Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penguatan Peran Keluarga Untuk Mewujudkan Lansia Smart Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kayen Sleman Yogyakarta Sinaga, Mei Rianita Elfrida
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i2.348

Abstract

Meningkatnya jumlah populasi lansia menimbulkan peningkatan permasalahan kesehatan lansia sehingga diperlukan peran keluarga. Peran keluarga memberikan perubahan positif bagi kehidupan lansia dan meningkatkan kesejahteraan. Peran dan pemahaman keluarga dalam hal merawat lansia terutama di masa pandemic Covid-19 masih rendah. Untuk itulah program pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga terkait peran keluarga dalam merawat lansia yang tinggal bersama, mewujudkan lansia sehat, mandiri, aktif, dan produktif (SMART) melalui peningkatkan aktivitas fisik seperti senam otak dan pemanfaatan tanaman obat keluarga. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam empat tahapan yaitu Focus Group Discussion (FGD), Skrining, Penyuluhan dan Senam Otak, dan Evaluasi. Program ini dilakukan di Kayen Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta selama tiga bulan yang dihadiri oleh 28 orang termasuk kader kesehatan, keluarga, dan lansia. Hasil dari program ini didapatkan peningkatan pengetahuan keluarga dengan perubahan nilai APGAR keluarga pada lansia yaitu disfungsi rendah 89,3%, disfungsi sedang 10,7%, dan disfungsi tinggi 0%.
Peningkatan Keterampilan Pemeriksaan Kesehatan Pengukuran Tekanan Darah dan Kadar Hemoglobin pada Palang Merah Remaja untuk Pencegahan Stunting secara Peer Group Wirata, Resta Betaliani; Sinaga, Mei Rianita Elfrida; Adiyasa, Ratna Puspita
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): Januari-Maret
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program aims to enhance the skills of Youth Red Cross (PMR) members in measuring blood pressure and hemoglobin levels through the peer group method. The program was conducted in October 2024, involving 23 PMR members. The implementation of this community service followed several stages: socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, and program sustainability. The application of technology in this program utilized the peer group method. Following the training activities, results showed that 100% of participants were able to measure blood pressure, and 91.3% were able to measure hemoglobin levels. This community service program successfully improved the competency of PMR members in conducting screening or early detection among peers. The implications for preventing hypertension and anemia include reducing the risk of stunting in future generations and motivating participants to become healthy and responsible leaders. Based on these findings, it is recommended to continue implementing health screening activities using the peer group approach. Achieving Sustainable Development Goals (SDGs) This community service program focuses on preventing stunting in the future through screening and early detection among adolescents by involving PMR youth groups in peer group activities. This article contributes to SDG Goal 3: Ensure healthy lives and promote well-being for all at all ages. The targeted indicator is Target 3.4, which aims to reduce premature mortality from non-communicable diseases by one-third by 2030 through prevention, treatment, and the promotion of mental health and well-being.
Pengaruh implementasi pemberdayaan kader dengan inovasi go-kader terhadap perilaku pencegahan penyakit tidak menular di masa pandemi covid -19 Indrayanti, Indrayanti; Sinaga, Mei Rianita Elfrida
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v12i2.640

Abstract

Studi ini bertujuan mengetahui pengaruh implementasi pemberdayaan kader dengan Inovasi Go Kader (PeKa Go-Kader) terhadap Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Masa Pandemi Covid-19 Kota Yogyakarta. Penelitianini menggunakan studi  quasi experiment dengan desain pre dan post test without  group . Subyek penelitian ini  32 kader kesehatan. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah accidental sampling. Pelatihan  PeKa Go Kader terdapat 2 sesi:  edukasi, skrining Kesehatan  HT dan DM. Komunikasi efektif serta Kunjungan rumah. Hasil penelitian menunjukkan nilai Z score 0,004 bahwa terdapat  pengaruh implementasi pemeberdayaan kader dengan Inovasi Go Kader (PeKa Go-Kader) terhadap Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Masa Pandemi Covid-19.
A Hope Therapy to Lower Depression on Elderly Sastika, Clara Sekar; Sinaga, Mei Rianita Elfrida
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Salah satu penyakit yang sering terjadi pada lanjut usia (lansia) di Indonesia adalah depresi. Lansia sangat rentan terhadap depresi dikarenakan adanya faktor internal maupun faktor eksternal. Salah satu terapi yang dapat diberikan pada lansia depresi adalah terapi hope. Terapi hope dapat meningkatan emosi positif, keterlibatan, dan membantu lansia memenuhi potensi yang mereka miliki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terapi terapi hope berpengaruh terhadap depresi pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif preexperimental dengan pendekatan one-group pretest-postest design. Analisa data menggunakan uji wilcoxon rank test. Adapun teknik sampling menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu purposive sampling. Sampel dalam penelitian berjumlah 39 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi hopetingkat depresi lansia sebesar 2,36 dan setelah diberikan terapi rerata tingkat depresi pada lansia mencapai 1,95 dengan p-values = 0,000 yang berarti H0 ditolak dan Hα diterima. Terdapat pengaruh pemberian terapi hope terhadap tingkat depresi pada lansia di Yogyakarta. Diharapkan terapi hope ini dapat diterapkan di komunitas untuk diberikan pada lansia depresi melalui pelatihan ahli profesional
The Relationship between Caregiver Emotional Support with Quality of Life on Elderly in Wirogunan Village, Yogyakarta Putri, Ni Luh Andina Novia Wijaya; Sinaga, Mei Rianita Elfrida
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup lansia di Indonesia berada di peringkat bawah Indeks Global Age Watch yaitu di peringkat ke -71. Menurut data Dinas Kesehatan, Provinsi Yogyakarta memiliki lansia mencapai 13,4% dan menjadi provinsi paling dini mengalami penuaan. Hasil studi pendahuluan didapatkan lansia memiliki dukungan emosional yang kurang dari keluarga yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dalam perawatan kesehatan lansia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan emosional caregiver dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Wirogunan Yogyakarta. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 51 responden. Instrumen yang digunakan yaitu dukungan emosional caregiver yang telah dilakukan uji validitas oleh peneliti dengan hasil 0,885 dan reliabilitas alpha cronbach 0,908 dan kualitas hidup diukur menggunakan instrumen WHOQoL-BREF. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasi uji statistik pada penelitian ini didapatkan p-value>0,05, dimana hasil dari domain fisik 0,136>0,05, domain psikologi 0,230>0,05, domain sosial 0,073>0,05, dan domain lingkungan 0,266>0,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan emosional caregiver dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Wirogunan Yogyakarta. Diharapakan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dan referensi serta menambah kajian pustaka untuk meneliti mengenai dukungan emosional caregiver terhadap kualitas hidup lansia.
eNutrilla Education Model Based on Local Food Ingredients Improves Maternal Feeding Behavior and Mothers' Self-Efficacy to Prevent Stunting Sari, Ignasia Yunita; Indrawati, Nining; Sinaga, Mei Rianita Elfrida; Erawati, Alda Tri; Rumbiak, Christine Ester
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 18 No. 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v18i1.7721

Abstract

Stunting poses a significant threat to the future Indonesia. The target of a 14% reduction in stunting has not yet been achieved. However, the 2022 Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI) highlights the need for local food ingredients in preparing nutrition for stunting prevention. Utilizing locally available food sources serves as an alternative solution to ensure that children's nutritional needs are met easily and affordably. Education incorporating local wisdom is crucial for stunting prevention. To evaluate the effectiveness of education using the e-Nutrilla model as a method to improve children’s growth status, maternal feeding behavior, and maternal self-efficacy in providing complementary feeding (MPASI). The research design used was a one-group pretest-posttest without control. The population consisted of all mothers with children aged 12–59 months, with a sample size of 36 mothers. The statistical test applied was the Wilcoxon test. All respondents experienced an improvement in maternal feeding behavior categories from pre-test to post-test, with a Mean Rank of 18.50. The mean difference in maternal self-efficacy before and after education was 0.5, with an Asymp Sig. (2-tailed) value of 0.004. Before the intervention, 6 children (16.7%) showed no growth improvement, which decreased to 3 children (8.3%) after the intervention, with an Asymp Sig. (2-tailed) value of 0.257. The e-Nutrilla education model has a positive effect on maternal feeding behavior and maternal self-efficacy but does not significantly impact children’s growth status.
PENEGAKAN HAK ANAK ATAS MAKANAN AMAN DAN SEHAT: STUDI KASUS KERACUNAN DALAM PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DITINJAU DARI TANGGUNG JAWAB NEGARA Riyanto, Ontran Sumantri; Sinaga, Mei Rianita Elfrida
Juris Humanity: Jurnal Riset dan Kajian Hukum Hak Asasi Manusia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi HAM dan Humaniter Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jrkhm.v4i1.84

Abstract

Hak anak atas pangan yang aman dan sehat merupakan fondasi esensial bagi tumbuh kembang optimal, dijamin oleh instrumen hukum internasional dan nasional. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai inisiatif penting, namun potensi insiden keracunan makanan menyoroti celah dalam penjaminan hak ini dan memunculkan isu krusial mengenai tanggung jawab negara. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis yuridis untuk memahami penegakan hak anak atas makanan aman dan sehat dalam Program MBG, dengan studi kasus insiden keracunan ditinjau dari tanggung jawab negara. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Data sekunder berupa peraturan perundang-undangan relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka hukum Indonesia telah menyediakan landasan normatif yang kuat bagi hak ini. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan signifikan dalam pengawasan, alokasi sumber daya, dan kapasitas teknis, yang meningkatkan risiko keracunan. Pertanggungjawaban negara dapat diuraikan secara administrasi, perdata, dan pidana, tetapi perwujudannya terhambat oleh kompleksitas birokrasi, kurangnya literasi hukum, dan akses keadilan yang terbatas. Disparitas antara jaminan hukum dan realitas implementasi menciptakan celah akuntabilitas, yang berdampak serius pada anak-anak korban dan kepercayaan publik. Diperlukan reformasi sistemik, termasuk peraturan pelaksana yang spesifik, peningkatan kapasitas pengawasan, dan mekanisme kompensasi yang lebih responsif, demi terwujudnya perlindungan yang komprehensif dan akuntabilitas negara yang nyata dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Family Support in Accompanying Post-Stroke Patients Undergoing Physiotherapy: Assessed from the Onset of the Stroke Sinaga, Mei Rianita Elfrida; Purnomo, Veronika Debi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 03 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science) 
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhs.v18i03.6534

Abstract

Stroke is a disease with a prevalence of 10.9% in 2018, which increased by 3,9% over the last five years, leading to complications such as weakness of physical limbs. Family support influences post-stroke patients' recovery through emotional, appreciation, instrumental, and information support. This study describes family support in accompanying post-stroke patients undergoing physiotherapy after 1-6 months of the stroke attack. The results showed that most respondents were aged 56-65 years (43.1%), male (52.9%), and retired/not working (31.4%). In addition, they had a senior high school education (39.2%), and the type of stroke was ischemic stroke or non-hemorrhagic stroke (62.8%). Family support in accompanying post-stroke patients undergoing physiotherapy after 1-6 months of the attack was mainly in the good category, namely 48 respondents (94.1%). The most significant type of family support was emotional support, as shown by the choice "always" in item 2, with 50 respondents. In conclusion, family support in accompanying post-stroke patients undergoing physiotherapy after 1-6 months of the stroke attack is good, especially in emotional support. Thus, families should maintain and increase family support so that post-stroke patients have the motivation to undergo routine checkups and physiotherapy.
Dual role conflict, family support, and stress levels among nursing students in a recognition of prior learning program Rachelita, Kezia; Sinaga, Mei Rianita Elfrida; Thojampa, Somsak
The Journal of Palembang Nursing Studies Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Palembang MediRose Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55048/jpns178

Abstract

Background: Stress occurs when external demands exceed an individual’s coping resources. Nursing students enrolled in the Recognition of Prior Learning (RPL) program, who balance employment and academic responsibilities, are particularly vulnerable to dual role conflict, which may result in fatigue, pressure, and time management difficulties. Conversely, family support is a critical protective factor that helps individuals cope during challenging periods. Objective: This study examined the relationship between dual role conflict, family support, and stress levels among RPL nursing students. Methods: A quantitative, correlational, cross-sectional design was employed. The study included all 94 RPL nursing students through total sampling. Data were collected using the Dual Role Conflict Scale, the Perceived Social Support–Family (PSS-FA), and the Perceived Stress Scale-10 (PSS-10). Data analysis included frequency distribution, Somers’ d test, and ordinal logistic regression. Results: Of the 94 participants, most were female (75.5%), aged 26–53 years (58.5%), employed in hospitals (92.6%), and had 10–12 years of work experience (26.6%). Nearly half experienced low dual role conflict (44%), most reported good family support (93.6%), and the majority experienced moderate stress (62.8%). Multivariate analysis showed a significant relationship between dual role conflict and family support with stress levels (p < 0.001). The strength of the association, as indicated by Nagelkerke’s pseudo R², was 26.6%. Conclusions: Dual role conflict and family support were significantly associated with stress levels among RPL nursing students. Educational institutions should provide counseling services, stress management programs, and academic support tailored to the needs of working students. Further studies are recommended to explore additional factors influencing stress, such as peer support and individual coping strategies.