Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENENTUAN TEKANAN TERCAMPUR MINIMUM (TTM) DENGAN INJEKSI GAS CO2 MENGGUNAKAN UJI LABORATORIUM SLIMTUBE PADA LAPANGAN F Fajar Lesmana; Maman Djumantara
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 3 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Enhanced Oil Recovery (EOR) merupakan metode pengurasan minyak bumi dari dalam reservoir menggunakan energi atau material dari luar reservoir. Metode ini digunakan setelah proses primary maupun secondary dimana reservoir sudah tidak mampu lagi memproduksikan minyak pada batas keekonomiannya. CO2 dalam EOR dapat digolongkan menjadi dua proses yaitu miscible dan immiscible. Penggunaan gas CO2 untuk meningkatkan perolehan minyak bumi memerlukan tekanan agar terjadi kelarutan yang sempurna antara minyak dengan gas CO2 tersebut sehingga memerlukan tekanan tercampur. Oleh karena itu dilakukan penelitian terlebih dahulu sebelum dilaksanakan di lapangan. Penentuan tekanan tercampur pada penelitian ini dilaksanakan dengan metode percobaan slimtube. Penelitian penentuan tekanan terhadap tercampur minimum (TTM) pada injeksi CO2 dilakukan terhadap satu sampel yang memiliki API Gravity sebesar 35º API dan suhu reservoir sebesar 90ºC. penentuan Tekanan Tercampur Minimum (TTM) dengan slimtube pada Lapangan “F” memperoleh Nilai RF sebesar 94.35%. Dari percobaan tersebut didapatkan Tekanan Tercampur Minimum (TTM) sebesar 2734.76 psig. Kata Kunci: slim-tube, EOR, CO2 Flooding, TTM Abstract Enhanced Oil Recovery (EOR) is a method of draining oil from the reservoir using energy or material from outside the reservoir. This method is used after primary and secondary processes where the reservoir is no longer able to produce oil at its economic limits. CO2 in EOR can be classified into two processes, namely miscible and immiscible. The use of CO2 gas to increase petroleum recovery requires pressure so that there is perfect solubility between oil and CO2 so that pressure is mixed. Therefore research is carried out first before being carried out in the field. Determination of the miscible pressure in this study was carried out by the slimtube experiment method. The study of determining the minimum miscible Pressure (MMP) at CO2 injection was carried out on one sample that had a Gravity API of 35º API and reservoir temperature of 90ºC. Determination of the Minimum Miscible Pressure (MMP) with the slimtube on the "F" Field obtained an RF Value of 94.35%. From the experiment, the Minimum Miscible Pressure (MMP) was obtained at 2734.76 psig. Keywords: slim-tube, EOR, CO2 Flooding, MMP
EVALUASI PENANGGULANGAN LOST CIRCULATION LAPANGAN X Pauhesti Pauhesti; Alfiandi Sembiring; Maman Djumantara; Lisa Samura; Cahaya Rosyidan
PETRO: Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 12 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v12i2.14383

Abstract

Lost Circulation adalah sebuah kasus hilangnya sebagian atau seluruh sirkulasi lumpur pemboran masuk ke dalam formasi yang sedang dibor sehingga sirkulasi lumpur pemboran tidak sempurna. Pada kegiatan pemboran di Lapangan X ini, terdapat sumur yang diindikasi mengalami masalah yaitu Lost Circulation. Lost Circulation yang terjadi terindikasi berada pada Formasi Bekasap dengan lithologi batuan limestone. Pada sumur ini terjadi total lost, dimana penyebab Lost Circulation dikarenakan formasi yang memiliki lubang pori yang cukup besar sehingga terbentuk rongga-rongga atau terbentuk gua(cavern) dan tekanan Formasi lebih kecil daripada tekanan Hidrostatik begitu juga tekanan Formasi lebih kecil dari Tekanan Surge. Dimana setelah dilakukan perhitungan pada kedalaman 634 ft terjadi lost circulation atau hilangnya sirkulasi pada kedalaman 356 ft yang dimana sumur ini mengalami total lost. Didapatkan tekanan formasi 45 psi,tekanan hidrostatik 151.79 psi, tekanan rekah formasi 146.24 psi, EMW 7.9 psi, ECD 9.0 psi, BHCP 163.56 psi, dan Pressure surge 163.56 psi. Dapat disimpulkan lost terjadi karena Tekanan Hidrostatik lumpur yang melebihi tekanan formasi dan Tekanan Surge yang melebihi Tekanan Formasi sehingga menyebabkan formasi menjadi rekah. Kemudian dilakukan metode penanggulangan menggunakan Lost Circulation Material (LCM) CaCO3 Coarse dan Blind Drilling. Kata kunci: Hilang Lumpur, Lost Circulation
USE OF ANOVA STATISTICAL METHOD IN EVALUATION OF TOFU WASTEWATER USED FOR SPIRULINA CULTURE MEDIUM ENRICHED WITH UREA AND NaHCO3 Mustamina Maulani; Gabriella Jasmine; Rosmalia Dita Nugraheni; Maman Djumantara; Asri Nugrahanti; Bayu Satiyawira; Cahaya Rosyidan; Lisa Samura; Harin Widiyatni; Pauhesti Pauhesti
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY VOLUME 6, NUMBER 2, OCTOBER 2023
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v6i2.16933

Abstract

Indonesia has a large amount of liquid waste originating from the tofu industry. Currently, the treatment of tofu industrial wastewater is carried out using both anaerobic and aerobic methods, but both methods still have several weaknesses. In this study, the tofu industrial wastewater was utilized as a culture medium for Spirulina sp. to provide economic value from wastewater that can be used as bioethanol, pharmaceuticals, and food products rich in omega 3, chlorophyll, carotenoids. Aim: The growth of Spirulina sp. is closely related to the availability of macro and micronutrients as nutrients and the influence of environmental conditions, so this study was aimed to see the best variation of the addition of urea and NaHCO3 as additional nutrients to maximize growth and cell density of Spirulina sp. with tofu industrial wastewater media. Methodology and Results: This study was done by culvitating Spirulina sp in the growth media, measuring the Optical Density (OD), and analyzing quantitatively and using ANOVA on IBM SPSS Statistics version 20. The study indicated that adding urea and NaHCO3 to Spirulina sp. had no effect on cell density and growth rate. Treatment with addition of urea 0.36 g/500 ml without additional of NaHCO3 had the highest growth rate, 0.00852/day, and the highest cell density value on Spirulina sp. growth. Conclusion, significance, and impact study: The tofu liquid waste can be used as a new alternative used as fertilizer because in the liquid tofu waste, it provides the nutrients needed by Spirulina sp.
ANALISIS DESAIN SQUEEZE CEMENTING PADA SUMUR APR-04 Aprilia C. Lauma; Maman Djumantara; Pauhesti Pauhesti
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i2.15083

Abstract

Cementing merupakan salah satu faktor terpenting dalam kegiatan pemboran yang dimana kegiatan ini terbagi atas primary cementing dan secondary cementing. Squeeze cementing adalah bagian dari secondary cementing dimana merupakan penyemenan ulang dalam rangka perawatan sumur, menutup zona perforasi yang sudah tidak produktif lagi. APR adalah salah satu lapangan dari banyak lapangan di daerah Sumatra selatan yang dikelola oleh PT. Pertamina Hulu Rokan zona. 4. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini bersifat deskriptif yakni menggambarkan dengan penjelasan mengenai parameter-parameter pada pekerjaan squeeze cementing.Penyemenan dilakukan pada kedalaman 1096 m hingga 1097,5 m. Total semen yang digunakan pada penyemenan adalah 42 sak. Penyemenan ini dikatakan berhasil ketika saat uji pressure, tidak terdapat semen yang masuk kedalam formasi dan top of cement berada pada titik yang diharapkan yakni pada kedalaman 3513,95ft.