Zulkarnain Mistortoify
Institut Seni Indonesia Surakarta

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Abdi Seni

REVITALISASI WANITA KARIER KOTA NGAWI MELALUI BERMAIN MUSIK KOLINTANG DENGAN ARANSEMEN BARU Zulkarnain Mistortoify
Abdi Seni Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v12i1.3879

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Karya Seni dilatarbelakangi oleh suatu permasalahan yang menimpa sebuah grup musik wanita karier yang pernah memiliki prestasi penting bagi Masyarakat Ngawi. Grup kolintang Srikandi Ngawi dalam tiga tahun terakhir ini kehilangan rasa percaya diri dan motivasi untuk melanjutkan prestasinya hingga eksistensinya tidak terbaca lagi oleh publik. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk membantu menghidupkan kembali semangat yang mulai hilang dan keterampilan memainkan musik kolintang melalui sebuah program stimulus latihan dengan metode baru dan asupan materi aransemen yang menarik. Melalui analisis situasi objek riset, program ini menerapkan dua metode baru, yaitu 1) menyediakan materi dan sarana latihan yang berbasis teknologi audio multitrack dan minus one, 2) menerapkan model latihan mandiri-bersama dengan metode drill (latihan secara berulang-ulang dan intensif). Hasil kegiatan PKM ini menunjukkan perubahan sikap signifikan bagi wanita karier dalam belajar yang penuh semangat dan mampu menyajikan karya aransemen dengan baik. Penyikapan baru melalui pendekatan kerja kreatif seni dengan metode baru dapat mencairkan kebekuan aktivitas sosial akibat pandemi ini. Rasa percaya diri semakin tumbuh ketika kuatnya mental dan penguasaan teknis menghasilkan karya musik dalam format videoklip yang dipublikasikan di media virtual.
Aransemen Musik Baru Kesenian Ronteg Singo Ulung pada Sanggar Gema Buana, Desa Prajekan Kidul, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur Zulkarnain Mistortoify; Aris Setiawan; Mutiara Dewi Fatimah
Abdi Seni Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v13i2.4343

Abstract

This research is based on community service done, aiming to create a new musical arrangement for the Ronteg Singo Ulung art in the Gema Buana Art Community, Bondowoso Regency, East Java. The concern is on musical part which has been seen as monotonous, only present to accompany the movements of Singo Ulung dances. This research employs a participatory approach, actively involved in finding new musical pattern formulations that are considered ideal for the development of Singo Ulung art in the future. In addition, experimental work on the creation of new music is carried out while still basing it on the dynamics of the culture in which the arts live that is the Madurese community. As a result, the laboratory work process in this study resulted in more dynamic musical findings, by incorporating new musical elements so that the perception of musical monotony could be eliminated. The new music produced is continuously communicated, especially to dance choreographer, so that it can become an integral and inseparable part. Thus, the creative work of new music creation also leads the emergence of a similar step in terms of choreography.