Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Utilizing the potential of local arts and culture as economic capital in the Sanggar Karawitan Mudo Raharjo Ogan Komering Ulu Timur district Ardi Saputra; Dian Sri Andriani; Deni Puji Hartono
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 19 No. 2 (2023): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v19i2.8702

Abstract

[Bahasa]: Sanggar Karawitan Mudo Raharjo merupakan kelompok penggiat seni budaya yang lahir dari kecintaan masyarakat transmigran asal Jawa Tengah di Desa Margotani Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Provinsi Sumatera Selatan. Pada awal pembentukan, kelompok sanggar melestarikan kesenian musik karawitan dengan hiburan seni ketoprak. Namun, eksistensi kegiatan seni karawitan dan ketoprak sudah mulai berkurang karena beberapa pemain sudah mulai tidak ada. Di sisi lain, proses regenerasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kondisi ini mengakibatkan berkurangnya pemasukan sanggar dan hilangnya pewaris seni budaya leluhur sehingga diperlukan adanya pelatihan pengembangan kreatifitas seni budaya dan pelatihan pemasaran secara online. Pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan jiwa kreativitas dan socialpreneur sehingga mitra kedepannya dapat menghasilkan karya unggulan yang dibutuhkan pasar dan bernilai ekonomi tinggi. Pelatihan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang dilakukan pada 30 orang, terdiri dari kelompok orang tua dan kelompok remaja yang ada di Desa Margotani. Pelatihan yang diberikan mencakup teknis produksi karya, seperti pelatihan Dalang, prosesi Temon, tari kreasi dan tradisional Jawa, dan pemasaran karya melaui pembuatan media pemasaran secara online. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta dari 6,7% menjadi 72,8%. Selain itu, juga terjadi peningkatan kreativitas dari yang sebelumnya hanya memainkan seni karawitan menjadi mampu memainkan seni tari kreasi tradisi, prosesi adat temu manten, dan berperan sebagai Dalang. Hasil wawancara menunjukan bahwa peserta memperoleh motivasi, dorongan, terbukanya jalan untuk melanjutkan dan mengembangkan kesenian karawitan agar dapat dikenal oleh publik sehingga bernilai ekonomi yang dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa. Kata Kunci: seni budaya, pelatihan, sanggar karawitan [English]: The Mudo Raharjo Karawitan Studio is a group of arts and culture activists born from the love of the transmigrant community from Central Java in Margotani Village, East Ogan Komering Ulu Regency, South Sumatra Province. At the beginning of its formation, the studio group preserved the art of Karawitan music with Ketoprak art entertainment. However, musical and Ketoprak art activities have decreased because some players have begun to disappear. On the other hand, the regeneration process does not work as it should. This condition results in reduced income for studios and the loss of heirs to ancestral arts and culture, so there is a need for training in the development of creative arts and culture and online marketing training. This training aims to develop the spirit of creativity and social entrepreneurship so that future partners can produce superior work that is needed by the market and has high economic value. The training used the Asset Based Community Development (ABCD) approach, which was carried out on 30 people, consisting of parents and youth groups in Margotani Village. The training includes technical work production, such as Dalang training, Temon processions, creative and traditional Javanese dances, and marketing works through creating online marketing media. The results of the community service program showed an increase in participants' knowledge from 6.7% to 72.8%. Apart from that, there was also an increase in creativity from previously only playing musical arts to being able to play traditional dance creations, traditional meeting Manten processions, and acting as Dalang. The results of the interviews showed that the participants received motivation and encouragement and opened up a way to continue and develop the art of karawitan so that the public can recognize that it has economic value that can realize the welfare of the village community. Keywords: arts and culture, training, karawitan studio
KEMAMPUAN PENGRAJIN DALAM UPAYA INOVASI KERAJINAN ANYAMAN TIKAR PURUN DI DESA TANJUNG ATAP KECAMATAN TANJUNG BATU Rini Atika; Shomedran; Azizah Husin; Ardi Saputra
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12551

Abstract

This study aims to analyze the ability of craftsmen in innovating purun woven mat products in Tanjung Atap Village, Tanjung Batu District. The research employed a descriptive qualitative approach to explore the innovation practices carried out by local craftsmen. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The subjects of this study consisted of craftsmen, village government officials, and related stakeholders involved in supporting the development of purun woven mat handicrafts. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing to obtain comprehensive findings. The results showed that the craftsmen's innovation ability was reflected in mastering basic weaving techniques, production skills, work experience, product design updates, individual creativity, government support, and availability of raw materials. Craftsmen also demonstrated adaptability to market demands by modifying products according to consumer preferences. The innovations carried out include changes in shape, motif, color, and size of products to increase product attractiveness, functionality, and market value. These innovations also contribute to improving product competitiveness and expanding marketing opportunities. The findings indicate that the craftsmen's innovation ability has developed, although it has not yet been optimal. Several challenges are still faced, such as limited training, lack of product diversification, and limited market access. Therefore, continuous support is needed through training, product development assistance, and marketing expansion. Keywords: Craftsmen Ability, Innovation, Purun Mat, Community Empowermen ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pengrajin dalam melakukan inovasi pada kerajinan anyaman tikar purun di Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggali praktik inovasi yang dilakukan oleh pengrajin lokal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari pengrajin, pemerintah desa, serta pihak terkait yang mendukung pengembangan kerajinan anyaman tikar purun. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh temuan penelitian secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan inovasi pengrajin terlihat dari penguasaan teknik dasar anyaman, keterampilan proses produksi, pengalaman kerja, pembaruan desain produk, kreativitas individu, dukungan pemerintah, serta ketersediaan bahan baku. Pengrajin juga menunjukkan kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan pasar dengan melakukan modifikasi produk sesuai preferensi konsumen. Inovasi yang dilakukan meliputi perubahan bentuk, motif, warna, dan ukuran produk guna meningkatkan daya tarik, fungsi, serta nilai jual produk. Inovasi tersebut turut meningkatkan daya saing produk dan memperluas peluang pemasaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan inovasi pengrajin telah berkembang, namun belum optimal. Beberapa kendala masih dihadapi seperti terbatasnya pelatihan, kurangnya diversifikasi produk, serta keterbatasan akses pasar. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan melalui pelatihan, pendampingan pengembangan produk, dan perluasan pemasaran. Kata Kunci: Kemampuan Pengrajin, Inovasi, Tikar Purun, Pemberdayaan Masyarakat
STRATEGI PEMBENTUKAN DISIPLIN BELAJAR DI SANGGAR TARI RADEN KUNING DESA SERI TANJUNG KABUPATEN OGAN ILIR Yeka Ramadhani; Ardi Saputra; Erna Retna Safitri; Aswasulasikin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12567

Abstract

This study aims to investigate the strategies for forming learning discipline at Sanggar Tari Raden Kuning, Seri Tanjung Village, Ogan Ilir Regency. A descriptive qualitative approach was employed. Research subjects consisted of one trainer, two students, and two parents selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation. Results indicate that learning discipline formation was implemented through three main strategies based on B.F. Skinner’s behaviorism theory: (1) reinforcement through verbal praise, small rewards, and front-row placement; (2) educational punishment through gentle reprimands and movement repetition; and (3) behavioral conditioning through consistent training routines. The success of these strategies was evidenced by the achievement of four learning discipline indicators: punctuality, compliance with instructions, consistency in practice, and responsibility for movement tasks. Furthermore, cultural values embedded in Tari Gending Sriwijaya, Tari Tanggai, and Tari Zapin Rodat reinforced discipline formation, transforming it from mere external compliance into internal commitment rooted in the nation’s noble cultural values.
PRAKTIK PENGASUHAN ORANG TUA PEKERJA SEKS KOMERSIAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK (Studi kasus di Desa Permata Baru, Kecamatan Indralaya Utara) Syawalludin; Shomedran; Ardi Saputra; Henny Helmi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze parenting patterns in shaping children's education within families of commercial sex workers (CSWs) in Permata Baru Village, North Indralaya District, Ogan Ilir Regency. This research uses a qualitative descriptive approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The results show that the dominant parenting style is authoritarian, influenced by limited time, economicconditions, and the social environment. Parents’ low educational background and social stigma also affect children's educational development. The study concludes that children's education in CSW families is influenced by both family and social environmental factors, requiring support from various parties to create a conducive educational environment.
PERAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI SEKITAR TPA DESA PALEM RAYA KABUPATEN OGAN ILIR Nadia Afifa; Azizah Husin; Erna Retna Safitri; Ardi Saputra
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12669

Abstract

This study aims to analyze the community's role in improving environmental cleanliness around the Palem Raya Village Landfill (TPA) in Ogan Ilir Regency using a descriptive qualitative approach. Seven informants participated in the study, and data were collected through interviews, observation, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, presentation, and triangulation. The results indicate that community contributions are still suboptimal. Material participation is voluntary, non-material participation is still individual, action participation is limited to household cleanliness, and social participation is low due to the lack of collective activities by the village government. Thus, community contributions tend to be passive, and efforts are needed to increase more active and organized participation.
Preferensi Karier Mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat Universitas Sriwijaya M Maulana Aban Najwa; Ardi Saputra; Erna Retna Safitri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3468

Abstract

Karier merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan mahasiswa yang akan menentukan arah masa depan mereka setelah menyelesaikan studi. Preferensi karier mahasiswa menjadi indikator dalam melihat kecenderungan pilihan dunia kerja yang dianggap sesuai dengan minat, kompetensi, serta peluang yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi karier mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat Universitas Sriwijaya. Penelitian dilakukan di Program Studi Pendidikan Masyarakat Universitas Sriwijaya dengan populasi sebanyak 137 mahasiswa akhir. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor PNS/PPPK menjadi pilihan karier yang paling banyak diminati mahasiswa dengan persentase 38%, diikuti oleh LSM/NGO sebesar 26%, wirausaha sosial sebesar 22%, dan tutor/instruktur pendidikan nonformal sebesar 14%. Kesimpulannya, mahasiswa lebih cenderung memilih jalur karier yang menawarkan stabilitas maupun peluang kemandirian ekonomi, sementara sektor pendidikan nonformal kurang diminati karena masih rendahnya persepsi terhadap kestabilan karier dan kesejahteraan finansial.