Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Evaluasi Program IbM Pendampingan Penyusunan Borang Akreditasi bagi Sekolah Dasar di Kota Ternate Rahman, Mardia Hi; Saprudin, Saprudin; Mubarak, Husnin; Hamid, Fatma
Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 9 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jti.v9i2.93

Abstract

Akreditasi sekolah/ madrasah merupakan proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan dan kinerja satuan dan/ atau program, yang dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas publik. Kenyataan menunjukkan bahwa masih terdapat banyak sekolah/ madrasah yang ada di Kota Ternate yang harus di re-akreditasi tahun 2017. SD-A merupakan sekolah mitra IbM yang sudah dua kali diakreditasi yaitu pada tahun 2007 dengan peringkat akreditasi A, sementara tahun 2012 re-akreditasi dan terakreditasi dengan peringkat C. SD-B merupakan sekolah mitra IbM yang telah diakreditasi tahun 2012 dengan peringkat akreditasi C. Program pendampingan penyusunan borang akreditasi bagi Sekolah Dasar di kota Ternate merupakan salah satu program pengabdian yang dilakukan berupa; 1) transfer pengetahuan terkait pentingnya akreditasi sekolah, 2) pelatihan intensif terkait  penyusunan  borang  akreditasi  sekolah,  3) pendampingan penyusunan borang akreditasi bagi sekolah mitra. Adanya program pengabdian masyarakat ini berdampak terhadap peningkatan pemahaman sekolah mitra terkait akreditasi sehingga dapat menumbuhkan kesadaran serta meningkatkan tanggung jawab sekolah mitra untuk meningkatkan status akreditasi sekolah.
PENGARUH MOTIVASI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI Umi Mujaifa Lidawa; Mardia Hi. Rahman; Astuti Salim
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 2 (2021): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.676 KB) | DOI: 10.33387/saintifik.v6i2.3890

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruh motivasi belajar  terhadap kemampuan berpikir kritis siswa melalui penggunaan media animasi  di MTs Negeri 2 Halmahera Selatan. 2) pengaruh kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa melalui penggunaan media animasi   di MTs Negeri 2 Halmahera Selatan. 3) pengaruh motivasi dan kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa melalui penggunaan media animasi  di MTs Negeri 2 Halmahera Selatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat eksperimen dengan desain penelitian korelasional. Sampel dalam penelitian ini siswa kelas VIII A MTs Negeri 2 Halmahera Selatan yang berjumlah 20 siswa. Data diperoleh dengan menggunakan Teknik tes untuk variabel Y dan non tes (kuesioner) untuk variabel X1 dan X2. Instrumen yang dipakai sebelumnya diujicoba. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana dan regresi ganda. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat Pengaruh motivasi dan kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa menggunkan media animasi. Berdasarkan  hasil analisis data untuk melihat pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa diperoleh nilai  sebesar 11,021 dengan Ftab = 4,41 sehingga dapat dikatakan Fhit Ftab, dan thit  ttab  atau 3,316 2,101 sehingga hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dapat diterima. Uji hipotesis yang sama diperlakukan untuk melihat pengaruh kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa diperoleh nilai sebesar 16,405 atau Fhit Ftab dan  thit  ttab  4,302 2,101 sehingga berdasarkan pengujian hipotesis tersebut menunjukan bahwa hipotesis Ha diterima dan hipotesis Ho ditolak. Hal ini menunjukan terdapat pengaruh antara kemanidrian belajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII-A MTs Negeri 2 Halmahera Selatan pada konsep pesawat sederhana. Sedangkan untuk melihat besar pengaruh motivasi dan kemandirian belajar secara bersama-sama terhadap kemampuan berpikir kritis siswa memilik konstribusi sebesar 55,65% maka Ha diterima pada taraf signifikan α = 5 %
Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan menggunakan pendekatan Project Based Learning terhadap Hasil Belajar Siswa kelas VIII MTs Negeri 2 Kota Tidore pada Materi Gerak Masrita Dewi; Hj. Mardiah Hi. Rahman; Nurdin A. Rahman
SAINTIFIK@ Vol 4, No 2 (2019): EDISI OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.499 KB) | DOI: 10.33387/sjk.v4i2.1390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan menggunakan pendekatan Project Based Learning terhadap hasil belajar siswa kelas VIII MTs Negeri 2 Kota Tidore pada konsep Gerak 2). Berapa besar pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan menggunakan pendekatan Project Based Learning terhadap hasil belajar siswa kelas VIII MTs Negeri 2 Kota Tidore. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Negeri 2 Kota Tidore yang berjumlah 64 siswa yang tersebar dalam 3 kelas dan sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi yaitu 22 siswa kelas VIIIC dengan tehnik pengambilan sampelnya dengan cara simple random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data dalam penelitian ini adalah Soal tes,dan angket respon siswa. Bentuk soal tes yang digunakan berupa esai dengan jumlah soal 8 item dengan skor total 66. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji statistik yaitu uji regresi linear sederhana. Data hasil perhitungan diperoleh thit = 6,24 dan ttab = 2,08 dengan dk = 20 dan taraf signifikan 0,05. Sehingga data hasil perhitungan menunjukan bahwa thit> ttab atau 6,24 > 2,08 dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Contextual Teaching and Learning dapat mempengaruhi hasil belajar  siswa pada materi gerak. Hal ini  ditunjukan bahwa terdapat pengaruh model Contextual Teaching and Learning terhadap hasil belajar siswa pada materi gerak dengan koefesien penentu sebesar 65 %. Kata Kunci: contextual teaching and learning, hasil belajar siswa, gerak. 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI MENGGUNAKAN MEDIA OBJEK FISIK BENDA NYATA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA-4 SMA NEGERI 5 KOTA TERNATE PADA KONSEP ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE Asrita Sukur Kayum; Rohima Wahyu Ningrum; Hj. Mardiah Hi. Rahman
SAINTIFIK@ Vol 3, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.553 KB) | DOI: 10.33387/sjk.v3i2.1135

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri menggunakan media objek fisik benda nyata terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA-4 SMA Negeri 5 Kota Ternate pada konsep elastisitas dan hukum Hooke. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat korelasi dan desain yang digunakan adalah desain eksperimen one shot cose study dengan instrumen yang digunakan adalah soal tes dan angket. Adapun teknik pengumpulan data adalah teknik tes dalam bentuk essay yang berjumlah 15 item dengan skor total 122 dan teknik analisis data menggunakan statistik uji-t.Berdasarkan analisis data, menunjukan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri menggunakan media objek fisik benda nyata terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dapat ditunjukan dengan perolehan data analisis dengan menggunakan uji regresi sederhana diperoleh Y = 19,993 + 0,429 X, pengujian keberartian persamaan regresi sederhana diperoleh Fhitung = 10,60 dan Ftabel = 4,49 persamaan regresi tersebut berarti atau signifikan. Untuk kelinieran persamaan regresi diperoleh Fhitung = 1,10 dan Ftabel = 3,20 persamaan regresi tersebut linear. Koefisien korelasi diperoleh nilai r = 0,63 sedangkan untuk menguji keberartian korelasi diperoleh thitung= 3,24 dan ttabel= 2,12. Dari uraian di atas disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif antara model pembelajaran inkuiri menggunakan media objek fisik benda nyata terhadap hasil belajar siswa. Kata kunci: Model Inkuiri, Media Objek Fisik Benda Nyata, Hasil Belajar
Pengaruh Model Pembelajaran Guided Inquiry Terhadap Keterampilan Pemecahan Masalah Fisika Siswa pada Materi Gerak Lurus Kelas X IPA 1 SMA Negeri 5 Kota Ternate Fitri karepsina; Sumarni Sahjat; Mardia Hi. Rahman
SAINTIFIK@ Vol 4, No 1 (2019): EDISI MARET 2019
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.99 KB) | DOI: 10.33387/sjk.v4i1.2054

Abstract

Penelitian ini berupa penelitian eksperimen, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran guided inquiry terhadap keterampilan pemecahan masalah siswa SMA kelas X IPA 1 pada materi gerak lurus dengan menggunakan paradigma penelitian sederhana yaitu terdiri atas satu variabel independen dan satu variabel dependen.Setelah diperoleh data keterampilan pemecahan masalah siswa melalui tes tertulis, diperoleh skor terendah 17 dan skor tertinggi 65 dengan rentang skor 48 dari hasil analisis data yang diperoleh rata-rata skor sebesar 35,58  standar deviasi 16,49 dan varians 271,64 dari hasil tersebut dibuat distribusi frekuensi data variabel keterampilan pemecahan masalah siswa SMA Negeri 5 Kota Ternate. Ternyata Fhit > Ftab, atau > 4,30 pada taraf nyata  = 0,05 sehingga H0 ditolak dan diterima Ha, dengan demikian menunjukkan bahwa persamaan regresi tersebut berarti/signifikan. Terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran inquiri terbimbing (guided inquiry) terhadap keterampilan pemecahan masalah fisika siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 5 Kota Ternate pada materi gerak lurus. Besar pengaruh penggunaan model pembelajaran inquiri terbimbing (guided inquiry) terhadap keterampilan pemecahan masalah fisika siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 5 Kota Ternate pada materi gerak lurus adalah 39,44% . Kata Kunci : Guided Inquiry, Keterampilan Pemecahan Masalah  Dan Gerak Lurus.
Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) dan Aktivitas Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X IPA2 SMA Negeri 4 Halmahera Utara pada Konsep Gerak Lurus Trisno Ikram; Mardia Hi. Rahman; Rohima Wahyu Ningrum
SAINTIFIK@ Vol 4, No 1 (2019): EDISI MARET 2019
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.32 KB) | DOI: 10.33387/sjk.v4i1.2059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap hasil belajar siswa pada konsep gerak lurus. 2) Pengaruh aktivitas siswa terhadap hasil belajar siswa pada konsep gerak lurus. 3) pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap hasil belajar siswa kelas X IPA2 SMA Negeri 4 Halmahera Utara pada konsep gerak lurus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional untuk melihat pengaruh tiga variabel yaitu dua variabel independen (X1 dan X2) dan satu variabel dependen (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA SMA Negeri 4 Halmahera Utara yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas IPA1 dan kelas IPA2 yang berjumlah 47 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA2 dengan jumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik tes dalam bentuk soal essay dan non tes berupa angket, kemudian data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji statistik regresi dan korelasi.Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dan aktivitas siswa terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan uji statistik keberartian regresi dan keberartian korelasi guna untuk melihat pengaruh model pembelajaran contxtual teaching and learning terhadap hasil belajar diperoleh nilai Fhitung > Ftabel atau 12,031 > 4,35 dan thitung> ttabel atau 3,469 > 2,086 sehingga hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh antara model pembelajaran contxtual teaching and learning terhadap hasil belajar siswa diterima. Uji statistik yang sama diperlakukan untuk melihat pengaruh aktivitas belajar siswa terhadap hasil belajar siswa diperoleh nilai Fhitung > Ftabel atau 20,771 > 4,35 dan thitung> ttabel atau 4,558 > 2,086, sehingga berdasarkan pengujian hipotesis tersebut menunjukkan bahwa hipotesis Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini menunjukkan  terdapat pengaruh anatar aktivitas belajar siswa terhadap hasil belajar siswa. Sedangkan untuk melihat pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dan aktivitas siswa secara bersama-sama terhadap hasil belajar siswa yaitu dengan menggunakan uji statistik regresi dan korelasi ganda dimana diperoleh nilai Fhitung > Ftabel atau 11,944 > 4,35 dan thitung> ttabel atau 7,522 > 2,086. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dan aktivitas siswa terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 4 Halamahera Utara pada konsep gerak lurus. Kata kunci: Hasil Belajar, Model pembelajaran CTL, dan Aktivitas Belajar Siswa
Pengaruh Model Pembelajaran Guided Inquiry terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Momentum dan Impuls Kelas X Mia 5 SMA Negeri 1 Kota Ternate Safrudin Ismail; Hj. Mardiah Hi. Rahman; Nurlaela Muhammad
SAINTIFIK@ Vol 4, No 2 (2019): EDISI OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.623 KB) | DOI: 10.33387/sjk.v4i2.1392

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran guided inquiry terhadap hasil belajar siswa kelas X pada materi momentum dan impuls dengan menggunakan bentuk penelitian paradigma sederhana. Data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes tertulis dengan skor terendah 35, skor tertinggi 96, rentang skor 61, skor rata-rata 63,42, standar deviasi 9,92 dan varians 281,56. Dari data tersebut dibuat distribusi frekuensi data variabel keterampilan hasil belajar siswa  SMA Negeri 1 Kota Ternate. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh thit > ttab, atau 4,65 >2,03 pada taraf nyata  = 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, dengan demikian menunjukkan bahwa persamaan regresi tersebut signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran inquiri terbimbing (guided inquiry) terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X MIA 5 SMA Negeri 1 Kota Ternate pada materi Momentum dan Impuls. Besar pengaruh penggunaan model pembelajaran inquiri terbimbing (guided inquiry) terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X MIA 5 SMA Negeri 1 Kota Ternate pada materi Momentum dan Impuls adalah 39,18% . Kata Kunci :Guided Inquiry, Hasil Belajar, Momentum dan Impuls.
PENGELOLAAN KELAS, MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR Mardia Hi. Rahman
EDUKASI Vol 15, No 2 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.989 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v15i2.515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengelolaan kelas, motivasi belajar terhadap hasil belajar mahasiswa pada matakuliah strategi belajar mengajar fisika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan analisis statistik regresi ganda. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan fisika tahun akademik 2016/2017 yang berjumlah 44 mahasiswa. Variabel penelitian ini adalah pengelolaan kelas (X1), motivasi belajar (X2) dan hasil belajar mahasiswa (Y). Instrumen yang digunakan adalah soal tes untuk variabel hasil belajar mahasiswa, sedangkan untuk variabel pengelolaan kelas dan motivasi belajar menggunakan angket.Hasil pengujian dengan statistik regresi ganda menunjukkan bahwa pengelolaan kelas mempunyai pengaruh positif terhadap hasil belajar mahasiswa. Motivasi belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar mahasiswa. Serta pengelolaan kelas, dan motivasi belajar secara bersama-sama berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa pada matakuliah strategi belajar mengajar fisika, maka dosen perlu mengelola kelasnya secara baik dan selalu membangkitkan motivasi belajar mahsiswa dengan menggunakan berbagai model pembelajaran yang sesuai dengan konsep yang dibelajarkan.Kata Kunci : Pengelolaan Kelas, Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Mahasiswa
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK TERPADU BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD KELAS V Mardia Hi. Rahman; Saiful Latif
EDUKASI Vol 18, No 2 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v18i2.2100

Abstract

The 2013 curriculum suggests that learning must be integrated or commonly known as integrated thematic learning. Thematic learning in elementary schools usually combines material on several subjects into one theme. The references used by both teachers and students are provided by the government, namely teachers’ book and students’ book. The teachers directly teach their students using references provided without analyzing or further developing by the teacher. The implementation of 2013 curriculum requires teachers to be creative in using various learning models and scientific approaches. With these demands the teacher should be able to develop teaching materials in accordance with the learning model. This research is motivated by the importance of developing integrated thematic teaching materials based on Problem Based Learning models that are able to improve the critical thinking skills of fifth grade students. The study was conducted for 3 months. This type of research is development research refers to the 4-D model proposed by Thiagarajan, but this research is limited to defining, designing and developing. The instrument used to assess the quality of teaching materials is a questionnaire with five categories, while students' critical thinking skills use test instrument. Data analysis was performed by descriptive analysis. The results of the analysis show that integrated thematic teaching materials based on Problem Based Learning (PBL) on heat and its transfer are stated to meet valid criteria and practicality, because teaching materials are developed based on supporting theories consistently and can be used easily. Whereas in the effectiveness test of integrated thematic teaching materials based on problem based learning, it was declared effective to be used because the developed teaching materials had a positive impact in increasing students' critical thinking skills.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS DISCOVERY LEARNING DENGAN KEARIFAN LOKAL UNTUK SISWA SMP/MTs Mardia Hi Rahman; Saiful Latif; Ade Haerullah
EDUKASI Vol 19, No 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v19i2.3813

Abstract

The development research done at MTs Negeri 2 Halmahera Utara aims to: (1) produce physics teaching materials based on local wisdom in the Energy material for MTs class VII students, and (2) determine the feasibility of physics teaching materials based on local wisdom Energy materials for MTs students in class VII. This development research refers to the 4 steps of the 4-D model development design proposed by Thiagarajan, namely the stages of defining, designing, developing, and disseminating. The product trial consisted of validation by material experts, media experts, linguists, science teachers, and 5 students of MTs Negeri 2 Halmahera Utara class VII. Collecting data using interview guidelines, expert validation sheets, and understanding test sheets of teaching materials. This research produces a product in the form of physics teaching materials based on local wisdom in the form of a printed book and is suitable for use with eligibility criteria including content eligibility of 94% very feasible category, presentation feasibility 90% very feasible category, graphic feasibility 88% very feasible category, feasibility linguistics of 88% in the very appropriate category, and the average comprehension test of teaching materials of 90.5 in the high category.