Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DESA DI DESA BALASARI KECAMATAN POLEANG BARAT KABUPATEN BOMBANA Anis Ribcalia Septiana; Achmad Lamo Said; Anis Ribcalia Septiana
Journal Publicuho Vol. 7 No. 3 (2024): August - October - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v7i3.508

Abstract

The purpose of this study was to determine the function of the Village Consultative Body (BPD) in Balasari Village, Bombana Regency. The research method used is Qualitative Descriptive. The results of this study indicate that the function of the BPD based on Permendagri Number 110 of 2016 articles 31 to 51 and article 71 has not been running optimally because the first function has been implemented properly as seen in Village Regulation Number 2 of 2023 concerning Direct Cash Assistance for Village Funds for the 2023 Budget Year, but its transparency is minimal, not everyone knows about the existence of the Village Regulation in Balasari Village. The second function of the BPD is not maximally responsible because most of the aspirations that have been collected have not been channelled. The third function of the BPD is not implemented in accordance with compliance with legal regulations, this is because supervision of the village head's performance is only carried out during his free time.
FUNGSI PENGAWASAN BADAN PERMUSYARAWATAN DESA TERHADAP KINERJA KEPALA DESA LAMONDAPE KECAMATAN POLINGGONA KABUPATEN KOLAKA rahmat hidayat; Achmad Lamo Said; Yusril Mahendra
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i3.22

Abstract

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai lembaga legislatif tingkat Desa menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja kepemerintahan kepala Desa. Pengawasan yang dilakukan oleh BPD adalah pengawasan pelaksanaan program kepala desa dan pengawasan terhadap perumusan dan implementasi peraturan Desa oleh Pemerintah Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi pengawasan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Terhadap Kinerja Kepala Desa Lamondape. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Lokasi dalam penelitian ini adalah Desa Lamondape Kecamatan Polinggona Kabupaten Kolaka. Adapun Informan dalam penelitian ini terdiri dari dari Kepala Desa, Sekertaris Desa, Ketua BPD, Anggota BPD dan Masyarakat Desa Lamondape. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ada dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari informan melalui teknik wawancara sementara data sekunder adalah data yang diperoleh melalui penelusuran dokumen dengan cara mengumpulkan dokumen-dokumen yang terkait dengan penelitian tersebut Hasil penelitian di temukan bahwa Bentuk pengawasan yang dilakukan oleh BPD yaitu Pertama, pengawasan kinerja kepala Desa berupa inspeksi langsung dengan bentuk adanya catatan buku kerja pengawasan terkait program yang sudah terealisasi dan program yang belum terealisasi. Kedua, ikut membahas, menyepakati dan mengawasi pelaksanaanya sejumlah peraturan desa. Ketiga, observasi di tempat yang dilakukan oleh BPD untuk mengetahu proses pelaksanaan pembangunan secara langsung.
FUNGSI PENGAWASAN BADAN PERMUSYARAWATAN DESA TERHADAP KINERJA KEPALA DESA LAMONDAPE KECAMATAN POLINGGONA KABUPATEN KOLAKA rahmat hidayat; Achmad Lamo Said; Yusril Mahendra
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i3.22

Abstract

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai lembaga legislatif tingkat Desa menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja kepemerintahan kepala Desa. Pengawasan yang dilakukan oleh BPD adalah pengawasan pelaksanaan program kepala desa dan pengawasan terhadap perumusan dan implementasi peraturan Desa oleh Pemerintah Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi pengawasan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Terhadap Kinerja Kepala Desa Lamondape. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Lokasi dalam penelitian ini adalah Desa Lamondape Kecamatan Polinggona Kabupaten Kolaka. Adapun Informan dalam penelitian ini terdiri dari dari Kepala Desa, Sekertaris Desa, Ketua BPD, Anggota BPD dan Masyarakat Desa Lamondape. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ada dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari informan melalui teknik wawancara sementara data sekunder adalah data yang diperoleh melalui penelusuran dokumen dengan cara mengumpulkan dokumen-dokumen yang terkait dengan penelitian tersebut Hasil penelitian di temukan bahwa Bentuk pengawasan yang dilakukan oleh BPD yaitu Pertama, pengawasan kinerja kepala Desa berupa inspeksi langsung dengan bentuk adanya catatan buku kerja pengawasan terkait program yang sudah terealisasi dan program yang belum terealisasi. Kedua, ikut membahas, menyepakati dan mengawasi pelaksanaanya sejumlah peraturan desa. Ketiga, observasi di tempat yang dilakukan oleh BPD untuk mengetahu proses pelaksanaan pembangunan secara langsung.
Community-Based Development, Program Perbaikan Gizi Balita di Desa Peoho Kecamatan Watubangga Kabupaten Kolaka Putu Suitri; Arafat Mallapiseng; Achmad Lamo Said
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pelaksanaan program peningkatan gizi balita di Posyandu Desa Peoho dengan menggunakan pendekatan Community Based Development (CBD). Kualitas pelayanan publik dalam program gizi merupakan faktor penting yang mempengaruhi kepuasan masyarakat dan keberhasilan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif, yang melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Berdasarkan penelitian yang bertujuan untuk memahami "Perspektif Teori Community Based Development (CBD) pada Program Perbaikan Gizi Balita di Posyandu Desa Peoho," program ini berhasil menerapkan tujuh indikator utama CBD. Pertama, partisipasi masyarakat tercermin dari keterlibatan aktif orang tua balita dan kader posyandu, menciptakan rasa kepemilikan. Kedua, pemberdayaan terlihat dari peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi melalui penyuluhan. Ketiga, keberlanjutan di dukung oleh komitmen masyarakat serta dukungan dari pemerintah desa dan Puskesmas meskipun ada tantangan pendanaan. Keempat, kemandirian masyarakat mulai terwujud dengan inisiatif pemanfaatan bahan pangan lokal. Kelima, keadilan sosial diwujudkan dengan pemerataan akses PMT bagi balita, namun terdapat tantangan distribusi bagi yang tidak hadir. Keenam, kepercayaan antara masyarakat dan kader posyandu mendorong partisipasi yang lebih aktif. Terakhir, jaringan sosial yang kuat antara berbagai pihak meningkatkan efektivitas program. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam menerapkan prinsip-prinsip CBD, meskipun masih perlu perhatian dalam hal keberlanjutan dan kemandirian.