Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Ecoprint Teknik Pounding Bagi Guru-Guru PAUD Haqiqi di Kota Bengkulu Steffanie Nurliana; Wiryono Wiryono; Hery Haryanto; Syarifuddin Syarifuddin
DHARMA RAFLESIA Vol 19, No 2 (2021): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v19i2.17789

Abstract

: Teknik ecoprint merupakan suatu pencetakan bentuk dan warna pada media, seperti kain, kertas, kulit, dan keramik untuk dengan menggunakan zat warna dari tumbuhan-tumbuhan. Kegiatan pengabdian masyarakat inidilaksanakan untuk: memberikan pelatihan ketrampilan ecoprint teknik pounding, memberi wawasan botani tentang daun-daun yang memiliki jejak bagus dengan ecoprint teknik pounding, dan memberi wawasan kewirausahaan agar peserta dapat memanfaatkan ecoprint teknik pounding untuk memperoleh tambahan penghasilan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Paud Haqiqi, Kelurahan Pematang Gubenur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu dengan metoda ceramah dan praktek langsung. Kegiatan diikuti oleh 13 guru Paud.  Semua peserta berhasil mengerjakan ecoprint teknik pounding dengan baik pada tas kain, yang kemudian dibawa pulang oleh masing-masing peserta. Kegiatan pengenalan Ecoprint diliput oleh wartawan koran Rakyat Bengkulu dan dimuat di Koran Rakyat Bengkulu, dimuat di webwww.rakyatbengkulu.com.www.duniahijau.com, dan diupload di Youtube. Perlu diberikan pelatihan lanjutan dengan teknik ecoprint yang lain.
EVALUASI PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH Agung Dwi Putra; Wiryono Wiryono; Budiyanto Budiyanto; Agus Susatya; Damres Uker
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.11.1.21159

Abstract

Abstrak Persampahan masih menjadi suatu permasalahan yang dihadapi kota besar maupun di tingkat daerah. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pengelolaan sampah yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) Menganalisis penyebab belum teratasi-nya sampah di kompleks perkantoran Bupati Kabupaten Bengkulu Tengah; 2) Menganalisis peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah; 3) Menganalisis 4 aspek pengelolaan sampah di kabupaten Bengkulu Tengah. Metode yang digunakan adalah metode evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penyebab belum teratasi-nya sampah di kompleks perkantoran Bupati Kabupaten Bengkulu Tengah adalah keterbatasan jumlah arm roll truck dan jumlah timbulan sampah yang terlalu besar. 2) Masyarakat kabupaten Bengkulu Tengah berperan aktif dalam pengelolaan sampah di kabupaten Bengkulu Tengah. Rekomendasi untuk menangani sampah di sekitar komplek perkantoran Bupati kabupaten Bengkulu Tengah adalah sebagai berikut: a) Menggunakan truk biasa atau mobil jenis pick up b) Menerapkan konsep Zero Waste, yaitu pengelolaan sampah dengan prinsip daur ulang. Dalam aspek peran serta masyarakat perlu dilakukan kampanye, sosialisasi, dan edukasi tentang persampahan. Pada aspek operasional perlu penambahan mobil pick up, pada aspek peraturan diperlukan pembentukan Perda dengan substansi materi yang menyeluruh. Pada aspek pembiayaan untuk meningkatkan retribusi dapat dilakukan dengan meningkatkan pelayanan, pada aspek kelembagaan perlu memisahkan antara fungsi regulator dengan operator agar pengelolaan sampah dapat berjalan maksimal.   Kata kunci : Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup, Bengkulu Tengah.
POTENSI TEGAKAN KAYU BAWANG (Dysoxylum mollissimum Blume) PADA SISTEM AGROFORESTRI SEDERHANA DI KABUPATEN BENGKULU UTARA Efratenta Katherina Depari; Wiryono Wiryono; A. Susatya
Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 2 Edisi Juli 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v3i2.1522

Abstract

Kayu bawang adalah tanaman hutan unggulan lokal Bengkulu yang biasanya ditanam dalam sistem agroforestri sederhana, dengan mengkombinasikannya dengan tanaman pertanian. Di Kabupaten Bengkulu Utara, kayu bawang umumnya ditanam dengan dua pola tanam, yaitu kombinasi kayu bawang dengan kopi, dan kayu bawang dengan kopi dan karet. Perbedaan kombinasi jenis yang ditanam bisa mempengaruhi pertumbuhan tanaman kayu bawang. Tujuan penelitian  ini adalah mendapatkan estimasi volume tegakan kayu bawang pada beberapa tingkatan umur dan mendapatkan rata-rata riap volume pada pola tanam kayu bawang dikombinasikan dengan kopi dan kayu bawang dikombinasikan dengan kopi dan karet. Penelitian dilaksanakan di hutan rakyat kayu bawang yang terdapat di Desa Sawang Lebar dan Desa Dusun Curup di Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu.  Sampel vegetasi dipilih dengan cara Stratified Random Sampling pada bulan April-Desember 2013. Volume tegakan diperoleh dengan menggunakan rumus Vi=0,0000501Di2,13Hi0,769 (Sumadi et al, 2007), rata-rata riap volume tegakan dihitung dengan cara membagi volume dengan umur tegakan. Hasil uji-t dari volume menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata antara ke dua pola tanam. Namun, kayu bawang yang ditanam dengan kopi cenderung memiliki pertumbuhan yang lebih baik dibanding kayu bawang yang ditanam dengan kopi dan karet. Kayu bawang yang ditanam dengan kopi memiliki volume sebesar 43,88 m3/ha (umur 3 tahun), 82,99 m3/ha (umur 7 tahun), 116,13 m3/ha (umur 9 tahun), sedangkan yang ditanam dengan kopi dan karet memiliki volume sebesar 15,15 m3/ha (umur 3 tahun), 82,8 m3/ha (umur 7 tahun), 79,44 m3/ha (umur 9 tahun). Rata-rata riap volume tegakan kayu bawang yang ditanam dengan kopi adalah 12,72 m3/ha/th, sedangkan rata-rata riap volume tegakan yang ditanam dengan kopi dan karet adalah 9,57 m3/ha/th.Kata Kunci: kayu bawang, potensi tegakan, volume, riap
ADAPTASI TANAMAN NYAMPLUNG (Calophyllum inophylum L) DALAM ORGANIK BLOK DI LAHAN BERPASIR (PANTAI KUALO KOTA BENGKULU) Vera Tania; Agus Susatya; Enggar Apriyanto; Wiryono Wiryono; Bilman Wilman
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.11.1.20809

Abstract

Wilayah pesisir mengalami ancaman besar dari aktivitas air laut berupa abrasi pantai, sehingga memerlukan solusi yang cepat dan tepat. Penggunaan organik blok yang berasal dari serat buah kelapa sawit merupakan salah satu cara untuk melindungi perakaran tanaman dari faktor lingkungan yang ekstrim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adaptasi dan pertumbuhan nyamplung dengan ukuran organik blok dan tempat tanam berbeda di lahan berpasir. Penelitian dilakukan selama 4 bulan di daerah berpasir Pantai Kualo Kota Bengkulu. Data diperoleh melalui pengukuran variebel pengamatan setiap 2 minggu. Variabel yang diamati antara lain tinggi tanaman, diameter tanaman, jumlah daun, luas daun, tingkat kehijauan daun, perakaran tanaman, biomassa tanaman dan indek pertumbuhan tanaman.  Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara statistik dan uji lanjut DMRT 5%. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan media organik blok berdiameter 16 cm dan berat serat 500 gram serta ditanam pada lokasi ternaungi semak (M5L2) merupakan kombinasi terbaik dalam pertumbuhan awal tanaman nyamplung. Untuk mengoptimalkan hasil, faktor lingkungan perlu menjadi perhatian karena memiliki pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan tanaman.
Pembuatan pupuk kompos cair dari buah limbah Deselina -; Edi Suharto; Wiryono -
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 2 No. 1: June 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.095 KB) | DOI: 10.33369/icomes.v2i1.20140

Abstract

Salah satu produk tanaman holtikultura yang tumbuh subur di negara kita adalah buah-buahan. Buah-buahan mengandung vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh karena tubuh tidak dapat memproduksi vitamin dan mineral. Buah-buahan yang yang mudah rontok seperti jambu air dan belimbing biasanya tidak dikonsumsi karena fisiknya sudah rusak. Akhirnya buah-buah tersebut menjadi limbah dan dibuang. Limbah buah tersebut dapat dijadikan bahan baku dalam pembuatan pupuk kompos cair. Desa Arga Indah I yang merupakan lokasi kegiatan ini termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Pagar Jati Kabupaten Bengkulu Tengah, Propinsi Bengkulu. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah agar khalayak sasaran dapat memproduksi pupuk kompos cair dari limbah buah. Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah dengan melakukan penyuluhan, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan pupuk kompos cair dari limbah buah. Dari hasil penyuluhan dan pelatihan, khalayak sasaran mengerti tentang cara mengelola limbah  buah untuk dijadikan pupuk kompos cair. Diharapkan dari hasil praktek, para khalayak sasaran yang terdiri dari anggota karang taruna dan anggota PKK Desa Arga Indah I dapat menghasilkan pupuk kompos cair yang bermutu dari limbah buah.