Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Waktu Pelindian dan Suhu Electrowinning Terhadap Peningkatan Timbal dari Konsentrat Galena Devin Indra Novega; Subandrio Subandrio; Riskaviana Kurniawati; Wiwik Dahani; Fadliah Fadliah
Indonesian Mining and Energy Journal Vol. 5 No. 2 (2022): November
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/imej.v5i2.15944

Abstract

Galena menjadi salah satu dari mineral logam yang ada di Indonesia, bijih galena yang didalamnya mengandung 86,6 % timbal yang menjadi salah satu unsur yang dipergunakan untuk industri karena sifatnya yang tahan akan korosi dan juga karat. Bijih galena tersebar di daratan Indonesia dan salah satunya terdapat pada daerah Purwakarta milik PT. Galena Maju Karya Mandiri. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode leaching dan electrowinning. Metode leaching menggunakan larutan asam nitrat (HNO3) untuk melarutkan unsur Pb dan pembentukan elektrolit Pb(NO3)2, electrowinning dilakukan dalam larutan elektrolit untuk mereduksi Pb pada permukaan katoda. Pengujian dilakukan terhadap pengaruh waktu leaching yang selama 60, 90, 120 menit terhadap perolehan Pb terlarut, dan pengaruh suhu electrowinning pada 40, 50, 60⁰C untuk perolehan Pb terdeposisi. Waktu leaching terbaik untuk timbal terlarut didapat pada waktu 120 menit pada perolehan Pb sebesar 64,99 mg/L dengan persen ekstraksi mencapai 15,77% serta suhu electrowinning terbaik didapat pada 40⁰C dengan 0,088 g Pb terdeposisi pada katoda, titik maksimum terhadap ekstraksi timbal terdapat pada waktu leaching 90 menit dan suhu electrowinning 40⁰C dengan persen ekstraksi timbal pada katoda sebesar 90,72%.
PELATIHAN PEMURNIAN MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN ZEOLITE ALAM TERKATIVASI ASAM BAGI MASYARAKAT WILAYAH TANJUNG GEDONG, JAKARTA BARAT Fadliah Fadliah; Lisa Samura; Subandrio Soemali; Syamidi Patian
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v4i1.14693

Abstract

Used cooking oil is an oil that has been used repeatedly in the process of frying food. Repeated use of cooking oil will cause a decrease in the quality of used cooking oil and if consumed will be harmful to health. The decrease in the quality of used cooking oil due to the formation of more double bonds in the structure of used cooking oil causes the oil to be more easily oxidized. The oxidation experienced by used cooking oil causes the quality of used cooking oil to decrease marked by the increasing value of peroxide number, free fatty acid content, water content and acid number of used cooking oil. One of the efforts that can be done to improve the quality of used cooking oil is to add an adsorbent to the used cooking oil. The added adsorbent serves to adsorb the impurities contained in the used cooking oil. One of the adsorbents that can be used is zeolite, zeolite can be used as an adsorbent because of the wide surface area of ​​zeolite which makes it easier for zeolite to adsorb chemical compounds on its surface. To test the quality of the oil can be done by measuring the peroxide number, free fatty acid content, water content and acid number. In this community service, training activities for refining used cooking oil will be carried out to the people of the Tanjung Gedong area, Tomang, West Jakarta. The link between PkM training in refining used cooking oil using natural zeolite for residents of the Tanjung Gedong area, West Jakarta and PkM flagship usakti, namely in the areas of regional development, ecogreen, and alternative energy. Namely using natural materials such as zeolite which is environmentally friendly to improve the quality of used cooking oil.
Pemisahan Pasir Besi menggunakan Metode Jigging dengan Variabel Ukuran dan Stroke Muhammad Yoga Fadilla; Subandrio; Christin Palit; Wiwik Dahani; Fadliah
Indonesian Mining and Energy Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/imej.v6i1.16902

Abstract

Mineral pasir besi memiliki nilai ekonomis yang bermanfaat untuk kehidupan manusia. Pasir besi yang terdapat mineral seperti oksida besi, ilmenit, magnetit, hematite yang dibentuk dan tercuci oleh gelombang sehingga dalam proses pembentukannya terdapat sejumlah pengotor berupa kuarsa, piroksen, dan lain-lain. Pasir besi merupakan mineral besi yang memiliki perbedaan berat jenis dengan mineral kuarsa dan lain-lain. Oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan pemisahan dengan perbedaan berat jenis antara mineral berharga dan mineral pengotornya (tailing) menggunakan metode Jigging guna meningkatkan kadar mineral berharga. Recovery yang didapatkan dengan pemisahan menggunakan metode perbedaan berat jenis ini mendapatkan kesimpulan bagaimanakah yang lebih efektif dalam pemisahannya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini berupa variasi ukuran pasir besi dan pukulan atau stroke, dari penelitian ini didapatkan hasil paling efektif pada ukuran material 100 mesh dengan pukulan atau stroke 35 dengan perolehan konsentrat sebanyak 167,4 gram dan tailing 12,27 gram dengan nilai recovery sebesar 94,99%.
PELATIHAN PEMBUATAN STARCH (TEPUNG JAGUNG) DARI LIMBAH BONGGOL JAGUNG DI LAGOA, JAKARTA UTARA Ghanima Yasmaniar; Ridha Husla; Apriandi Rizkina Rangga Wastu; Fadliah Fadliah; Havidh Pramadika
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v4i2.13875

Abstract

Jagung merupakan salah satu bahan makanan yang mudah ditemukan dengan manfaat yang sangat beragam, mulai dari bagian batang, daun, kulit, dan biji. Sementara itu, bonggol jagung seringkali hanya menjadi limbah yang tidak dapat dimanfaatkan dan dibuang begitu saja. Oleh karena itu perlu ada upaya untuk memanfaatkan limbah bonggol jagung dengan meningkatkan nilai tambahnya, salah satunya dengan mengekstraknya menjadi starch (tepung jagung). Upaya ini juga perlu diperkenalkan kepada masyarakat agar mereka dapat memanfaatkan limbah bonggol jagung menjadi starch (tepung jagung) yang kemudian dapat diolah sebagai bahan makanan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih masyarakat agar dapat memanfaatkan limbah bonggol jagung dan mengolahnya menjadi starch (tepung jagung) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, sehingga masyarakat dapat membantu mengurangi limbah bahan organik, serta mereka dapat mengurangi anggaran pengeluaran belanja rumah tangga karena dapat membuat tepung jagung sendiri dari limbah.
Efektivitas Sargassum duplicatum Sebagai Perekat Papan Partikel Sekam Padi: The Effectiveness of Sargassum duplicatum as Rice Husk Particle Board Adhesive Fadliah; Tri Widayati Putri; Indah Raya; Adriani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4477

Abstract

Papan partikel dari bahan bukan kayu menggunakan perekat alami masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat papan partikel bukan kayu dengan memanfaatkan alga coklat (Sargassum duplicatum) sebagai perekat papan partikel yang berbahan sekam padi. Sargassum duplicatum merupakan bahan alam yang ramah lingkungan dan dapat menggantikan perekat sintetis yang bersifat karsinogenik, mengganggu pernapasan dan mencemari lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai. Penelitian ini meliputi pembuatan dan pengujian perekat dan papan partikel. Perekat dianalisis pH, kadar padatan, waktu gelatinasi, berat jenis, dan viskositas dengan nilai masing-masing: 12,02; 43,31%; 47 menit; 1,1829 g/cm3; 208.3992 Cps. Papan partikel dianalisis berat jenis, kadar air, daya serap air setelah perendaman 2 jam dan 24 jam, pengembangan tebal setelah perendaman 2 jam dan 24 jam, MOE, dan MOR-nya dengan nilai masing-masing: 0,8531 g/cm3; 4,12%; 11,26%; 34,23%; 11,36%; 17,76%; 2056.9582 kgf/cm2; 123.4192 kgf/cm2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perekat Sargassum duplicatum sudah sesuai dengan standar SNI 06-4567-1998, dan papan partikel dengan perekat Sargassum duplicatum masih memerlukan perbaikan untuk memenuhi standar papan partikel JIS A 5908-2003.