Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Ruang

METAFORA WUJUD DAN GUBAHAN MASSA RENTAL OFFICE SEBAGAI ICON KAWASAN EKONOMI KHUSUS KOTA PALU Khaerunnisa; Wasito, Riyanda; Mulyati, Ahda
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 17 No 1 (2023): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v17i1 Maret.18

Abstract

Salah satu upaya percepatan pertumbuhan ekonomi Nasional diselenggarakan melalui program pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di berbagai wilayah; salah satunya adalah Kawasan Ekonomi Khusus di Kota Palu. Berdasarkan data, dari total industri yang beroperasi di KEK hanya enam industri yang memiliki kantor pengelola, dan sebanyak dua puluh industri lainnya belum memiliki kantor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah konsep wujud dan gubahan massa Rental Office Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kota Palu, berdasarkan fungsi dan peran rental office didalam kawasan sehingga dapat mempresentasikan kegiatan yang diwadahi. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah metode kualitatif yang mencakup proses evaluasi terhadap verifikatif teoritik, serta deskriptif induktif. Verifikatif teoritik digunakan untuk proses kajian pustaka terkait teori tentang objek yang direncanakan dan dirancang. Deskriptif induktif digunakan untuk membangun konsep bentuk yang berkaitan filosofi perancangan terkait dengan image. Hasil riset merekomendasikan pendekatan disain yang digunakan adalah Metafora; sebuah pendekatan ataupun strategi disain yang dalam prosesnya memindahkan fokus kepada aspek yang lain atau melihat karya arsitektur dari prespektif yang berbeda sesuai dengan cara pandang pengamat. Metafora juga berorientasi pada produk karya arsitektur yang ekspresif. Konsep disain rental office KEK Kota Palu digagas melalui pendekatan metafor yang menyimbolkan tujuan dan harapan para pelaku yang beraktivitas didalamnya. Selain itu pendekatan metafora dalam kasus ini juga memberikan kontribusi terhadap ikonik kantor sewa dalam lingkungan KEK Kota Palu
POLA PERMUKIMAN VERNAKULAR PERAIRAN : ADAPTASI TERHADAP LINGKUNGAN FISIK KAWASAN (Studi Kasus Permukiman Pulau Enam dan Pulau Sambujan) Mulyati, Ahda; Najib, Muhammad; Astha, A.M. Yamin
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 16 No 1 (2022): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v16i1 Maret.44

Abstract

Sulawesi Tengah merupakan wilayah dimana sebagian besar masyarakatnya bermukim di wilayah pesisir dan pulau-pulau. Oleh sebab itu masyarakat dengan mata pencaharian sebagai nelayan membangun permukimannya pada tempat yang mudah dicapai dan memberikan kehidupan. Penelitian bertujuan mengeksplor pola seting permukiman vernakular perairan sebagai adaptasi terhadap lingkungan fisik kawasan. Metoda yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif-fenomenologi, pengambilan data secara naturalistik dan teknik analisis induktif. Kawasan perairan terdiri atas pulau-pulau yang terbentuk dari bukit-bukit karang, dimanfaatkan sebagai permukiman dan tempat berladang/bertani. Babaroh membentuk pagmundah, dan seterusnya dakampongan mengelilingi lahan bukit-bukit karang yang sangat terbatas. Oleh sebab itu bagian depan babaroh menghadap ke bukit karang sedang bagian belakang berdiri diatas laut menggunakan tiang-tiang kayu. Perahu-perahu mereka ditambatkan pada bagian belakang atau lego-lego sebagai ruang atau akses babaroh terhadap laut. Daratan bukit-bukit lainnya yang berfungsi sebagai kawasan berladang/bertani terletak bersebelahan dengan kawasan permukiman. Pekerjaan ini akan dilakukan jika kondisi alam tidak memungkinkan untuk me-laut, karena angin, cuaca ombak, dan lain-lain. Bukit karang umumnya terpisah, terletak berdekatan, agak jauh, dan jauh sehingga dihubungkan oleh tetean, sungai, atau menggunakan lepa-lepa sebagai sarana penghubung. Permukiman membentuk pola seting dimana laut sebagai ruang utama kehidupan, mengelilingi beberapa daratan bukit karang masing-masing berfungsi sebagai ruang bermukim, berladang/bertani, serta ruang penunjang kehidupan (fasilitas air bersih, kuburan, tempat membuat lopi/bido’ dan lepa-lepa, dan lain-lain)
'Tetean' Spaces Culture On The Coastal Communities In Central Sulawesi A.M. Yamin Astha; Ahda Mulyati; Muhammad Najib
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 17 No 2 (2023): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v17i2 September.163

Abstract

Central Sulawesi has the longest coastlines in Sulawesi and consists of the coastal and the small islands occupied by communities. In community life, cultures play an essential role in the establishment of settlements, especially in the settlement areas with specific and unique characteristics. The coastal communities have unique cultural traditions, mainly inhabited by the coastal settlements in the coastal regions and the small islands. Cultural uniqueness is reflected in their territory with the reflection of the characteristics of the function and the form. Concerning various aspects of the local culture, including the cultural and hereditary character passed down from generation to generation. The study was conducted with a qualitative approach to phenomenology through data retrieval of naturalistic and inductive analysis techniques. Coastal settlements are inhabited by families or groups who have family ties. They are known as sailors, with their principal livelihood as a fisherman. Therefore, they build a settlement in the water or near the water. It comprised residential concessions with houses on stilts, using wood materials that were partly or wholly on the water. The primary orientation was the sea, so staying home to have a two-way street toward the sea and as a public space and social space. Each unit of the house neighborhood is connected with the road or standing in the water tetean. Tetean are made of wood and use the wooden pillars that plug into the water (the sea). Tetean is not only an access but a multi-purpose space, where a 'tetean' is used as a play space, relationship space, event space (circumcision, marriage, school ceremonies, etc.), and space to work and make a living. These activities support the cultural life of coastal communities. The local culture of coastal communities is very instrumental in establishing the settlements, especially in the form, the order of settlements and neighborhoods, as well as supporting elements.
Desain Reartikulasi Kampung To-Kaili di Kabupaten Sigi ikram, Ikram; Mulyati, Ahda
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 19 No 2 (2025): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v19i2.273

Abstract

The Kaili tribe is one of the largest ethnic groups in the Central Sulawesi region, particularly in Donggala Regency, Sigi Regency, Kulawi and Mount Raranggonau. The Kaili tribe is also found in the east coast region, Parigi-Moutong, Tojo Una-una Regency and Poso Regency. According to history, the Kaili people in Central Sulawesi first settled around the river. The village (Ngata) in Sigi regency, Bora Village, Biromaru District, is one of the Kaili villages that can still be found today. However, the condition of the traditional buildings in the area is currently in an unmaintained and almost damaged physical condition. Therefore, the purpose of this research is to create a To-Kaili village rearticulation design that represents the diversity of traditional Kaili architecture. The research method used is the design method with descriptive data collection techniques, namely describing the To-Kaili Village in writing and being able to produce a To-Kaili Village design in Sigi Regency. The result of this research is the recommendation of "Rearticulation Design of To-Kaili Village in Sigi Regency" from the aspects of (1) the design function of Kaili Village, (2) the potential development of Kaili Village, (3) the existing conditions of research, (4) the design approach, and (5) the concept of cosmology in inhabited space.
Pusat Pertokoan Dengan Konsep Pedestrian Mall Di Kota Palu Ahda Mulyati; Fitria Junaeny
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 1 No 1 September (2009): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v1i1 September.102

Abstract

Perkembangan Kota Palu diiringi dengan pertumbuhan perekonomian yang semakin meningkat. Pusat Pertokoan Jl. Sultan Hasanuddin merupakan salah satu pusat perdagangan di Kota Palu dengan sistem pertokoan linear (shopping street). Perkembangan kegiatan perdagangan di Kota Palu yang semakin pesat menyebabkan masyarakat beralih ke pusat perbelanjaan modern yang menawarkan suasana baru dengan fasilitas yang lengkap, sehingga kegiatan perdagangan pada kawasan pusat pertokoan Jl. Sultan Hasanuddin mengalami penurunan. Tujuan penelitian adalah mewujudkan konsep perancangan dalam mendesain kawasan Pusat Pertokoan Jl. Sultan Hasanuddin di Kota Palu dengan konsep pedestrian mall dengan suasana berbelanja yang rekreatif, aman dan nyaman bagi pengunjung. Penelitian menggunakan metode kualitatif, yang menunjukkan bahwa kawasan Pusat Pertokoan Jl. Sultan Hasanuddin memiliki karakteristik yang mendukung untuk ditetapkan sebagai kawasan pedestrian, karena memiliki potensi kawasan dan indikasi atau kecenderungan pada kawasan yang dikaitkan dengan prinsip‐prinsip dalam penerapan konsep pedestrian mall, maka tipe pedestrian mall yang dapat diterapkan pada kawasan ini adalah tipe full pedestrian mall. Penerapan full pedestrian mall ini dititik beratkan pada perbaikan dan peningkatan identitas dan kualitas kawasan melalui penataan ulang kawasan.