Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

TINGKAT STUNTING BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKORAME KOTA KEDIRI Siti Aizah; Susi Erna Wati; Crisda Lulu Mandasari
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v10i1.28693

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Kediri dan Puskesmas Sukorame. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 2–5 tahun yang mengalami stunting sebanyak 76 anak, dengan teknik total sampling. Pengukuran status stunting didasarkan pada indeks Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) menggunakan nilai Z-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 76 balita stunting, sebanyak 63 balita (82,89%) termasuk dalam kategori pendek (stunted), dan 13 balita (17,11%) termasuk dalam kategori sangat pendek (severely stunted). Distribusi kasus stunting tersebar di lima kelurahan, dengan jumlah kasus tertinggi berada di Kelurahan Pojok dan Bujel. Kesimpulan penelitian ini adalah mayoritas balita stunting berada pada kategori pendek. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi dini melalui peningkatan pengetahuan gizi, pemantauan pertumbuhan, serta program pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Skrining Kesehatan dan Pelatihan Senam Ergonomis untuk menurunkan Kadar Asam Urat pada Lansia di Desa Sukorejo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Dhian Ika Prihananto; Endah Tri wijayanti; Norma Risnasari; Muhammad Mudzakkir; Susi Erna Wati; Septi Dewi Aisyah; Qothrunnada Naqiyyah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i2.307

Abstract

Penyakit asam urat adalah penyakit yang disebabkan oleh tumpukan asam urat atau kristal pada jaringan, terutama pada jaringan sendi. Upaya untuk mencegah penyakit asam urat bisa dilakukan dengan cara besifat perawatan, pengobatan, pola hidup sehat seperti diet purin dan juga upaya lain. Penatalaksanaan non farmakologis untuk menurunkan kadar asam urat pada penderita penyakit asam urat salah satunya adalah melakukan senam ergonomis yang merupakan kombinasi gerakan otot dan teknik pernafasan. Tujuan pegabdian masyarakat ini adalah melakukan skrining kesehatan pada lansia dan melakukan pelatihan senam ergonomis untuk menurunkan kadar asam urat pada lansia. Langkah-langkah kegiatan yaitu skrining kesehatan dan pratik senam ergonomis. Hasil skrining kesehatan menunjukkan bahwa lansia yang tekanan darah Sistol rendah tidak ada, Lansia yang tekanan darah Sistol normal sebanyak 19 lansia dan lansia yang tekanan darah Sistol tinggi sebanyak 6 lansia. Lansia yang tekanan darah Diastol rendah tidak ada, Lansia yang tekanan darah Diastol normal sebanyak 11 lansia dan lansia yang tekanan darah Diastol tinggi sebanyak 14 lansia. Lansia yang kadar gula darah normal sebanyak 16 lansia, Lansia yang Pre Diabetes sebanyak 2 lansia dan lansia yang Diabetes sebanyak 7 lansia. lansia berjenis kelamin laki-laki yang memiliki kadar asam urat tinggi sebanyak 7 lansia, Lansia berjenis kelamin laki-laki yang memiliki kadar asam urat normal sebanyak 4 lansia. Lansia berjenis kelamin Perempuan yang memiliki kadar asam urat tinggi sebanyak 10 lansia, Lansia berjenis kelamin Perempuan yang memiliki kadar asam urat normal sebanyak 4 lansia. lansia berjenis kelamin laki-laki yang memiliki kadar asam urat tinggi setelah melakukan senam ergonomis selama 1 minggu sebanyak 2 lansia,Lansia berjenis kelamin laki-laki yang memiliki kadar asam urat normal setelah melakukan senam ergonomis selama 1 minggu sebanyak 9 lansia. Lansia berjenis kelamin perempuan yang memiliki kadar asam urat tinggi setelah melakukan senam ergonomis selama 1 minggu sebanyak 5 lansia, lansia berjenis kelamin perempuan yang memiliki kadar asam urat normal setelah melakukan senam ergonomis selama 1 minggu sebanyak 9 lansia. Simpulannya bahwa Senam ergonomis efektif dalam menurunkan kadar asam urat pada lansia baik lansia laki-laki dan lansia perempuan.
Pelatihan Senam Diabetes untuk menurunkan Kadar Glukosa Dalam Darah pada Lansia di Posyandu Lansia Bagas Waras Desa Sukorejo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Norma Risnasari; Elysabet Herawati; Dhian Ika Prihananto; Siti Aizah; Susi Erna Wati; Najib Zahir Al Faruq; Suriya Permadani
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i2.309

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) atau Kencing Manis merupakan sekumpulan gejala yang di tunjukkan dengan kondisi hiperglikemia, yaitu keadaan dimana kadar gula darah seseorang berada dalam batas normal. Salah satu upaya untuk menangani penderita DM yaitu dengan melakukan senam diabetes. Senam diabetes ini bermanfaat bagi kerja insulin, karena glukosa di dalam darah dialirkan melewati sel-sel otot lalu diganti menjadi energi sehingga kadar glukosa darah dalam fisik dapat berkurang. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada minggu ke empat bulan November sampai minggu ketiga bulan Desember Tahun 2021 sebanyak 17 lansia, dalam pelaksanaanya 1 minggu 2 kali latihan. Sebelum diberikan terapi senam diabetes mayoritas kadar glukosa darah lansia meningkat dan setelah diberikan senam diabetes kadar glukosa darah lansia menurun. Hasil yang diperoleh selama pelaksanaan senam diabetes ini adalah lansia yang menderita diabetes mellitus mampu melaksanakan tindakan senam sesuai yang dilatihkan sehingga lansia terlihat bugar, lebih bersemangat kadar glukosa darah menjadi lebih terkontrol.