Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Analisis Produksi Plutonium-239 pada HTR-10 Menggunakan Program MCNPX Evi Setiawati; S Juliawan; Zaenul Muhlisin; F Arianto
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2020.16.2.5898

Abstract

Sebagai reaktor termal berdaya 10 MWt, HTR-10 dapat mengakomodasi berbagai macam campuran bahan fisile dan fertile. Kemampuan akomodasi tersebut sangat bermanfaat dalam menutup siklus bahan bakar nuklir dan menstabilkan keberadaan Plutonium-239 yang masih dapat digunakan dalam daur ulang bahan bakar. Plutonium-239 (Pu-239) merupakan salah satu nuklida hasil proses fisi yang dapat digunakan kembali sebagai bahan bakar reaktor. Pada HTR-10, densitas Pu-239 yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh ukuran kernel dan pengayaan bahan bakar yang digunakan. Analisis produksi Pu-239 pada penelitian ini dilakukan terhadap hasil pemodelan dengan menggunakan program MCNPX (Monte Carlo N-Particle Extended). Parameter model yang digunakan adalah variasi radius kernel 250-300 μm dan variasi pengayaan bahan bakar 12-15%. Simulasi MCPNX menghasilkan perubahan masa bahan bakar dan produksi unsur aktinida hasil reaksi fisi selama pengoperasian reaktor satu tahun. Berdasarkan perhitungan menggunakan program MCNPX, didapat hasil bahwa produksi Pu-239 paling optimal adalah pada pengayaan bahan bakar 11% pada radius kernel 300 μm. Dengan memperbesar pengayaan U-235 menyebabkan penurunan konsentrasi U-238. Karena Pu-239 dihasilkan dari U-238, maka produksi Pu-239 adalah Pu-239 yang mempunyai densitas rendah.
TREATMENTS OF PLASMA CORONA RADIATION ON SEAWEED Gracilaria Verrucosa (HUDSON) PAPENFUSS: Efforts to increase growth and biomass Filemon Jalu N Putra; Zaenul Muhlisin; Sapto P. Putro
International Journal of Science and Engineering Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.833 KB) | DOI: 10.12777/ijse.8.1.75-79

Abstract

Gracilaria verrucosa (Hudson) Papenfuss has great potential to be farmed in the water resources in Indonesia. As natural resource, the weed has a major contribution in the field of industry both for human food and health. Efforts have been done intensively to increase the production capacity to meet the market demand especially gelatin, both national and international market. One of them is the application of plasma corona irradiation treatments on the weed to improve developmental pathways. The concept of plasma irradiation performed at atmospheric conditions may impact on nitrogen intrusion pathway that is important element in the growth of the weed. The aims of this study are to assess the potential impact of plasma irradiation in improving the growth of G. verrucosa and thus increase their biomass production. The treatments were done using five different duration of plasma irradiation, which were 2, 4, 6, 8, and 10 minutes at a 0,5mA stable source of voltage and 8kV of electrical current. Observations of growth rate include thallus length and biomass of G. verrucosa , that was observed every week for 28 days. The result showed that the growth of weed exhibited better than those without radiation. The best growth was reached in the group of treatment of 8 minutes irradiation, exhibited 65,91g of biomass and 9.5515% growth rate and length of thallus reached 22,33 cm and daily growth rate of 2.9759%. The lowest growth of the weed occurred in the treatment of 10 minutes irradiation, which was 44,82 g biomass, 8.123% growth rate, 17,13 cm thallus length with a daily growth rate of 1.9942%
KARAKTERISASI PLASMA LUCUTAN PIJAR KORONA POSITIF PADA KONDISI ATMOSFER DENGAN KONFIGURASI ELEKTRODA TITIK BIDANG DAN PENGARUHNYA TERHADAP KAIN SUTRA ALAM (BOMBYX MORI) Mahendra Kusuma Nugraha; Zaenul Muhlisin; Pandji Triadyaksa
Arena Tekstil Vol 34, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.932 KB) | DOI: 10.31266/at.v34i1.4980

Abstract

Eksperimen pembangkitan plasma lucutan pijar korona telah dilakukan dengan menggunakan konfigurasi elektroda titik dan bidang. Kondisi plasma lucutan pijar korona terbentuk secara optimal pada jarak antar elektroda (d) setinggi 2,1 cm dan 2,4 cm dan arus saturasi (Is) terukur sebesar 0,75 mA dan 1,0 mA. Kondisi tersebut digunakan sebagai dua karakteristik lucutan yang digunakan dalam tahap perlakuan sampel kain sutra alam (Bombyx mori). Pengujian sifat mekanis pada sampel kain sutra alam dengan perlakuan plasma menunjukkan nilai ketahanan jebol yang menurun dibandingkan nilai ketahanan jebol pada sampel kain sutra alam tanpa perlakuan. Pengujian kekuatan serap zat cair (akuades) pada sampel kain sutra alam dengan perlakuan plasma menunjukkan nilai rerata waktu serap (τ) yang lebih singkat dibandingkan nilai τ pada sampel kain sutra tanpa perlakuan. Pada kedua tahap tersebut, pengoptimalan maksimum dari nilai ketahanan jebol dan daya serap zat cair (akuades) dicapai pada jarak antar elektroda (d) setinggi 2,1 cm, arus saturasi (Is) sebesar 0,75 mA dan waktu perlakuan selama 30 menit. Pengujian sifat mikroskopik membuktikan bahwa dengan adanya perubahan struktur permukaan pada sampel cukup berpengaruh terhadap nilai ketahanan jebol dan rerata waktu penyerapan zat cair (akuades) yang dimiliki.  Hasil pengujian pada tahap ini juga menyatakan bahwa tidak ada penambahan jenis baru dari gugus fungsi terkandung pada sampel kain sutra alam yang diberi perlakuan plasma.
KARAKTERISASI REAKTOR PLASMA BERARUS POSITIF KONFIGURASI ELEKTRODA MULTITITIK-BIDANG DAN PENERAPANNYA PADA KAIN POLYESTER GREY Zaenul Muhlisin; Wienda Intan Permatasari; Fajar Arianto; Achmad Sjaifudin Tayibnapis; Pandji Triadyaksa
Arena Tekstil Vol 33, No 2 (2018)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.687 KB) | DOI: 10.31266/at.v33i2.4391

Abstract

Penelitian tentang teknologi plasma pada kondisi atmosfer telah dilakukan untuk mengembangkan industri tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik plasma dengan maupun tanpa penempatan kain polyester grey diantara dua elektroda serta mendapatkan karakteristik serapan tetes air pada kain polyester grey setelah diiradiasi menggunakan plasma. Plasma dibangkitkan dengan mengggunakan reaktor berkonfigurasi elektroda multititik-bidang menggunakan elektroda titik sebanyak 100. Elektroda titik tersebut dihubungkan dengan sumber tegangan tinggi DC dan berperilaku sebagai anoda dengan elektroda bidang sebagai katoda. Jarak antar elektroda titik ditetapkan sebesar 1,3 cm yang dikonfigurasi pada 10 baris dan 10 kolom. Kain polyester grey yang diiradiasi berukuran (10x10) cm2 dan diletakkan pada elektroda bidang. Dalam proses iradiasi, jarak antar elektroda diatur pada jarak 0,9 cm hingga 3,6 cm dengan tiap kenaikan jarak sebesar 0,3 cm. Mobilitas ion dalam proses iradiasi ditentukan dengan menggunakan karakteristik arus – tegangan dari pembangkitan plasma. Proses iradiasi plasma pada kain polyester grey ditetapkan selama 5 menit hingga 35 menit dengan tiap kenaikan durasi selama 5 menit. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa semakin besar jarak antara elektroda mengakibatkan besar arus pembangkitan plasma semakin kecil. Akar arus sebagai fungsi terhadap tegangan merupakan persamaan garis lurus sehingga nilai mobilitas ion dapat ditentukan dengan pendekatan persamaan Robinson. Perhitungan mobilitas ion tanpa kain diantara elektroda menunjukkan nilai 30,07 cm2/Vs pada jarak antar elektroda 0,9 cm dengan trend menurun hingga 4,32 cm2/Vs seiring pertambahan jarak antar elektroda. Sedangkan perhitungan mobilitas ion dengan menempatkan kain polyester grey pada elektroda menunjukkan nilai 10,25 cm2/Vs pada jarak antar elektroda 2,1 cm dengan trend yang juga menurun hingga 3,39 cm2/Vs seiring pertambahan jarak antar elektroda. Karakteristik kain polyester grey mengalami perubahan berupa penyerapan tetes air yang semakin cepat hingga 1,2 detik dimana sebelum diiradiasi terukur selama sebesar 15 detik.
PEMBANGKITAN LUCUTAN PIJAR KORONA NEGATIF PADA KONDISI ATMOSFER DAN PENGARUHNYA TERHADAP RESAPAN AIR PADA KAIN KATUN DAN POLIESTER GREY Zaenul Muhlisin; Dhyan Prastiwi; Herli Darliawati; Achmad Sjaifudin Tayibnapis; Fajar Arianto; Asep Yoyo Wardaya; Sumariyah Sumariyah; Muhammad Nur
Arena Tekstil Vol 32, No 2 (2017)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.885 KB) | DOI: 10.31266/at.v32i2.3573

Abstract

Pada penelitian ini akan diungkapkan tentang lucutan korona negatif pada kondisi atmosfer dan bagaimana pengaruhnya terhadap sifat resapan air di kain poliester grey. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan pembangkitan lucutan pijar korona negatif dengan dua jenis elektroda yang berbeda geometri dan mengamati sifat serapan air pada kain poliester grey yang telah diiradiasi dengan lucutan ini. Pembangkitan lucutan korona negatif pada kondisi atmosfer ini dilakukan dengan menggunakan dua jenis geometri elektroda, yaitu elektroda titik-bidang dan elektroda garis-bidang. Elektroda titik maupun garis diperlakukan sebagai katoda dan elektroda bidang diperlakukan sebagai elektroda anoda. Pengukuran beda potensial dan arus menggunakan multimeter digital. Iradiasi kain dilakukan dengan menempatkan kain katun maupun poliester pada elektroda bidang. Uji tetes dilakukan untuk mendapatkan karakter serapan air terhadap kain yang telah diiradiasi. Lucutan yang dibangkitkan pada kondisi atmosfer akan meningkat arusnya ketika diberi penambahan tegangan. Karakteristik lucutan saat kain berada anoda sedikit berbeda bila dibandingkan tanpa adanya kain, namun pola lucutan masih relatif sama. Pada uji tetes menunjukkan bahwa lucutan korona negatif pada kain poliester maupun katun berpengaruh pada penurunan waktu serap. Selain itu, durasi iradiasi terhadap kain sangat berpengaruh terhadap penurunan waktu serap air di kain katun maupun poliester. Penurunan mencolok terlihat pada kain poliester grey dimana sebelumnya 16 detik menjadi kurang dari 2 detik.
PENGARUH DEPOSISI PARTIKEL-PARTIKEL ION NEGATIF PADA KONDISI ATMOSFER TERHADAP KAIN POLYESTER GREY Zaenul Muhlisin; Dhyan Prastiwi; Fajar Ariyanto; Achmad Sjaifudin Tayibnapis; Pandji Triadyaksa
Arena Tekstil Vol 33, No 2 (2018)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.713 KB) | DOI: 10.31266/at.v33i2.4001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa daerah kerja plasma korona pada kondisi atmosfer dalam pembangkitan partikel - partikel ion negatif guna memperoleh  nilai mobilitas ion rerata pembawa muatannya. Karakteristik ini dilakukan dengan menggunakan sampel kain polyester grey dan tanpa kain sebagai pembanding.  Lebih lanjut, penelitian ini juga menganalisa karakteristik kain polyester grey setelah diiradiasi dengan plasma korona negatif. Penelitian ini menggunakan reaktor plasma berarus negatif yang tersusun atas elektroda multi titik dan elektroda bidang. Elektroda titik berdiameter 0,5 mm sebanyak 100 titik dengan jarak tiap titik 1,3 cm dan elektroda bidang berukuran 25 x 25 cm2. Sampel kain tenun berbahan Polyester Grey berukuran 10 x 10 cm2 diiradasi pada elektroda bidang. Daerah kerja plasma korona negatif pada kondisi atmosfer dianalisa melalui karakteristik arus-tegangan pada variasi jarak antara elektroda mulai 0,9 cm hingga 3,6 cm dengan beda potensial pembangkitan plasma antara 0 – 4 kV.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat arus listik meningkat bersamaan dengan penambahan beda potensial serta penempatan kain polyester grey pada elektroda bidang cenderung menurunkan arus listrik dari plasma korona negatif. Nilai mobilitas ion yang dihasilkan menunjukan semakin kecilnya mobilitas ion yang dihasilkan saat jarak antar elektroda (d) semakin jauh. Hasil pengujian tetes cairan pada kain polyester grey setelah iradiasi menunjukkan adanya perubahan sifat fisis kain. Pada jarak antar elektroda multi titik dan bidang  sebesar 2,1 cm dengan lama peradiasian 35 menit, hasil dominan kecepatan waktu serap rerata kain diperoleh sebesar 1,06 detik dimana sebelum iradiasi melebihi 17 detik.
KARAKTERISASI PLASMA JET ARGON MENGGUNAKAN KOLOM DIELECTRIC BARRIER DISCHARGE (DBD) PADA TEKANAN ATMOSFER Andi Wibowo Kinandana; Muhammad Nur; Zaenul Muhlisin
Youngster Physics Journal Vol 4, No 4 (2015): Youngster Physics Journal Oktober 2015
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.857 KB)

Abstract

An atmospheric of Argon plasma jet is generated with column dielectric barrier discharge high voltage alternating current. Characterization of Argon plasma jet is used to observe the effect of variations in the voltage (V) to the length of the plasma jet. Voltage (V) and current (I) were analyzed to identify its effect to the length of the plasma jet. In this study, Argon gas is passed through the capillary column by regulating the flow rate of gas. Then the voltageis being increased until the plasma jet can be seen. Voltage is used consecutively in the range 0 to 10,5 kV at flow rate of Argon gas is 3 L / min. The result shows that electrical current increase and then reach saturation condition by the increase of voltage. The increase of the length of the plasma jet were given by the increase of the applied voltage. This research indicates that the length of the plasma jet characteristics tends to increase. The value of the voltage is affects to the value length of the plasma jet.
Karakterisasi sistem pembangkit aliran elektrohidrodinamika lucutan korona positif berkonfigurasi elektroda kawat-bidang Sumariyah Sumariyah; Azzuma Hasna Azzulkha; Muhammad Nur; Zaenul Muhlisin
Youngster Physics Journal Vol 6, No 2 (2017): Youngster Physics Journal April 2017
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.505 KB)

Abstract

The characterization of electrohidrodynamic flow generation system (EHD) has been performed utilizing positive corona discharge configured wire-plate electrode. In this study, the characteristics of the EHD flow generation system in the form of current characteristics as a function of voltage or I-V characteristics with fixed geometry factor, in the without of lubricating oil and with the lubricating oil. The fixed geometry factor was obtained from the radius of the fixed point (r) electrode with various the electrode distance (d). This research was conducted by using positive corona incandescent discharges with wire field electrode configuration. The wire electrode used is made of stainless steel having a length of 5 cm, with wire diameter 0.11 mm, 0.14 mm, 0.21 mm, 0.36 mm, and 0.38 mm. Electrode of field used in the form of circle with diameter 20 cm. Data collection system with variation of voltage, variation of electrode distance, and variation of wire electrode diameter used. Furthermore, data analysis of measurement results was carried out. From the result of characteristic research of EHD flow generator system in the form of current as a function of voltage shows that the increase of voltage is proportional to current increase. While the current as a function of geometry shows the value of the current flowing inversely proportional to the geometry factor of the electrode distance change.Keywords:electrohydrodinamic, ion wind, positive corona discharge 
Pembuatan sistem ozonizer untuk degradasi pewarna rhodamine B dengan metode peroxone menggunakan mikrokontroler ATMEGA 8535 Rin Hafsahtul Asiah; Jatmiko Endro Suseno; Zaenul Muhlisin
Youngster Physics Journal Vol 6, No 4 (2017): Youngster Physics Journal Oktober 2017
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.099 KB)

Abstract

The decrease of the quality water is caused by the dye waste of rhodamine B that found in liquid waste. One of the ways to treat that liquid waste is using the peroxone process that combines ozone (O3) and hydrogen peroxide (H2O2). The production of ozonizer system is vital due to its effectivity. The system is made by adding the microcontroller of Atmega 8535 as a timing controller that can adjust the duration of ozonizer system work. In addition, the concentration of H2O2 and the optimization of ozonation process were done to produce the most optimal degradation. The optimal ozone generator works on the frequency of 3500 Hz while the power is 2.15 Watt, 3576 V of voltage, and 0.6 mA of current with the average ozone production reaching 266 ppm every 30 minutes. The greater concentration of H2O2 that used and the longer ozonation time will increase the percentage degradation of rhodamine B. The greatest degradation percentage was achieved at the H2O2 concentration of 2500 ppm. The rhodamine B of 20 ppm was successfully degraded with the highest degradation percentage reaching 97% for 150 minutes.Keywords: Rhodamine B, Peroxone, Mikrokontroller
PENGARUH OZON YANG DIBANGKITKAN MENGGUNAKAN REAKTOR DIELECTRIC BARRIER DISCHARGE PLASMA (DBDP) TERHADAP KONSENTRASI OKSIGEN TERLARUT, KESADAHAN, DAN pH PADA AIR MURNI Adhi Prasetyo; Muhammad Nur; Zaenul Muhlisin; Sapto P Putro
Youngster Physics Journal Vol 4, No 3 (2015): Youngster Physics Journal Juli 2015
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.047 KB)

Abstract

A research on the application of dielectric barrier discharge reactor configured as a cylindrical spiral using ozone-producing which using the air as  source  and in atmospheric conditions. In this study, the observed effect of ozonation to show the influence to  dissolved oxygen, pH and Calcium carbonate. Active Electrode using copper wire spiral and has pyrex to be the dielectric. Plasma produce using AC voltages of 2 kV, 10 kV, 12.5 kV and frequencies between 880 Hz to 891 Hz. Air flow rate of 1.5 L / min. At the same time ozonation, using different voltage produce different ozone concentrations. If more voltage applied, the concentration of ozone is increasing. Similarly, the measurement of dissolved oxygen concentration and Calcium carbonate. But of water pH measurements obtained tends to be stable.Keywords: Calcium carbonate, DBD reactor, dissolved oxygen, ozone, pH.
Co-Authors Achmad Sjaifudin Tayibnapis Ade Ika Susan Adhi Prasetyo Agus Setyawan Ahmad Sudin Ahmas Sudin, Ahmas Alfajrin, Achmad Chalid Afif Ali Khumaeni Amatul Lutfiah Andi Wibowo Kinandana Andi Wibowo Kinandana Anna Adianti Anwar Usman Ardhianto, Khamdi Bagas Ari Bawono Putranto Ariij Naufal Arzi, Yudha Hamdi Asep Yoyo Wardaya Azzuma Hasna Azzulkha Baital, Muhammad Sawal Bawono, Ari Binu Soesanto, Qidir Maulana Charis Munajib Choirul Anam AM Diponegoro Darliawati, Herli Dhyan Prastiwi Dhyan Prastiwi Dhyan Prastiwi Erma Prihastanti Evi Setiawati F Arianto Fajar Arianto Fajar Ariyanto Fakhruddin Mangkusasmito Filemon Jalu N Putra Geoff Dougherty Gunawan Gunawan Hadi, Muhammad Rafli Irsyad Hasan, Siti Nurjannah Hendri Widiyandari Hendri Widyandari Heri Sugito Heri Sutanto Heri Sutanto Herli Darliawati Iis Nurhasanah Imam Firmansyah Isnain Gunadi Jatmiko Endro Suseno Ketut Sofjan Firdausi, Ketut Sofjan Komariah, Rahma Nur Kusworo Adi Mahendra Kusuma Nugraha Mardhiyatna, Mardhiyatna Megarini Hersaputri Muhammad Adrian Lathif Muhammad Nur Muhammad Nur Muhammad Nur Muhammad Nur Muhammad Nur Muhammad Nur Muhammad Nur Muhammad Nur Mursiyatun Mursiyatun Nazuwatussya'diyah, Nazuwatussya'diyah Nouval Khamdani Nur, Muhammad Nuraini, Desy Pandji Triadyaksa Prastiwi, Dhyan Pratama Jujur Wibawa Priyono Priyono Putra, Bintang Ridzky Ranindra Rin Hafsahtul Asiah Riska Amilia Rizky Maylia Rofiqotul Khasanah S Juliawan S. Suryono Sapto P Putro Sapto P. Putro Sari, Rizki Yustisia Sholehah Aisyah Sri Widodo Agung Suedy Sulistia Nurdianik Sumariyah Sumariyah Surahman, Arif Susilo Hadi Susilo Hadi, Susilo Syamsul Arifin Tayibnapis, Achmad Sjaifudin Ukhti Nurohma Rizki Wahyu S. Budi Wienda Intan Permatasari Windarta, Jaka Wulandary Oktiyana Yudi Pratama Yusup Hidayat