Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : APTEK

EVALUASI STRUKTUR PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE EMPIRIS DAN MEKANISTIK-EMPIRIS : Studi Kasus: Jalan Kubang Raya-Simpang Panam Fahrurrozi; Gunawan Wibisono; Muhammad Yusa
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 12, No. 02, Juli 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v12i2.351

Abstract

Tahapan evaluasi terhadap perkerasan lama sangat penting dilakukan untuk pengambilan keputusan rehabilitasi jalan, Metode empiris seperti AASHTO 93 menjadi rujukan yang cukup lama digunakan di Indonesia. diperlukan perbandingan kesesuaian desain empiris dengan mekanistik-empiris yang dapat memprediksi model kerusakan berdasar analisis pembebanan roda dan kualitas dari material. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi perkerasan lama melalui repetisi beban gandar standar hingga mengalami retak lelah (fatigue) dan alur roda (rutting), mengetahui kebutuhan tebal lapisan overlay metode empiris (AASHTO 93) dan mekanistik-empiris (Program Komputer KENPAVE), dan pengaruh variasi modulus resilient tanah dasar terhadap respon struktur perkerasan. Jalan yang diteliti adalah ruas jalan Kubang Raya-Simpang-Panam STA + 0,001 s/d +0.403. Struktur perkerasan terdiri dari lapisan permukaan dengan ketebalan 10 cm yang dianalisis dengan permodelan viscoelastic, lapis pondasi atas 20 cm, pondasi bawah 30 cm yang diasumsikan sebagai lapisan tanah dasar dengan ketebalan di tinjau hingga kedalaman 1 m dari permukaan yang dianalisis dengan permodelan non-linear elastic. Penelitian dimulai dengan pengolahan data lendutan yang diperoleh dari penyelidikan lapangan dengan peralatan Falling Weight Deflektometer sebagai data primer dari P2JN Provinsi Riau, keluaran proses backcalculation dengan formula AASHTO 93 dan perangkat Lunak ELMOD berupa modulus resilient tanah dasar dan modulus elastisitas yang digunakan untuk analisis overlay kedua metode. Data lalulintas ekivalen beban gandar dianalisis dengan menggunakan metode AASHTO 93 dan digunakan untuk analisis kedua metode. Dari hasil analisis, didapati kondisi perkerasan eksisting sudah mengalami fatigue dan rutting pada kondisi jalan lama, kebutuhan lapis tambah perkerasan dengan Program Komputer KENPAVE sebesar 18 cm berbanding 17 cm dengan metode AASHTO 93. Semakin besar nilai modulus tanah dasar, semakin kecil lapis tambah dan regangan yang terjadi serta semakin besar nilai repetisi yang dicapai hingga mengalami kerusakan fatigue dan rutting.
Evaluasi Metode Analisis Likuifaksi Berdasarkan Cone Penetration Test (Cpt) Studi Kasus Kota Padang Muhammad Riyan Sabri; Muhamad Yusa; Gunawan Wibisono; Eko Soebowo
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 15, No. 01, Desember 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v15i1.1506

Abstract

Likuifaksi merupakan fenomena alam yang terjadi akibat tanah jenuh atau agak jenuh kehilangan kekuatannya yang disebabkan oleh gempa bumi atau perubahan tegangan secara mendadak, sehingga tanah yang padat berubah wujud menjadi cair. Padang merupakan daerah yang rawan terjadi likuifaksi karena letaknya dekat dengan pesisir pantai dan secara geologi tanah padang merupakan tanah aluvial (Iqbal dkk, 2014). Salah satu gempa besar yang terjadi di padang yaitu gempa 2009 dengan kekuatan 7,9 SR yang banyak mengakibatkan kerusakan pada struktur tanah baik itu soil settlement, sand boil, lateral spreading, dan loss of bearing strength. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi potensi likuifaksi yang terjadi di kota padang dengan metode boulanger dan idriss, Olsen, dan Shibata & Teparaksa yang akan dibandingkan dengan kenyataan di lapangan dengan studi kasus 37 titik data CPT yang tersebar di kota padang. Dari analisis yang dilakukan dapat disimpulan bahwa ketiga metode memiliki banyak kesesuaian pada kondisi setelah gempa dengan metode yang paling akurat adalah metode olsen. Jika dilihat dari nilai LPI mayoritas kota Padang berada pada LPI > 15 atau potensi likuifaksi > 78% menandakan bahwa Kota Padang memiliki potensi likuifaksi sangat tinggi.