Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analysis of Students' Perceptions of Google Translate as a Translator Media Indra Purnawan Panjaitan; Farida Maricar
Humanitatis : Journal of Language and Literature Vol 9 No 1 (2022): Humanitatis: Journal of Language and Literature
Publisher : LPPM Universitas Bumigora Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/humanitatis.v9i1.2433

Abstract

Google Translate is a digital language translation service launched by a well-known digital company, Google. Its multilingual service has been widely used by internet users. Users use it to translate foreign languages or opposite. The research method used to examine student perceptions of the Google Translate as a translator medium is a qualitative method. Qualitative research approach is research to understand the phenomenon about what is assessed based on research subjects such as behavior, perception, motivation, action. Almost final semester students of Khairun University, English Literature Program use the Google Translate application as a medium for translating their final assignments on the grounds that Google Translate is easy to use. Although Google Translate has shortcomings in the selection of diction that must be corrected one by one word, but students' perceptions of this application remain positive, they assume that the translation results will remain accurate if they can match the context being discussed. They are very helpful with the application.
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BAGI PARA GURU DAN SISWA DI KOTA TERNATE Sutaryo Sutaryo; Saiful Latif; Nurprihatina Hasan; Farida Maricar
-
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v6i2.4558

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat secara signifikan mempengaruhi dunia pendikan.  Penggunaan  media  pembelajaran berbasis  teknologi  informasi  dan komunikasi  dalam  pembelajaran  Bahasa Inggris  sebagai  salah  satu  inovasi  dalam pembelajaran  sangat  membantu  guru  dan siswa  dalam  mengoptimalkan  proses pembelajarannya. Unutk itu para guru perlu membekali pengetahuan dan keterampilan terkait penggunaan teknologi untuk membantu mereka bersama para siswanya dalam pembelajaran Bahasa Inggris baik di sekolah maupun di rumah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini diharapkan dapat membekali para guru bahasa Inggris SMA/MA/SMK pengetahuan dan keterampilan terkait penggunaan teknologi aplikasi untuk meningkatkan proses pembelajaran Bahasa Inggris. Metode yang dipakai dalam PkM ini adalah presentasi, demonstrasi, diskusi, dan angket dengan Google Form. Presentasi, demonstrasi, dan diskusi dilakukan pada saat pelaksanaan pelatihan. Sementara survey dengan angket melalui Google Form dilakukan setelah pelaksanaan pelatihan untuk melihat respon peserta terhadap pelaksanaan pelatihan. Hasil PkM dalam bentuk pelatihan penggunaan aplikasi pembelajaran Bahasa Inggris menunjukkan bahwa para peserta sangat antuasias terhadap pelatihan tersebut. Para peserta memandang bahwa pelatihan itu sangat bermanfaat bagi pengembangan professional mereka sebagai guru dan berharap adanya kegiatan PkM selanjutnya dengan melibatkan MGMP Bahasa Inggris sebagai salah satu upaya pengembangan guru yang profesional.
Penyuluhan tentang Literasi Digital bagi Guru dan Siswa SD di Kota Ternate, Maluku Utara Nurprihatina Hasan; Farida Maricar; Sutaryo Sutaryo
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2024): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Mei 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v3i5.1333

Abstract

Tujuan utama dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam bentuk Penyuluhan Literasi Digital kepada guru dan siswa Sekolah Dasar di Kota Ternate ini adalah untuk: (1) membantu guru dan siswa menjadi lebih mahir dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi; dan (2) membantu mereka menggunakan internet dengan bijak dan beretika. Penyuluhan ini berlangsung di SD Negeri 43 Kelurahan Soa, Kota Ternate, Maluku Utara pada hari Sabtu, 7 Oktober 2023 pukul 08.00 hingga 10.00 WIT. Sebanyak 31 siswa yang terdiri dari 7 anak kelas 5 dan 24 siswa kelas 6 serta 1 orang guru mengikuti kegiatan tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan PKM ini berbentuk penyuluhan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Penyuluhan literasi digital ini telah meningkatkan kesadaran dan menambah wawasan tentang bagaimana menggunakan alat-alat digital seperti telepon pintar dan aplikasinya secara bijak dan efektif. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam menunjang tercapainya proses belajar siswa, memanfaatkan media sosial yang menerapkan prinsip kesantunan, dan menjauhi hoax, maka guru sudah seharusnya dengan bijak memantau penggunaan teknologi digital khususnya telepon pintar oleh para siswanya. di sekolah.
The Utilization of Ternate Oral Tradition for The Identification of Potential Disasters Rahma Do Subuh; Ramis Rauf; Farida Maricar; Afriani Ulya
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 13 No 1 (2024): Volume 13 Issue 1, February 2024
Publisher : Laboratory of Anthropology Department of Cultural Science Faculty of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v13i1.2374

Abstract

Oral traditions, as an integral part of a society's belief system, not only serve as a guide for society in daily life, such as interactions between members of society and other people, and even with nature or the environment, but they also serve as recorders of history and culture, including natural events. This paper aims to describe the oral traditions of Ternate to identify potential natural disasters that hit Ternate City in particular and North Maluku in general. Therefore, the author uses the theory of myth function to embody the main research problem. The approach used in this paper is semiotics, especially in interpreting natural disasters that occurred in the past through codes contained in oral stories or legends. The research results show that the people of Ternate can only explain a few natural events in the past. Then, it is ontologically digested into myth to symbolise the cosmic-mystical realm of thought. Apart from that, the results of this reflection are related to cause-and-effect events, give rise to rules of behaviour, and become local intellectual ideals. However, records of natural phenomena or past events in myths or legends can, in theory, be linked to the truth and thus make cycles of disaster predictable. On the other hand, in a formal educational setting, this legend can be used to teach about mitigation. Legends about the mysterious origins of certain lakes are thought to include aspects of disaster or mitigation in Ternate.