Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

AKTIVITAS CAIRAN KULTUR 12 ISOLAT ACTINOMYCETES TERHADAP BAKTERI RESISTEN Mulyadi, .; Sulistyani, Nanik
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health) Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Kes Mas FKM UAD September 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.302 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Munculnya berbagai patogen yang multiresisten memicu  pencarian antibiotik baru. Secara historis, Actinomycetes adalah penghasil terbesar  antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas 12 isolat Actinomycetes terhadap bakteri Staphyllococcus aureus ATCC 25923 dan Eschericia coli 25922Metode : Penelitian dilakukan dengan mengkultur isolat Actinomycetes pada media Starch Nitrate Broth pada suhu kamar dengan penggojokan selama 14 hari. Uji aktivitas cairan kultur dilakukan dengan metode difusi sumuran terhadap S. aureus dan E.  coli.Hasil : Pertumbuhan bakteri S. aureus dapat dihambat oleh cairan kultur isolat-isolat Actinomycetes yaitu TL, T18, T19, T24, T37, T41, T43, P301, dan P302 berdasarkan munculnya  diameter zone hambat  pada pertumbuhan S. aureus.  Adapun pertumbuhan E. coli dapat dihambat oleh TL, T18, T19, T24, T25, T41, T43, dan P301. Isolat P104 dan T34 tidak menghambat baik terhadap S. aureus maupun E. coli.Kesimpulan :  Aktivitas antibakteri dihasilkan oleh isolat TL, T18, T19, T24,  T41, T43  dan P301 terhadap S. aureus dan E. coli, isolat T37 dan P302 terhadap S. aureus dan isolat T25 terhadap E. coli.  Kata Kunci :  Actinomycetes, aktivitas, S. aureus, E. coli  ABSTRACTBackground : The emergence of various multiresistant pathogens to antibiotics stimulate the search of new antibiotics. Historically, actinomycetes are the largest producer of antibiotics. This study aimed to examine the activity of the 12 isolates of  Actinomycetes against Staphylococcus aureus 25923 and Escherichia coli ATCC 25922.Methods : The study was conducted by culturing isolates of Actinomycetes on Starch Nitrate Broth media at room temperature with shaking for 14 days. The activity of the filtrate was tested against bacteria using diffusion method against S. aureus and E.  coli.Results : The bacterial growth of S. aureus can be inhibited by fluid culture broth of Actinomycetes isolates namely TL, T18, T19, T24, T37, T41, T43, P301, and P302 based on the appearance of the growth inhibition zone diameter of S. aureus. The growth of E. coli can be inhibited by isolates TL, T18, T19, T24, T25, T41, T43, and P301. Isolates P104 and T34 did not inhibit either the S. aureus and E. coli.Conclusion : The antibacterial activity was produced by isolates TL, T18, T19, T24, T41, T43 and P301 against S. aureus and E. coli, by isolates T37 and P302 inhibit only S. aureus as well as by isolate T25 inhibits only E. coli.  Keywords : Actinomycetes, activity, S. aureus, E. coli
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU Mulyadi, .; ., Aunurrahman; ., Masluyah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 12 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.578 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini difokus pada (1) gaya kepemimpinan kepala sekolah, (2) kinerja guru, (3) upaya kepala sekolah, (4) Hambatan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru SD Negeri 06 Emang Bemban. Sedangkan tujuan dari penelitian adalah untuk mendapatkan gambaran tentang gaya kepemimpinan kepala sekolah, kinerja guru, upaya kepala sekolah dan hambatan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian: Kepala sekolah dan 5 orang. Teknik yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi sebagai alat pengumpul data primer. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepala sekolah dominan menerapkan gaya kepemimpinan transformasional, gaya ini mampu meningkatkan kinerja guru, upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru dengan rapat koordinasi, memberi arahan dan bimbingan dalam melaksanakan tugasnya. Sementara hamabatan yang dihadapi, minimnya fasilitas sarana dan prasarana sekolah yang belum memadai. Kata Kunci: Kepemimpinan transformasional, Kepala Sekolah, Kinerja Guru   Abstract. This research focused on (1) an overview of leadership style of the principal, (2) the performance of teachers, (3) the principal's efforts, and (4) Barriers in improving the performance of SDN teachers 06 Emang Bemban. This study aimed to get an overview of the style of leadership, the performance of teachers, the efforts, and the barriers of principal in improving the performance of teachers.  This research is a descriptive qualitative approach. The subjects of the study: The principal and 5 teachers. The technique used in this study is a survey using interviews, observation and documentation as a means of collecting primary data. The results showed that the principal dominan apply transformational style, this style is able to improve the performance of teachers, the efforts made ​​by the principal in improving teacher performance with the coordination, gave a direction and guidance in the development of his duties. While barrier faced, is the lack of school facilities and infrastructure of the school. Keywords: Transformational Leadership, Principal, Teacher’s performance
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK PEROLEHAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DI SD Mulyadi, .; ., Marzuki; Usman, Andi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2015): Maret 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian adalah mendiskripsikan pembelajaran Tematik Terpadu berbasis Lingkungan untuk perolehan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik di SD. Metode penelitian yang digunakan kualitiatif dan subjek penelitian adalah peserta didik, dan guru, di tiga SD Sungai Kakap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan pembelajaran Tematik Terpadu berbasis Lingkungan peserta didik termotivasi dan mempunyai kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti kemampuan menganalisis, kemampuan mengevaluasi, dan kemampuan berkreasi. Kesimpulan bahwa dengan pembelajaran Tematik Terpadu berbasis Lingkungan sebagaian besar peserta didik mempunyai kemampuan berpikir tingkat tinggi berupa menganalisis, mengevaluasi, berkreasi/mencipta, dan dengan pembelajaran Tematik Terpadu berbasis Lingkungan sangat baik, karena peserta didik berpikir secara sceintifik untuk menghindari pola pikir menghafal dan mengingat.   Kata Kunci   : Tematik Terpadu,  Kemampuan berpikir tingkat tinggi Abstract : The purpose of this study is to descreption the higher order thinking skills of learners in elementary school. The methods used in this study is qualitative. Data obtained by doing observation to the learners, and instructional design prepared by teachers in elementary. Data were analyzed interactive model that includes data collection, data reduction, data presentation and conclusions. The results of this study indicate that through the implementaion of the integrated thematic learning based environment make the learners feel happy and have the ability to think critically, to analyze, to evaluate and creative abilities. This study shows that with the implementation of the integrated thematic learning based environment most learners have the ability to think at a high level in the form of analyzing, evaluating, and creating from previously at the level of recall, memorize and apply.   Keyword : Integrated Thematic, Higher Order Thinking Skill
POTENSI KARBON PADA TEGAKAN HUTAN MANGROVE DI DESA SEBATUAN KABUPATEN SAMBAS Mulyadi, .; Astiani, Dwi; Manurung, Togar Fernando
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 5, No 3 (2017): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v5i3.20909

Abstract

This study aimed to obtain information on the amount of carbon stockin Sustainable Mangrove Park in Sebatuan village of Sambas district. The analysis of biomass, carbon stock, and canopy cover in mangrove forest applied survey method using a line with the continous plot. The placement of the lines started about 20 meters from the shore line until it reached the river on the other side, with 50 meters distance between lines. Within each line, a 10 x 10 meters plot were made for the assessment of tree and of tree canopy cover. The results showed dense canopy cover classes with the number of plots as many as 41 plots with 86,0 % canopy cover had stock of carbon of 31,04 tons/ha equivalent to 113,92 tons CO2/ha. Canopy cover class with the number of plots as many as 31 pieces with 57,4% canopy cover has a carbon stock of 22,22 tonnes/ha equivalent to 81,55 tons CO2/ha. Thess results suggested that canopy density affectthe amount of carbon stock, yet, the canopy cover class has a different potency.Keywords: Biomass, Carbon, Mangrove Forests
PENGEMBANGAN KAMPUNG EKOWISATA DALAM MENDUKUNG KESEJAHTERAAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KKN-PPM DI KAWASAN CAGAR ALAM PEGUNUNGAN ARFAK Sonbait, Lukas Y.; Mulyadi, .; Wambraw, Y. L. D
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4iK.5434

Abstract

Kampung Kwau dan Syoubri merupakan satu dari beberapa  kawasan pariwisata ekowisata endemik di Papua karena kaya akan satwa dan kawasan hutan konservasi maka, penyuluhan tentang konservasi dan pemeliharaan kawasan satwa endemik dan pelestariannya sangat diperlukan, agar populasi satwa terjaga dan area konservasi tetap lestari. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama adalah melalui obsevasi lapangan dan pembekalan, tahap kedua meliputi implementasi kegiatan dilapangan dan tahap ketiga melalui evaluasi dan penyempurnaan program. Tahap persiapan meliputi audiensi dengan aparat kampung dan masyarakat, tahap pelaksanaan meliputi penyuluhan maupun praktek langsung di masyarakat serta pendampingan program yang telah disusun bersama, sedangkan tahap ketiga adalah evaluasi dan monitoring yang dilakukan oleh tim KKN dan Dinas kebudayaan dan Pariwisata untuk melihat dampak dari program yang telah dilakukan. Secara umum seluruh program bisa terserap berkat dukungan dari pemerintah daerah khususnya mitra kegiatan ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, aparat kampung dan masyarakat di lokasi sasaran KKN. Kendala yang masih ditemui adalah masih rendahnya partisipasi masyarakat di beberapa kegiatan, serta masih rendahnya kemandirian pada kelompok sasaran. Harapan kedepan untuk dijadikan model, maka pendampingan program yang sudah terbentuk harus dilanjutkan melalui kegiatan KKN selanjutnya. Keywords: KKN PPM, CAPA, peningkatan pendapatan, pengelolahan souvenir, kesadaran masyarakat, satwa endemik.
EFEKTIVITAS PROGRAM PENUNTASAN BUTA AKSARA (PBA) DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN PERTANIAN DAN EKOWISATA MELALUI KKN - PPM DI KAMPUNG ANGGRA DISTRIK MINYAMBOUW KABUPATEN PEGUNUNGAN ARFAK Sonbait, Lukas Y.; Wambrauw, Yustina L. D.; Mulyadi, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10133

Abstract

Arfak Mountains Regency is one of the expanded districts in West Papua Province with the potential of exotic regions and great potential for the development of natural ecotourism and organic agriculture. But behind the existing potential, in this area is an area with a low level of education. The Hatam and Sough people, in general, cannot write and read. According to the data, 3,477 people in this region are the illiterate and highest population in West Papua Province. Anggra Village in the Minyambouw District is a sample village through the KKN-PPM Literacy Eradication Program in West Papua Province 2019. This village is one of the disadvantaged and backward villages from various aspects including education, economy and human resources both the community and village officials in building the village To be more developed, this is likely the reason for KKN-PPM activities in conducting literacy teaching assistance for eradicating illiteracy and training in financial and agricultural management. Through this activity it is hoped that the implementation of teaching reading and writing to eradicate illiteracy, so that there is a decrease in illiteracy, especially in the Arfak Mountains District. In general, all programs can be absorbed thanks to the support of the local government, especially the activity partners of the Culture and Tourism Office of West Papua Province, village officials, and the community in the KKN target location. The obstacles that are still encountered are the low level of community participation in several activities, as well as the low independence of the target group. In the future, to be used as a model, the facilitation of established programs must be continued through the next KKN activities.Keywords: KKN-PPM, effectiveness, literacy, agriculture and ecotourism. ABSTRAKKabupaten Pegunungan Arfak Merupakan salah satu kabupaten pemekaran di Provinsi Papua Barat dengan potensi wilayah yang eksotis dan berpotensi besar untuk pengembangan ekowisata alam dan pertanian organik. Namun di balik potensi yang ada, di daerah ini merupakan wilayah dengan tingkat pendidikan yang rendah. Masyarakat Hatam dan Sough pada umumnya tidak bisa menulis dan membaca. Menurut data, 3.477 orang di wilayah ini merupakan penduduk buta aksara dan tertinggi di Provinsi Papua Barat. Kampung Anggra di Distrik Minyambouw merupakan satu kampung yang dijadikan sampel melalui program KKN-PPM Pemberantasan Buta Aksara Provinsi Papua Barat 2019. Kampung ini merupakan salah satu kampung tertinggal dan terkebelakang dari berbagai aspek diantaranya pendidikan, ekonomi dan SDM baik masyarakat maupun aparat kampung dalam membangun kampung untuk lebih berkembang, hal inilah kemungkinan yang menjadi alasan dilakukan kegiatan KKN-PPM dalam melakukan pendampingan pengajaran baca tulis untuk pemberantasan buta aksara serta pelatihan pengelolahan keuangan dan pertanian. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi pelaksanaan pengajaran membaca dan menulis untuk pemberantasan buta aksara, sehingga terjadi penurunan Buta Aksara khususnya di Kabupaten Pegunungan Arfak. Secara umum seluruh program bisa terserap berkat dukungan dari pemerintah daerah khususnya mitra kegiatan ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, aparat kampung dan masyarakat di lokasi sasaran KKN. Kendala yang masih ditemui adalah masih rendahnya partisipasi masyarakat di beberapa kegiatan, serta masih rendahnya kemandirian pada kelompok sasaran. Harapan kedepan untuk dijadikan model, maka pendampingan program yang sudah terbentuk harus dilanjutkan melalui kegiatan KKN berikutnya.Kata kunci: KKN-PPM,  efektivitas, penuntasan buta aksara, pertanian dan ekowisata.Kabupaten Pegunungan Arfak Merupakan salah satu kabupaten pemekaran di Provinsi Papua Barat dengan potensi wilayah yang eksotis dan berpotensi besar untuk pengembangan ekowisata alam dan pertanian organik. Namun di balik potensi yang ada, di daerah ini merupakan wilayah dengan tingkat pendidikan yang rendah. Masyarakat Hatam dan Sough pada umumnya tidak bisa menulis dan membaca. Menurut data, 3.477 orang di wilayah ini merupakan penduduk buta aksara dan tertinggi di Provinsi Papua Barat. Kampung Anggra di Distrik Minyambouw merupakan satu kampung yang dijadikan sampel melalui program KKN-PPM Pemberantasan Buta Aksara Provinsi Papua Barat 2019. Kampung ini merupakan salah satu kampung tertinggal dan terkebelakang dari berbagai aspek diantaranya pendidikan, ekonomi dan SDM baik masyarakat maupun aparat kampung dalam membangun kampung untuk lebih berkembang, hal inilah kemungkinan yang menjadi alasan dilakukan kegiatan KKN-PPM dalam melakukan pendampingan pengajaran baca tulis untuk pemberantasan buta aksara serta pelatihan pengelolahan keuangan dan pertanian. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi pelaksanaan pengajaran membaca dan menulis untuk pemberantasan buta aksara, sehingga terjadi penurunan Buta Aksara khususnya di Kabupaten Pegunungan Arfak. Secara umum seluruh program bisa terserap berkat dukungan dari pemerintah daerah khususnya mitra kegiatan ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, aparat kampung dan masyarakat di lokasi sasaran KKN. Kendala yang masih ditemui adalah masih rendahnya partisipasi masyarakat di beberapa kegiatan, serta masih rendahnya kemandirian pada kelompok sasaran. Harapan kedepan untuk dijadikan model, maka pendampingan program yang sudah terbentuk harus dilanjutkan melalui kegiatan KKN berikutnya.