Claim Missing Document
Check
Articles

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL TERPURI-FIKASI DAUN BIDARA ARAB (Ziziphus spina-christi L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Zamzam, Muhammad Yani; Didi Rohadi; Audry Wilmar Rizkyan
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i1.1331

Abstract

Daun bidara arab (Ziziphus spina-christi L.) memiliki khasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa apa saja yang terkandung pada daun bidara arab dan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol terpurifikasi daun bidara arab terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode eksperimental laboratorium. Dilakukan skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cetak lubang dengan variasi konsentrasi 50%,60%, dan 70%  ekstrak etanol terpurifikasi daun bidara arab (Ziziphus spina-christi L.). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol terpurifikasi daun bidara arab mengandung senyawa tanin, saponin, dan flavonoid  dengan kadar flavonoid total sebesar 0,57%. Hasil uji aktivitas menunjukkan aktivitas antibakteri pada konsentrasi 50%, 60%, dan 70% terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat masing-masing sebesar 13,26 mm; 13,93 mm dan 14,06 mm yang termasuk kategori kuat. Kata kunci : Daun bidara arab, Staphylococcus aureus, antibakteri.
FORMULASI SEDIAAN SAMPO EKSTRAK ETANOL DAUN KANGKUNG (Ipomea aquatica Forssk) Rohadi, Didi; Indriaty, Sulistiorini
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman  kangkung  (Ipomea  aquatica  Forssk)  mengandung  senyawa  kimia  polifenol, flavonoid,  dan  kuinon.  Senyawa  kimia  tersebut  bersifat  sebagai  antimikroba.  Tujuan penelitian  ini  untuk  membuat  formulasi  sediaan  sampo  dan  mengetahui  stabilitas  dari sediaan sampo ekstrak etanol daun kangkung (Ipomea aquatica Forssk). Ekstrak etanol daun kangkung dibuat dalam 2 formula dengan konsentrasi 1% dan 3% menggunakan kombinasi gelling agent Na CMC 6% dan Carbophol 940 1%. Pengujian dilakukan dengan metode cycling test, pengujian dilakukan selama 12 hari (6 siklus) dengan paramater yang diamati yaitu pengujian organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, dan tinggi busa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kangkung dapat diformulasikan menjadi sediaan sampo  dan  stabil  berdasarkan  parameter  pengujian  homogenitas,  pH,  dan  tinggi  busa, sedangkan sediaan tidak stabil berdasarkan parameter pengujian organoleptis dan viskositas.Kata kunci : Ekstrak etanol daun kangkung, sampo, Na CMC, Carbophol 940, cycling test
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz & Pav.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli: PROCESSED TEST OF RED ELANOL LEAF (Piper crocatum Ruiz & Pav.) ETHANOL EXTRACT ON Escherichia coli Rohadi, Didi; Zamzam, M.Yani; Rachmany, Lani Sheha
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare yang disebabkan bakteri patogen menyebabkan kematian sekitar tiga juta penduduksetiap tahun. Di Negara berkembang penyebab terbanyak adalah Vibrio cholerae, Shigella,Salmonella, Escherichia coli, dan Campylobacter jejuni. Salah satu tanaman yang berkhasiatsebagai antibakteri adalah daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) yang mengandungsenyawa metabolit sekunder golongan flavonoid, alkaloid, polifenol, tanin, dan minyak asiri.Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan aktivitas ekstrak etanol daun sirih merah(Piper crocatum Ruiz & Pav) sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan dengan metodedifusi agar menggunakan cetak lubang dengan bakteri uji Escherichia coli. Bakteri uji diberiperlakuan dengan ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) konsentrasi 20%,40%, 60%, 80%, dan untuk kontrol positif (Amoksisilin injeksi 0,2% b/v) dan kontrol negatifmenggunakan (etanol 70%). Parameter pengujian dilihat dari terbentuknya zona bening disekitar sumuran. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih merah(Piper crocatum Ruiz & Pav) dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% memiliki diameterdaerah hambat terendah pada konsentrasi 20% dengan rata-rata 0,84 cm dan diameter daerahhambat terbesar pada konsentrasi 40% dengan rata-rata 1,95 cm. Uji regresi linier didapatnilai r sebesar 0,409. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sirihmerah (Piper crocatum Ruiz & Pav) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichiacoli tetapi memiliki nilai interpretasi yang rendah.Kata Kunci : Antibakteri, daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav), Escherichia coli,daya hambat
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG SWAMEDIKASI DIARE PADA ANAK DI DESA KARANGASEM KABUPATEN CIREBON: DESCRIPTION OF MOTHER KNOWLEDGE ABOUT DIARRHEA SWAMEDICATION IN CHILDREN IN KARANGASEM VILLAGE, CIREBON REGENCY Pransiska, Siska; Bachtiar, Arsyad; Susilo, Rinto; Rohadi, Didi; Zamzam, Muh. Yani; Sidik Lingga Kusuma; Yadi Supriyadi
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i1.875

Abstract

Diare adalah kondisi dimana seseorang melakukan buang air besar dengan kondisi feses yang cenderung encer bahkan cair dengan frekuensi setidaknya lebih dari tiga kali dalam sehari. Untuk menghindari risiko terjadinya diare perlu dilakukan pemutusan rantai untuk mencegah penularan penyakit tersebut. Swamedikasi adalah sebuah upaya pengobatan yang dilakukan oleh diri sendiri dengan menggunakan obat yang mudah dan bisa ditemukan di apotek atau toko obat atas gagasan sendiri tanpa adanya nasihat dari dokter atau tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang swamedikasi diare pada anak di Desa Karangasem Kabupaten Cirebon. Metode penelitian ini merupakan penelitian observational/survei yang bersifat deskriptif serta teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan pengisian kuesioner. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 93 orang. Hasil penelitian menunjukan dari 93 responden, kelompok usia responden terbanyak adalah ibu dengan usia 26-35 tahun sebanyak 32 responden (34,41%). Pendidikan yang ditempuh ibu terbanyak adalah pendidikan dasar (SD/SMP) sebanyak 58 responden (62,36%). Dari pekerjaan, mayoritas ibu tidak bekerja atau sebagai ibu rumah tangga sebanyak 82 responden (88,17%). Pada penelitian ini didapatkan bahwa ibu yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 78 responden (83,87%), memiliki pengetahuan cukup sebanyak 13 responden (13,98%), dan memiliki pengetahuan kurang sebanyak 2 responden (2,15%). Kata kunci : pengetahuan ibu, swamedikasi, diare, anak.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mentimun (Cucumis Sativus L.) Terhadap Staphylococcus Epidermidis Dan Propionibacterium Acnes Senja, Rima Yulia; Sulistiorini Indriaty; Didi Rohadi
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1685

Abstract

Buah mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat dalam pengobatan jerawat. Kandungan senyawa flavonoid dalam buah mentimun berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak buah mentimun (Cucumis sativus L.) pada konsentrasi 15%, 30%, 45%, dan 60% dapat menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes serta untuk mengetahui apakah ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) dengan konsentrasi 60% menghasilkan daya hambat paling besar terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Penyarian simplisia dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode perkolasi, cairan penyari yang digunakan yaitu etanol 70%. Pengujian daya hambat ekstrak buah mentimun (Cucumis sativus L.) menggunakan metode difusi cetak lubang. Ciprofloxacin injeksi sebagai kontrol positif dan etanol 70% sebagai kontrol negatif. Hasil Hasil menunjukan bahwa ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) pada konsentrasi 15%, 30%, 45%, dan 60% dapat menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis dan bakteri Propionibacterium acnes (p<0,05). Diameter hambat rata-rata ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) konsentrasi 15%, 30%, 45%, dan 60% terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis berturut-turut yaitu 9,0±0,7 mm; 10,2±0,7 mm; 12,1±0,2 mm; 13,2±0,3 mm, sedangkan pada bakteri Propionibacterium acnes berturut-turut yaitu 8,9±0,6 mm; 11,5± 0,4 mm; 13,1±0,2 mm; 14,1±0,5 mm. Ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) dengan konsentrasi 60 % memiliki daya hambat paling besar dengan kategori kuat terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan  Propionibacterium acnes. Kata kunci : Mentimun (Cucumis sativus L.), Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes, Difusi cetak lubang.
Pemanfaatan Minyak Jelantah UMKM di Desa Tuk Kedawung Kabupaten Cirebon Sebagai Lilin Aromaterapi Didi Rohadi; Lela Sulastri; Yadi Supriyadi; Jasmine, Aurellia; Amelia Nurfauziyah; Mima Elistya Utami; Nonok Bunga Enjeli; Ifa Nabila; Ira Dwi Apriliyanti Mugianto Putri; Luqman Alhakim Budiarto; Dzohirul Jabar
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v4i4.1618

Abstract

Mengkaji pemanfaatan limbah minyak jelantah dari UMKM di Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, sebagai bahan baku untuk pembuatan lilin aromaterapi. Minyak jelantah, yang merupakan produk limbah dari proses penggorengan, dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan jika dibuang sembarangan. Terdapat 95 pelaku UMKM yang terdaftar di data Desa Tuk 2022. Dengan memanfaatkan limbah ini, kegiatan ini yang dihadiri oleh 18 peserta bertujuan untuk menawarkan solusi ramah lingkungan serta meningkatkan potensi ekonomi masyarakat setempat. Metode yang digunakan meliputi simulasi, sosialisasi, dan demonstrasi. Evaluasi kegiatan ini dilaksanakan dengan memberikan kuesioner diawal (pretest) dan diakhir (post test) penyuluhan. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai manfaat lilin aromaterapi, sementara simulasi dan demonstrasi bertujuan untuk mengajarkan teknik pembuatan lilin. Program ini dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2024 di Desa Tuk, dengan peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK setempat. Hasil dari pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang lilin aromaterapi, dengan 70% peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah kegiatan. Kesimpulan dari program ini adalah bahwa pemanfaatan minyak jelantah untuk pembuatan lilin aromaterapi tidak hanya mengurangi limbah lingkungan tetapi juga memberikan peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat. Disarankan untuk melanjutkan pengembangan metode pembuatan dan pemasaran lilin aromaterapi agar dapat dijual lebih luas baik secara offline maupun online Kata kunci : Minyak Jelantah, Lilin Aromaterapi
ANALYSIS OF POTENTIAL DRUG INTERACTIONS IN PNEUMONIA PATIENTS AT GUNUNG JATI REGIONAL HOSPITAL INSTALLATIONS, CIREBON Su'udiyah, Kamilina; Hidayati, Nur Rahmi; Setyaningsih, Indah; Rohadi, Didi; Supriyadi, Yadi
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 10 No 3 (September-December 2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v10i3.10893

Abstract

Pneumonia patients with complex diseases require a variety of drugs so the possibility of drug interactions also increases. This study aims to determine patient characteristics, potential drug interactions, severity, description of the type of drug and number of interacting drugs, as well as the relationship between patient characteristics and drug interactions. This type of research is a retrospective analytical descriptive study. The research sample was the medical records of patients diagnosed with pneumonia who met the inclusion criteria. Determination of drug interactions using the Medscape application. The analysis uses a correlation test to determine the relationship between the number of drugs and comorbidities with potential drug interactions. The characteristics of patients based on age are 46-65 years (36%), the majority of gender is male (52%), the number of drugs most frequently used is ≥ 5 types of drugs (94%), the predominant comorbidity is asthma (19.3%). The number of potential drug interactions occurred in 60 patients (67%) out of a total of 90 pneumonia patients. The highest level of severity of potential drug interactions was 55.2%. The type and number of drugs that interacted most were dexamethasone with omeperazole (13.2%). The results of the Chi Square correlation test obtained a significance value of 0.00 where the significance result was <0.05, so it was concluded that the number of drugs used and comorbidities with drug interactions was correlated with an R value of 0.477, which means the correlation between the number of drugs used and comorbidities has a moderate level of correlation.
FORMULASI SEDIAAN SAMPO EKSTRAK ETANOL DAUN KANGKUNG (Ipomea aquatica Forssk) Didi Rohadi; Sulistiorini Indriaty
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman  kangkung  (Ipomea  aquatica  Forssk)  mengandung  senyawa  kimia  polifenol, flavonoid,  dan  kuinon.  Senyawa  kimia  tersebut  bersifat  sebagai  antimikroba.  Tujuan penelitian  ini  untuk  membuat  formulasi  sediaan  sampo  dan  mengetahui  stabilitas  dari sediaan sampo ekstrak etanol daun kangkung (Ipomea aquatica Forssk). Ekstrak etanol daun kangkung dibuat dalam 2 formula dengan konsentrasi 1% dan 3% menggunakan kombinasi gelling agent Na CMC 6% dan Carbophol 940 1%. Pengujian dilakukan dengan metode cycling test, pengujian dilakukan selama 12 hari (6 siklus) dengan paramater yang diamati yaitu pengujian organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, dan tinggi busa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kangkung dapat diformulasikan menjadi sediaan sampo  dan  stabil  berdasarkan  parameter  pengujian  homogenitas,  pH,  dan  tinggi  busa, sedangkan sediaan tidak stabil berdasarkan parameter pengujian organoleptis dan viskositas.Kata kunci : Ekstrak etanol daun kangkung, sampo, Na CMC, Carbophol 940, cycling test
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz & Pav.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli: PROCESSED TEST OF RED ELANOL LEAF (Piper crocatum Ruiz & Pav.) ETHANOL EXTRACT ON Escherichia coli Didi Rohadi; M.Yani Zamzam; Lani Sheha Rachmany
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare yang disebabkan bakteri patogen menyebabkan kematian sekitar tiga juta penduduksetiap tahun. Di Negara berkembang penyebab terbanyak adalah Vibrio cholerae, Shigella,Salmonella, Escherichia coli, dan Campylobacter jejuni. Salah satu tanaman yang berkhasiatsebagai antibakteri adalah daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) yang mengandungsenyawa metabolit sekunder golongan flavonoid, alkaloid, polifenol, tanin, dan minyak asiri.Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan aktivitas ekstrak etanol daun sirih merah(Piper crocatum Ruiz & Pav) sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan dengan metodedifusi agar menggunakan cetak lubang dengan bakteri uji Escherichia coli. Bakteri uji diberiperlakuan dengan ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) konsentrasi 20%,40%, 60%, 80%, dan untuk kontrol positif (Amoksisilin injeksi 0,2% b/v) dan kontrol negatifmenggunakan (etanol 70%). Parameter pengujian dilihat dari terbentuknya zona bening disekitar sumuran. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih merah(Piper crocatum Ruiz & Pav) dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% memiliki diameterdaerah hambat terendah pada konsentrasi 20% dengan rata-rata 0,84 cm dan diameter daerahhambat terbesar pada konsentrasi 40% dengan rata-rata 1,95 cm. Uji regresi linier didapatnilai r sebesar 0,409. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sirihmerah (Piper crocatum Ruiz & Pav) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichiacoli tetapi memiliki nilai interpretasi yang rendah.Kata Kunci : Antibakteri, daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav), Escherichia coli,daya hambat
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK METANOL DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes: INHIBITORY TEST OF METHANOL EXTRACT OF GREEN BETEL LEAF (Piper betle L.) AGAINST Propionibacterium acnes BACTERIA Didi Rohadi; Nur Rahmi Hidayati; Ai Aprian
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia telah lama memanfaatkan tanaman berkhasiat obat sebagai salah satu upaya dalam mengatasi masalah kesehatan salah satunya yaitu daun sirih hijau (Piper betle L.) karena memiliki efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada konsentrasi berapa ekstrak metanol daun sirih hijau (Piper betle L.) memiliki daya hambat paling besar terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan bagaimana pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak metanol daun sirih hijau (Piper betle L.) terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Daun sirih hijau (Piper betle L.) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji daya hambat menggunakan metode difusi cetak lubang dengan konsentrasi ekstrak metanol daun sirih hijau (Piper betle L.) 60%, 70% dan 80%. Kontrol positif (klindamisin 0,01%) dan kontrol negatif (metanol). Parameter hasil dilihat dari daerah bening di sekitar lubang lalu data yang dihasilkan dianalisis secara statistik dengan uji Kruskall-Wallis dan Uji Mann-Whitney selanjutnya uji regresi linier. Daya hambat yang dihasilkan ekstrak metanol daun sirih hijau (Piper betle L.) konsentrasi 60%, 70% dan 80% yaitu 1,49 cm, 1,49 cm dan 1,53 cm. Kontrol positif (Klindamisin 0,01%) sebesar 1,78 cm, sedangkan kontrol negatif (metanol) tidak memiliki daya hambat. Data yang dihasilkan diolah dengan uji Kruskall-Wallis dengan nilai (sig) < 0,05 lalu uji Mann-Whitney dengan nilai (sig) > 0,05 selanjutnya diolah dengan uji regresi linier, hasil perhitungan regresi linier yaitu (r2) = 0,750. Konsentrasi ekstrak metanol daun sirih hijau (Piper betle L.) yang memiliki daya hambat paling besar yaitu konsentrasi 80% dengan besar daya hambat 1,53 cm tetapi secara statistik tidak ditemukan perbedaan hambatan, karena semua konsentrasi ekstrak memiliki daya hambat yang setara. Peningkatan konsentrasi ekstrak metanol daun sirih hijau (Piper betle L.) mempunyai hubungan atau pengaruh yang tidak terlalu kuat terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Kata Kunci : Uji daya hambat, Propionibacterium acnes, Ekstrak metanol daun sirih hijau (Piper betle L.)