Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERBANDINGAN BIAYA PEMBANGUNAN RUMAH SEDERHANA DENGAN RUMAH KONSEP AMAN GEMPA BERDASARKAN ANALISA BENEFIT COST RATIO SKENARIO GEMPA 50 TAHUN Natalia, Monika; Mirani, Zulfira; Mafriyal, Mafriyal; Sari, Desnila; Hanum, Riska Fauziah
Jurnal Ilmiah Poli Rekayasa Vol 19, No 2 (2024): April
Publisher : Pusat Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jipr.19.2.361

Abstract

In mitigation to minimize the risk of earthquakes, protection is needed to reduce the impacts. Damage caused by earthquakes can be minimized by planning and building earthquake-resistant houses. To get an earthquake-resistant house, by adding earthquake-strengthening components based “Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa and SNI 1726-2019”. This research aims to design earthquake-resistant houses concept for an earthquake period of 50 years and analyze the benefit-cost ratio by comparing residential houses designed with earthquake-safe features to conventional residential houses. The concept of earthquake-resistant houses is carried out in conventional type 120 residential houses. The research results that the cost for a conventional residence is IDR 387,223,000 and the cost of an earthquake house concept is IDR. 407,593,000, where there is a cost difference of IDR 20,370,000 or 5% (more expensive). Benefit-cost ratio value for conventional residential houses for the 50-year earthquake scenario is 0.64; 0.71; 0.77; 0.82; and 0.87 where the value of BCR <1, then this residential house is not effective in facing a 50-year earthquake scenario. Benefit-cost ratio for earthquake-safe housing was 1.12; 1.34; 1.58; 1.84; and 2.09. The BCR>1 and the value moves up until the 50th year. So with an additional cost of 5% for earthquake-safe features, this house is considered very effective for the 50-year earthquake period scenario.
Pelatihan Teknologi Terbaru dalam Survey Pemetaan Lahan Pertanian untuk Guru SMK N 1 Koto Baru Mukhlis, Mukhlis; Alfansyuri, Era; Lusyana, Lusyana; Suardi, Enita; Mirani, Zulfira
JAPEPAM, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): JAPEPAM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi pengukuran, sejak beberapa tahun terkahir ini telah tersedia metode pengukuran baru yang telah banyak digunakan dan diaplikasi pada bidang pekerjaan lainnya seperti pada bidang rekayasa dan konstruksi serta pada bidang pengelolalan dan pemetaan lahan irigasi dan rawa, bidang pertanian, kehutanan, transportasi dan kencanaan. Teknologi pengukuran terbaru memiliki banyak kelebihan seperti dapat menyingkat waktu pengukuran dengan data yang lebih akurat dan memiliki presisi yang tinggi serta dapat mencakup areal yang cukup luas. Adapun teknologi terbaru pengukuran menggunakan teknologi Total Satation dan GPS Geodetik. Dengan mempertimbangkan kebutuhan dunia kerja akan tenaga terampil pada bidang pengukuran, kompetensi pengukuran ini juga merupakan kompetensi dasar pada Sekolah Menengah Kejuruan. Materi pengukuran ini juga diberikan pada program studi pertanian. Dalam usaha meningkatkan pengetahuan tentang teknologi pengukuran terbaru ini maka perlu dilakukan pelatihan kepada guru-guru pengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) N 1 Koto Baru bidang pertanian sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan guru-guru dan nantinya dapat meneruskan ke peserta didiknya