Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Profil Kebugaran Jasmani Pesilat Remaja Berprestasi di Kota Pekalongan Yustiana Nabila; M. Riski Adi Wijaya; Idah Tresnowati; Mega Widya Putri
Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani Vol. 4 No. 1 (2023): Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencak silat merupakan tradisi asal dari Indonesia yang sangat kental terhadap kebudayaannya. Pencak silat dapat di katakana sebagai olahraga prestasi dalam semua kalangan usia, prestasi pencak silat berpengaruh pada keadaan kebugaran jasmani seseoranng, salah satunya kondisi fisik. Dengan begitu wajib dilakukannya tes kebugaran jasmnai agar setiap atlet mengetahui keadaan tubuh dan menyadari akan pentingnya kondisi fisik dalam melakukan olahraga pencak silat. Tujuan dari penelitian tersebut adalah agar dapat mengetahui kebugaran jasmani seorang atlet pencak silat remaja. Berdasarkan hasil dari survey yang di dapat serta pengambilan angket yang diberikan kepada 10 pelatih di setiap perguruan pencak silat Kota Pekalongan maka di dapatkan bahwa 80% atau 8 dari 10 perguruan belum pernah melakukan tes dan pengukuran kebugaran jasmani dan 20% memberikan keterangan sudah melakukan tetapi tidak menyertakan hasil yang fakta mengenai tes dan pengukuran kebugaran jasmani
HUBUNGAN KOORDINASI MATA-TANGAN, POWER LENGAN DAN PANJANG LENGAN TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS PADA ATLET JUNIOR DIBAWAH USIA 18 TAHUN CLUB DI SUKOHARJO Safrina Audia Balfasa; M Azkal Azkiya; Mega Widya Putri
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v2i1.6294

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk 1. Mengetahui apakah ada hubungan antara koordinasi mata tangan terhadap kemampuan servis pada atlet junior dibawah usia 18 tahun club di Sukoharjo, 2. Mengetahui apakah ada hubungan antara power lengan terhadap hasil kemampuan servis pada atlet junior dibawah usia 18 tahun club di Sukoharjo, 3. Mengetahui apakah ada hubungan antara panjang lengan terhadap hasil kemampuan servis pada atlet junior dibawah usia 18 tahun club di Sukoharjo. 4. Koordinasi mata tangan, power lengan dan panjang lengan terhadap hasil kemampuan servis pada atlet junior dibawah usia 18 tahun club di Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan studi korelasi. Sampel dari penelitian ini adalah atlet junior dibawah usia 18 tahun club di Sukoharjo yang berjumlah 15 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan tujuan dan pertimbangan tertentu. Data hasil servis diperoleh dari tes dan pengukuran dari Hewitt kemudian dianalisis menggunakan komputer program SPSS Versi 17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara koordinasi mata tangan terhadap kemampuan servis sebesar 0.561 dan memberikan sumbangan relatif sebesar 19.83 % dan sumbangan efektif sebesar 14,87 %. Ada hubungan antara power lengan terhadap hasil kemampuan servis sebesar 0.765 dan memberikan sumbangan relatif sebesar 39,68 % dan sumbangan efektif sebesar 29,76 %. Ada hubungan antara panjang lengan terhadap hasil kemampuan servis sebesar 0.645 dan memberikan sumbangan relatif sebesar 25.93 % dan sumbangan efektif sebesar 19.45 %. Ada hubungan antara Koordinasi mata tangan, power lengan dan panjang lengan terhadap hasil kemampuan servis sebesar 0.812 dan memberikan sumbangan efektif sebesar 81,20 %. Besarnya nilai F antara koordinasi mata tangan, power lengan, dan panjang lengan terhadap kemampuan servis tenis lapangan Y adalah 15.804. Simpulan dari penelitian ini adalah : 1. Ada hubungan antara koordinasi mata tangan terhadap kemampuan servi. 2. Ada hubungan antara power lengan terhadap kemampuan servis. 3. Ada hubungan antara panjang lengan terhadap  kemampuan servis. 4. Ada hubungan antara koordinasi mata tangan, power lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis.  
Upaya Meningkatkan Keterampilan Pukulan Forehand Drive Dalam Permainan Tenis Meja Dengan Menggunakan Metode Media Dinding Maulana Hisyam; Mega Widya Putri
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v3i1.7213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan metode yang digunakan dalam peningkatan pukulan forehand dalam permainan tenis meja pada siswa SDM Ambokembang. Dari hasil analisis yang diperoleh terjadi peningkatan yang sangat signifikan dari siklus I dan siklus II. Hasil belajar pada siklus I dalam kategori tuntas adalah 42,86% dan pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar siswa dalam kategori tuntas sebesar 80,95%. Maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tenis meja melalui media dinding dapat meningkatkan hasil belajar siswa SDM Ambokembang. Dari hasil analisis yang diperoleh peningkatan yang signifikan dari siklus I dan siklus II. Beberapa saran, khususnya pada guru pendidikan jasmani sebagai berikut : guru hendaknya lebih inovatif dalam menyampaikan materi pembelajaran. guru hendaknya memberikan pembelajaran kepada siswa dengan permainan yang sederhana tetapi mengandung unsur materi, agar siswa tidak jenuh dalam mengikuti pembelajaran. Guru memberikan modifikasi alat pembelajaran yang sederhana, efisien, efektif, dan tidak memerlukan biaya mahal untuk membuatnya yang dapat dilihat atau dipegang langsung oleh siswa, karena dapat memotivasi siswa untuk selalu mencoba dan mengulangi secara terus.
Hubungan Keseimbangan Dinamis Dengan Ketepatan Tendangan T Pada Atlet Pencak Silat Kategori Remaja IPSI Kota Pekalongan Nur Annisa Putri; M. Riski Adi Wijaya; Gilang Nuari Panggraita; Mega Widya Putri
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i3.924

Abstract

Pengamatan pada pertandingan di Kota Pekalongan menunjukkan bahwa seorang atlet kehilangan keseimbangan saat melakukan tendangan T, sehingga terjatuh dan tendangan yang dilakukan tidak tepat sasaran. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan keseimbangan dengan ketepatan tendangan “T” pada atlet pencak silat IPSI Kota pekalongan. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif melalui desain korelasional. Populasi berjumlah 158 dengan jumlah sampel yang terdiri dari 17 atlet, pengambilan data dilakukan satu kali, pengambilan data meliputi tes keseimbangan dan ketepatan tendangan. Data dianalisis menggunakan korelasi produk momen pada taraf signifikansi 0.05. Hasil menunjukkan melalui uji normalitas yang menunjukkan bahwa data berdistribusi normal Rata – rata skor keseimbangan atlet sebesar 74.85 dengan nilai Standar Deviasi 12.96 yang menunjukkan kondisi keseimbangan relatif baik, sedangkan nilai rata – rata skor ketepatan tendangan “T” sebesar 17.35 dengan nilai standar deviasi 1.61 menggambarkan konsistensi yang stabil antar atlet. Hasil nilai korelasi terdapat hubungan signifikan antara keseimbangan dengan ketepatan tendangan T (sig = 0.013 < 0.05, r = 0.588) temuan ini menegaskan bahwa keseimbangan memiliki keterikatan dengan ketepatan tendangan T.
Hubungan Kekuatan Otot Lengan dan Kekuatan Otot Tungkai dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas pada Siswa Ekstrakurikuler Renang MTs Muhammadiyah Batang Irwan; Gilang Nuari Panggraita; Mega Widya Putri; Idah Tresnowati
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i3.930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai dengan kecepatan renang gaya bebas pada siswa ekstrakurikuler renang MTs Muhammadiyah Batang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi berjumlah 22 siswa ekstrakurikuler renang dan seluruhnya dijadikan sampel dengan teknik sampel jenuh. Kekuatan otot lengan diukur menggunakan tes push-up, kekuatan otot tungkai menggunakan leg dynamometer, dan kecepatan renang gaya bebas menggunakan tes renang gaya bebas 25 meter. Data dianalisis menggunakan korelasi pearson dan regresi linear berganda pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil menunjukkan: (1) terdapat hubungan signifikan antara kekuatan otot lengan dengan kecepatan renang gaya bebas (sig. = 0,000 < 0,05, R = -0,826) dengan kategori sangat kuat; (2) terdapat hubungan signifikan antara kekuatan otot tungkai dengan kecepatan renang gaya bebas (sig. = 0,001 < 0,05, R = -0,652) dengan kategori kuat; dan (3) terdapat hubungan signifikan secara bersama-sama antara kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai dengan kecepatan renang gaya bebas (sig. = 0,000 < 0,05, R = -0,848). Temuan ini menegaskan bahwa kekuatan otot lengan dan tungkai merupakan faktor fisik dominan yang menentukan performa renang gaya bebas. Program latihan sebaiknya menekankan pengembangan kekuatan otot lengan dan tungkai untuk meningkatkan kecepatan renang.
Hubungan Antara Komposisi Lemak Tubuh dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas pada Atlet Vega Swimming Club Faiq Allam; Mega Widya Putri; Jamaludin Yusuf; Idah Tresnowati
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i4.4947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komposisi lemak tubuh dengan kecepatan renang gaya bebas 50 meter pada atlet Vega Swimming Club. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 25 atlet berusia 11–15 tahun yang seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Komposisi lemak tubuh diukur menggunakan kaliper lipatan kulit, sedangkan kecepatan renang diukur melalui tes renang gaya bebas 50 meter. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Momen Produk Pearson. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,245 dengan nilai signifikansi 0,238 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara komposisi lemak tubuh dengan kecepatan renang gaya bebas 50 meter pada atlet Vega Swimming Club. Dapat disimpulkan bahwa komposisi lemak tubuh tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kecepatan renang gaya bebas 50 meter pada atlet Vega Swimming Club. Faktor lain seperti teknik renang, kekuatan otot, daya tahan, koordinasi gerak, dan program latihan diduga dapat berkontribusi terhadap performa renang atlet, tetapi faktor-faktor tersebut tidak diuji dalam penelitian ini.
Analisis Problematika Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran PJOK di SD Muhammadiyah Kebagusan Pemalang Mohammad Wildan Muttaqien; M. Riski Adi Wijaya; Gilang Nuari Panggraita; Mega Widya Putri
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i4.4999

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu pendekatan yang penting dalam Kurikulum Merdeka untuk mengakomodasi perbedaan kebutuhan, minat, dan kemampuan belajar peserta didik, namun implementasinya pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, masih terdapat beberapa problematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di kelas II SD Muhammadiyah Kebagusan Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru PJOK, dan lima peserta didik kelas II yang dipilih menggunakan kriteria setiap siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengabsahan data menggunakan triangulasi teknik, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya menerapkan pembelajaran berdiferensiasi melalui variasi metode, aktivitas, media, dan pengelompokan peserta didik sesuai kebutuhan belajar. Namun implementasinya belum berjalan secara optimal karena masih ditemukan beberapa problematika, yaitu: (1) kurangnya pemahaman guru mengenai konsep pembelajaran berdiferensiasi, (2) perbedaan kemampuan peserta didik yang menyulitkan proses pengelompokan berdasarkan kebutuhan belajar, (3) kesulitan dalam mengelola kelas ketika peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran yang berbeda secara bersamaan, (4) keterbatasan media pembelajaran dalam mendukung kebutuhan belajar peserta didik, (5) waktu dalam pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, dan (6) sarana dan seterusnya pembelajaran PJOK. Dengan demikian diperlukan peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta dukungan sekolah agar pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran PJOK dapat berlangsung secara lebih optimal.