Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Effect of Use of Swallow Dirt on the Growth and Yield of Peanut Soils on Ultisol Soils Fios, Eduardus; _, Surachman; Mustamir, Elly
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.34163

Abstract

This study aims to determine the best dosage for growth and yield of peanut plants on ultisol soil. This research was carried out on the experimental field of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University of Pontianak which took place September 16, 2018 to December 20, 2018. The method used was a Complete Randomized Design Test (CRD) consisting of 6 treatments, 4 replications, and 4 samples. Giving various types of swallow droppings including a1 = 269 g / polybag, a2 = 514 g / polybag, a3 = 759 g / polybag, a4 = 1,004 g / polybag, a5 = 1,249 g / polybag and a6 = 1,494 g / polybag. Observations were made on plant height, number of pods of plants, dry weight of plants, dry weight of seeds. Based on the results of the study it can be concluded that the administration of swallow feces with a dose of 1,249 g / polybag or the equivalent of 16% organic matter gives the best results for the growth and yield of peanut plants on ultisol soil. Keywords: peanuts, swallow droppings, ultisol soil,
Respon Perkecambahan Benih Pinang Akibat Penyimpanan dan Moisturizing Benih Lesmana, Muh Duwi; Palupi, Tantri; Mustamir, Elly
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38790

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon perkecambahan benih pinang terhadap lama penyimpanan dan moisturizing benih dan mengetahui lama penyimpanan dan moisturizing benih pinang yang terbaik dalam mempercepat waktu perkecambahan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pribadi yang berada di Jalan Tanjung Raya 2 Pontianak Timur, Kelurahan Banjar serasan. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 9 Desember 2018 sampai dengan tanggal 20 Maret 2019, mulai dari pengambilan benih hingga akhir penelitian. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas satu faktor, yaitu: P1= disimpan selama 7 hari + dilembabkan selama 4 hari, P2 = disimpan selama 7 hari + dilembabkan selama 6 hari, P3 = disimpan selama 14 hari + dilembabkan selama 4 hari, P4= disimpan selama 14 hari + dilembabkan selama 6 hari, P5= disimpan selama 21 hari + dilembabkan selama 4 hari, P6= disimpan selama 21 hari + dilembabkan selama 6 hari, P7= disimpan selama 28 hari + dilembabkan selama 4 hari, P8= disimpan selama 28 hari + dilembabkan selama 6 hari, P9= disimpan selama 35 hari + dilembabkan selama 4 hari, P10= disimpan selama 35 hari + dilembabkan selama 6 hari, P0= tidak di simpan + tidak di lembabkan (kontrol), Dari 11 perlakuan tersebut diulang 3 kali sehinga terdapat 33 unit percobaan, dan setiap unit digunakan 10 butir benih maka terdapat 330 benih. Semua benih tersebut akan dikecambahkan dalam kondisi gelap, kecuali perlakuan P0. Variabel yang diamati adalah kadar air(%), indeks vigor(%), daya berkecambah(%), kecepatan tumbuh(%/etmal), keserempakan tumbuh(%), panjang tunas(cm), panjang akar(cm). Hasil penelitian ini menunjukkan respon perkecambahan benih pinang akibat penyimpanan dan moisturizing benih berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan, perlakuan P1 (penyimpanan 7 hari dan dilembabkan 4 hari) memiliki hasil rerata perlakuan terbaik dan lebih efisien terhadap semua variabel pengamatan yaitu indeks vigor 100%, keserempakan tumbuh 100%, daya kecambah 100%, kecepatan tumbuh 8.21 %/etmal, panjang tunas 26,00 cm, dan panjang akar 22,18 cm. Kata Kunci : Perkecambahan, Penyimpanan Benih, Moisturizing/Melembabkan Benih, Pinang, Benih
Areca Seed Germination Response Due to Seed Storage and Moisturizing Lesmana, Muh Duwi; Palupi, Tantri; Mustamir, Elly
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38795

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the response of areca seed germination to the storage and moisturizing time of seeds and to determine the best storage and moisturizing time of areca seed in accelerating the time of germination. This research was conducted in a private land located at Jalan Tanjung Raya 2 East Pontianak, Banjar Serasan Village. This research was conducted from December 9, 2018, until March 20, 2019, starting from seed collection until the end of the study. This study uses a field experiment method with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of one factor, namely: P1 = stored for 7 days + moisturized for 4 days, P2 = kept for 7 days + humidified for 6 days, P3 = stored for 14 day + moisturized for 4 days, P4 = stored for 14 days + moisturized for 6 days, P5 = stored for 21 days + moisturized for 4 days, P6 = stored for 21 days + moisturized for 6 days, P7 = stored for 28 days + moisturized for 4 days, P8 = stored for 28 days + moisturized for 6 days, P9 = stored for 35 days + moisturized for 4 days, P10 = stored for 35 days + moisturized for 6 days, P0 = not stored + not moisturized (control), Of the 11 treatments repeated 3 times so that there were 33 experimental units, and each unit used 10 seeds then there were 330 seeds. All seeds will be germinated in a dark condition, except treatment P0. The variables observed were water content (%), vigor index (%), germination (%), growth speed (% / etmal), growth simplicity (%), shoot length (cm), root length (cm). The results of this study showed the response of areca seed germination due to seed storage and moisturizing significantly affected all observed variables, P1 treatment (7 days storage and 4 days moisturized) had the best average treatment results and was more efficient on all observational variables namely vigor index 100%, simultaneity grew 100%, germination capacity of 100%, speed of growing 8.21% / etmal, shoot length 26.00 cm, and root length 22.18 cm. Keywords: Germination, Storage of Seed, Moisturizing of Seed, Areca, Seed.
PENGARUH DOSIS KOMPOS KULIT PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG PADA TANAH BEKAS TAMBANG BAUKSIT Wijaya, Rendi; ., Warganda; Mustamir, Elly
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.44872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos kulit pisang terhadap pertumbuhan dan hasil terong pada bekas tanah tambang bauksit. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kuburaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 4 ulangan, masing masing ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga terdapat 80 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu : a1 = pemberian kompos kulit pisang 1000 g , a2 = 1500 g, a3= 2000 g, a4 = 2500 g, a5 = 3000. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos kulit pisang berpengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman, panjang rerata buah tanaman dan berat kering per tanaman. Tetapi pemberian kompos kulit pisang berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, volume akar,berat buah pertanaman. Pemberian kompos kulit pisang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong . Dosis Kompos Kulit Pisang 2000 g menjadi dosis yang efektif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong. Kata Kunci : kompos kulit pisang, terong, tanah bekas tambang bauksit (overburden)
Pengaruh metode ekstraksi terhadap viabilitas benih kakao ( Theobroma Cacao L) Novando Sitanggang, Karunia Alpa; Purwaningsih, Purwaningsih; Mustamir, Elly
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahan ekstraksi mana yang terbaik yang dapat menjaga viabilitas benih kakao tetap tinggi. Penelitian ini dimulai dari 20 Maret sampai 18 April 2020 di Jalan Gusti Hamzah Gang Nur 2, Pontianak. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan berbagai bahan ekstraksi benih kakao, yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 ulangan yang masing-masing menggunakan 25 benih. Perlakuan yang dimaksud adalah (p1) pengupasan pulp dengan perendaman air kapur 20 g /liter, (p2) Pengupasan pulp dengan abu gosok 5 g/benih, (p3) Pengupasan pulp dengan ilalang, dan (p0) Tanpa dilakukan pengupasan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan keserempakan tumbuh. Selain itu juga dilakukan pengamatan kondisi suhu (oC) dan kelembaban udara (%), dan curah hujan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan ekstraksi benih kakao menggunakan abu sekam padi dan kapur tohor dapat menghasilkan viabilitas benih kakao terbaik. Kata kunci: abu, benih kakao, kapur, ilalang
Pengaruh Konsentrasi POC Limbah Batang Pisang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis pada Tanah Gambut Candra, Candra; Mustamir, Elly; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48796

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC limbah batang pisang yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah gambut. Penelitian ini dilakukan di lahan gambut dengan tingkat kematangan saprik yang terletak di Jl. Reformasi Kecamatan Pontianak Tenggara. Waktu penelitian berlangsung dari 10 Februari s/d 2 Mei. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 5 perlakuan pemberian POC batang pisang dengan taraf konsentrasi berbeda yaitu P1= 20 ml/ liter air, P2= 40 ml/ liter air, P3= 60 ml/ liter air, P4= 80 ml/ liter air, P5= 100 ml/ liter air. Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering, berat tongkol dengan kelobot per petak, berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan konsentrasi terbaik dari POC batang pisang dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah gambut, tetapi konsentrasi POC batang pisang yang efektif ditunjukkan dengan perlakuan POC batang pisang konsentrasi 40 ml/liter air.Kata kunci : Gambut, Jagung Manis, POC
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT LADA TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH IKAN RUSMINI, IKA; ANGGOROWATI, DINI; MUSTAMIR, ELLY
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51460

Abstract

Penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) limbah ikan dalam budidaya tanaman bibit lada yaitu dapat secara cepat mengatasi kekurangan unsur hara. Tujuan penelitian untuk mengetahui konsentrasi POC limbah ikan yang menghasilkan pertumbuhan bibit lada yang terbaik. Lokasi penelitian terletak di Desa Lonam Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas. Waktu penelitian mulai dari tanggal 3 Maret - 1 Mei 2021. Rancangan Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan perlakuan dosis POC limbah ikan terdiri dari 5 taraf yaitu p1(3,5%); p2(4%); p3(4,5%); p4(5%); p5(5,5%). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pertambahan jumlah tunas, pertambahan panjang tunas, pertambahan jumlah daun, dan persentase bibit hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC limbah ikan dengan konsentrasi 4,5% memberikan hasil paling tinggi di semua variabel pengamatan. Dosis dengan hasil yang paling baik ditunjukkan pada pemberian 4,5% berdasarkan potensi bibit tanaman lada yaitu pertambahan jumlah tunas tanaman dengan rata-rata 13,56.