Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PEMANFAATAN LEMPUNG-TIO2 DALAM MENURUNKAN KADAR COD LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK BOMBA Irtawati, Dewi; Sumarni, Ni Ketut; Musafira, Musafira
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan lempung-TiO2 dalam menurunkan kadar COD limbah cair Batik Boma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi aktivator dan waktu radiasi untuk menurunkan COD dalam limbah cair batik Bomba. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap yang terdiri dari tahap preparasi sampel dengan aktivasi menggunakan aktivator HCl, menyisipkan TiO2 ke dalam lempung dan tahap penentuan kadar COD ditentukan menggunakan metode titrasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan konsentrasi aktivator terbaik yang digunakan yaitu HCl 2M dan waktu radiasi terbaiknya yaitu 150 menit dengan persentase penurunan COD sebesar 38,16%.
KAJIAN FISIKA KIMIA LIMBAH STYROFOAM DAN APLIKASINYA Sumarni, Ni Ketut; Sosidi, Husain; Rahman, Abd.; Musafira, Musafira
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Number 3 (December 2013)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.478 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan senyawa polistyren yang  memiliki sifat hampir sama dengan polimer alam yaitu amilosa yang diperoleh dari pati amprotab sehingga dapat dipadukan atau di-poliblend. Pada tahapan ini dilakukan analisis sifat polimer yang meliputi gugus fungsi dan massa molekul relatif rata-rata polimer. Dari hasil analisis gugus fungsi dengan FTIR, polistyren termasuk senyawa non polar karena tidak terlihat adanya puncak serapan disekitar  3600 - 3200 cm-1 yang disebabkan vibrasi ikatan hidrogen dari gugus -OH. Sifat non polar ini dapat dirubah menjadi sifat polar dengan melakukan sulfonasi terhadap polistyren menjadi polistyren tersulfonasi. Hasil analisis gugus fungsi  polistyren tersulfonasi, menunjukkan adanya puncak serapan yang lebar disekitar 3600 - 3200 cm- yang disebabkan vibrasi ikatan hidrogen dari gugus ?OH. Sedangkan massa molekul relatif rata-rata yang terukur untuk polistiren tersulfonasi (PSS) diperoleh 54.688,27 g/mol sedangkan amilosa diperoleh sebesar 70.987,45 g/mol jika dibandingkan dengan amilopektin yang diperoleh sebesar 95.225,47 g/mol, sehingga PSS lebih memungkinkan dapat dipoliblend dengan amilosa jika dibandingkan dengan amilopektin. Selain itu kesamaan sifat juga dimiliki oleh PSS dan amilosa yaitu sama-sama memiliki struktur rantai lurus sedangkan amilopektin memiliki struktur rantai bercabang. Perbandingan komposisi poliblend  yang dibuat meliputi PS:Amilosa  (80:20b/b), PSS:Amilosa (100:0, 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50) dan masing dilakukan karakterisasi meliputi Analisis gugus fungsi, Analisis uji tarik, Analisis sifat termal, Analisis sifat kristal, Analisis permukaan dan Uji biodegradasi.  
Pectin extraction from banana pere peel at various extraction times Musafira, Musafira; Fardinah, Fardinah; Fatimah, Meryta Febrilian; Dzulkifli, Dzulkifli; Mulyani, Andi Siti
Anjoro: International Journal of Agriculture and Business Vol 5 No 1 (2024): Anjoro
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture and Forestry Faculty, Universitas Sulawesi Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/anjoro.v5i1.3592

Abstract

For many years, West Sulawesi's signature plant, banana pere, has only been eaten as fruit, while its peel is often discarded as waste or used as animal feed. This study provides information on the utilization of banana pere peel in order to increase its economic value through the utilization of pectin content contained in banana pere peel. This study aims to extract pectin from banana pere peel (Loka Pere) by using the citric acid solvent extraction method. The extraction process was carried out using 5 variations of time, namely 30, 60, 90, 120 and 150 minutes. The results showed that the use of extraction time for 90 minutes resulted in a yield value of 53.11%, moisture content of 1.15%, ash content of 1.56%, methoxyl content of 2.66% and galacturonic content of 30.88%.
Deteksi Formalin pada Makanan dengan Limbah Kulit Buah Naga di Majelis Taklim Permata Babul Maghfirah Majene Musafira, Musafira; Fardinah, Fardinah; Fatimah, Meryta Febrilian; Sikanna, Rismawati; Hikmah, Hikmah
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v5i2.1241

Abstract

Berdasarkan survei, pengetahuan masyarakat tentang bahaya formalin dan cara mendeteksinya masih terbatas karena pengujian formalin biasanya memerlukan laboratorium. Untuk itu, pelatihan diberikan dengan memanfaatkan kulit buah naga sebagai bahan alami yang sederhana dan mudah diakses. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan ibu-ibu di Majelis Taklim Permata Babul Maghfirah, Majene, dalam mendeteksi kandungan formalin pada bahan pangan secara mandiri. Kegiatan ini meliputi beberapa tahapan: persiapan melalui komunikasi dengan mitra, pelaksanaan berupa penjelasan teknik deteksi formalin dan eksperimen langsung, serta monitoring dan evaluasi untuk mengukur keberhasilan pelatihan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta hingga 80%. Peserta mampu melakukan metode deteksi sederhana secara mandiri dan mengidentifikasi bahan pangan yang dicurigai mengandung formalin. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis peserta dalam mendeteksi formalin menggunakan bahan alami. Metode sederhana ini terbukti efektif dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Disarankan agar program serupa diperluas dengan memanfaatkan bahan alami lain untuk mendeteksi zat berbahaya serta melibatkan peserta yang lebih beragam, termasuk laki-laki dan generasi muda, guna meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat secara luas.
Konversi Limbah Styrofoam menjadi Liquid-Fuel Anorganik Melalui Teknologi Pirolisis di Kampung Nelayan Rahmah, Mufti Hatur; M. Irfan; Musafira, Musafira
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1249

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di pesisir Cilallang dengan tujuan mengelola limbah anorganik, khususnya styrofoam bekas wadah hasil tangkapan nelayan, menggunakan teknologi pirolisis multi-feedstock untuk menghasilkan Liquid-Fuel Anorganik. Kegiatan ini berlangsung dari Juni hingga Desember 2024 dan terdiri dari enam tahapan utama. (1) Observasi awal dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan lingkungan serta potensi implementasi teknologi pirolisis. (2) Penyusunan program kerja dan rencana teknis melibatkan masyarakat dan pemerintah desa untuk memastikan strategi yang sesuai. (3) Kick-off meeting diadakan guna menyosialisasikan tujuan serta membangun komitmen bersama. (4) Pelatihan dan pendampingan teknis diberikan kepada 25 peserta, termasuk nelayan dan pemuda desa, dalam pembuatan serta pengoperasian alat pirolisis berbahan dasar drum bekas. (5) Pelatihan konversi sampah anorganik menjadi Liquid-Fuel Anorganik dilakukan, memastikan peserta memahami pemanfaatan hasil pirolisis sebagai alternatif bahan bakar bagi nelayan. (6) Monitoring dan evaluasi dilakukan menggunakan angket pre-test dan post-test, menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 32% sebelum pelatihan menjadi 100% setelah pelatihan. Program ini terbukti efektif dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat secara ekonomi. Produk Liquid-Fuel Anorganik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk operasional perahu nelayan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dengan pendekatan partisipatif dan dukungan berkelanjutan, teknologi ini berpotensi direplikasi di wilayah pesisir lainnya.
ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN WATER QUALITY AWARENESS AND DRINKING WATER CONSUMPTION BEHAVIOR (CASE STUDY: MAJENE CITY AND CAMPALAGIAN VILLAGE, WEST SULAWESI) Musafira, Musafira; Syahrir, Nur Hilal A.; Rahayu, Putri Indi
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 19 No 3 (2025): BAREKENG: Journal of Mathematics and Its Application
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/barekengvol19iss3pp1933-1944

Abstract

The declining quality of drinking water sources due to contamination poses significant health risks, particularly in rural areas where public awareness about water quality and its impact on health is often limited. In Majene City and Campalagian Village, West Sulawesi, drinking water is predominantly sourced from wells and springs, but these sources have shown elevated levels of pollutants, such as manganese and coliforms, exceeding government standards. This study explores the relationship between water quality awareness and drinking water consumption behavior in these regions using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Data were collected through household surveys and laboratory testing of water samples, focusing on physical, chemical, and biological parameters. SEM-PLS was employed for its ability to analyze latent variables and handle small sample sizes effectively. Results reveal that water quality awareness explains 78.6% of the variance in drinking water consumption behavior (R² = 0.786), with key indicators such as knowledge of water quality standards and contamination risks strongly predicting positive behavioral changes. Hypothesis testing confirmed a significant positive relationship (path coefficient = 0.887, p < 0.001), underscoring the importance of awareness in promoting healthy consumption behaviors. These findings highlight the need for targeted public education campaigns and policy interventions to improve water quality awareness and consumption practices. The study also contributes to the growing application of SEM-PLS in environmental and public health research, offering insights into the complex interplay between awareness and behavior. Future research should consider integrating socio-economic and cultural factors to develop a more holistic understanding of drinking water consumption patterns.
Pelatihan Pembelajaran Sains untuk Anak Usia Dini Musafira, Musafira; Ekawati, Darma; Fardinah, Fardinah; Sari, Alni; Kartini, Kartini
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Desember 2023
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v4i2.640

Abstract

Pembelajaran sains pada anak usia dini dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan salah satu diantaranya yaitu dengan eksperimen sains. Eksperimen sains sangat penting dan mempengaruhi perkembangan anak usia dini terlebih kemampuan anak dalam berpikir kritis dan menstimulasi pada perkembangan sosial emosional. Hasil survei menunjukkan bahwa guru membutuhkan solusi untuk merancang dan melaksanakan proses belajar mengajar anak usia dini yang menyenangkan, menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik terutama dalam pengenalan pembelajaran sains bagi anak usia dini. Solusi atas permasalahan tersebut berupa pemberian program pelatihan pembelajaran. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahap yaitu: tahap persiapan dengan komunikasi dengan mitra terkait permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran anak usia dini, tahap pelaksanaan dengan memberikan penjelasan pembelajaran sains untuk anak usia dini dan melakukan beberapa eksperimen sains yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, serta tahap monitoring dan evaluasi dengan mengukur keberhasilan pelatihan pembelajaran sains. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran sains yang sesuai dengan karakteristik dan perkembangan anak usia dini, serta para siswa sangat tertarik dan antusias dalam melakukan eksperimen sains.