Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Analisis Tingkat Kenyamanan Rumah Sakit Di Kota Makassar (TIPE A DAN TIPE B) Dengan Konsep Pendekatan Arsitektur Bioklimatik Ashari Abdullah; Rohana; Sumarni; Hamkah; Ruslan
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 23 No 2 (2023): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v23i2.67

Abstract

Makassar City has hospitals spread across several sub-districts, with categories of type A-E, but it is unknown whether the currently operating hospitals use the concept of a bioclimatic approach or only meet service standards from the aspect of medical needs. The aims of the study were: to determine the comfort level of the hospital (type A and type B), to formulate a hospital planning strategy with the concept of a bioclimatic approach to buildings through design recommendations. Case research methods (field studies and literature) and descriptive were used in the research. The results and discussion are: Several type A hospitals apply the bioclimatic concept based on an analysis of the level of comfort and service, for example the Wahidin Sudirohusodo hospital for the public, the Tabjuddin Chalid hospital for lepers and the Dadi hospital for mental disorders. Overall, each building has a different analysis and adjusts the comfort of space that is environmentally friendly, and has humanist characteristics towards outdoor space and the environment. Whereas type B hospitals, which apply bioclimatic concepts such as: Awal Bros Hospital, Labuang Baji Hospital, Anak Pertiwi Hospital, each of which has comfort from a unique spatial aspect, adjusts to the level of patient needs, creates good comfort and safety. For the planning strategy for the concept of Bioclimatic Architecture, it is desirable that the shape of the building must be sturdy, have many cavities, facades and the environment that affect the design of the building, the building is more environmentally friendly, comfortable and safe and more efficient in energy use.
Pendidikan Islam dalam UU SISDIKNAS No 20 Tahun 2003 Ilham Tompunu; Muhammad Sujai; Nana Rohana; St. Rajiah Rusyidi
IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demografi pelajar muslim di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, menuntut perlunya adopsi paradigma baru dalam sistem pendidikan. Pentingnya totalitas kebijakan pemerintah terhadap pendidikan Islam menjadi krusial untuk dikembangkan di lingkup pendidikan negeri. Diperlukan implementasi kurikulum yang seimbang untuk memenuhi kebutuhan pelajar muslim dalam proses pembelajaran, serta perhatian khusus terhadap sarana, prasarana, dan tenaga pendidik agar proporsional dengan jumlah pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pendidikan Islam dalam UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003, dengan jenis penelitian kepustakaan dan pendekatan deskriptif kualitatif. Analisis dilakukan terhadap literatur-literatur yang membahas pendidikan Islam dan UU Pendidikan atau UU Sisdiknas. Melalui teknik pengumpulan data dan analisis deskriptif kualitatif, penelitian ini menghasilkan temuan bahwa: (1) Pendidikan Islam harus tetap eksis dalam ruang lingkup pendidikan nasional, dan (2) UU Sisdiknas memberikan jaminan terhadap keberadaan pendidikan Islam. Perkembangan ini menunjukkan urgensi peningkatan peran dan dukungan bagi pendidikan Islam di Indonesia
Pendekatan Arsitektur Analogi pada Perancangan Islamic Center Leppangang di Kabupaten Pinrang Alif Bastian; Ashari Abdullah; Nana Rohana; Irnawaty Idrus; Sahabuddin Latif; Nurhikma Paddiyatu
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i1.14089

Abstract

Islamic Center Lepanggang bertujuan untuk memberikan wadah fisik bagi masyarakat di Kabupaten Pinrang dalam rangka menigkatkan kegiatan ke Islaman dengan pelatihan dan pengembangan manusia atas dasar ajaran agama Islam yang meliputi; ibadah, muamalah, takwa dan dakwa. Perancangan Islamic Center ini menggunakan pendekatan Analogi, memberikan pandangan atau cara menyampaikan pesan agar suatu konsep menjadi lebih mudah untuk diterima akal. Masalah dan pemecahan masalah adalah objek nonreal yang dianalogikan untuk memahami konsep dan definisinya. Perancangan Islamic Center di Kabupaten Pinrang yang terletak di Leppangang Kecamatan Patampanua, dengan luas lahan 60.000m² (6 hektar) dapat menampung 1.500 hingga 2.000 jamaah. Islamic Center Leppagang Ini terletak di tengah-tengah Kabupaten Pinrang. Pendekatan analogi yang digunakan adalah konsep dari kisah Nabi Nuh tentang membuat bahtera besar yang mampu menampung makhluk hidup sehingga selamat dari banjir besar.
Perancangan Resort Tanjung Malaha dengan Pendekatan Arsitektur Hijau di Kabupaten Kolaka Ahmad Syukur; Sahabuddin Latif; Nurhikmah Paddiyatu; Aris Sakkar Dollah; Siti Fuadillah A. Amin; Rohana Rohana
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.12442

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki 17.504 pulau yang mana diantara pulau ini terdapat banyak pantai yang memiliki keindahan alam yang memukau, seperti pantai Tanjung Malaha yang menjadi salah satu wisata yang cukup ternama di Sulawesi Tenggara. Namun dari sisi sarana dan prasarana Tanjung Malaha pada saat ini belum memadai, hal ini terlihat dari belum adanya kantor pengelola, restoran, musala, penginapan dan lain-lain. Oleh karena itu untuk memajukan wisata ini maka perlu adanya pengembangan berupa Perancangan Resort Tanjung Malaha di Kabupaten Kolaka. Agar rancangan ini tidak merusak lingkungan dan hemat energi maka perlu menggunakan pendekatan arsitektur hijau. Resort yang berlokasi di Tanjung Malaha, Jalan Trans Sulawesi ini memiliki luas lahan 5,019 ha. pada tapak ini terdiri beberapa resort dan bangunan penunjang berupa ruang parkir, Resepsionis dan kantor pengelola, restoran, musala, gedung karyawan dan gedung service yang total luasnya 2.754,185 m2 . konsep bentuk bangunan mengambil dari bentuk Bintang Laut Culcita SP atau yang lebih dikenal dengan nama Bintang Laut Bantal.
PERANCANGAN PASAR KARUWISI DENGAN KONSEP ARSITEKTUR MODERN Fajar Fatta; Mursyid Mustafa; Citra Amalia Anal; Muhammad Syarif; Rohana Rohana; Nurhikmah Paddiyatu
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.8780

Abstract

Pasar adalah area tempat melakukan transaksi jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari satu baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar rakyat, pertokoan, mall, plasa, pusat perdagangan maupun sebutan yang lainnya. Fasilitas penunjang, masjid, atm centre dan sistem persampahan.Pasar modern konsep modern, sehingga tercipta desain yang tetap memperkuat penggunaan material dari bahan alami, seperti kayu, kayu ini diterapakan pada bagian interior dan ekstrior pada beberapa bangunan, bambu, batu alam, dan batu merah yang di terapakan pada eksterior bagian fasad bangunan. Struktur yang digunakan pada bangunan yaitu sub struktur menggunakan pondasi tiang pancang , middle strucutre menggunakan pasangan batu bata, up structur menggunakan rangka atap dak beton dan roofing. Material yang digunakan yaitu batu bata, batu alam, kayu, kaca dan lainya.
Perancangan Ecoport Bira di Kabupaten Bulukumba Rifaldi Rifaldi; Mursyid Mustafa; Khilda Wildana Nur; Ashari Abdullah; Rohana Rohana; Nurhikmah Paddiyatu
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7299

Abstract

Pelabuhan Bira merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Bulukumba yang berfungsi sebagai pelabuhan penyeberangan penumpang dan barang. Kondisi Pelabuhan Bira saat ini, tidak lengkapi dengan fasilitas yang memadai dikarenakan beberapa komponen fasilitas telah mengalami kerusakan. Minimnya fasilitas penunjang yang ada di Pelabuhan Bira tidak mengoptimalkan kenyamanan, keselamatan dan keamanan pengguna pelabuhan. Penumpang terkadang mengalami kesulitan dalam alur dan sirkulasi pada pelabuhan saat ini. Kurangnya tanaman hijau pada kawasan pelabuhan serta tidak terawatnya lingkungan laut pada area pinggir dermaga menyebabkan sirkulasi udara terganggu dikarenakan pertukaran oksigen dengan CO₂ pada area pelabuhan sangat tidak sehat. Tujuan perancangan Pelabuhan Bira adalah mewujudkan pelabuhan yang berstandar nasional, sesuai dengan fungsi pelabuhan dan menerapkan konsep ecoport sebagai pendekatan atau upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi masalah lingkungan pada Pelabuhan Bira. Metode pendekatan yang diterapkan yaitu konsep ecoport yang disusun berdasarkan “Pedoman Teknis Konsep Ecoport” Dirjen Perhubungan Laut. Hasil perancangan ini konsep tapak dengan luas 3,4 ha, tersedia fasilitas terminal penumpang yang dilengkapi ruang tunggu kapasitas 400 orang, hotel kapsul, cafe, restauran, area check-in, dan ruang manajemen bangunan, lapangan penumpukan dengan luas 1672 m², ruang terbuka hijau, masjid, jalur gangway, dan menara pemantau. Penelitian ini menyimpulkan Pelabuhan Bira menjadi pelabuhan berstandar nasional yang sesuai dengan fungsinya, dan menerapak 3 “Pedoman Teknis Konsep Ecoport” pada perancangan pelabuhan ini.
Perancangan Pasar Modern di Kabupaten Kolaka Utara dengan Pendekatan Green Building Jumardin M; Rohana Rohana; Andi Yusri; Aris Sakkar Dollah; Citra Amalia Amal; A. Syahriyunita Syahruddin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.12583

Abstract

Dalam era modern saat ini, kebutuhan akan fasilitas pasar yang mampu menunjang aktivitas ekonomi dengan efisien dan berkelanjutan menjadi semakin penting. Skripsi ini mengkaji perancangan pasar modern di Kabupaten Kolaka Utara dengan mengadopsi pendekatan green building. Green building adalah konsep pembangunan yang bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan melalui efisiensi dan pengurangan penggunaan sumber daya. Melalui pendekatan ini, pasar dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi, mengurangi konsumsi air, meminimalkan limbah, serta memanfaatkan material bangunan yang berkelanjutan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini mencakup studi literatur tentang konsep green building, analisis kebutuhan masyarakat lokal, serta kajian potensi sumber daya lokal. Dengan menggabungkan prinsip-prinsip desain berkelanjutan dengan kebutuhan spesifik masyarakat Kolaka Utara. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan konsep green building dapat meningkatkan kualitas ruang pasar, mempromosikan kenyamanan bagi pengunjung dan pedagang, serta memberikan kontribusi positif terhadap upaya pelestarian lingkungan. Dengan penerapan pendekatan green building, pasar modern di Kabupaten Kolaka Utara diharapkan menjadi model untuk pembangunan fasilitas publik yang berkelanjutan di daerah lain, sejalan dengan upaya global dalam menghadapi isu-isu perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan.
Perancangan Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Gowa dengan Pendekatan Arsitektur Hybrid Riki Rinaldi; Rohana Rohana; Nurhikmah Paddiyatu; Ashari Abdullah; Andi Yusri; Siti Fuadillah A. Amin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i1.12439

Abstract

Pada zaman yang semakin kekinian dan modern ini, pendidikan adalah hal yang penting bagi setiap orang, perkembangan teknologi yang semakin meningkat meningkatkan kebutuhan akan sistem informasi dan komunikasi pada media digital dibandingkan dengan bersosialisasi di lingkungan sekitars sehingga budaya literasi kini semakin menurun yang pada akhirnya masyarakat menjadi malas membaca buku cetak yang berisi ilmu pengetahuan. Sedangkan ilmu pengetahuan dapat diperoleh dengan membaca maupun menulis buku. Oleh karena itu pendekatan Arsitektur Hybrid diperlukan untuk mempelajari dan memahami perilaku pengunjung perpustakaan agar banyak yang berkunjung dan beta untuk memanfaatkan fasilitas dalam mencari banyak ilmu. Dari hasil analisis ringkasan perpustakaan umum yang dirancang di Jl. HM Agus Salim Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa dengan luas 2,9 hektar, lantai 1 terdiri dari area lobi, café, taman baca,ruang baca anak-anak, area baca, toko buku, dan ruang baca khusus penyandang disabilitas, lantai 2 terdiri dari ruang baca, mushalla, aula, area koleksi referensi, area koleksi berkala, lantai 3 terdiri dari ruang seminar, bioskop mini, perpustakaan digital, ruang arsip, ruang staf keamanan, ruang rapat, lantai 4 khusus untuk ruang pengelola, sedangkan pada rooftop berfungsi sebagai tangki air daerah.
Perancangan Pusat Kerajinan Tenun Sutera dengan Konsep Arsitektur Metafora di Kabupaten Wajo Sulfika Safitri; Siti Fuadillah; Andi Annisa Amalia; Muhammad Syarif; Nurhikmah Paddayatu; Rohana Rohana
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7304

Abstract

Pusat kerajinan tenun sutera adalah tempat pemusatan suatu kegiatan keterampilan tangan yaitu kegiatan yang berkaitan dengan barang yang dihasilkan melalui keterampilan yang berbahan baku kepompong dalam pembuatan sutera. Kain tenun sutera menjadi kebanggaan masyarakat Bugis yang dahulu hanya bisa digunakan oleh kalangan bangsawan. Namun seiring waktu semakinmodern, kini kain sutera dapat digunakan oleh semua kalangan. Rancangan pusat kerajinan tenun sutera ini dimaksudkan sebagai wadah untuk mengembangkan keahlian masyarakat sengkang, memamerkan dan memasarkan kain tenun sutera. Perancangan Pusat Kerajinan Tenun Sutera Dengan Konsep Arsitektur Metafora Di KabupatenWajo, tepatnya di Jl. Budi Utomo.Konsep Arsitektur Metafora merupakan sebuah kiasan atau ungkapan bentuk yang mewujudkan dalam bangunan dengan harapan akan menimbulkan tanggapan dari orang yang menikmati atau memakai karyanya. Hasil perancangan Pusat Kerajinan Tenun Sutera ini mencakup konsep analisis tapak dengan luas 5 ha. Penelitian ini menyimpulkan untuk menciptakan desain yang unik dan menarik melalui konsep arsitektur metafora dalam pengolahan bentuk bangunan, sehinggadengan begitu pengunjung dapat merasakan kesan khas dari Bugis Wajo.
Perancangan Islamic Center dengan Pendekatan Arsitektur Humanis di Kota Makassar Irwandi Irwandi; Mursyid Mustafa; Citra Amalia Amal; Sahabuddin Latif; Rohana Rohana; Khilda Wildana Nur
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i3.8984

Abstract

Islam merupakan agama rahmatan lil ’alamin yang dapat diartikan bahwa islam merupakan rahmat bagi seluruh alam, apabila diamalkan secara benar. Hal tersebut tentu saja dapat terwujud kedepannya, apalagi dalam beberapa tahun terakhir generasi muda saat ini banyak yang mulai berhijrah dan hal ini telah menjadi sebuah tren perubahan sosial bagi generasi millenial. Oleh karena itu menjadi gerakan besar untuk mempromosikan semangat reformasi dalam konteks masyarakat religius. Islamic Center Millenial dengan Pendekatan Arsitektur Humanis dianggap sebagai salah satu opsi yang cocok untuk mewadahi generasi muslim millenial dengan pemikiran kritis serta peka terhadap isu sosial dan mulai memperdalam keilmuaannya tentang ajaran agama Islam. Dengan menggunakan pendekatan humanis yang berlandaskan teori hierarki manusia oleh Abraham Maslow ini diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan fasilitas bagi generasi millenial sesuai kebutuhan mereka serta menarik lebih banyak lagi dari mereka untuk datang berkegiatan di Islamic Center ini nantinya, sehingga mereka dapat belajar serta berkolaborasi bersama dan memberikan kontribusi positif bagi umat atau pun negara.