Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : journal online of physics

EVALUASI PENGARUH ASIMILASI DATA SATELIT TERHADAP SIMULASI HUJAN ES MENGGUNAKAN WRF-HAILCAST (STUDI KASUS HUJAN ES YOGYAKARTA, 11 MARET 2025) Oktabrian, Krisna Dwi; Mulsandi, Adi; Fadlan, Ahmad; Mulya, Aditya
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 3 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i3.58583

Abstract

Hujan es merupakan fenomena cuaca ekstrem yang dipengaruhi oleh proses konvektif dan mikrofisika awan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh asimilasi data satelit menggunakan WRF-DA 3DVAR terhadap simulasi hujan es dengan WRF-HAILCAST pada kejadian hujan es Yogyakarta tanggal 11 Maret 2025. Dua eksperimen dilakukan, yaitu tanpa asimilasi (NODA) dan dengan asimilasi data satelit (DAST). Hasil menunjukkan bahwa asimilasi data satelit meningkatkan pembentukan hidrometeor fase es, ditandai dengan konsentrasi cloud water lebih dari 0,06 g/kg, kristal es lebih dari 0,014 g/kg, dan graupel mencapai 0,175 g/kg. Kedua eksperimen menghasilkan estimasi diameter hujan es 10–30 mm dengan diameter maksimum sekitar 25–30 mm. Meskipun tidak meningkatkan diameter maksimum, DAST mampu merepresentasikan lokasi pembentukan hujan es lebih mendekati distribusi ZHAIL radar. Selain itu, nilai koefisien korelasi reflektivitas meningkat dari 0,48 menjadi 0,56, menunjukkan bahwa asimilasi data satelit meningkatkan representasi struktur badai dan lokasi kejadian hujan es.  
ANALISIS AKURASI ESTIMASI CURAH HUJAN MENGGUNAKAN DATA SATELIT HIMAWARI-9 DENGAN METODE KONVENSIONAL PADA PUNCAK MUSIM HUJAN DI YOGYAKARTA Aslam, Dhaifullah Rafif; Mulya, Aditya; Mulsandi, Adi; Avrionesti , Avrionesti
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 3 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i3.59207

Abstract

Pengukuran curah hujan di Indonesia masih mengalami keterbatasan sebaran alat observasi dikarenakan variabilitas spasial-temporal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa metode Convective Stratiform Technique (CST) dan Modified Convective Stratiform Technique (mCST) memanfaatkan data Satelit Himawari-9 untuk estimasi curah hujan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta selama periode puncak musim hujan yaitu 1 Desember 2025 – 28 Februari 2026. Metode mCST merupakan pengembangan dari algoritma CST konvensional yang dilakukan melalui penyesuaian nilai ambang batas intensitas curah hujan, dan luasan rata-rata area piksel agar lebih fleksibel digunakan di wilayah tropis. Metode estimasi berdasarkan suhu puncak awan yang diverifikasi terhadap data 20 titik observasi BMKG menggunakan Root Mean Square Error (RMSE) dan koefisien korelasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan kejadian hujan di DIY mengikuti pola monsunal dengan frekuensi jam hujan tertinggi terjadi pada bulan Februari. Secara statistik, metode mCST terbukti lebih andal dibandingkan CST karena mampu mendeteksi kondisi Tidak Hujan 60,53% serta menekan tingkat overestimate yang signifikan pada kategori hujan ringan. Meskipun kedua metode memiliki kendala akurasi spasial karena kompleksitas topografi lokal, mCST berhasil mengeliminasi korelasi negatif yang dihasilkan metode CST di wilayah pesisir.Sehingga metode mCST menjadi alternatif estimasi curah hujan yang lebih akurat dan sesuai untuk diaplikasikan di wilayah DIY dibandingkan metode CST.
KARAKTERISTIK TURBULENSI ATMOSFER DI WILAYAH BANDARA MINANGKABAU BERDASARKAN DATA RADIOSONDE Elindra, Hani; Fadlan, Ahmad; Mulsandi, Adi; Darmawan, Yahya
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 3 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ws46kh95

Abstract

Turbulensi atmosfer merupakan fenomena dinamika atmosfer berskala kecil yang berperan dalam pertukaran momentum dan panas, sekaligus berdampak bagi keselamatan penerbangan, terutama di wilayah tropis dengan topografi kompleks seperti pesisir barat Sumatera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil angin vertikal dan karakteristik turbulensi atmosfer di wilayah Bandara Internasional Minangkabau menggunakan data radiosonde periode Desember 2022–November 2023 pada pukul 00 UTC dan 12 UTC. Karakteristik turbulensi dianalisis melalui frekuensi Brunt–Väisälä (N²), Bilangan Richardson (Ri), dan laju disipasi energi (ε) yang diturunkan dari Metode Analisis Thorpe, dilengkapi kontribusi geseran angin vertikal melalui closure Rmin, serta penyaringan Trend-to-Noise Ratio (TNR) untuk mengurangi deteksi overturning palsu akibat noise instrumen. Profil vertikal dibagi menjadi tiga lapisan: Lower Troposphere Layer (0–3 km), Middle Troposphere Layer (3–10 km), dan Upper Troposphere and Lower Stratosphere Layer (10–18 km). Pada periode penelitian, hasil menunjukkan bahwa kecepatan angin dan vertical wind shear meningkat tajam pada UTLS, dengan puncak kecepatan angin musim Desember-Januari-Februari (DJF) mencapai sekitar 29 m/s pada ketinggian 15–16 km. Lapisan UTLS teridentifikasi sebagai zona dengan kondisi instabilitas dinamis (Ri < 0,25) paling sering terjadi, yang mengindikasikan potensi shear-driven turbulence dengan frekuensi kejadian mencapai sekitar 40–48% terutama pada musim DJF, konsisten dengan nilai turbulensi aktual oleh εtotal serta kategori intensitas Severe yang juga memuncak pada lapisan yang sama. Mekanisme shear-driven teridentifikasi lebih dominan dibandingkan convective/overturning pada hampir seluruh lapisan dan musim, dengan kategori intensitas Severe mencapai sekitar 55–56% pada UTLS musim DJF.