Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal SOLMA

Pengolahan Limbah Minyak Jelantah dan Kulit Pisang Menjadi Sabun Erviana, Vera Yuli; Suwartini, Iis; Mudayana, Ahid
Jurnal SOLMA Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Uhamka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/solma.v7i2.2003

Abstract

Limbah minyak jelantah dan kulit pisang di Desa Sendangsari cukup banyak. Hal tersebut dikarenakan banyaknya warga yang berprofesi sebagai penjual kuliner geblek ( sejenis gorengan yang dibuat dari tepung pati) ditambah lagi minyak jelantah yang dihasilkan dari rumahan. Melimpahnya sumber daya alam pisang dapat dimanfaatkan tidak hanya buahnya tetapi kulit pisang juga dapat digunakan sebagai penjernih minyak jelantah. Berdasarkan permasalahan tersebut maka limbah minyak jelantah dan limbah kulit pisang diolah untukmenjadi sabun cuci tangan dengan berbagai modivikasi sehingga dapat dijadikan cendramata dan souvenir pernikahan. Metode yang digunakan yaitu sistem pengolahan limbah berbasis zero waste industry. Konsep zero waste industry terdiri dari reduce (mengurangi), reause (menggunakan kembali) dan recycle (mendaur ulang). Kegiatan tersebut terdiri dari: 1) penyuluhan limbah minyak jelantah bagi lingkungan, 2) membentuk UMKM mandiri dan memprakarsai tabungan minyak jelantah, 3) pembuatan buku  pengolahan limbah minyak jelantah dan strategi pemasaran 4) pelatihan penjernihan minyak jelantah, 5) pelatihan  pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun mandi, 6) pelatiahan SDM dalam kewirausahaan,  8) dan  pendampingan perijinan. Luaran yang dihasilkan berupa teknik pengelolaan limbah minyak jelantah berbasis Zero Waste Industry, produk sabun cuci tangan, dan peningkatan kesadaran akan lingkungan serta terciptanya lapangan pekerjaan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK Erviana, Vera Yuli; Mudayana, Ahmad Ahid; Suwartini, Iis
Jurnal SOLMA Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Solma
Publisher : Uhamka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.328 KB) | DOI: 10.29405/solma.v8i2.3697

Abstract

The local government of Kulonprogo had been making efforts in realizing a zero-waste village. It was proven by the establishment of waste banks with a total of 100 units with no exception in Karangsari village. However, the waste management had not been optimum despite the fact that the waste could be processed into goods with economic value. The limited knowledge and lack of skills became an obstacle in carrying out the waste management. Therefore, there needed to be efforts to improve the human resources in order to conduct both organic and inorganic waste management. The community empowerment towards zero waste village in Karangsari village, Pengasih sub-district, Kulonprogo aimed at creating a healthy environment, providing employment opportunities, creating featured products of environmentally-friendly village and supporting tourism potentials of Kulonprogo in order to increase the community income as well as the regional income. The method used in this study was zero waste industry-based organic and inorganic waste management system. The zero-waste industry concept consisted of actions to reduce, reuse and recycle. The outputs resulted from the study include zero waste industry-based organic and inorganic waste management technique, village featured products of various environmentally-friendly souvenirs, MSME establishment, new employment opportunities and environmental awareness improvement.
Efforts to Improve Public Understanding of COVID-19 Prevention through Kader Empowerment Setyani, Rizka Ayu; Mudayana, Ahmad Ahid; Sistiarani, Colti; Astikasari, Nita Dwi; Mulyani, Sri; Febrinasari, Ratih Puspita; Sumardiyono
Jurnal SOLMA Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v11i1.8416

Abstract

Background: Kasus COVID-19 di Indonesia masih terus ada dan mengalami pasang surut, salah satunya di Kabupaten Klaten. Keterbatasan petugas kesehatan dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi salah satu penyebab masih adanya kasus COVID-19 di Kabupaten Klaten. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran kader kesehatan dalam membantu meningkatkan kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan ini dilakukan bekerjasama dengan Puskesmas Trucuk 1 dan Puskesmas Trucuk 2. Peserta kegiatan berjumlah 60 orang perwakilan seluruh Desa di Kecamatan Trucuk. Metode: Metode yang digunakan Focus Group Discussion, workshop serta pelatihan yang dilakukan pada bulan November-Desember 2021. Hasil kegiatan yaitu ada peningkatan pemahaman peserta setelah dilakukan kegiatan workshop dan pelatihan. Hasil: Pelatihan dengan praktik simulasi menambah wawasan peserta dalam melakukan edukasi kepada masyarakat. Kesimpulan: Peran kader kesehatan dapat menjadi solusi dalam menyadarkan masyarakat.