Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer untuk Kader Posyandu Kamboja Kelurahan Tasikmadu Kota Malang Agung Ari Wibowo; Profiyanti Hermien Suharti; Asalil Mustain; Shabrina Adani Putri
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): MAY 2022
Publisher : Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.841 KB) | DOI: 10.35870/ajad.v2i1.24

Abstract

Posyandu Kamboja was established in 1975 in Tasikmadu Village, Lowokwaru District with an active cadre of 15. The activities of the Posyandu Kamboja include Integrated Healthcare Center for Invant and toddler, Family and Toddler Development Program and Early Childhood Education Post. Healthy life counseling is one of the main activities and is generally a priority in the implementation of Posyandu activities. The development program offered by the community service team to overcome partner problems includes training and assistance in making hand sanitizers as a solution to the limited skills of the Posyandu cadres. The results obtained from the implementation of the training are that posyandu cadres can easily understand the material and skills being taught because the delivery method includes the hands-on practice of making hand sanitizers. In general, there were no obstacles in the activities implementation and the team received very satisfactory feedback from the posyandu cadres.
EVALUASI KINERJA SISTEM CONDENSATE POLISHER PLANT DI PT YTL JAWA TIMUR Niamatur Rofiah; Asalil Mustain
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.66

Abstract

Condensate Polisher Plant (CPP) merupakan peralatan yang berfungsi untuk menghilangkan atau mengurangi kandungan bahan kimia yang tidak dibutuhkan pada air kondensat. Dalam CPP terdapat resin anion dan kation yang berfungsi untuk menangkap ion pengotor yang tidak diperlukan. Resin yang ada di dalam CPP dapat mengalami kejenuhan, sehingga resin tidak mampu lagi menangkap ion pengotor yang terdapat dalam air kondensat, sehingga regenerasi pada resin diperlukan pada kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari sistem CPP dan mengetahui nilai exchange time dan exchange capacity pada saat CPP beroperasi. Performa dari resin dapat diketahui dengan cara mengambil sampel pada saat CPP beroperasi. Pengambilan sampel dari CPP unit 6A kemudian dilakukan analisis. Data hasil analisa yang telah dilakukan pada kandungan air sebelum melewati dan sesudah melewati proses di CPP selanjutnya digunakan untuk menghitung exchange capacity dan exchange time. Exchange capacity dihitung untuk mengetahui seberapa banyak impurities atau senyawa kimia yang dapat ditangkap oleh resin, sedangkan exchange time dihitung untuk mengetahui berapa lama resin dapat melakukan pertukaran ion. Nilai exchange capacity kation unit 6A sebesar 1061,43 eq/jam dan exchange time anion 6A sebesar 6,59 jam sedangkan untuk exchange capacity anion 6,43 eq/hr dan exchange time anion sebesar 544,3 jam. Hasil perhitungan menunjukkan nilai exchange capacity anion lebih besar dari kation, namun pada faktanya waktu yang diperlukan untuk service CPP sesuai dengan exchange time kation, hal tersebut karena kation yang menjadi limiting time pada proses. 
Reparameterization of Binary Interaction Parameters for The Gamma-Valerolactone Purification Process Agung Ari Wibowo; Mufid Mufid; Asalil Mustain; Rizqy Romadhona Ginting; Dhoni Hartanto
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.947 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v6i1.286

Abstract

Selain produksi biodiesel, bioetanol, biometana dan biohidrogen dari sumber terbarukan, gamma-valerolactone (GVL) muncul sebagai bahan bakar terbarukan potensial lainnya yang dapat diproduksi dari biomassa. GVL menunjukkan karakteristik yang sesuai sebagai sumber energi cair berkelanjutan yang menjanjikan. Dlaam kegiatan produksi GVL murni jumlah besar pastinya melibatkan proses pemisahan/ pemurnian, salah satunya adalah distilasi. Dalam perancangan proses distilasi diperlukan data kesetimbangan Uap – Cair (VLE), dan untuk akurasi perancangan biasanya digunakakan software simulasi proses seperti ChemCAD. Dalam penelitian ini, data VLE yang tersedia akan direparamterisasi sehingga bisa digunakan sebagai parameter model thermodinamika di Software ChemCAD. Pada penelitian ini dilakukan reparemeterisasi parameter interaksi biner (BIP) model NRTL untuk data VLE komponen yang terlibat dalam produksi GVL dari literature yang tersedia. Kemudian BIP hasil reparemterisasi digunakan untuk analisis sensitivitas pada shortcut kolom distilasi. Hasil analisis sensitivitas menunjukan bahwa perubahan suhu umpan berpengaruh terhadap konvigurasi kolom, tetapi tidak pada kualitas GVL yang dihasilkan In addition to producing biodiesel, bioethanol, biomethane, and biohydrogen from renewable sources, gamma- valerolactone (GVL) is emerging as a potential renewable fuel from biomass. As a promising long-term liquid energy source, GVL possesses the necessary characteristics. The production of pure GVL in large quantities involves a separation/purification process, one of which is distillation. In designing the distillation process, Vapor- Liquid equilibrium(VLE) data is needed, and process simulation software such as ChemCAD is usually used for design accuracy. In this study, the available VLE data will be reparameterized to be used as a thermodynamic model parameter in ChemCAD Software. The binary interaction parameter (BIP) NRTL model reparameterization for the VLE data of the components involved in the creation of GVL was carried out in this work using data from the literature. The reparameterized BIP was then applied to the distillation column shortcut for sensitivity analysis. The findings of the sensitivity study reveal that changing the feed temperature changes the column arrangement but not the quality of the GVL produced
Pembuatan Briket Campuran Arang Ampas Tebu dan Tempurung Kelapa sebagai Bahan Bakar Alternatif Asalil Mustain; Christyfani Sindhuwati; Agung Ari Wibowo; Adinda Sindi Estelita; Nur Lailatur Rohmah
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2021): October 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.024 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v5i2.183

Abstract

Pemanfaatan ampas tebu dan tempurung kelapa sebagai bahan baku utama pembuatan briket memiliki potensi besar sebagai bahan bakar alternatif. Briket merupakan arang dengan bentuk tertentu yang dihasilkan melalui proses pemampatan dengan penambahan sejumlah perekat tertentu. Pemanfaatan briket sebagai bahan bakar mampu menghasilkan kalor dengan sedikit asap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi arang ampas tebu dan arang tempurung kelapa serta jenis perekat terhadap karakteristik briket. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu rasio massa arang ampas tebu terhadap arang tempurung kelapa (100:0, 50:50, 30:70 dan 0:100) dan jenis perekat briket (tepung tapioka atau tepung sagu). Tahapan penelitian pembuatan briket ini meliputi persiapan bahan baku, karbonisasi, pembriketan dan analisa produk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik briket terbaik terdapat pada briket dengan perekat tepung tapioka dan komposisi arang ampas tebu terhadap arang tempurung kelapa 30:70. Karakteristik briket tersebut memiliki nilai kadar air sebesar 6,93%, kadar abu 3,50%, kadar zat menguap 24,75%, kadar karbon terikat 64,82% dan nilai kalor sebesar 5995 kal/g. The utilization of bagasse and coconut shells as the main raw materials for making briquettes has great potential as alternative fuels. Briquettes are charcoal with a certain shape which is produced through a compression process with the addition of a certain amount of adhesive. The utilization of briquettes as fuel is able to produce heat with less smoke. The purpose of this study was to determine the effect of the bagasse charcoal and coconut shell charcoal composition and the adhesive type on the characteristics of briquettes. The variables used in this study were the mass ratio of bagasse charcoal to coconut shell charcoal (100:0, 50:50, 30:70 and 0:100) and the type of briquette adhesive (tapioca flour or sago flour). The research stages of making briquettes include raw material preparation, carbonization, briquetting and product analysis. The results of this study indicated that the best characteristics of briquettes were found in briquettes with tapioca flour adhesive and the composition of bagasse charcoal to coconut shell charcoal 30:70. The characteristics of these briquettes had a water content value of 6.93%, ash content of 3.50%, volatile matter content of 24.75%, fixed carbon content of 64.82% and calorific value of 5995 cal/g.
Review: Potensi Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Bahan Baku Pembuatan Bioetanol dengan Metode Fed Batch pada Proses Hidrolisis Christyfani Sindhuwati; Asalil Mustain; Yasinta Octaliya Rosly; Andika Soharmat Aprijaya; Mufid Mufid; Ade Sonya Suryandari; Hardjono Hardjono; Sri Rulianah
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2021): October 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.956 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v5i2.224

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi terutama bahan bakar minyak yang tidak diimbangi dengan ketersediaan sumber energi tak terbarukan akan mengakibatkan kelangkaan energi. Pembuatan bahan bakar terbarukan merupakan solusi untuk mengatasi kelangkaan tersebut, salah satunya bioetanol. Biomassa Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan bahan baku yang cocok untuk pembuatan bioetanol karena jumlahnya yang melimpah dan mengandung lignoselulosa. Bioetanol dapat diperoleh melalui proses fermentasi dengan metode yang digunakan adalah Fed Batch Simultaneous Saccharification Fermentation. Pretreatment berupa size reduction dan delignifikasi direkomendasikan sebelum proses hidrolisis enzimatik dan fermentasi secara serentak. Metode pengumpanan Fed Batch pada High Total Solid Loading (HTSL) direkomendasikan sebagai strategi pengumpanan pada proses hidrolisis enzimatik dengan jumlah frekuensi yang tinggi memberikan hasil kadar etanol lebih tinggi. The enhancement of energy needs, especially fuel, that is not complemented by the availability of non-renewable energy sources, would affect the deficient of energy. The production of renewable fuel such as bioethanol is a solution to overcome that deficiency. One of the substrates that are appropriate to be processed into bioethanol is Oil Palm Empty Fruit Bunch (OPEFB) because of abundant and lignocellulosic biomass. Bioethanol can be produced through the fermentation process by Fed-Batch Simultaneous Saccharification Fermentation method. Size reduction and delignification for pretreatment are recommended before the simultaneous enzymatic hydrolysis process and fermentation. Using the fed-batch as a feeding method of High Total Solid Loading (HTSL) is recommended for feeding strategy in hydrolysis enzymatic process with high frequency that can produce a higher yield of ethanol.
Penurunan Kandungan Polutan pada Lindi dengan Metode Elektrokoagulasi-Adsorbsi Karbon Aktif Anang Takwanto; Asalil Mustain; Hadi Priya Sudarminto
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.86 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v2i1.37

Abstract

Sampah merupakan suatu masalah yang sering dialami oleh penduduk di kota-kota besar di Indonesia, dimana dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk menyebkan volume sampah menjadi semakin meningkat. Salah satu dampak dari timbunan sampah adalah terbentuknya lindi, dimana lindi yang tidak diolah dengan baik akan menybakan terjadinya pencemaran air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menurukan kandungan polutan dalam lindi dengan menggunakan metode kombinasi elektrokoagulasi-adsorbsi karbon aktif. Tahapan proses penelitian ini diawali dengan proses elektrogaulasi limbah lindi dengan elektrode besi dan varibabel peubah adalah rapat arus dan kandungan garam pada larutan elektrolitnya, selanjutnya hasil dari proses tersebut di proses lebih lanjut dengan proses adsorbsi menggunakan karbon aktif, parameter yang diuji pada produk adalah nilai TSS, BOD, turbidity, dan pH nya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses elektrokoagulasi dapat menurunkan TSS (95% ) dari 24,375 mg/l menjadi 1,875mg/l dan BOD (91,60%) dari 893,25 mg/l menjadi 79,46 mg/l . Sedangkan metode kombinasi elektrokoagulasi dan adsorbsi karbon aktif ini dikatakan sangat efektif untuk mengurangi konsentrasi polutan pada lindi pada rapat arus 1,01 mA/cm2 dan kandungan garam 0,5% dihasilkan penurunan sebesar 77,49% dan setelah melewati proses adsorbsi karbon aktif dihasilkan penurunan sebesar 91,60%.Hasil tersebut sesuai dengan baku mutu lindi yang dsesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. P.59/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2016 Garbage is a problem that is often experienced by residents in big cities in Indonesia, where with the increasing number of residents increasing the volume of waste is increasing. One of the impacts of waste accumulation is the formation of leachate, where leachate that is not treated properly will cause the occurrence of groundwater contamination. This study aims to reduce pollutant content in leachate by using combination method of activated carbon electrocoagulation. Stages of this research process begins with electrogaulation process of leachate waste with iron electrode and variable variables is the current density and salt content in electrolyte solution, then the results of the process in the process further by adsorption process using activated carbon, the parameters tested on the product is the value of TSS, BOD, turbidity and pH. The results showed that electrocoagulation process could decrease TSS (95%) from 24.375 mg / l to 1.875 mg / l and BOD (91.60%) from 893.25 mg / l to 79.46 mg / l. While the combination method of electrocoagulation and adsorption of activated carbon is said to be very effective to reduce the concentration of pollutants in leachate at a current density of 1.01 mA / cm2 and 0.5% salt content produced a decrease of 77.49% and after passing the adsorption process of activated carbon produced a decrease of 91.60%. The results are in accordance with the leachate quality standard that is compatible with the Minister of Environment and Forestry Regulation of the Republic of Indonesia No. P.59 / Menlhk / Setjen / Kum.1 / 7/2016.
Parameter Interaksi Biner Kesetimbangan Uap-Cair Campuran yang Melibatkan Alkohol Rantai Bercabang atau Aseton untuk Optimasi Proses Pemurnian Bioetanol Asalil Mustain; Khalimatus Sa'diyah; Agung Ari Wibowo; Dhoni Hartanto
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2019): October 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.838 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v3i2.81

Abstract

Parameter interaksi biner kesetimbangan uap-cair campuran yang melibatkan alkohol rantai bercabang atau aseton telah ditentukan pada penelitian ini. Data kesetimbangan uap-cair kondisi isobarik pada tekanan atmosferik telah dipilih total sebanyak 14 sistem. Data kesetimbangan tersebut kemudian dikorelasikan dengan model koefisien aktifitas Wilson, Non Random Two-Liquid (NRTL) dan Universal Quasi-Chemical (UNIQUAC) untuk diperoleh parameter interaksi binernya. Parameter tersebut ditentukan sebagai fungsi suhu pada penelitian ini untuk meningkatkan kemampuannya dalam aplikasi pada kisaran suhu yang panjang. Korelasi menunjukkan hasil yang baik dikarenakan root mean square deviation (RMSD) antara data eksperimental dengan hasil perhitungan relatif kecil. Sebagai tambahan, perilaku masing-masing sistem biner tersebut juga diamati pada kesempatan ini. Parameter yang diperoleh dapat digunakan untuk optimasi desain kolom distilasi pada proses pemurnian produksi bioetanol. The binary interaction parameters of vapor-liquid equilibrium for the mixtures involving branched-chain higher alcohols or acetone have been determined in this study. Isobaric vapor-liquid equilibrium data at atmospheric pressure have been selected for a total of 14 systems. The VLE data were then correlated with the Wilson, NonRandom Two-Liquid (NRTL) and Universal Quasi Chemical (UNIQUAC) activity coefficient models to obtain its binary interaction parameters. The parameters were determined as the temperature-dependent in this study to increase its ability in wide temperature range applications. The correlations showed good results because the root mean square deviation (RMSD) between the experimental data and calculation values were relatively low. In addition, the behavior of each binary systems were also observed in this study. The obtained parameters could be used to optimize the distillation column design in the purification process of bioethanol production.
Studi Aktivitas Reaksi Fotokatalisis Berbasis Katalis TiO2-Karbon Aktif Terhadap Mutu Air Limbah Power Plant Ade Sonya Suryandari; Asalil Mustain; Dana Wahyu Pratama; Inayatul Maula
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2019): October 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.821 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v3i2.124

Abstract

Pengolahan air limbah merupakan proses mengolah air buangan yang sudah tidak terpakai untuk dapat dikembalikan ke siklus air di lingkungan. Unit Waste Water Treatment Plant (WWTP) PT. Indonesia Power digunakan untuk mengolah air limbah yang berasal dari berbagai sumber salah satunya yaitu HRSG Sump Pit. Buangan air limbah yang berasal dari HRSG Sump Pit memiliki kandungan fosfat dikarenakan adanya penambahan fosfat pada unit sebelumnya yang bertujuan sebagai inhibitor proses korosi. Karakteristik limbah cair dapat ditentukan dari beberapa parameter diantaranya nilai pH, optical density (OD), dan kadar fosfat. Pengolahan air limbah dilakukan agar limbah cair yang dihasilkan dapat memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan mengaplikasikan reaksi fotokatalisis berbasis katalis TiO2/karbon aktif pada berbagai komposisi katalis dan durasi penyinaran. Proses fotokatalisis dilakukan dengan penambahan katalis pada perbandingan komposisi TiO2/karbon aktif 10:1, 5:1, 3:1 dan 2:1. Sedangkan lama waktu penyinaran 3, 4, 5, dan 6 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH terendah sesuai baku mutu yaitu 8,13 dan penurunan kadar fosfat sebesar 70,12% mampu dicapai pada komposisi katalis TiO2/karbon aktif 3:1 dengan durasi penyinaran 5 jam. Penurunan OD tertinggi dicapai pada kondisi perbandingan komposisi katalis TiO2/karbon aktif 10:1 dan durasi penyinaran 6 jam yaitu sebesar 98,86%. Water treatment is the process of treating water discharges that are not used to be discarded into the environment. Wastewater Treatment Unit Plant (WWTP) of PT. Indonesia Power is used to treat wastewater coming from several sources, one of which is HRSG Sump Pit. Wastewater from the HRSG Pit contains phosphate which is related to the phosphate addition in the previous unit which is needed as an inhibitor of corrosion process. The characteristics of liquid waste can be determined from several parameters such as pH value, optical density (OD), and phosphate content. Wastewater treatment is carried out to obtain liquid waste which comply to the quality standards before being discarded into the environment. This research was carried out by applying the photocatalysis reaction based on catalyst TiO2-activated carbon with various catalyst compositions and irradiation duration. The process of photocatalysis was carried out by adding catalysts to the ratio of the composition of TiO2 / activated carbon 10:1, 5:1, 3:1 and 2:1. While the irradiation time is 3, 4, 5 and 6 hours. The results show that the lowest pH according to quality standards was 8.13 and a reduction in phosphate content of 70.12% was achieved in the 3: 1 TiO2/activated carbon catalyst composition with a 5-hour irradiation duration. The highest OD reduction was achieved under the condition ratio of catalyst composition of TiO2/activated carbon 10:1 and the irradiation duration of 6 hours that was equal to 98.86%.
PELATIHAN PEMBUATAN BRIKET BIOMASSA DI DESA SUKONOLO, KEC. BULULAWANG, KAB. MALANG Asalil Mustain; Nanik Hendrawati; M. Agung Indra Iswara; Khalimatus Sa’diyah; Sri Rulianah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v%vi%i.%p

Abstract

Desa Sukonolo merupakan salah satu desa di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Salah satu permasaahan di daerah tersebut adalah pengolahan limbah biomassa yang belum dilakukan secara baik. Sehingga, limbah tersebut menumpuk dalam jumlah yang cukup besar dan beresiko membawa dampak buruk bagi lingkungan sekitar. Sehingga, Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Jurusan Teknik Kimia – Politeknik Negeri Malang mengadakan pelatihan pembuatan briket biomassa bagi warga Desa Sukonolo. Program pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keahlian warga dalam proses pembuatan briket dari limbah biomassa.
Produksi Biodiesel dari Minyak Jelantah dengan Katalis Heterogen CaO dari Limbah Cangkang Telur Suryandari, Ade Sonya; Ardiansyah, Zainur Risky; Putri, Vemmy Nurmala Andhani; Arfiansyah, Ilham; Mustain, Asalil; Dewajani, Heny; Mufid, Mufid
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2021.005.01.04

Abstract

Nowadays, the substitute for biofuel diesel fuel is biodiesel. Waste cooking oil has the potential as a biodiesel feedstock due to its environmentally friendly, inexpensive, reduces household waste and does not compete with food needs. One effort that can be done is to use CaO catalyst from eggshell waste. Eggshells contain 95,28% CaCO3 which can be calcined to produce CaO. In this research, production of biodiesel is done by using waste cooking oil and CaO catalyst from eggshells with various variables to determine the best calcination conditions in the preparation of the catalyst. The eggshells were calcined at variable temperatures (600,700,800 and 900°C) during the time variables (2,3,4 and 5 hours). The operating conditions in the transesterification reaction were at 60°C for 2hours with a stirring speed of 700rpm and a mole ratio of oil and methanol of 1:12. The results obtained, the best calcination conditions in producing CaO catalysts were at a temperature of 800°C for 2 hours with 78,31% mass recovery. In addition, the transesterification reaction using the best catalyst produced 97,2% FAME with a density of 0,8549 gr/mL and a viscosity of 9,58 cSt.
Co-Authors Ade Sonya Suryandari Ade Sonya Suryandari Ade Sonya Suryandari Ade Sonya Suryandari Adinda Sindi Estelita Adinda Sindi Estelita Afrizal, Daffa Agung Ari Wibowo Agung Ari Wibowo Agung Ari Wibowo Agung Ari Wibowo Akbar, Fillah Akhmad Hariadi Aldyn Firstiano Afnan Alya Tri Kurnia Alya Tri Kurnia Anang Arianto Anang Takwanto Anasthasia Putri Andika Soharmat Aprijaya Andika Soharmat Aprijaya Annas Wiguno Anugrah Windy Mustikarini Anugrah Windy Mustikarini Anugrahani, Viona Widya Ardiansyah, Zainur Risky Arfiansyah, Ilham Arief Rahmatulloh Auliyah Choirunnisa Auliyah Choirunnisa Bagos Tedy Arta Bernardete Ferdinata Dandel Bintang, Zahril D. Setiawati, Eviana Dana Wahyu Pratama Dana Wahyu Pratama Delfian Lutfiananda Desi Nurisnaeni Saputri Desi Nurisnaeni Saputri Desta E.D. Prasetya Dewajani, Heny Dhoni Hartanto Dini Fitria Marta Fadila Divia Amalia Divia Amalia Ernia Novika Dewi Ernia Novika Dewi Erry Nabil Erry Nabil Fannania S. Erdiyanti Fannania S. Erdiyanti Gede Wibawa Gede Wibawa Gede Wibawa Gede Wibawa Hadi Priya Sudarminto Hardjono Hardjono Hardjono Hardjono Hardjono Hardjono Hardjono Hardjono Haryo Permono Haura Rahmayanti Haura Rahmayanti Heny Dewajani Herdiana Inayatul Maula Inayatul Maula Inayatul Maula Inayatul Maula INDRA LUKMANA PUTRA Khalimatus Sa'diyah Khalimatus Sa'diyah Khalimatus Sa’diyah Khalimatus Sa’diyah Khoiroh, Ianatul Lintang Alivia Anggerta Listiyana Candra Dewi M. Agung Indra Iswara May Kurnia Pratiwi Miftakhul Falah Mochammad Agung Indra Iswara Mochammad Agung Indra Iswara Mochammad Agung Indra Iswara Mochammad Junus Mufid Mufid Mufid Mufid Mufid Mufid Mufid Mufid Mufid Mufid Muhammad Aidil Rizky Muhammad Rais Zain Muhammad Rais Zain Mukhammad Furoiddun Nais Nadia Rahmatillah Nadia Rahmatillah Nanik hendrawati, Nanik Nasya Pingki Febriani Niamatur Rofiah Niamatur Rofiah Nur Lailatur Rohmah Nur Lailatur Rohmah Prayitno Prayitno Prayitno Prayitno Prayitno Prayitno Prima Astuti Handayani Profiyanti Hermien Suharti Putri, Vemmy Nurmala Andhani Risky Dimas Alfian Risky Dimas Alfian Rizky, M Aldo Rizqy Romadhona Ginting Rizqy Romadhona Ginting Rofiq Hamzah Rofiq Hamzah Rucita Ramadhana Rulianah, Sri Salsabila Salsabila Setiyo Gunawan Shabrina Adani Putri Sigit Hadiantoro, Sigit Sindhuwati, Christyfani Sri Rulianah Suhartono Wahyu Sumarno . Sumarno Sumarno Suryandari, Ade Sonya Susan Tiarawati Sutrisno, Akhmad Takwanto, Anang Vira Cintya Ramadhani Virsa Faliolla Tasyakuranti Wahyu Fazar Eka Irwansyah Yanty Maryanty Yasinta Octaliya Rosly Yasinta Octaliya Rosly