Ns Mulyadi
Unknown Affiliation

Published : 64 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SIMULASI TINDAKAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) TERHADAP TINGKAT MOTIVASI SISWA MENOLONG KORBAN HENTI JANTUNG DI SMA NEGERI 9 BINSUS MANADO Mulyadi, Ns; Katuuk, Mario Esau
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.25100

Abstract

Abstract: An emergency situation can occurred whenever and wherever we are. Cardiac arrest is one of the emergency condition which life threatening and needs an immediate intervention. Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) is a intervention that can decide whether the victim of cardiac arrest alive or not. By giving the CPR simulation to the high school students as expected could lift their knowledge and skill, so it can grow the motivation to the students to help people with cardiac arrest if they in the real situation. Purpose to know The Effect Of Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) Simulation To The Motivation Level Of Student To Help The Victim Of Cardiac Arrest in 9 Senior High School Binsus Manado. Samples 33 respondents by using the Total Sampling technique. Design of the research is quasy experiment with one group pre-post test and by using the questionnaire sheet to get the data from respondents. Research result the P-value is 0,00 (<  = 0,05). Conclusion shows that there is an effect Of CPR simulation to the motivation level of helping people with cardiac arrest to the students of 9 Senior High School Binsus Manado. Suggestion to the school especially to all the students to use the experience and the knowledge that they already have from the simulation so that they can elevate their motivation to help people with cardiac arrest and for the next research, hopefully they can make a research of the other factors that can elevate the motivation level.Key Words: CPR Simulation, Motivation Level, Cardiac Arrest.Abstrak: Kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Henti jantung merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang dapat mengancam jiwa dan membutuhkan penanganan sesegera mungkin. Tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan intervensi yang menjadi penentu penting dalam kelangsungan hidup korban henti jantung. Pemberian simulasi tindakan RJP pada siswa SMA diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, sehingga dapat merangsang motivasi para siswa untuk menolong korban henti jantung apabila mereka melihatnya nanti secara langsung. Tujuan untuk Mengetahui Pengaruh Simulasi Tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) Terhadap Tingkat Motivasi Siswa Menolong Korban Henti Jantung di SMA Negeri 9 Binsus Manado. Sampel berjumlah 33 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Desain penelitian yaitu quasy experiment with one group pre-post test dan menggunakan lembar kuesioner untuk mendapatkan data dari responden. Hasil Penelitian didapat nilai P-value sebesar 0,00 (<  = 0,05). Kesimpulan menunjukkan adanya pengaruh simulasi tindakan RJP terhadap tingkat motivasi menolong korban henti jantung pada siswa SMA Negeri 9 Binsus Manado. Saran agar pihak sekolah terutama para siswa dapat memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan yang didapat dari kegiatan simulasi sehingga dapat meningkatkan motivasi untuk menolong korban henti jantung serta untuk peneliti selanjutnya, kiranya dapat meneliti mengenai faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan tingkat motivasi.Kata Kunci: Simulasi RJP, Tingkat Motivasi, Henti Jantung.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PENERAPAN IDENTIFY PATIENT CORRECLY DI RSUP RATATOTOK BUYAT KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Bantu, Anggriani; Mulyadi, Ns; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5647

Abstract

Abstract: Patient safety is a system that focused on improving the quality of health services. Focus about this patient safety is motivate by a high rate of incidence of the adverse event in hospital. And one of the adverse event was caused by an error in identifying patients correctly. In an effort to build patient safety requires a commitment that influenced by knowledge of nurses and a nurse must implemented the best knowledge who nurses have. The purpose of this research to analyze the relationship between the knowledge of nurses with the implementation of identify patient correctly in Ratatotok Buyat general hospital center. The design of this research is descriptif analitic with approximation cross sectional. The research fulfiled on august 2014 in RSUP Ratatotok Buyat with 48 sample. The result of this research is counted used chi-square test and get p = 0,012 (α<0,05), that meaningless H0 refused. The conclusion of this research is found a relationship between knowledge of nurses with the implementation of identify patient correctly in Ratatotok Buyat general hospital center South-East Minahasa regency. The suggestion for hospitals in order to create a policy for patient identification bracelet or mounting board patient identity so that in the future may be more qualited hospitals in the prevention process of adverse event.Key Word : Knowledge, Implementation of Identify Patient CorrectlyBibliography : 19 books, 21 journals (1997-2014).Abstrak:Patient Safety (keselamatan pasien) merupakan suatu sistem yang difokuskan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Fokus tentang keselamatan pasien ini didorong oleh masih tingginya angka Kejadian Tidak Diharapkan (KTD)/ Adverse Event di rumah sakit.Dan salah satu KTD diakibatkan oleh masih adanya kesalahan dalam mengidentifikasi pasien secara benar.Dalam upaya membangun keselamatan pasien memerlukan komitmen yang di pengaruhi oleh pengetahuan perawat dan seorang perawat harus menerapkan pengetahuan terbaik yang dimilikinya.Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan perawat dengan penerapan identify patient correctly di RSUP Ratatotok Buyat. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan agustus 2014 di RSUP Ratatotok Buyat dengan 48 sampel.Hasil penelitian dihitung dengan menggunakan Uji Chi-square dan diperoleh p = 0,012 (α 0,05), yang berarti H0 ditolak. Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan perawat dengan penerapan identify patient correctly di RSUP. Ratatotok Buyat Kabupaten Minahasa Tenggara. Saran bagi rumah sakit agar dapat membuat kebijakan untuk pemasangan gelang identitas pasien atau papan identitas pasien secara menyeluruh agar kedepannya nanti rumah sakit dapat lebih berkualitas dalam proses pencegahan Kejadian Tidak Diharapkan (KTD).Kata Kunci : Pengetahuan, Penerapan Identify Patient Correctly. Daftar Pustaka : 19 Buku, 21 jurnal (1997-2014).
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN PERUBAHAN INDEKS MASSA TUBUH PADA MAHASISWA SEMESTER 2 PROGRAMSTUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Nugroho, Koko; Mulyadi, Ns; Masi, Gresty Natalia Maria
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.12918

Abstract

Abstract: Body Mass Index (BMI) is a simple method used to assess the nutritional status of an individual. BMI is an inexpensive and simple method for measuring the nutritional status but can not measure body fat directly. The purposethis study to determine the relationship of physical activity and diet with changes in body mass index (BMI) in the second semester students study program of nursing science faculty of medicine UNSRAT Manado. Thesamples in this study is numbered 72 respondents. The design studyused is descriptive analytic research using cross sectional design approach and the data collected from respondents using questionnaires. The research resultsbased pearson Chi-Square there is a significant relationship between physical activity with changes in body mass index in which the value of α = 0.008 and for a diet with a body mass index changes there is no relationship in which the value of α = 0.106. The conclusionsThis research shows that physical activity There is a relationship with a body mass index PSIK FK second semester students UNSRAT Manado, whereas for relations diet with a body mass index of second semester students PSIK FK UNSRAT Manado there was no correlation. The recommendationfor students PSIK FK UNSRAT order to perform physical activity intensity is slightly increased to prevent the occurrence of overweight. Keywords: Physical Activity, Diet, Body Mass Index. Abstrak: Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah metode sederhana yang digunakan untuk menilai status gizi seorang individu. IMT merupakan metode yang murah dan mudah dalam mengukur status gizi namun tidak dapat mengukur lemak tubuh secara langsung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan pola makan dengan perubahan indeks massa tubuh (IMT) pada mahasiswa semester 2 program studi ilmu keperawatan fakultas kedokteran unsrat manado. Sampel pada penelitian ini yaitu berjumlah 72 responden. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan pendekatan Cross sectional dan data dikumpulkan dari responden menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian berdasarkan pearson Chi-Square terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan perubahan indeks massa tubuh dimana nilai α=0,008 dan untuk pola makan dengan perubahan indeks massa tubuh tidak terdapat hubungan dimana nilai α=0,106. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Terdapat hubungan aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh mahasiswa semester 2 PSIK FK UNSRAT Manado,sedangkan untuk hubungan pola makan dengan indeks massa tubuh mahasiswa semester 2 PSIK FK UNSRAT Manado tidak terdapat hubungan. Saran untuk mahasiswa PSIK FK UNSRAT agar dapat melakukan aktivitas fisik dengan intensitas yang sedikit ditingkatkan untuk mencegah terjadinya kelebihan berat badan. Kata kunci : Aktivitas Fisik, Pola Makan, Indeks Massa Tubuh.
HUBUNGAN ANTARA IMBALAN JASA DAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI PUSKESMAS MANGANITU KABUPATEN SANGIHE Burhan, Windy Ira Sari; Mulyadi, Ns; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8189

Abstract

ABSTRAK: Imbalan jasa merupakan tambahan atau tunjangan yang diterima secara tidak rutin atau semua pengeluaran yang di keluarkan oleh perusahaan atau pekerja dan diterima serta dinikmati oleh pekerja baik secara langsung atau tidak langsung. Motivasi penting karena dengan motivasi suatu organisasi dapat mencapai tujuannya dan semua anggotanya dapat menampilkan kinerja optimal, dan imbalan jasa adalah salah satu hal yang dapat memotivasi kinerja kerja perawat. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Antara Imbalan Jasa Dengan Motivasi Kerja Perawat Di Puskesmas Manganitu Kabupaten Sangihe. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling dengan jumlah sampel 30 orang. Hasil penelitian menggunakan Uji Korelasi Chi Square didapatkan nilai p = 0,003 < α = 0,05 OR = 7,500. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara imbalan jasa dengan motivasi kerja perawat di puskesmas manganitu kabupaten sangihe. Saran memperhatikan kesejahteraan perawat dengan pemberian imbalan yang sesuai sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih berkualitas.Kata Kunci : Imbalan Jasa, Motivasi Kerja, Perawat
Co-Authors Abram Babakal Amatus Yudi Ismanto Angelina Robot, Angelina Anggelin Salindeho, Anggelin Anggriani Bantu Anggun Magfhira Gobel Berty Irwin Kitong Billy Kepel Bisnu, M. Isra K. Hi. Christian Jake Paomey, Christian Jake Djimmy Langapa, Djimmy Elvira Relita Labenjang Ety Safitri Bora Febrianty J. Lumolos Feiby Kristanti Sukotjo Putri Fitria Ratnasari Franly Onibala Friscilia Imelda Engel Budikasi, Friscilia Imelda Engel Gresty Natalia Maria Masi, Gresty Natalia Maria Hendro Bidjuni Herman Rama Putra Hutauruk, Minar I Kadek Agus Andika Ivon Kristi Lupy Jacklin Rifka Sasikome, Jacklin Rifka Jeavery Bawotong Jill Lolong Julia Rottie Julien Patricya Lesnussa, Julien Patricya Kallo, Vandry Kaloa, Tirsa Yuniske Kartika Tivani Najoan, Kartika Tivani Karundeng Fedels Gerry, Karundeng Fedels Katuuk, Mario Esau Kiling, Maikel Killing, Maikel Koko Nugroho, Koko Kurnia, Jessy Lucky Kumaat Lucky T Kumaat Lucky T. Kumaat Mamahit, Melia Leidi Mario Alan Rembet, Mario Alan Masi, Gresty N. M Merry Gledis Sixten Gobel, Merry Gledis Sixten Montjai, Stevi Niasari Ayuningsih Nieky Greyti Dien None, Novita Indri Oliviani Phrystika Timporok, Oliviani Phrystika Pascal Lumintang Prisilia Riani Mais Prissy Thalia Nonutu, Prissy Thalia Rasubala, Grece Frida Reginus Malara Reginus T. Malara, Reginus T. Restu Gloria Putri Tedampa, Restu Gloria Putri Rina Kundre Rivelino Hamel Rivelino S. Hamel Rizki Safira Talibo, Rizki Safira Rolly Rondonuwu Ryny Silvana Tamaka, Ryny Silvana Saanun, Fitri Sefti Rompas Selfince Tahalele, Selfince Sengkey, Andriano H Sutrisno Aswad, Sutrisno Tambengi, Henny Taruly Gurning Tumbuan, Fega Cristera Vandri Kallo Vitrise Maatilu Walansendow, Paulina I.M. Wanti Seleky, Wanti Windy Ira Sari Burhan, Windy Ira Sari Windy Patricya Stevani Lapian, Windy Patricya Stevani Yanes Taluta Yolanda B Bataha, Yolanda B Yolanda Bataha