Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS MAXIMUM SUSTAINABLE YIELD (MSY) PENANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) MENGGUNAKAN BUBU LIPAT DI PERAIRAN PACIRAN LAMONGAN Miftachul Munir; Muhammad Zainuddin
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 19, No 2 (2020): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v19i2.989

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui status Maximum Sustainable Yield (MSY) potensi lestari Penangkapan sumberdaya Rajungan yang ada di Kabupaten Lamongan. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan pada  Februari 2018 - Aril 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perhitungan Maximum Sustainable Yield (MSY) diperoleh hasil tangkapan (CMSY) mencapai 6.879 kg/tahun. Kondisi pada level CMSY dapat dicapai oleh unit penangkapan bubu rajungan dengan melakukan upaya penangkapan (EMSY) sebanyak 1264 trip dalam satu tahun. Keuntungan yang dapat dicapai pada level CMSY mencapai Rp. 176.760.926 pada unit penangkapan bubu rajungan. Nilai rata-rata produksi tahun 2013-2017 menunjukkan bahwa produksi rajungan di Kabupaten lamongan belum mengalami overfishing. Kata kunci : Rajungan (Portunus pelagicus), MSY, Bubu lipat
Laju Penangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) Menggunakan Bubu Lipat di Perairan Lamongan Miftachul Munir; Muhammad Zainuddin
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 10, No 2 (2019): Grouper : Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.929 KB) | DOI: 10.30736/grouper.v10i2.52

Abstract

Rajungan merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan karena memiliki nilai ekonomi tinggi dalam perdagangan internasional. Upaya pemanfaatan yang terus meningkat akan mengancam kelestariansumberdaya, jika tidak diupayakan langkah pengendalian. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui tingkat laju Penangkapan sumberdaya Rajungan yang ada diKabupaten Lamongan. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan pada Februari 2018 - Aril 2018. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa nilai rata – rata besarnyahasil tangkapan per satuan unit penangkapan selama periode 2013 sampai 2017adalah 4,924 kg/trip. Berdasarkan situasi di atas disarankan perlu dikeluarkan peraturan ukuran Rajungan yang layak tangkap; Sosialisasi dan penyuluhan secara berkala kepada pelaku perikanan Rajungan tentang pemerataan dan penyebaran upaya tangkap yang seharusnya dilakukan, batasan ukuran Rajungan yang boleh ditangkap dan pemberlakuan daerah konservasi.
Laju Penangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) Menggunakan Bubu Lipat di Perairan Lamongan Miftachul Munir; Muhammad Zainuddin
Grouper: Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan Vol. 10 No. 2 (2019): Grouper : Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v10i2.52

Abstract

Rajungan merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan karena memiliki nilai ekonomi tinggi dalam perdagangan internasional. Upaya pemanfaatan yang terus meningkat akan mengancam kelestariansumberdaya, jika tidak diupayakan langkah pengendalian. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui tingkat laju Penangkapan sumberdaya Rajungan yang ada diKabupaten Lamongan. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan pada Februari 2018 - Aril 2018. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa nilai rata – rata besarnyahasil tangkapan per satuan unit penangkapan selama periode 2013 sampai 2017adalah 4,924 kg/trip. Berdasarkan situasi di atas disarankan perlu dikeluarkan peraturan ukuran Rajungan yang layak tangkap; Sosialisasi dan penyuluhan secara berkala kepada pelaku perikanan Rajungan tentang pemerataan dan penyebaran upaya tangkap yang seharusnya dilakukan, batasan ukuran Rajungan yang boleh ditangkap dan pemberlakuan daerah konservasi.
Karakteristik Istri Nelayan Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Keluarga Pesisir Pantura Di Desa King-King Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban [Characteristics of Fishermen's Wife in an Effort to Increase the Revenue of the Pantura Coastal Family in King-King Village, Tuban District, Tuban Regency] Siti Alfaniatur Rokhmah; Yuyun Suprapti; Miftachul Munir
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 11 No. 1 (2019): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v11i1.11913

Abstract

AbstrakKetidakpastian pendapatan yang diperoleh oleh kepala keluarga sebagai nelayan di masyarakat pesisir mendorong anggota rumah tangga yaitu istri dan anak bekerja agar dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan istri nelayan dalam meningkatkan perekonomian rumah tangga dan seberapa besarkah kontribusi perempuan di dalam rumah tangga. Metode penelitian menggunakan metode survei. Pengambilan responden dilakukan secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Pengambilan data diikuti dengan identifikasi responden istri nelayan yang mempunyai aktifitas dalam membantu mencari nafkah, kuisioner berisi aktifitas istri nelayan dan kontribusi pendapatan dari hasil kuisioner kemudian data ditabulasi berdasarkan aktifitas dan pendapatan dilanjutkan analisa data. Hasil dari penelitian ini bahwa 30 responden istri nelayan menunjukkan berpenghasilan high income group (> Rp. 900.000,-/bulan) sebanyak 23 (76,66%) dan berpenghasilan midle income group (Rp.450.000 – Rp.900.000/bulan) sebanyak 7 (3,33 %). Secara berurutan kontribusi istri nelayan di Desa King-king adalah berdagang (57 %), buruh karyawan (13 %), pengusaha (7 %), pembantu rumah tangga (10 %), dan serabutan (13 %). Meningkatkan peran istri dalam bekerja merupakan salah satu usaha strategis saat ini untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga dan membantu mencukupi kebutuhan keluarga. AbstractThe uncertainty of income earned by family heads as fishermen in coastal communities encourages other household members, such as wives and children to work in order to help fulfill the household's daily needs. This study aims to determine how the role of fishermen's wife in improving household economies and how much women contribute to the household. Research methods use the survey method. The selection of respondents used purposive sampling. Data were analyzed qualitatively descriptively. Data collection was followed by identification of respondents of fishermen's wife who had activities in helping to earn a living, questionnaires containing activities of fishermen's wife and contribution of income from questionnaires then data tabulated based on activities and income followed by data analysis. The results of this study show that 30 respondents of fishermen's wives showed a high-income group (> Rp. 900,000 / month) of 23 (76.66%) and a middle-income income group (Rp.450,000 - Rp.900,000 / month) of 7 (3.33%). Sequentially the contribution of fishermen's wives in King-king Village is to trade (57%), employee labor (13%), entrepreneurs (7%), housemaids (10%), and odd jobs (13%). Increasing the wife's role in work is one of the current strategic efforts to increase household income and help meet family needs.
Pengemasan dan Pemasaran Produk Hasil Olahan Ikan Lele di Kelompok Pembudidaya Ikan Sebagai Produk Unggulan Kabupaten Tuban, Jawa Timur Munir, Miftachul; Prayogo, Luhur Moekti; Linayati, Linayati
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jabdimas.v7i2.18472

Abstract

Potensi budidaya air tawar mulai digemari masyarakat pembudidaya dimana perikanan tangkap mulai mengalami overfishing.  Kabupaten Tuban memiliki potensi perikanan budidaya, salah satu pembudidaya air tawar yang ada yaitu di Kelurahan Perbon, Kabupaten Tuban. Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) “Jabrisan Rumbuk Dadi Makmur” merupakan salah satu kelompok pembudidaya ikan lele yang terbentuk pada bulan November 2022 tetapi anggotanya rata-rata memulai budidaya dari tahun 2014. Kelompok yang terdiri dari 10 pembudidaya ini memiliki tujuan utama yaitu bersinergi dalam hal pemasaran, karena budidaya lele jika tidak paham akan triknya maka dipastikan tidak bisa bertahan. Permasalahan mitra yang ada saat ini adalah istri-istri pembudidaya rata-rata berprofesi sebagai ibu rumah tangga sehingga akan sangat disayangkan jika memiliki bahan untuk pembuatan olahan namun tidak dimanfaatkan. Pelatihan diawali dengan pemaparan materi, menyiapkan bahan-bahan olahan, praktik langsung pembuatan olahan ekado dan kaki naga, pengemasan dan pemasaran produk hasil olahan serta diakhiri dengan evaluasi.  Dari hasil angket peserta pelatihan peningkatan pengetahuan sebesar 46.2% yaitu dari sebelum diadakan pelatihan 45% dan setelah diadakan pelatihan 91.2%, artinya bahwa ada peningkatan pengetahuan tentang materi dan praktek yang disampaikan dalam pelatihan.
Kepatuhan Nelayan Pada Permen KP Nomor : 01/Men/2007 Terhadap Mutu Hasil Perikanan Di Pelabuhan Brondong, Lamongan: Fishermen's Compliance with KP Ministerial Regulation Number: 01/Men/2007 Regarding Quality Fishery Products at Brondong Harbor, Lamongan Suroso, Suroso; Munir, Miftachul
MIYANG Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Miyang Edisi April 2023
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/jmiy.v3i1.603

Abstract

Ikan merupakan sumber protein hewani kelas dua setelah daging, susu, dan telur. Kajian mutakhir menempatkan ikan dan berbagai hasil laut sebagai sumber vitamin dan mineral esensial yang amat kaya. Ikan merupakan produk laut yang mengandung asam lemak rantai panjang omega-3 (DHA) yang berperan  dalam pertumbuhan dan kesehatan. Mengingat betapa pentingnya manfaat ikan maka sangat penting para nelayan patuh terhadap Permen KKP No. 1 Tahun 2007 Tentang Pengendalian Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan utamanya Formalin. Metodologi penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan analisis dari Miles Dan Hubermen dengan teknik pengambilan data melalui survey, kuesioner, dan wawancara. Penelitian menggali Persepsi Nelayan dengan alat tangkap Jaring Tarik Berkantong (JTB) pada armada kategori 30 GT, dari tanggal 7 November sampai 7 Desember 2022 bertempat di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong. Hasil uji kualitatif formalin di Laboratorium Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong pada keempat ikan sampel yaitu ikan jaket/bukur (Aluterus monoceros), kurisi (Nemipterus spp ), kakap merah (Lutjanus sp.) dan cumi-cumi (Loligo sp) diperoleh hasil formalin dengan indikator negatif (-). Hal tersebut diketahui karena ikan hasil tangkapan nelayan dengan  alat tangkap Jaring Tarik Berkantong (JTB) armada 30 GT tidak menggunakan formalin dan bahan pangan tambahan. Hasil dari uji laboratorium tentang kandungan formalin dinyatakan Negatif (-). Hasil analisis variabel X1 tentang kondisi ikan hasil tangkapan masih segar dengan jawaban  Setuju (S) 8,3%, Sangat Setuju (SS) 91,7%. Hasil variabel X2 tentang nelayan dan tengkulak sudah mengerti formalin tidak di perbolehkan dengan jawaban Setuju (S) 11,1%, dan Sangat Setuju (SS) 88,9%. Hasil analisis variabel Y tentang nelayan dan tengkulak sama –sama disiplin dan menolak pemakaian formalin dengan jawaban Setuju (S) 13,9%, Sangat Setuju (SS) 86,1%. Hal tersebut diketahui karena nelayan dan tengkulak mengetahui petugas setempat telah melakukan pengawasan terhadap mutu atau kualitas hasil tangkapan. Kepatuhan pada Permen KKP No 1 Tahun 2007 Tentang Pengendalian  Sistem Jaminan  Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, hal tersebut  diketahui para nelayan tidak menggunakan formalin dan bahan tambahan pangan serta menolak pemakaian formalin. Para nelayan dan beberapa tengkulak telah mengetahui bahaya tentang penggunaan formalin
Persepsi kepuasan nelayan purse seine terhadap penerbitan dalam perijinan satu pintu di UPT. Pelabuhan Perikanan Pantai Bulu – Tuban Munir, Miftachul; Suprihanto, Agus
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsep.v9i2.79

Abstract

Fishing ports are one of the public agencies that aim to provide the best service in fulfilling the interests of the fishing community, especially fishermen as users of port facilities. The aim of this research is to determine the level of satisfaction with services and find out the service development strategy at the UPT of the Bulu Beach Fisheries Port, Tuban Regency. Issuance of BBM, STBLK (Departure) and STBLK (Arrival) Recommendation Letters. This research methodology uses a qualitative descriptive methodology with data collection techniques using questionnaires and interviews, data analysis using Miles and Huberman theory, results of interviews and questionnaires with 15 owner respondents /master of the Purse Seine ship obtained data admitting that the Purse Seine fishing gear fishermen felt very satisfied, as shown by the average variable of fuel recommendation service (X1), Departure STBL Service (X2), and Arrival STBL (X2), and service satisfaction (Y), The average percentage of Strongly Agree (SS) answers was 56%, Agree (S)=28%, with the reason that they were helped in taking care of the requirements needed to purchase fuel and the needs for going to sea or after arriving, and the average answer tone was Disagree ( TS)= 16% for the reasons: limited fuel purchases and incomplete ship documents that have not been extended, so they find it difficult to process and do not agree to give recognition
Persepsi kepuasan nelayan payang terhadap pemanfaatan jasa tambat labuh di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong Lamongan Munir, Miftachul
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Indonesian government pays special attention to fishermen to create superior and competent fishermen and can become a driving force for the country's economy by way of the government providing assistance to fishermen by establishing the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries (KKP), which provides port facilities to make it easier for fishermen. There are 4 types of fishing ports in Indonesia, such as: (1) Ocean Fishing Ports, (2) Archipelago Fishing Ports, (3) Coastal Fishing Ports, (4) Fish Landing Bases. The types of fishing ports are distinguished from the fishing intensity at the port. The analytical method is a qualitative descriptive method, stating that a qualitative descriptive method is a method used to describe or analyze a research result but not used to make broader conclusions. The number of respondents is 20 people with data collection techniques by way of interviews and using questionnaires. Data analysis with the theory of Miles and Huberman. The results obtained from X1 (Medium Infrastructure) with answers: 82.5% (the average answer is SS or Strongly Agree), 17.5%. (The average answer is S or Agree). For X2 (Mooring Administration answer: 70%. (Average answering SS), 20% (Average answering S), 10% (Average answering Disagree (TS)). Y (Satisfaction) : 70% (Average answering SS), 20% (Average answering S) 5% (Average answering RR).
Pengaruh Kosentrasi Air Bekas Cucian Beras (Leri) yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Bibit Bakau Rhizophora Stylosa Skala Laboratorium Munir, Miftachul; Sofiana, Sofiana
MIYANG Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Miyang Edisi November 2021
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.891 KB) | DOI: 10.55719/j.miy.v1i1.363

Abstract

Pertumbuhan bibit mangrove Stylosa Rhizophora membutuhkan unsur hara dan organik. Air beras leri atau dapat digunakan sebagai nutrisi tambahan untuk bibit mangrove karena mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan kadar air padi terhadap pertumbuhan bibit mangrove Rhizophora stylosa. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban. pada tanggal 2 Juni 2016 sampai dengan tanggal 1 Juli 2016. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dilengkapi dengan tiga perlakuan dan 9 ulangan. Perlakuan pertama penyiraman menggunakan air bekas cucian (leri) beras 25 ml: air laut 75 ml, perlakuan kedua penyiraman menggunakan air bekas cucian (leri) beras 50 ml: air laut 50 ml, dan Perlakuan Penyiraman ketiga menggunakan air bekas cucian (leri) beras 75 ml: 25 ml air laut. Hasil penelitian menunjukkan kadar air cucian beras terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan.
Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Produksi Nelayan di Desa Kradenan Kecamatan Palang Kabupaten Tuban: Analysis of Factors Affecting Fisherman Production in Kradenan Village, Palang District, Tuban Regency Munir, Miftachul
MIYANG Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Miyang Edisi April 2022
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.76 KB) | DOI: 10.55719/j.miy.v2i1.410

Abstract

Penelitian ini adalah meneliti tentang adakah pengaruh secara bersama-sama: Modal, Keahlian, Lama Melaut dan Iklim terhadap produksi nelayan yang sekaligus sebagai rumusan maalah penelitian di Desa Bancar, Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara serentak atau bersama-sama: Modal, Keahlian, Lama Melaut dan Iklim terhadap produksi nelayan di Desa Bancar. Materi peneletian ini tentang faktor – faktor yang mempengaruhi produksi nelayan, yang menganalisa faktor apa saja yang mempengaruhi produksi nelayan. Pengambilan data dilakukan dengan metode random sampling terhadap nelayan Desa Bancar sebagai populasi, Salah satu metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel adalah menggunakan rumus Slovin. Teknik pengambilan datanya menggunakan random sampling. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif untuk mendapat gambaran faktual dan konkrit mengenai keadaan sosial ekonomi nelayan di Desa Bancar Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban Jawa Timur. Metode analisis data yang adalah analisis regresi linier yang di transformasikan ke Logaritma Natural (Ln). Transformasi dalam penelitian ini digunakan untuk menyamakan dalam perhitungan regresi berganda. Adanya perbedaan dalam pemberian satuan yaitu untuk modal dengan mengunakan satuan rupiah, Keahlian dengan menggunakan satuan orang, lama melaut dengan menggunakan satuan jam dan hasil produksi dengan menggunakan satuan kg, dengan demikian transformasi data ini di gunakan dalam menganalisis penelitian. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, dapat diambil kesimpulan bahwa hubungan modal, Keahlian, Lama Melaut, dan iklim terhadap hasil produksi dengan penjelasan R Hitung 0,908 > 0,825 R Tabel maka H0 dinyatakan DITOLAK. Kondisi analisis hitung Regresi Berganda yang menyatkanan bahwa R Hitung 0,908 > 0,825 R Tabel ini menyatakan bahwa H1 DITERIMA.