Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The Study of Anxiety and Obsessive Disorder in Paula Hawkins’s into the Water: A Psychoanalytical Perspective Evato, Anandia Treciel Vanessae; Syam, Essy; Aris, Qori Islami
International Journal of English and Applied Linguistics (IJEAL) Vol. 3 No. 3 (2023): Volume 3 Issue 3 December 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ijeal.v3i3.3366

Abstract

Psychological problems in a person can be formed by many factors, including childhood and environmental experiences. Two of the many forms of psychological problems are anxiety and obsessive disorder. This research focuses to analyze the symptoms and effects of anxiety and obsessive disorders suffered by two main characters in Into the Water by Paula Hawkins using the theory of psychoanalysis. This research applies observation techniques in collecting the data from Into the Water novel. The result shows that both main characters experienced different symptoms that affected the way they live their lives. The anxiety in the first main character made it hard for him to differentiate the reality and myth. The obsession in the second main character made her became an intrusive person that interfered with other people’s private problems. This novel contains an ideology that a person may not seem as what he/she really is, as he/she might keep a secret that not everyone knows about.
MEMBANGUN GENERASI MUSLIM KRITIS DI ERA ANIME: PELATIHAN ANALISIS MEDIA ISLAMI UNTUK SISWA MAN 2 PEKANBARU Qori Islami Aris; Essy Syam
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v3i1.94

Abstract

Budaya populer, khususnya anime dan manga Jepang, telah secara signifikan mempengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda Muslim di Indonesia. Penelitian ini melaporkan program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mengembangkan kesadaran kritis di kalangan siswa MAN 2 Pekanbaru dalam menyikapi budaya populer dari perspektif Islam. Program ini melibatkan 36 siswa dan menggunakan pendekatan interaktif yang menggabungkan ceramah dan diskusi terarah. Pengumpulan data meliputi penilaian pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman siswa dalam tiga aspek utama: pemahaman media dan budaya populer, pemahaman nilai-nilai Islam dalam konteks modern, dan keterampilan berpikir kritis. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada semua aspek yang diukur, dengan peningkatan paling substansial (17,1%) pada pemahaman nilai-nilai Islam, diikuti oleh pemikiran kritis (14,0%), dan pemahaman media dan budaya populer (11,9%). Program ini menghasilkan beberapa luaran termasuk draft artikel ilmiah, publikasi media, modul digital "Analisis Media Islami," dan pembentukan forum diskusi online untuk keberlanjutan program. Penelitian ini mendemonstrasikan efektivitas pengintegrasian perspektif Islam dalam pelatihan analisis media untuk membantu generasi muda Muslim menavigasi kompleksitas budaya populer global sambil mempertahankan identitas keislaman mereka.
OPTIMALISASI VISUAL BRANDING SEKOLAH MELALUI PROGRAM DIGITAL CONTENT CREATOR DI SMA MUHAMMADIYAH I PEKANBARU Qori Islami Aris; Essy Syam; Triono Dul Hakim
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v4i1.130

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan visual branding SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru melalui peningkatan kemampuan Tim Kreatif siswa dalam digital content creation. Permasalahan mitra meliputi belum adanya brand guidelines komprehensif, inkonsistensi kualitas konten visual, keterbatasan kemampuan teknis Tim Kreatif dalam fotografi dan videografi, serta belum terstandarnya sistem pengelolaan konten visual. Program dilaksanakan selama enam bulan menggunakan pendekatan kolaboratif akademisi-praktisi dengan metode learning by doing melalui tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi. Kegiatan utama berupa workshop konseptual visual branding dan pelatihan praktis fotografi-videografi yang melibatkan 25 siswa Tim Kreatif dengan bimbingan praktisi profesional content creator. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual mencapai 85%, tingkat kepuasan peserta 92%, dan peningkatan engagement rate media sosial sekolah sebesar 34%. Seluruh peserta berhasil menguasai pengoperasian peralatan fotografi profesional dan teknik dasar komposisi-pencahayaan. Luaran program mencakup guidelines visual branding sekolah, draft modul pelatihan content creation, dan terbentuknya sistem pengelolaan konten yang terstruktur dan berkelanjutan. Program berhasil menciptakan Tim Kreatif dengan kemampuan produksi konten berkualitas yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan tren digital modern untuk optimalisasi visual branding sekolah.
Menegosiasikan “Kemelayuan” Pascakolonial: Narasi Kepahlawanan Mat Kilau dan Hibriditas Budaya Identitas Nasional Malaysia Qori Islami Aris; Essy Syam
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i3.3786

Abstract

Artikel ini menganalisis fenomena narasi populer seputar Mat Kilau, seorang pejuang Melayu yang melawan penjajahan Inggris di Pahang, Malaysia pada akhir abad ke-19. Setelah perilisan film "Mat Kilau: Kebangkitan Pahlawan" (2022), wacana seputar tokoh sejarah ini semakin intensif, memberikan perspektif unik untuk mengkaji konstruksi identitas pascakolonial. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menginvestigasi bagaimana narasi Mat Kilau merepresentasikan hibriditas budaya dan menegosiasikan identitas Melayu dalam Malaysia kontemporer. Penelitian ini menggunakan analisis dokumen terhadap film dan liputan media terkait, didukung kerangka teoretis dari teori pascakolonial dan kajian budaya. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa narasi Mat Kilau mewujudkan proses hibridisasi budaya yang kompleks, di mana nilai-nilai tradisional Melayu bersinggungan dengan pengaruh kolonial. Film ini berfungsi sebagai medium untuk mengonstruksi narasi sejarah yang memperkuat identitas nasional Malaysia yang berakar pada warisan Melayu sambil mengakui realitas hibriditas pascakolonial. Rekonstruksi figur pahlawan nasional ini merepresentasikan upaya mempertahankan relevansi identitas lokal dalam konteks globalisasi, mempengaruhi wacana kontemporer tentang nilai-nilai nasional dan konstruksi identitas Malaysia.