Muhammad Syarif
Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Linears

ANALISIS KUAT TEKAN, KUAT TARIK DAN SIFAT FISIS SEMEN ORGANIK TERBUAT DARI BAHAN LIMBAH DAUR ULANG Muhammad Syarif
Jurnal Linears Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Linears
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v1i2.1813

Abstract

Semen organik merupakan semen alternatif terbaru selain semen portland, dibuat dari mendaur ulang sampah organik, limbah batu bara berupa fly ash dan bottom ash serta mensubtitusi tanah mediteran dan tanah liat. Penelitian ini sebagai langkah kebijakan dalam  penyelamatan lingkungan. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah beton silinder menggunakan semen organik dan sebagai pembandingnya menggunakan semen portland melalui metode water curing dan dry curing pada umur 3,7,14,21 dan 28 hari. Hasil uji tekan beton menggunakan semen organik diperoleh  8,52 MPa pada metode water curing dan 14,52 MPa pada metode dry curing, sedang pada beton yang  menggunakan semen portland yaitu 22,37 MPa pada metode water curing dan 19,71 MPa pada metode dry curing. Hasil uji kuat tarik belah menggunakan semen organik  pada umur beton 28 hari mencapai 0,96 MPa pada metode water curing dan 1,22 MPa pada metode dry curing. Adapun yang menggunakan semen portland yaitu  2,03 MPa pada metode water curing dan 2,03 MPa pada metode dry curing. Hasil uji fisis berat jenis semen organik adalah 3,01 gr/ml sedang untuk semen portland adalah  3.16 gr/ml.  Berat jenis semen organik  3,05 gr/ml dan berat jenis semen portland yaitu 3,15 gr/ml.  Kehalusan butiran semen organik  yang lolos pada ayakan 200 mesh sebanyak 56%, lebih halus dari semen portland yaitu 52%. Berat padat semen organik 1200 kg/m3 lebih ringan dari semen portland yang mencapai 1250 kg/m3. Waktu ikat awal semen organik adalah 105 menit dan waktu ikat akhir semen organik adalah ke 225. Untuk semen portland waktu ikat awalnya adalah 90 menit sedang waktu ikat akhirnya mencapai 180 menit.
Analisis Sifat Fisik Semen Organik Terbuat dari Bahan Limbah Daur Ulang Muhammad Syarif
Jurnal Linears Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Linears
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v2i1.3024

Abstract

Penelitian ini bertujuan sebagai penyelamatan lingkungan dan penemuan bahan bangunan alternatif terbaru. Dalam penelitian ini, telah menghasilkan semen organik yang merupakan semen alternatif terbaru selain dari semen portland yang dibuat melalui sistem daur ulang limbah organik, fly ash, bottom ash, dan substitusi tanah mediteran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian laboratorium. Pengujian digunakan untuk menentukan unsur senyawa kimia pada masing-masing bahan utama semen organik. Dari hasil analisis senyawa kimia semen organik melalui metode pengujian laboratorium, telah ditemukan indikasi yang mirip dengan senyawa kimia semen portland dalam bentuk: CaO; 65,36%, SiO2 18,84%, Al2O3 6,33%, Fe2O3 2,29%, SO3 3,64%, MgO 1,35%, C3S 66, 72%, C2S 3,98%, C3A 12,9%, dan C4Af 6,97%. Bleeding beton semen organik untuk 1 m3 adalah 23,88 ml/cm2, lebih rendah dari bleeding beton semen portland yang mencapai 31,83 ml/cm2. Kadar udara beton semen organik dalam 1 m3 adalah 2,2%, sedang kadar udara beton semen portland mencapai 1,9%. Berat unit semen organik diperoleh 1.200 kg/m3, lebih ringan dari semen portland yang mencapai 1.250 kg/m3.