Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Studi Pembuatan Pupuk Kalium Sulfat dari Abu Sekam Padi dan Gipsum Alam Menggunakan Reaktor Tangki Berpengaduk Ismayanda, Muhammad Husin; Mulana, Farid
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v10i2.2423

Abstract

Proses pembuatan pupuk kalium sulfat umumnya dibuat dari asam klorida dan bahan baku yang mengandung anion sulfat (SO4). Dalam penelitian ini, pembuatan pupuk kalium sulfat dari bahan baku batuan gipsum alam sebagai sumber sulfat dan abu sekam padi sebagai sumber kalium telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengkaji kemungkinan pembuatan pupuk kalium sulfat dari gipsum alam dan abu sekam padi dan juga mengetahui pengaruh kecepatan pengadukan, temperatur operasi dan waktu proses terhadap persentase konversi kalium sulfat yang dihasilkan. Dalam penelitian ini juga dipelajari kinetika reaksi yang terjadi selama proses pembentukan kalium sulfat. Proses pembuatan pupuk kalium sulfat dilakukan dalam reaktor tangki berpengaduk. Varibel berubah dari penelitian ini adalah kecepatan putaran pengaduk, temperatur proses, dan waktu reaksi. Untuk menganalisis produk yang dihasilkan, metode yang digunakan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI 02-2809-2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kalium sulfat dapat dihasilkan dari reaksi antara gipsum yang mengandung kalsium sulfat dan abu sekam padi yang mengandung kalium karbonat dengan konversi kalium dari endapan sebesar 99,87% dan konversi kalium dari filtrat sebanyak 18,22%. Nilai konversi sulfat dari endapan hanya sebesar 0,69% dan nilai konversi sulfat dari filtrat 0,26%.Dalam penelitian ini kondisi terbaikproses pembuatan pupuk kalium sulfat adalah pada waktu reaksi 80 menit, kecepatan putaran pengaduk 400 rpm dan temperatur operasi 90C. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa produk pupuk kalium sulfat tidak mengandung asam bebas sebagai H2SO4 dan klorida (Cl), akan tetapi mengandung kalium dan sulfat. Nilai konstanta kecepatan reaksi (k) yang didapat dalam penelitian ini adalah sebesar 0,00218 ppm-1 menit-1 dan nilai laju pengurangan reaktan (rA) sebesar 8,129 x 10-5 ppm/menit.
Studi Pembuatan Cat Tembok Emulsi dengan Menggunakan Kapur sebagai Bahan Pengisi Rahman, Abdul; Mulana, Farid
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v10i2.2421

Abstract

Studi pembuatan cat tembok emulsi menggunakan bahan pengisi kapur sangat potensial untuk dikembangkan karena ketersediaan kapur yang banyak di alam. Cat tembok emulsi telah dibuat dari campuran bahan pengisi, bahan pengikat, pigmen, pelarut, dan bahan tambahan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari apakah cat tembok emulsi dapat dihasilkan dari kapur atau tidak dan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi CaO sebagai filler, dan konsentrasi polivinil asetat (PVA) sebagai binder terhadap kualitas cat tembok emulsi yang dihasilkan. Prosedur penelitian dan analisis mutu produk mengacu pada SNI 3564:2009 tentang cat tembok emulsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapur dapat digunakan dalam membuat cat tembok emulsi. Baik konsentrasi PVA dan konsentrasi CaO yang divariasikan mempengaruhi semua parameter kualitas cat sebagaimana ditetapkan dalam SNI 3564:2009. Hasil optimum penelitian diperoleh pada perlakuan konsentrasi PVA 20% dan konsentrasi CaO 26% yaitu masing-masing untuk padatan total cat sebesar 76,43%, waktu kering cat 36,00 menit, daya sebar cat 8,4 m2/kg, viskositas cat 110,99 KU, sedangkan daya tutup cat sebesar 8,20 m2/L pada konsentrasi CaO 24%.
Hydrogen Absorbing Material in Carbonaceous-Metal Hydride Mulana, Farid
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 5, No 1 (2006): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the most promising materials for storing hydrogen in solid state would be included in metal-carbon composites. In order to obtain nanocrystalline metal particles encapsulated by crystalline or amorphous carbon, mechanosynthesis of zirconium-carbonaceous composites and alkali metal-carbonaceous composites was performed. For zirconium-carbonaceous composites, only zirconium-carbon black composite absorbed more hydrogen than expected for a mere mixture with the same composition. The higher hydrogen capacity on the zirconium-carbon black composite would be due to some specific sites on the carbonaceous material created during the milling. Another effect of the composite formation was stabilization of zirconium, that is, the composites did not ignite in air. On alkali metal-carbonaceous composites, carbon black has superior effect in composite formation compared with graphite in which some cooperative effect was only detected on alkali metal-carbon black composite. The effect of the carbonaceous composite formation was resistance to air and anti-sticking characteristics to balls and the wall of the vial during the ball milling.
Penggunaan Katalis NaOH dalam Proses Transesterifikasi Minyak Kemiri menjadi Biodiesel Mulana, Farid
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on biodiesel production from hazelnut oil by transesterification process using NaOH catalyst was one of the efforts for renewable energy research. The purpose of this study was to determine the effect of NaOH catalyst and the ratio of hazelnut oil to methanol on the production of biodiesel via transesterification process. The transesterification process was carried out in a stirred reactor equipped by a condenser with speed of 200 rpm, temperature of 60C and the operating time of 90 minutes. The results indicated that biodiesel could be produced from hazelnut oil through transesterification process with the highest yield of 81.7% that was obtained on the use of 2% wt. of NaOH catalyst and the mole ratio of oil to methanol of 1:9. Viscosity, density, and acid number of biodiesel obtained in this study met the Indonesia National Standard for biodiesel as SNI 04-7182-2006, therefore hazelnut oil produced biodiesel could potentially be an alternative diesel fuel.Keywords: hazelnut oil, biodiesel, transesterification, NaOH catalyst
Pembuatan Papan Komposit dari Plastik Daur Ulang dan Serbuk Kayu serta Jerami Sebagai Filler Mulana, Farid; Hisbullah, Hisbullah; Iskandar, Iskandar
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Production of composites was done by mixing the filler and matrix. The common matrix used to produce composite is plastic ore with types of poly propylene, poly ethylene and others. To know the characteristics of composite boards made from recycled plastic type poly ethylene so this research was conducted. This research aims to create a composite board made of solid waste sawdust and straw as a filler and recycled plastics as the matrix and to find out more details of the influence of variable solid waste types and ratio of solid waste weight and plastic toward the quality of the composite board product. Composite board manufacturing process was carried out by hot press method at a temperature of 145 oC for 20 minutes. The composite board products are tested on value of hardness, tensile strength, and thermal value. The results showed that the use of sawdust as a filler resulted the composite hardness value that is better (R79,5) compared with straw (R67) at a ratio of filler composition: matrix of 80:20 respectively. The use of sawdust also gives the value of tensile strength of 6.86 MPa that is better than the using a straw that valued of 3.62 MPa at composition ratio of filler: to matrix (60:40). Largest amount of heat needed to melt the composite boards are 31.19 J/g and 14.02 J/g at composition ratio sawdust: recycled plastics of 80:20 and at composition ratio straw: recycled plastics of 80:20, respectively. Visually composite board with a composition of sawdust:plastic HDPE 50:50 looks better with bright colors and shiny.Keywords: Composite, Solid waste, Plastic, Matrix, Filler, Poly ethylene
PEMANFAATAN JERAMI, SEKAM PADI, SAMPAH RUMAH TANGGA DAN KOTORAN HEWAN UNTUK PEMBUATAN PUPUK BOKASHI DENGAN FERMENTASI ANAEROB Mulana, Farid; Azwar, Azwar; Sofyana, Sofyana; Delsie Hasrina, Cut
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.574-585

Abstract

Sektor pertanian memegang peranan penting dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Salah satu faktor yang menjadi perhatian khusus adalah bagaimana meningkatkan produktivitas tanaman tanpa merusak lingkungan. Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan akan mengganggu keseimbangan ekosistem, dan lama kelamaan tanah akan menjadi tandus. Saat ini penggunaan pupuk kimia oleh petani telah melebihi dosis yang dianjurkan, sehingga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem tanah. Akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, mikroorganisme pengurai seperti zat rensik dan cacing tanah perlahan punah. Pemanfaatan jerami padi dan kotoran ternak (kotoran hewan) merupakan salah satu alternatif yang sangat tepat untuk mengatasi hal di atas. Untuk menghindari penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, salah satu alternatifnya adalah dengan mengubah limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik (bokashi). Hingga saat ini limbah pertanian seperti jerami padi dan kotoran sapi telah tersedia dalam jumlah yang sangat banyak namun belum dimanfaatkan secara optimal. Mitra usaha utama dalam program kegiatan pengabdian ini adalah Kelompok Tani Makmur Jaya, Desa Dilib Lamteungoh, Kecamatan Sukamakmur, dan Kabupaten Aceh Besar. Kelompok usaha ini terdiri dari ibu-ibu dan remaja putri yang dibentuk pada tahun 2020, saat pandemi COVID-19 masih melanda nusantara. Kelompok tani yang hanya berjarak 17 km dari Kampus Universitas Syiah Kuala (USK) ini memanfaatkan lahan kosong di area sebelah balai desa untuk bercocok tanam berbagai tanaman dan sayuran yang hasilnya dijual kepada warga dan/atau ke pasar Sibreh/Samahani.
Peningkatan pendapatan ibu-ibu PKK melalui pengolahan sampah organik Hasrina, Cut Delsie; Mulana, Farid; Yuliana, Yuliana; Najmi, Isthafan; Asmawati, Asmawati; Ansari, Rizal; Azlim, Azlim; Amanda, Ulya; Khalisai, Nazwa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26683

Abstract

Abstrak Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk  meningkatkan pendapatan ibu-ibu PKK Desa Dilib Lamteungoh melalui pengolohan sampah menjadi pupuk organik.. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam bentuk pelatihan kepada ibu-ibu  di Desa Dilib Lanteungoh Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar. Bahan baku dari kegiatan ini adalah : Jerami, sekam padi, dedaunan kering, sampah rumah tangga dll, selanjutnya peralatan yang digunakan adalah : alat pencacah sampah/biomasa, cangkul, sekop, sealer, timbangan, gerobak sorong. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu mengadakan pelatihan pembukuan sederhana, pelatihan pembuatan pupuk organik, dan pelatihan pemasaran. Antusias mitra  dalam mengikuti kegiatan ini sangat baik, dan ibu-ibu sudah mulai mengaplikasikan pupuk ini pada tanaman mereka, disamping itu sudah ada bebarapa orang yang memesan pupuk organik ini. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini pendapatan ibu-ibu PKK Desa Dilib Lamteungoh meningkat. Kata kunci: pendapatan; sampah organik  Abstract The purpose of this activity is to increase the income of PKK women in Dilib Lamteungoh Village by processing waste into organic fertilizer. This e activity is carried out in the form of training for women in Dilib Lanteungoh Village, Sukamakmur District, Aceh Besar Regency. The raw materials for this activity are: Straw, rice husks, dry leaves, household waste etc, then the equipment used is: waste/biomass chopper, hoe, shovel, sealer, scales, wheelbarrow. The method for implementing this activity is holding simple bookkeeping training, training on making organic fertilizer, and marketing training. The enthusiasm of the partners in participating in this activity is very good, and the mothers have started applying this fertilizer to their plants, besides that there are already several people who have ordered this organic fertilizer. It is hoped that with this activity the income of PKK women in Dilib Lamteungoh Village will increase Keywords: revenue; organic waste
Pemberdayaan Masyarakat Gampong Dilib Lamteungoh, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar dalam Mewujudkan Lingkungan Hijau Melalui Pelatihan Ecoenzim Sy., Yuliana; Mulana, Farid; Sayuthi, Muhammad; Rahman, Aulia; Nasution, Fahrizal; Ambarita, Aulia Chintia; Sofyana, Sofyana
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 3, No 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v3i3.50010

Abstract

This community service program was conducted in Dilib Lamteungoh Village, Sukamakmur Sub-District, Aceh Besar Regency, with the objective of improving the communitys knowledge and skills in managing household organic waste through eco-enzyme production training. The activity involved 22 participants, primarily farmers and housewives. The implementation methods included lectures, hands-on demonstrations, and pre-test and post-test evaluations to assess participants knowledge improvement. The eco-enzyme formulation used a ratio of palm sugar : organic waste : water = 1 : 3 : 10, followed by a three-month fermentation process in shaded, tightly closed containers. The results indicated a significant increase in participants understanding and active involvement. All participants (100%) were able to correctly describe the process of eco-enzyme production, and 86.4% expressed their intention to continue making eco-enzymes independently at home. Moreover, participants gained awareness of the eco-enzymes multifunctional benefits, including its use as liquid organic fertilizer, natural household cleaner, and organic waste decomposer. Overall, the program successfully fostered environmental awareness and community participation, promoting sustainable waste management practices and encouraging the realization of an environmentally conscious and self-reliant rural community.
Optimalisasi Limbah Kulit Buah Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Desa Luthu Lamweu, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar Hisbullah, Hisbullah; Sy, Yuliana; Nasution, Fahrizal; Mahmuddin, Mahmuddin; Hakim, Lukman; Mulana, Farid; Ambarita, Aulia Chintia
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 3, No 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v3i3.50011

Abstract

Luthu Lamweu Village, located in Sukamakmur Subdistrict, Aceh Besar Regency, holds great potential for sustainable agricultural development but still faces challenges in managing household organic waste. Fruit peels, which are abundantly available, are often discarded without proper treatment, leading to potential environmental pollution. This community service program aimed to enhance the communitys understanding and skills in processing fruit peel waste into liquid organic fertilizer (LOF) beneficial for agriculture. The activities consisted of four main stages: preparation of materials and tools, participant education, hands-on LOF production practice, and monitoring of the fermentation process. Participants, mainly women from the PKK community group, were actively involved in each stage of the program. The results showed that the participants successfully produced LOF independently using simple materials and a two-week fermentation process, yielding a yellowish-brown liquid with a mild fermentation aroma. The final product was distributed to the participants and applied to home garden plants. This program effectively increased community awareness of organic waste management and supported environmentally friendly agricultural practices in Luthu Lamweu Village.