Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PETA PENGETAHUAN SISWA SMP NEGERI 13 PALU KELAS IX DALAM MENYELESAIKAN SOAL LUAS PERMUKAAN BALOK DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Wayan Sri Purnami; Muh. Rizal; Anggraini
Aksioma Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v5i1.123

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang akan diselesaikan pada penelitian ini ialah luas permukaan balok. Permasalahan ini merupakan materi matematika yang diajarkan pada tingkat sekolah menengah pertama. Agar pembelajaran bermakna bagi siswa, guru seharusnya mengetahui peta pengetahuan siswa. Peta pengetahuan siswa sangat efektif dalam melihat kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Selain itu, peta pengetahuan juga dapat digunakan guru untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki oleh siswa, aspek-aspek yang telah diketahui dan belum diketahui oleh siswa. Rumusan masalah pada penelitian ini bagaimana peta pengetahuan siswa SMP Negeri 13 Palu dalam menyelesaikan soal luas permukaan balok ditinjau dari jenis kelamin? Menjawab permasalahan tersebut, penulis melakukan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk menyelesaikan soal luas permukaan balok, subjek laki-laki melibatkan pengetahuan mengenai bangun datar dan subjek perempuan melibatkan pengetahuan mengenai balok. Peta pengetahuan subjek laki-laki lebih kompleks yaitu lebih banyak mengaitkan pengetahuan-pengetahuan yang diterima sebelumnya untuk menyelesaikan masalah yang diberikan. Selain itu langkah-langkah pengerjaan juga jelas dan akurat dibandingkan subjek perempuan. Kata kunci: peta pengetahuan, balok, gender Abstrack: The problem which will be solved at this research is surface area of cuboid. This problem is mathematics material that learn on junior high school. The teacher necessarily know student’s knowledge map that learning wherewith for student. Beside it knowledge map can also utilize teacher to know startup ability has be student, aspect already being known and was known student. Problem statement at this research that how student’s knowledge map at SMP Negeri 13 Palu to solve the question about surface area of cuboid is sighted from genders? To answer this problem research does kualitatif’s research with descriptive approaching. Data collecting in this research did by visceral interview and observation. The result of this research show that to solve the question about surface area of cuboid, the male involving knowledge about wake up flat and female involving knowledge about cuboid. Male’s knowledge map more complex is more associate knowledge received previously to resolve a given problem in addition, sleps work well clear and accurate than female. Key word: knowledge map, cuboid, genders
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD’S TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DI KELAS VII SMPN 12 PALU Suherni; Muh. Rizal; Evie Awuy
Aksioma Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v5i2.129

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pertidaksamaan linear satu variabel di kelas VII SMPN 12 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 12 Palu yang berjumlah 20 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, catatan lapangan, dan data hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pertidaksamaan linear satu variabel di kelas VII SMPN 12 Palu yaitu dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: 1) fase penyampaian tujuan dan pemotivasian siswa, 2) fase penyajian informasi, 3) fase pengorganisasian kelompok belajar dan penomoran, 4) fase pengajuan pertanyaan atau masalah, 5) fase berpikir bersama, 6) fase pemberian jawaban, 7) fase pemberian penghargaan. Kata Kunci: Numbered Head’s Togther, hasil belajar, pertidaksamaan linear satu variabel. Abstract: This research aim to obtain a description about implementation of applying Cooperative Learning Type Numbered Head’s Together that can improve student’s learning out comes on linier inequality with one variable material in Class VII SMPN 12 Palu. Kind of this research is classroom action research. The design of this research refers to research design and Mc. Kemmis Taggart. The subject were students of class VIIA SMPN 12 Palu totaling twenty students. This research was conducted in two cycles. Data of this research was collected through observation sheet, interview, note fields, and data of student’s learning outcomes. The results of the research showed that the application of Cooperative Learning Type NHT can improve student’s learning outcomes on linier inequality with one variable material in Class VII SMPN 12 Palu. it follow the phases: 1) conveying the learning objective and motivating, 2) presenting information, 3) organizing study group and numbering, 4) questioning or probleming, 5) heads together, 6) answering, 7) giving appreciation. Keywords: Number Head’s Together, Learning out comes, linier inequality with one varible
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME LIMAS DI KELAS VIII B SMP NEGERI 1 PALU Dimas Anjar Sasmita; Evie Awuy; Muh. Rizal
Aksioma Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v7i1.179

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan pendekatan Scientific dalam model pembelajaran Inquiry yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada luas permukaan dan volume limas di kelas VIII B SMP Negeri 1 Palu. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan dan observasi serta refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017. Subjek penelitian ini sebanyak 26 siswa dan dipilih tiga siswa sebagai informan. Pada penelitian ini diterapkan pendekatan pembelajaran Scientific dengan mengikuti fase-fase pendekatan pembelajaran Scientific sebagai berikut: (1) Mengamati, siswa mengamati fakta berupa objek yang terdapat pada LKPD maupun alat peraga yang telah disediakan (2) Menanya, siswa mengajukan pertanyaan terkait hal yang diamati (3) Menalar, melalui serangkaian kegiatan siswa bersama kelompoknya berusaha menemukan jawaban dari LKPD (4) Mencoba, setelah menemukan jawaban tersebut siswa mencoba mengaplikasikannya dengan mengerjakan soal terkait materi tersebut (5) Mengkomunikasikan, perwakilan dari masing-masing kelompok mempresentasikan kesimpulan yang telah mereka temukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran Scientific dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada luas permukaan dan volume limas di kelas VIII B SMP Negeri 1 Palu. Kata Kunci: Pendekatan pembelajaran Scientific; Hasil Belajar; Luas Permukaan dan Volume Limas. Abstract: This study aims to describe the application of Scientific approach in Inquiry learning model that can improve student learning outcomes on the area and volume of pyramids in class VIII B SMP Negeri 1 Palu. This research is a Classroom Action Research (PTK) which is on Kemmis and Mc research design. Taggart, being planning, action and observation and reflection. This study was conducted in two cycles. The subjects of this study are students of grade VIII B SMP Negeri 1 Palu registered in the academic year 2016/2017. The subjects of this study were 26 students and selected three students as informants. In this research, the learning of Scientific learning is as follows: (1) Observing, the students of the existing theories in LKPD or teaching aids that have been provided (2) Questioning, students raise questions related to the thing being observed (3) Analyzing, through the activities of students together (4) Eksperimenting, after finding the answer the student tried to apply it by working on the related matter (5) Communicate, each of each group presented the results they had made find. The results showed the results of learning Scientific learning can improve student learning outcomes on the area and volume of pyramid in class VIII B SMP Negeri 1 Palu Keywords: Scientific approach, learning outcomes, surface area and pyramid volume.
PENERAPAN METODE DRILL DALAM MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN BENTUK ALJABAR DI KELAS VII A SMP LABSCHOOL UNTAD PALU Dwiyanto A. Sondi; Muh. Rizal; Linawati
Aksioma Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v7i1.184

Abstract

Abstrak: Permasalahan pada penelitian (PTK) ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada materi perkalian dan pembagian bentuk aljabar di Kelas VII A SMP Labschool UNTAD Palu. Dalam upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perkalian dan pembagian bentuk aljabar, dilakukan pembelajaran dengan menerapkan metode drill dalam model pembelajaran discovery learning. Penerapan metode dimaksud, agar siswa dapat menemukan sendiri melalui latihan-latihan soal sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian tindakan kelas (PTK) Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus melalui langkah-langkah sebagai berikut: (1) stimulation, (2) problem statement, (3) data collection, (4) data processing, (5) verification, (6) generalization. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode drill dalam model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perkalian dan pembagian bentuk aljabar. Kata Kunci: Metode Drill; Model Pembelajaran Discovery Learning; Hasil Belajar; perkalian dan pembagian bentuk aljabar. Abstract: The problems in this research (PTK) is the low student learning outcomes on multiplication materials and algebraic divisions in Class VII A SMP Labschool UNTAD Palu. In an effort to improve student learning outcomes on multiplication and division of algebraic expression, learning is done by applying the drill method in discovery learning model. Implementation of the intended method, so that students can find themselves through the exercise questions so that learning becomes more meaningful and impact on improving student learning outcomes. The design of this study refers to the design of classroom action research (PTK) Kemmis and Mc. Taggart ie (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. This research was conducted in two cycles through the following steps: (1) stimulation, (2) problem statement, (3) data collection, (4) data processing, (5) verification, (6) generalization. The results showed that the application of drill method in learning discovery learning model can improve student learning outcomes in multiplication and division of algebraic expression.. Key Words: Drill Method; Discovery Learning Model; Learning Outcomes; Multiplication and Division of Algebraic Expression.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FUNGSI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DIKELAS VIII SMP NEGERI 3 MEPANGA Masruri; Mustamin Idris; Muh. Rizal
Aksioma Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v7i2.192

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah 1). Untuk memperoleh perbedaan hasil belajar siswa pada materi fungsi menggunakan model pembelajaran PBL dan model pembelajaran langsung di Kelas VIII SMP Negeri 3 Mepanga. 2) Untuk memperoleh model pembelajaran yang memberikan hasil belajar siswa yang lebih baik antara model pembelajaran PBL dan model pembelajaran langsung pada materi fungsi di kelas VIII siswa SMP Negeri 3 Mepanga. Uji hipotesis menggunkan uji t pihak kanan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan rancangan penelitian menggunakan One-Shot Case Study Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Mepanga yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018 dan terdiri dari 4 kelas yang berjumlah 111 siswa. ­Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Kelas yang menjadi sampel penelitian adalah siswa kelas VIIIA sebagai kelas PBL yang berjumlah 28 orang dan siswa kelas VIIID sebagai kelas pembelajaran langsung yang berjumlah 28 orang. Hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata kelas VIIIA 71,07 dengan standar deviasi 15,08 dan kelas VIIID 63,04 dengan standar deviasi 13,61. Berdasarkan perhitungan untuk uji hipotesis pihak kanan diperoleh thitung = 2,09 dan ttabel = 1,681 pada taraf signifikan 0,05, karena nilai thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga untuk hipotesis pihak kanan dapat disimpulkan model pembelajaran problem based learning memberikan hasil belajar siswa lebih baik pada materi fungsi kelas VIII SMP Negeri 3 Mepanga daripada model pembelajaran langsung. Kata Kunci: Model pembelajaran problem based learning, model pembelajaran langsung, hasil belajar. Abstract: The purpose of this study is 1). To obtain differences in student learning outcomes on functional materials using PBL learning model and direct learning model in Class VIII SMP Negeri 3 Mepanga. 2) To obtain a learning model that provides better student learning outcomes between the PBL learning model and the direct learning model on the functional material in class VIII students of SMP Negeri 3 Mepanga. Hypothesis test using right side t test. This research is a quantitative research experiment with research design using One-Shot Case Study Design. The population of this study is all students of class VIII SMP Negeri 3 Mepanga registered in the academic year 2017/2018 and consists of 4 classes amounting to 111 students. Teknik sampling technique is done by simple random sampling. The class that is the research sample is the students of class VIIIA as the PBL class which is 28 people and the students of class VIIID as the direct learning class which is 28 people. The result of data analysis obtained the average value of class VIIIA 71,07 with standard deviation 15,08 and class VIIID 63,04 with standard deviation 13,61. Based on the calculation for right side hypothesis test obtained thitung = 2.09 and ttable = 1.681 at significant level 0.05, because tcount> ttable, then H0 is rejected and H1 accepted. So for the right-handed hypothesis can be concluded that the learning-based model of learning-based learning gives better learning outcomes of students on the subject matter of class VIII SMP Negeri 3 Mepanga than the direct learning model. Keywords: Problem-based learning model, direct learning model, learning outcomes.
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TEOREMA PHYTAGORAS Olvi Lola Vibrilia; Muh. Rizal; Evie Awuy
Aksioma Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v7i2.195

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Teorema Phytagoras di kelas VIII B SMP Negeri 7 Palu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan 4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 7 Palu yang berjumlah 23 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Teorema Phytagoras di kelas VIII B SMP Negeri 7 Palu melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1) perumusan masalah yaitu siswa menyelesaikan masalah yang ada pada LKS, 2) pemrosesan data yaitu siswa menggunting dan merekatkan alat bantu, 3) penyusunan konjektur yaitu siswa menyusun dugaan sementara dari aktivitas yang dilakukan, 4) pemeriksaan konjektur yaitu guru memeriksa hasil pekerjaan siswa, 5) verbalisasi konjektur yaitu siswa mempresentasikan hasil yang diperoleh , dan 6) umpan balik yaitu siswa mengerjakan soal tambahan dan memberikan kesimpulan Kata kunci: Metode Penemuan Terbimbing, Hasil Belajar, Teorema Phytagoras Abstract: The purpose of this study is to describe the application of guided discovery methods that can improve student learning outcomes in Phytagoras Theorem in class VIII B SMP Negeri 7 Palu. This type of research is Classroom Action Research (PTK). The design of this study refers to the design of Kemmis and Mc research. Taggart ie 1) planning, 2) implementation of action, 3) observation and 4) reflection. The subjects of this study are students of class VIII B SMP Negeri 7 Palu, amounting to 23 students. This study was conducted in two cycles. The results showed that the application of guided discovery method can improve student learning outcomes in Phytagoras Theorem in class VIII B SMP Negeri 7 Palu through the following steps: 1) formulation of problem that is students solve existing problems in LKS, 2) data processing is students cutting and tackling tools, 3) constructing conjectures that students make a temporary estimate of the activities undertaken, 4) conjecture examination is teachers examining student work results, 5) verbalization conjecture is students presenting the results obtained, and 6) feedback that students do additional questions and conclusions Keywords: guided discovery method, learning echievement, Phytagoras theorem