Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Literasi Media Sosial Orang Tua sebagai Upaya Pendampingan Penggunaan pada Remaja Yenny, Yenny; Dawanti, Rizki; Dearly, Dearly; Istiqomah, Istiqomah; Riskinanti, Karisma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2637

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang paling aktif dalam menggunakan media sosial. Berdasarkan survei terbaru, lebih dari 90% remaja memiliki akses ke internet dan menghabiskan rata-rata 3-5 jam per hari di media sosial. Meskipun memberikan manfaat, rendahnya literasi digital di kalangan remaja meningkatkan risiko mereka terhadap cyberbullying, disinformasi, serta kecanduan media sosial. Keterlibatan orang tua memegang peranan penting dalam mendampingi anak menggunakan gadget dengan tujuan mengantisipasi dampak negatif melalui Pendidikan keluarga. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan literasi kepada orang tua terkait media digital agar dapat mendampingi anak anak mereka yang berusia remaja.  Mitra sasar dalam pengabdian masyarakat ini adalah anggota dharma wanita kementrian tenaga kerja di wilayah Bekasi. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah dan role playing.  Hasil Kegiatan ini memberikan peningkatan pemahaman terhadap orang tua terkait metode pendampingan yang efektif dalam penggunaan media sosial untuk remaja.
INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS DAUR ULANG LIMBAH TUTUP BOTOL DENGAN TEKNIK HEAT PRESS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA-SISWI YAYASAN PENDIDIKAN AL-HUSNA TANGERANG SELATAN Salam, Junaidi; Anizar, Anizar; Riskinanti, Karisma; Ramayanti, Dwi; Jadwaa Kurniawan, Marsnata; Nur Apriliani, Diana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 10 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i10.%p

Abstract

Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan capaian literasi, matematika, dan sains siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata OECD. Kondisi ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran konvensional yang masih menekankan hafalan kurang efektif dalam membekali siswa menghadapi tantangan global. World Economic Forum (WEF, 2020) menegaskan bahwa keterampilan abad ke-21 seperti kreativitas, pemecahan masalah, komunikasi, dan kolaborasi sangat diperlukan dalam dunia kerja masa depan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran kontekstual, salah satunya melalui Project-Based Learning (PjBL). Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Husna dirancang untuk menjawab tantangan tersebut dengan menerapkan PjBL berbasis lingkungan. Kegiatan meliputi pelatihan guru dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis proyek, pengembangan modul tematik, serta praktik pengolahan limbah plastik jenis HDPE menggunakan teknik heat press sederhana. Siswa dilibatkan secara langsung dalam proyek daur ulang, menghasilkan produk edukatif sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan. Orang tua juga berperan melalui dukungan bahan, pendampingan, dan partisipasi dalam pameran hasil karya. Luaran program menunjukkan peningkatan kapasitas pedagogis guru, keterampilan praktis dan kolaboratif siswa, serta terbentuknya budaya peduli lingkungan di sekolah. Keberlanjutan dijamin melalui pembentukan Tim Penggerak Sekolah Peduli Lingkungan. Dengan demikian, PKM ini berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan dasar yang inklusif, kontekstual, dan berorientasi pada keberlanjutan.
PARENTAL ATTACHMENT STYLE DAN CELEBRITY WORSHIP PADA PENGGEMAR ATLIT BULUTANGKIS INDONESIA Mistety Oktaviana; Karisma Riskinanti
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 9 No. 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i2.8308

Abstract

The sport of badminton in Indonesia is growing, and more and more athletes are making Indonesia proud on the international stage. Fans of badminton athletes are also in the spotlight considering the many negative comments given to other athletes who are opponents of their idols. The form of awe towards an idol is known as celebrity worship. Celebrity worship has three levels of admiration, namely social entertainment, intense personal, and borderline pathological. Individuals with a pathological borderline are usually willing to break the rules for their idol. Much literature states that celebrity worship is related to attachment style. Therefore, this research is interested in examining the relationship between parental attachment style and celebrity worship on badminton athlete fans in Indonesia. This research will be carried out with a quantitative approach with a correlational design. Cabang olahraga bulutangkis di Indonesia semakin berkembang, dan semakin banyak atlet yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Penggemar dari para atlet bulutangkis pun menjadi sorotan mengingat banyaknya komentar negative yang diberikan kepada atlet lain yang menjadi lawan dari idolanya tersebut. Bentuk perasaan kagum terhadap sosok idola disebut sebagai celebrity worship. Celebrity worship memiliki tiga tingkatan level kekaguman, yaitu entertainment social, intense personal, dan borderline pathological. Pada individu dengan borderline pathological biasanya rela untuk melanggar peraturan demi sang idola. Banyaknya literature menyatakan bahwa celebrity worship berhubungan dengan attachment style. Oleh karena itu penelitia tertarik untuk menguji hubungan antara parental attachment style dengan celebrity worship pada penggemar atlet bulutangkis di Indonesia. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional.
Hubungan antara Perfeksionisme dengan Orientasi Motivasi pada Mahasiswa Universitas X Riefani, Riefka Anggraini; Riskinanti, Karisma
Merpsy Journal Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/merpsy.v13i1.15596

Abstract

Motivasi merupakan suatu dorongan untuk melaksanakan aktivitas. Setiap mahasiswa penting untuk memiliki motivasi dalam menjalankan kegiatan perkuliahan baik akademik maupun non akademik. Setiap mahasiswa juga memiliki standar-standar tertentu untuk mencapai suatu tujuan dalam perkuliahan. Penetapan standar yang tinggi untuk meraih suatu tujuan merupakan sikap perfeksionisme. Perfeksionisme salah satunya ditandai dengan mahasiswa yang memiliki motivasi dalam mengikuti berbagai jenis kegiatan non akademik di kampus untuk mengembangkan potensi, sekaligus mengejar prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara perfeksionisme dengan orientasi motivasi serta melihat hubungan antar aspek dari perfeksionisme dengan aspek dari orientasi motivasi pada mahasiswa sarjana Universitas X. Subjek penelitian ini berjumlah 300 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi product moment Pearson. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima, yaitu terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara perfeksionisme dengan orientasi motivasi pada mahasiswa sarjana Universitas X.
Pelatihan Komunikasi Terapeutik dalam Memberikan Layanan Konseling Dasar pada Caregivers di UILS Meruya Mistety Oktaviana; Karisma Riskinanti
Dedikasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Dedikasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53276/dedikasi.v3i1.128

Abstract

Indonesia berada pada rangking bawah terkait tingkat kesehatan mental masyarakatnya pada 2017 yang disebabkan kurangnya ketersediaan jumlah profesional kesehatan mental. Padahal masalah kesehatan mental tidak cukup hanya menyelesaikan secara individu, tetapi dibutuhkan intervensi secara makro. Hal inilah yang tengah diupayakan Dinas Sosial Jakarta sebagai upaya perpanjangan tangan dengan mendirikan Unit Informasi Layanan Sosial (UILS) untuk membantu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) meningkatkan fungsionalitas. Upaya pendampingan pada ODGJ membutuhkan kemampuan self disclosure, hubungan interpersonal, dan kemampuan berempati. Dalam hal ini para caregivers di UILS Meruya diharapkan dapat membantu ODGJ untuk meningkatkan fungsionalitasnya. Dilaksanakannya pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan komunikasi terapeutik caregivers dalam melaksanakan konseling pada klien ODGJ. Metode yang dilaksanakan adalah pemaparan materi dengan diakhiri praktik singkat. Pelaksanaan melalui media Google Meet karena kondisi pandemi Covid19 yang tengah terjadi kala itu. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan komunikasi terapeutik pada peserta yang merupakan para caregivers, baik yang baru mendapatkan pengetahuan ini maupun yang sudah pernah mendapatkannya sebelumnya.
PSIKOEDUKASI PENCEGAHAN PERUNDUNGAN (BULLYING) PADA SISWA SMP YADIKA 11 BEKASI Riskinanti, Karisma; Buntaran, Firman Alamsyah Ario
Jurnal Abdi Masyarakat (JAM) Vol 2, No 2 (2017): JAM (Jurnal Abdi Masyarakat) - Maret
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.172 KB) | DOI: 10.22441/jam.2017.v2.i2.005

Abstract

Saat ini banyak terjadi kasus kenakalan remaja di Indonesia. Remaja selalu menjadi sorotan pembicaraan masyarakat Karena tingkat kenakalan remaja yang meningkat. Salah satu contoh kasus kenakalan remaja adalah perilaku bullying. Bullying adalah masalah yang dialami oleh hampir sepertiga remaja yang ditindas di sekolah (Fitzpatrick & Bussey, 2011). Menurut Smith et al., (dalam Fitzpatrick &Bussey, 2011) bullying secara luas dianggap sebagai bagian perilaku agresif yang berada dalam konteks kelompok dan merugikan, yang dilakukan dengan kesengajaan dari individu yang memiliki peran yang kuatatau kelompok yang lebih kuat. Perilaku remaja tersebut dapat berupa kekerasan secara verbal (mengucapkan perkataan yang tidak baik) dan secara non verbal (memukul, menendang, dan lain sebagainya). Kasus perundungan atau bullying ini memiliki dampak negatif yang mengganggu kesehatan mental anak baik sebagai pelaku bullying maupun sebagai korbannya. Dampak negative tersebut adalah adanya trauma fisik dan psikologis. Dampak bullying tersebut sangat jelas berbekas pada terganggunya kesehatan mental korbannya. Hal ini menjadipertimbangan bagi kami agar dapat mengurangi atau menghilangkan perilaku bullying pada siswa remaja tersebut. Program psikoedukasi diharapkan dapat menambah wawasan mereka terhadap perkembangan diri pribadi remaja,lingkungan keluarga dan social mereka. Hasil dari psikoedukasi yang diadakan di SMP Yadika 11 Bekasi adalah keseluruhan dari peserta merasa puas akan kegiatan psikoedukasi tentang bahaya perundungan ini. Seluruh peserta merasa bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi diri dan dapat menambah ilmu pengetahuan. Selain itu, mereka dapat mengetahui bahaya dari merundung, bagaimana pencegahannya, dan bagaimana harus bersikap agar dapat mencegah perundungan ini terjadi di lingkungan sekolah mereka. Secara garis besar, kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat, baik bagi sekolah maupun siswa yang terlibat dalam kegiatan ini.