Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT PB DAN SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN HORTIKULTURA Donatus Rendo; Maria Tensiana Tima
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 4 (2023): October: Agriculture
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi logam berat Pb di kebun hortikultura Kelurahan Rewarangga Selatan. Kontaminasi logam berat Pb diakibatkan oleh penggunaan pupuk fosfat secara terus menerus dan juga logam berat Pb berasal dari limbah domestik yang masuk melalui air irigasi. Logam berat Pb diekstraksi menggunakan metode destruksi basa dan hasil analisis dengan spektrofotometer serapan atom menunjukan konsentrasi Pb sebesar 52 ppm. Hasil analisi sifat kimia tanah menujukkan pH tanah bersifat netral dengan nilai pH 6,2-6,8. Nilai kapasitas tukar kation cukup tinggi yaitu sebesar 65,6 Meq/100g yang menunjukkan tingkat kesuburan tanah yang masih bagus. C-Organik juga menunjukan nilai yang tinggi yaitu sebesar 3,67 %. Hal ini  mengindikasikan banyaknya senyawa organik seperti asam humat dan asam fulfat yang dapat membentuk senyawa kompleks dengan logam berat Pb. Dari hasil analisis sifat kimia tanah diprediksikan bahwa logam berat Pb sulit teradsorpsi oleh tanaman, karena kondisi lingkungan yang tidak memungkinkan logam berat Pb berada dalam bentuk ion Pb2+ yang mudah diserap oleh tanaman.
STUDI ETNOBOTANI KERAGAMAN TANAMAN PANGAN LOKAL ETNIS LIO FLORES KABUPATEN ENDE Hutubessy, Josina Irene; Tima, Maria Tensiana; Murdaningsih, Murdaningsih
Jurnal Pertanian Vol. 12 No. 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v12i2.4079

Abstract

Etnobotani dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk mendokumentasikan pengetahuan masyarakat tradisioal yang telah menggunakan berbagai macam tumbuhan, untuk menunjang kebutuhan seperti tanaman pangan. Salah satu daerah di Kabupaten Ende yang masih teguh memegang tradisi budaya adalah suku lio. Lio adalah salah suku yang berada di Pulau Flores – NTT. Tradisi masyarakat dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber pangan lokal yang merupakan tradisi turun temurun yang memperkaya budaya sehingga perlu dilakukan penkajian terkait pengelolaan tradisi agar tidak punah. Pengetahuan terhadap tumbuh – tumbuhan dan budaya dalam kehidupan sehari – hari erat hubungannya dengan Etnobotani. Penelitian ini dilakukan di 3 desa yaitu : Desa Saga, Wologai dan Nggela. Metode wawancara, kuisioner, FGD dan tracking. Berdasarkan penelitian mendapatkan 23 jenis (Uwi Leke. Ubi Talas (Colocasia esculenta), Ubi Jalar  (Ipomoea batatas ), Ubi Uwi  (Dioscorea spp), Padi ladang Merah, Jagung (Zea mays L), Ubi Kayu (Manihot esculenta), Ubi gumbili (Diascorea esculenta L). Sorgum  merah (Sorgum bicolor (L) Moench ,Sorgum Putih, Uwi Boti ,Padi Ladang Hitam, Padi Ladang, Ubi Gadung (Dioscorea hispida), Jelali (Hordeum vulgare), Umbi Ganyong (Canna discolor), Kacang merah (Hordeum vulgare), Kacang Hitam (Vigna radiate) Kacang Tanah (Arachis hypogaea) uwi manu, uwi rita dan uwi bara bera.Masyarakat  memanaatkan tanaman  sebagai pangan, pakan dan seromonial adat.  
Penggunaan Media Pembelajaran Papan Peluang Dan Cross Math Untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Siswa Melalui Program Kampus Mengajar Sinar, Yunitasia; Tima, Maria Tensiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 9 (2024): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i9.1577

Abstract

Kampus Mengajar (KM) merupakan bagian dari Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan secara langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Program Kampus Mengajar ini bertujuan memberdayakan mahasiswa untuk membantu proses pengajaran di Sekolah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskripitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Papan Peluang dan Cross Math dalam program Kampus Mengajar memiliki dampak positif terhadap kemampuan numerasi siswa. Hal tersebut diperkuat dengan hasil AKM yang dilakukan sebelum dan setelah pelaksanaan program kegiatan kampus mengajar. Hasil pretest AKM sebelum pelaksanaan program menunjukkan bahwa dari 20 siswa yang mengikuti pretes diperoleh kompetensi numerasi sebesar 17%. Sedangkan hasil posttest AKM setelah pelaksanaan program menunjukkan bahwa dari 20 siswa yang mengikuti posttest diperoleh kompetensi numerasi sebesar 26%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Papan Peluang dan Cross Math dalam program Kampus Mengajar terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa.
EKSTRAKSI DAN UJI STABILITAS EKSTRAK DAUN TARUM (Indigofera tinctoria) SEBAGAI PEWARNA KAIN TENUN DI DAERAH ENDE NUSA TENGGARA TIMUR Tima, Maria Tensiana; Rendo, Donatus; Sarah, Mardiah
Jurnal Belantara Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbl.v7i2.876

Abstract

Since ancient times, woven fabric craftsmen in the Ende area have used tarum leaves as a dye in their woven fabrics. Extraction of color pigments in tarum leaves is carried out by soaking in water or seawater for a certain length of time so as to produce quality color pigments.This study aims to determine the stability of natural dyes in tarum leaves which are used as dyes for woven fabrics in the Ende area of ​​East Nusa Tenggara which were extracted using water and seawater as solvents. The research was carried out in the laboratory of the Faculty of Agriculture, University of Flores using the experimental method. The results showed that tarum leaves produced the optimum wavelength when soaked for 24 hours and there was a decrease in the color stability of the tarum leaf extract due to storage factors, increased temperature, duration of sunlight and increased concentrations of oxidizing agents.