Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kepentingan dan Pengaruh Stakeholders dalam Manajemen Kolaboratif Kawasan Perairan Teluk Doreri, Manokwari Mawirampakel, Fanny Silviany; Bawole, Roni; Pattiasina, Thomas F.; Bawole, Christover Alfarani; Mudjirahayu, Mudjirahayu; Runtoboi, Ferawati; Boli, Paulus
Journal of Tropical Diversity Vol 1 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Penerbit Brainy Bee

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64283/jotdiverse.2025.1(2):11

Abstract

Stakeholders atau pemangku kepentingan merupakan komponen penting dalam kegiatan pengelolaan wilayah dan sumberdaya pesisir. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan kepentingan serta pengaruh para pemangku kepentingan dalam manajemen kolaboraif Kawasan Perairan Teluk Doreri. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, diskusi kelompok terfokus, dan kuesioner yang dilaksanakan pada Februari-Maret 2025. Sebanyak 41 informan kunci yang mewakili berbagai kelompok termasuk instansi pemerintah, komunitas lokal, akademisi, sektor swasta, dan lembaga swadaya Masyarakat dilibatkan untuk menilai tingkat kepentingan dan pengaruh mereka terhadap pengelolaan kawasan perairan Teluk Doreri. Analisis stakeholders telah memetakan posisi stakeholders, yang menunjukkan bahwa mayoritas pemangku kepentingan berada pada Kuadran II (key players), artinya kepentingan dan pengaruh yang tinggi dalam praktek-praktek manajemen kolaboratif. Di sisi lain, Kuadran I dan IV masing-masing hanya diisi oleh satu aktor yang memiliki ketimpangan antara komitmen dan kapasitas pengaruh. Sementara itu, Kuadran III mencerminkan keberadaan stakeholders dengan pengaruh rendah namun berpotensi strategis secara sosial, seperti tokoh agama, akademisi, dan kepala kampung. Pemetaan ini mengindikasikan pentingnya pemberdayaan lintas kuadran, serta perlunya strategi manajemen kolaboratif yang menjembatani kesenjangan relasi kekuasaan dan memastikan inklusivitas dalam perencanaan dan implementasi manajemen kolaboratif.
Struktur Komunitas Ikan Karang Famili Chaetodontidae di Perairan Pesisir Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat Parenden, Dedi; Orisu, Daud; Mudjirahayu; Tuhumena, Jeremias Rumala
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v5i1.25011

Abstract

Terumbu karang adalah ekosistem bawah laut yang terdiri dari sekelompok binatang karang yang membentuk struktur kalsium karbonat yang menjadi fondasi bagi kehidupan biota laut salah satunya yaitu ikan karang dari famili Chaetodontidae. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji struktur komunitas ikan karang, mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh masyarakat dan memberikan saran pengelolaan ekosistem terumbu karang dan ikan karang. Penelitian dilakukan di pesisir Pulau Mansinam pada bulan November-Desember 2018.  Metode yang digunakan yaitu deskriptif dan untuk pengambilan data ikan karang menggunakan metode Underwater Visual Census. Analisis data menggunakan formula indeks kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi.  Kondisi perairan Pulau Mansinam masih tergolong baik dilihat dari standar baku mutu untuk suhu, salinitas, kecerahan, kecepatan arus dan kedalaman perairan.  Jumlah jenis ikan karang yang ditemukan di daerah tersebut sebanyak 11 spesies yang terdiri dari 4 genus dengan total individu 70 individu dari 3 stasiun penelitian.  Kelimpahan tertinggi ikan karang yaitu di stasiun 2 sebesar 1.080 ind./ha, sedangkan terendah di Stasiun 1 sebesar 680 ind./ha.  Keanekaragaman ikan karang berada dalam kategori sedang.  Indeks keseragaman pada Stasiun 1 tergolong keseragaman tinggi, komunitas stabil, sedangkan Stasiun 2 dan 3 tergolong keseragaman sedang, komunitas labil. Indeks dominansi pada keseluruhan stasiun berkisar antara 0,18-0,27. Upaya pengelolaan sumberdaya perikanan ikan karang dengan melibatkan seluruh stakeholder dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencapai pengelolaan ekosistem terumbu karang yang baik