Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Meningkatkan Pemahaman Hukum Pemuda dan Remaja GKI Gereformeerd tentang Ekstemisme Kekerasan-Terorisme di Sosial Media Marthsian Yeksi Anakotta; Dian Ety Mayasari; Christopher Ananda Sutrisna
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2026): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v4i1.3560

Abstract

Pergeseran aktivitas terorisme dari jaringan eksternal ke jaringan internal diwujudkan melalui berbagai bentuk konten ekstremis yang mendorong individu untuk terlibat dalam aksi ekstremisme kekerasan yang mengarah pada terorisme. Melalui media sosial, konten yang mengandung pesan kekerasan disebarluaskan ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia. Pemerintah Indonesia telah melakukan pencegahan dengan mengeluarkan peraturan untuk mencegah dan menangkal ekstremisme kekerasan yang mengarah ke terorisme. Namun, peran ini juga perlu dibarengi dengan peningkatan pemahaman hukum di kalangan masyarakat, termasuk kelompok mahasiswa, khususnya Pemuda dan Remaja Gereja Kristen Indonesia Gereformeerd Semarang. Banyaknya pengguna media sosial di kalangan pemuda dan remaja membuat mereka rentan menjadi korban, saksi, atau pelaku ekstremisme kekerasan yang mengarah ke terorisme. Oleh karenanya, peningkatan pemahaman hukum tentang ekstremisme yang mengarah pada terorisme menjadi landasan penting bagi pemuda dan remaja GKI Gereformeerd Semarang untuk menghindari keterlibatan dalam ekstremisme kekerasan yang mengarah ke terorisme. Secara umum, layanan ini juga menargetkan pejabat gereja dan orang tua untuk mengidentifikasi dan menerapkan langkah-langkah untuk melawan ekstremisme kekerasan yang mengarah ke terorisme di gereja, sekolah, dan/atau lingkungan sosial.  
Imposition of Criminal Sanctions on Parents as Perpetrators of Violence Against Children Dian Ety Mayasari; Marthsian Yeksi Anakotta
Law Development Journal Vol 8, No 2 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ldj.8.2.934-942

Abstract

Violence against children remains a serious problem in Indonesia. Based on the report from the Ministry of Women Empowerment and Child Protection in 2022, there are still 21,241 children who have fallen victim to violence. This study aims to analyze the application of criminal sanctions against parents who commit violence against their children. Using a normative juridicial approach with legislative and conceptual methods, this paper examines the provisions of criminal sanctions in the Child Protection Law and their implementation in court decisions. The findings reveal that although the Child Protection Law has regulated criminal sanctions, judges tend to impose varied punishments, predominantly leaning toward minimum penalties. Analysis of three court decisions shows that the imposed sanctions have complied with the legal provisions; however, none of them applied the maximum criminal sanctions available. This lenient sentencing practice indicates a weakness in the current legal framework. This study recommends that government immediately revise the Child Protection Law by establishing more stringent and specific provisions, particularly by limiting judicial discretion in imposing minimum penalties and emphasizing the application of maximum criminal sanctions for parents who commit violence against children. Stronger and more deterrent regulations are expected to reduce cases of child violence and create a safer environment for children’s growth and development in Indonesia.