factors who show that the majority of the Tabanga community are Protestant Christians and Pentecostal Christians. It can be concluded that Tobaru language still can survive in the realm of religion.
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BAGI PARA GURU DAN SISWA DI KOTA TERNATE Sutaryo Sutaryo; Saiful Latif; Nurprihatina Hasan; Farida Maricar
-
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v6i2.4558

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat secara signifikan mempengaruhi dunia pendikan.  Penggunaan  media  pembelajaran berbasis  teknologi  informasi  dan komunikasi  dalam  pembelajaran  Bahasa Inggris  sebagai  salah  satu  inovasi  dalam pembelajaran  sangat  membantu  guru  dan siswa  dalam  mengoptimalkan  proses pembelajarannya. Unutk itu para guru perlu membekali pengetahuan dan keterampilan terkait penggunaan teknologi untuk membantu mereka bersama para siswanya dalam pembelajaran Bahasa Inggris baik di sekolah maupun di rumah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini diharapkan dapat membekali para guru bahasa Inggris SMA/MA/SMK pengetahuan dan keterampilan terkait penggunaan teknologi aplikasi untuk meningkatkan proses pembelajaran Bahasa Inggris. Metode yang dipakai dalam PkM ini adalah presentasi, demonstrasi, diskusi, dan angket dengan Google Form. Presentasi, demonstrasi, dan diskusi dilakukan pada saat pelaksanaan pelatihan. Sementara survey dengan angket melalui Google Form dilakukan setelah pelaksanaan pelatihan untuk melihat respon peserta terhadap pelaksanaan pelatihan. Hasil PkM dalam bentuk pelatihan penggunaan aplikasi pembelajaran Bahasa Inggris menunjukkan bahwa para peserta sangat antuasias terhadap pelatihan tersebut. Para peserta memandang bahwa pelatihan itu sangat bermanfaat bagi pengembangan professional mereka sebagai guru dan berharap adanya kegiatan PkM selanjutnya dengan melibatkan MGMP Bahasa Inggris sebagai salah satu upaya pengembangan guru yang profesional.
Penyuluhan tentang Literasi Digital bagi Guru dan Siswa SD di Kota Ternate, Maluku Utara Nurprihatina Hasan; Farida Maricar; Sutaryo Sutaryo
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2024): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Mei 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v3i5.1333

Abstract

Tujuan utama dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam bentuk Penyuluhan Literasi Digital kepada guru dan siswa Sekolah Dasar di Kota Ternate ini adalah untuk: (1) membantu guru dan siswa menjadi lebih mahir dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi; dan (2) membantu mereka menggunakan internet dengan bijak dan beretika. Penyuluhan ini berlangsung di SD Negeri 43 Kelurahan Soa, Kota Ternate, Maluku Utara pada hari Sabtu, 7 Oktober 2023 pukul 08.00 hingga 10.00 WIT. Sebanyak 31 siswa yang terdiri dari 7 anak kelas 5 dan 24 siswa kelas 6 serta 1 orang guru mengikuti kegiatan tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan PKM ini berbentuk penyuluhan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Penyuluhan literasi digital ini telah meningkatkan kesadaran dan menambah wawasan tentang bagaimana menggunakan alat-alat digital seperti telepon pintar dan aplikasinya secara bijak dan efektif. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam menunjang tercapainya proses belajar siswa, memanfaatkan media sosial yang menerapkan prinsip kesantunan, dan menjauhi hoax, maka guru sudah seharusnya dengan bijak memantau penggunaan teknologi digital khususnya telepon pintar oleh para siswanya. di sekolah.