Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Model Perancangan Pemeliharaan Bangunan Gedung Menggunakan Building Information Modeling (BIM) Jojok Widodo Soetjipto; Ilham Kahfi Zarkasi; Anita Trisiana
Jurnal Permukiman Vol 18 No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2023.18.1-15

Abstract

Pemeliharaan gedung sangat diperlukan untuk operasional gedung tersebut dalam rangka menjaga keandalan dan kinerja bangunan agar sesuai dengan umur ekonominya. Banyak bangunan gedung yang pemeliharaannya sangat buruk dari segi teknis, administratif, maupun ketersediaan anggarannya sehingga diperlukan model perancangan pemeliharaan yang tepat sesuai kebutuhan operasional bangunan tersebut. Disisi lain perkembangan teknologi informasi digital semakin cepat dan luas penggunaannya. Salah satunya adalah Building Information Modeling (BIM) yang seluruh proses aktivitasnya bekerja secara kolaboratif dan integratif. Oleh karena itu, rancangan model ini bertujuan untuk menyusun model perancangan pemeliharaan bangunan gedung yang tepat menggunakan BIM. Metode yang digunakan adalah menerapkan standar pemeliharaan bangunan gedung di Indonesia (Permen PU No. 24/PRT/M/2008) pada aplikasi pendukung BIM yaitu Autodesk Revit (untuk memvisualisasi gedung 3D) dan Autodesk BIM 360 Ops (untuk menajemen pemeliharaan). Sebagai studi kasus adalah Perancangan Pengelolaan Pemeliharaan Stasiun Walini yang merupakan salah satu stasiun kereta cepat Jakarta – Bandung dengan komponen bangunan yang sangat moderen, komplek, dan rumit. Model perancangan pemeliharaan dilakukan melalui tahapan: (i) pemodelan bangunan menggunakan Autodesk Revit berdasarkan shop drawing dalam bentuk 3D dan dapat diaplikasikan untuk kebutuhan 4D dan 5D; (ii) mengekspor hasil Autodesk Revit ke aplikasi Autodesk BIM 360 Ops karena aplikasi ini memiliki kemampuan menyimpan database semua kegiatan operasi dan pemeliharaan gedung; dan (iii) melakukan simulasi perancangan pemeliharaan menggunakan aplikasi Autodesk BIM 360 Ops. Hasil rancangan model ini menunjukkan bahwa dengan teknologi BIM dapat dijadikan model perancangan pemeliharaan yang sangat detail, akurat, efektif, efisien, dan terintegrasi.
A PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA PEKERJAAN ARSITEKTUR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN TINGGI NEGERI: (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN RSPTN UNIVERSITAS JEMBER) Anik Ratnaningsih; Anita Trisiana; Fitri Nurhasanah
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 21 No. 3 (2025)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.21.3.155-169.2025

Abstract

Biaya pekerjaan arsitektur pada Proyek Pembangunan RSPTN Universitas Jember mencapai 30,51% dari total anggaran, yang dimana angka ini terbilang cukup tinggi, hal ini menunjukkan adanya potensi efisiensi biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan konsep Value Engineering (VE) guna mengidentifikasi alternatif pekerjaan yang lebih efisien tanpa mengurangi fungsi, mutu, maupun keamanan bangunan yang memiliki urgensi untuk mendapatkan hasil optimasi biaya pada pekerjaan arsitektur. Metode yang digunakan mencakup tahapan VE, yaitu pengumpulan informasi, analisis fungsi, cost model, breakdown analysis, analisis Pareto, hingga penilaian alternatif dengan pendekatan Life Cycle Cost (LCC) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil dalam artikel ini menunjukkan bahwa item pekerjaan pasangan dinding layak untuk dilakukan optimasi. Alternatif terbaik adalah penggunaan pasangan bata merah, plesteran 15 mm, dan acian. Penerapan VE berhasil menurunkan biaya pekerjaan arsitektur dari Rp 49.515.093.665,64 menjadi Rp 48.976.536.151,29, dengan efisiensi sebesar Rp 538.557.514,35 atau setara 1,08%. Penerapan VE terbukti mampu meningkatkan efisiensi biaya proyek secara signifikan.
Analisis Operasional Dan Pemeliharaan Gedung Berdasarkan Tingkat Kerusakan Dan Anggaran Biaya Dengan Metode Activity Based Costing Analysis (ABC) anik ratnaningsih; Kiky wahyu firnanda; anita trisiana
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i2.886

Abstract

Abstrak Bangunan yang digunakan untuk kepentingan umum, perawatan dan pemeliharaan merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi. Pemeliharaan gedung dilakukan guna mempertahankan fungsi dan kegunaan bangunan secara utuh, memperpanjang usia gedung, dan menekan laju kerusakan pada gedung sehingga menjadikan bangunan tersebut sebagai tempat yang baik, nyaman, dan aman bagi pengguna bangunan dalam beraktivitas setiap harinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan, penyebab kerusakan serta estimasi biaya operasional dan pemeliharaan pada bangunan Gedung Laboratorium Terpadu Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan menggunakan Fishbone Diagram dan metode Activity Based Costing untuk menghitung biaya perbaikan dan pemeliharaan. Metode Fishbone Diagram digunakan untuk mengetahui penyebab kerusakan pada bangunan sedangkan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan jenis kerusakan pada bangunan dilakukan dengan observasi secara langsung di lapangan serta bantuan dari beberapa responden melalui kuisioner.  Kata kunci: Bangunan, kerusakan,  perasional, pemeliharaan  Abstract Buildings used for public purposes. Building maintenance is carried out in order to maintain the function and usability of the building as a whole, extend the life of the building, and reduce the rate of damage to the building so as to make the building a good, comfortable and safe place for building users in their daily activities. The purpose of this study was to determine the level of damage, causes of damage and estimated operational and maintenance costs in the Integrated Laboratory Building, Faculty of Medicine, University of Jember. The method used to identify the cause of the damage uses the Fishbone Diagram and the Activity Based Costing method to calculate repair and maintenance costs. The Fishbone Diagram method is used to determine the causes of damage to buildings while to determine the level of damage and type of damage to buildings is done by direct observation in the field and assistance from several respondents through questionnaires. Keywords: Building, damage, operational, maintenance