Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan kebiasaan sarapan pagi, konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan resiko anemia pada remaja putri di SMAN 9 Kendari Suhadi, Suhadi; Meliahsari, Renni; Muslimah, Muslimah
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1587

Abstract

Anemia merupakan permasalahan gizi yang masih banyak terdapat di seluruh dunia terutama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan pagi, konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan kejadian anemia di kalangan remaja putri di SMAN 9 Kendari. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan seluruh remaja putri kelas XI dan XII di SMAN 9 Kendari berjumlah 358 siswi. Sampel ditentukan dengan rumus Lemeshow, menghasilkan 76 siswi dan diambil secara Proportionate Stratified Random Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilkakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan anemia pada remaja putri (p-value = 0,000), konsumsi fast food dengan anemia pada remaja putri (p-value = 0,000) dan aktivitas fisik dengan anemia pada remaja putri (p-value = 0,017). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan pagi, konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan anemia pada remaja putri di SMAN 9 Kendari. Saran peneliti bagi responden adalah menjaga selalu sarapan setiap pagi, menjaga pola makan yang baik dengan makan 3 kali sehari dan 2 kali selingan, mengurangi minuman dan makanan fast food dan mengonsumsi makanan yang bergizi.
Pengaruh pemberian ekstrak Lidah Buaya (Aloe Vera) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada Mencit (Mus Musculus) diabetes melitus Hafizah, Nurul; Harleli, Harleli; Meliahsari, Renni; Irma, Irma
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1643

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to insulin resistance and pancreatic β-cell dysfunction. One non-pharmacological treatment approach considered safe, economical, and free from harmful side effects is the use of herbal plants, such as aloe vera (Aloe vera). This plant contains active compounds such as acemannan, flavonoids, and anthraquinones that have the potential to act as antihyperglycemic agents. This study aims to investigate the effect of Aloe vera extract administration on blood glucose levels in diabetic mice (Mus musculus). This study is an experimental laboratory study using a post-test only control group design. A total of 30 male mice were used, divided into five groups: positive control, negative control, and three treatment groups with aloe vera extract doses of 250 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, and 350 mg/kgBB, respectively. Diabetes mellitus was induced using streptozotocin (STZ) at a dose of 150 mg/kgBB. Bivariate analysis was performed using a One-Way ANOVA test with a Post-Hoc LSD test. The results showed that aloe vera extract significantly reduced blood glucose levels (p<0.05), particularly at the 350 mg/kgBB dose. Therefore, it can be concluded that aloe vera extract has the potential to effectively reduce blood glucose levels in diabetic mice, especially at the highest dose tested. This study supports the potential of aloe vera as an antidiabetic phytopharmaceutical agent.
Pengaruh Edukasi Gizi Seimbang Menggunakan Media Leaflet Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri SMP Negeri 18 Buton Farnia Bayun; Febriana Muchtar; Renni Meliahsari
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.179

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah gizi karena peningkatan kebutuhan gizi untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan. Pengetahuan dan sikap postifi dibutuhkan untuk mendukung penerapan pola hidup sehat, salah satunya mengonsumsi pangan sesuai prinsip gizi seimbang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi seimbang menggunakan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri SMP Negeri 18 Buton. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain pre-eksperimental melalui pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 76 siswi kelas VI dan VII remaja putri yang dipilih dengan metode total sampling. Intervensi berupa pemberian edukasi gizi seimbang menggunakan leaflet. Analisis data menggunakan uji wilcoxon untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media leaflet dengan nilai P-Value 0.000 (p < 0.05). Hasil ini menunjukkan bahwa media leaflet efektif dalam menyampaikan informasi dan membentuk sikap positif terhadap gizi seimbang. Kesimpulan penelitian bahwa terdapat pengaruh edukasi gizi seimbang menggunakan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri SMP Negeri 18 Buton.
Edukasi Pencegahan Stunting pada Balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Kandai Kota Kendari Meliahsari, Renni; Akifah, Akifah; Ainiya, Suci Adilla; Indaryani, Tri Qhofifah; Septiani, Vanny
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v2i3.325

Abstract

Stunting remains a chronic nutritional problem in Indonesia that affects children’s physical growth and development. Limited community knowledge regarding balanced nutrition and appropriate feeding practices contributes significantly to stunting prevalence. This community service activity aimed to improve knowledge and awareness of stunting prevention among mothers and the community through nutrition education. The method employed an interactive and participatory educational approach, including counseling sessions, discussions, question-and-answer activities, and leaflet distribution. The program was conducted in Kandai Village involving mothers of toddlers and posyandu cadres. The results indicated an improvement in participants’ understanding of stunting definition, risk factors, long-term impacts, the importance of nutrition during the first 1,000 days of life, exclusive breastfeeding, and appropriate complementary feeding practices. This educational intervention encouraged greater awareness of regular growth monitoring and the application of balanced nutrition in daily life to prevent stunting.